.
Raka hanya bisa terdiam melihat adegan pertemuan orangtua dan anak itu.
"terimakasih Nona.. terimakasih tuan". ucap kedua orangtua Vero begitu hormat sebagai ungkapan terimakasih mereka.
"sama-sama.. lain kali dijaga anaknya". jawab Raya
sekali lagi orangtua Vero mengucapkan terimakasih hingga telinga Raya mulai panas.
"iya.. kami permisi". Raya tersenyum tipis dan menarik tangan Raka hingga mendekat ke tubuhnya.
Raka sampai kaget baru kali ini ia begitu dekat dengan Raya bahkan tangan Raya merangkul lengannya begitu mesra.
"kami pergi.. !". Kata Raya tersenyum lebar hingga lesung pipinya terlihat jelas membuat jantung Raka berdentum keras saja.
"eeh.. om tampan ini pacar kakak cantik? ". tanya Vero berkedip-kedip lucu.
Raya tersenyum saja sambil menempelkan kepalanya di lengan Raka.
"kami buru-buru.. permisi". Raya membawa Raka pergi dari tempat itu.
telinga Raya benar-benar panas mendengar ocehan kedua orangtua Vero yang terus mengucapkan terimakasih, menanyakan apa hadiah yang Raya mau hingga Raya bertanya-tanya apa mereka berdua tidak mengenalnya hingga begitu beraninya memberinya hadiah seolah Raya menginginkan hal itu.
demi mempersingkat waktu Raya menarik Raka dan berakting seolah Raka adalah kekasihnya hingga bisa melarikan diri dari kedua orangtua Vero yang lebih cerewet dari kedua orangtuanya.
Raya membawa Raka ke tempat sepi dan menghela nafas lega disana melepaskan genggamannya.
"eeh..? ". Raka tersadar dari khayalannya.
Raya melihat situasi yang akhirnya ia merasa bebas, "Huuuft.. mereka berisik sekali".
"kamu memanfaatkanku? ". tanya Raka pura-pura kesal
"Oupss... ! sorry, aku pinjam lenganmu tadi". Raya angkat tangan seperti seorang pencuri yang tertangkap polisi saja.
Raka melihat kebelakang sambil menahan senyumnya disana,, "kenapa dia imut sekali? ". batin Raka.
"kamu harus bayar hutang itu". Raka menoleh ke Raya
"hutang? bukannya aku sudah bayar hutangku separuh? hutang yang mana maksudmu? ". tanya Raya tak terima
"tadi..! ". Raka melirik lengannya tadi.
"apaa? tadi kenapa jadi hutang? aku cuma pinjam lenganmu sebentar untuk melarikan diri dari mereka". jelas Raya
"sama saja, aku seorang King Mafia bagaimana bisa di peralat oleh perempuan? menurutmu aku bisa memaafkannya? maaf tuan putri.. dunia Mafia tidak semulia itu". cibir Raka mendekatkan wajahnya di wajah Raya.
Raya menatap tajam pada pria didepannya ini,
"kalau begitu lupakan saja". kata Raya begitu mudah melihat arah lain.
"lalu bagaimana potret diriku tadi?". tanya Raka membuat Raya melihat ke arah Raka.
"potret? ". beo Raya
Raka mengangguk lalu mengeluarkan ponselnya dan mencari berita terhangat saat ini.
Breaking News!! "Nona Muda Melviano memiliki seorang kekasih".
Raya merebut ponsel Raka dan membaca artikelnya,
CEO muda perusahaan Rookie adalah kekasih tuan putri Melviano.
begitulah inti artikelnya.
Raya melebarkan matanya membaca artikel itu, "a.. aku akan meminta aunty ku menghapus berita ini".
Raya tergagap mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi Nova namun Nola yang mengangkat panggilan itu.
"kak? kakak punya kekasih? ". tanya Nola menggoda
"jangan berisik ! cepat bantu kakak menghapuskan berita ini". desak Raya
"waah.. tapi sepertinya sulit kak..! berita kakak dengan CEO Rookie nan tampan itu sudah terkenal". jawab Nola
"haisssh.. cepat lakukan saja". titah Raya
"oke.. oke.. belikan aku mobil keluaran terbaru kak". pinta Nola
"Ok". jawab Raya lalu mematikan panggilannya.
Raka sebenarnya bahagia dengan artikel itu tapi juga ada rasa takutnya karna mulai detik ini Raya akan jadi incaran musuh-musuhnya, entah mengapa sejak Raya mengatakan dirinya lah yang menolong Vero, Raka percaya dan sangat yakin Raya bisa membela diri bahkan lebih hebat dari yang Raka bayangkan.
Raya menoleh ke Raka yang terlihat sedang berpikir keras,, "maaf..! aku akan lakukan apapun untuk menghapus artikel itu, aku tidak menyangka akan muncul di berita". ucap Raya sedikit merasa bersalah pada Raka.
"dia bahkan menutupi jati dirinya lewat artikel aneh itu, aku yakin dia ingin tentram dari media tapi malah jadi berita karnaku". batin Raya
"tidak apa ! lain kali aku akan minta kamu untuk bayar hutangmu kali ini". senyum tipis Raka melirik ponselnya.
"Eeh.. inih.. ". Raya memberikan ponsel Raka bukannya diambil Raka,
Raka menatap Raya dengan serius Raya yang tak mengerti hanya bisa melirik ponsel dan wajah Raka dengan raut wajah lucunya yang terlihat bingung.
"nomormu!". jelas Raka karna Raya malah terlihat bingung dengan kodenya
"oh.. " Raya pun memberikan nomor hpnya pada Raka yang tersenyum tipis namun penuh kemenangan.
"aku bisa melindunginya ! semakin hari aku semakin menginginkannya dekat denganku, lagian aku juga ingin menikah dan satu-satunya wanita yang menjadi Ratu dihatiku hanya Raya. kapan lagi kami jadi dekat kalau tidak sekarang? ". batin Raka
"aku pergi..! kapanpun aku membutuhkan bantuanmu kau harus datang kekasihku". Raka memegang dagu lancip Raya yang tengah menatap datar padanya.
Raka tersenyum lalu meninggalkan Raya ditempat itu, Raya menatap kesal kepergian Raka.
"kenapa aku malah terjebak dengan semua ini? ". kesal Raya yang tak percaya akan berada di situasi tak mengenakkan itu.
Raya kembali ke mansion Melviano, ia fokus dengan ponselnya melihat berita terhangat hari ini telah di hapus Nola tapi tetap saja sebagian sudah tersebar luas di dunia maya.
"apa-apaan ini? ". mata Raya melebar tak percaya melihat komentar banyak orang di artikel yang telah di hapus itu.
"haha.. keluarga kecil? ". tawa Raya merasa geli akan sebutan itu.
ada potret Raya, Raka bersama Vero.
"apa CEO muda itu kekasihmu sayang? ". sambar Dylan tiba-tiba
"aakh.. Papi". Raya terkejut dengan kedatangan Dylan.
Dylan makin di buat tak percaya putrinya bisa terkejut juga, belum pernah seumur hidup Raya terkejut dengan kedatangannya karna Raya selalu bisa mengetahui kedatangannya walau tak bersuara sama sekali.
"woww.. kak Raya bisa kaget juga". ejek Satria tiba-tiba nongol entah dari mana.
"CEO New R itu kekasih kakak? ". tanya Alya (adik perempuan Raya).
Arya sedang di luar bersama Shindy.
"bukan". jawab Raya menutup ponselnya
"lalu kenapa kalian di foto itu ? bersama? lagian papi lihat kamu memegang lengannya sayang". cecar Dylan
"papi.. ada orang berisik jadi Raya memperalat dia untuk melarikan diri dari sana". jelas Raya
Satria dan Alya saling pandang lalu menghela nafas panjang,
"kamu selalu saja seperti itu sayang, kenapa kamu tidak suka orang berbicara hmm? ". tanya Dylan dengan heran akan tingkah putrinya itu
"mereka mengucapkan hal yang sama berulang kali Papi.. telinga Raya mendidih mendengarnya". jawab Raya dengan kesal.
"tapi skandal cinta kakak bukan dengan pria biasa". jelas Alya
"dia CEO New R, perusahaan Rookie yang baru berdiri beberapa minggu sudah di kenal diberbagai kalangan, skandal cinta kakak dengannya pasti membuatnya dikenal sebagai kekasih kakak". Satria
"saham perusahaannya melejit pesat karna artikel itu". sambung Dylan
"tapi Raya tidak tau akan seperti ini jadinya pi". elas Raya
"iya sayang.. tapi kalian akan dikenal sebagai sepasang kekasih jika mengelak dampaknya akan buruk pada pria mu itu". jelas Dylan menggoda putrinya
Alya dan Satria tertawa di tempat.
"Papi.. ?". akhirnya sang tuan putri nan dingin itu merengek manja untuk pertama kalinya.
"apa sayang? ". tanya Dylan dengan gemasnya.
"singkirkan semuanya, pria itu juga ingin hidup tenang". pinta Raya bergelayut di lengan Dylan
Satria dan Alya menjatuhkan rahang melihat kejadian langka itu.
.
.
.
Oke.. Episode berikutnya dalam proses karna sekarang hari minggu Nae bakal tambah episodenya lagi ya...? pengen Up banyak sih tapi Nae baru sembuh dari deman nih, daya tahan tubuh Nae kuat tapi sekali udah terserang penyakit bakal komplikasi dah.. penyakit yang lainnya juga ikutan, seperti batuk, pilek, demam, suara ilang dah tuh selera makan ngga ada karna indra pengecap hambar.
wah.. kok jadi curhat.. wkwk. sorry..
bab berikutnya OTW .
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 290 Episodes
Comments
Dewi Kijang
lanjut
2022-09-04
2
Sally Sartika
semoga lekas sembuh mbak nae.Ceritanya cakep dah.Aq suka banget sm ceritanya mbak nae.
2022-08-07
1
🚬
cepet sembuh nae
2022-06-15
1