.
.
Raka tiba di mansionnya bak istana modern.
Raka tersenyum mengingat moment singkatnya dengan Raya.
"aku nabrak pohon KO? ". gumam Raka lalu tertawa namun ia meringis seketika karna kepalanya yang masih terasa sakit.
"lucu sekali? bagaimana bisa aku KO menabrak pohon? bahkan melawan 100 Anggota Mafia pun aku bisa takhlukkan".
Raka pun merasa lucu saat ia terluka karna menabrak pohon tapi Raka tidak bisa marah sebab bertemu dengan Raya adalah kebahagiaan tersendiri baginya.
ponsel Raka tiba-tiba berbunyi mendapat notif dari seseorang. wajah Raka berubah dingin seketika membaca kiriman pesan dari mata-matanya.
"merayakan ulang tahun di hari aku diusir? kalian tidak berubah sama sekali, dan kau ibu tiri berani sekali kau membawa pria luar yang kau nikahi tinggal di rumah papaku".
"aku harus datang kan? ". gumam Raka dengan seringai iblisnya.
"sudah lama aku tidak bermain-main dengan tikus, sepertinya menyenangkan". Raka memejamkan matanya menatap langit-langit kamarnya.
Raka menoleh ke samping dimana ada lukisan besar gambar Raya yang terlihat hidup. sejak dulu Raka suka melukis walau tidak begitu mahir tapi kalau sudah bertekad ia bisa melakukannya.
"apa kamu juga datang kesana sayang? ". tanya Raka tersenyum ke arah gambar Raya.
Raka teringat senyum Raya saat memperebutkan kursi kerja, ia bangkit dan buru-buru mengambil kertas putih dan pensil. kepalanya yang diperban tak menjadi halangan baginya saat beraktifitas.
sebelum menjadi Master, Raka juga memulai semuanya dari nol dan sudah sering terluka jadi tak heran lagi kalau Raka terlihat biasa saja kalau terluka seolah sudah terbiasa hingga bisa berdamai dengan rasa sakitnya itu.
"indah sekali". Raka tersenyum bangga melihat hasil karyanya sendiri.
Raya punya tempatnya sendiri di hati Raka jadi mudah baginya melukis wajah Raya jika ia memang teringat Raya.
Raka menoleh ke ponselnya saat ada bunyi pesan masuk lagi.
"Tuan.. Nona Maisy sedang mencari anda tuan, dia jatuh cinta dengan anda saat anda menginjakkan kaki di rumah itu".
Raka mengabaikannya,
"dia memang bisa menjadi jembatanku membalas dendam pada keluarga itu, kematian tidak cocok untuk mereka aku akan menyiksa mereka sampai puas setelah itu akan aku tinggalkan".
Raka akan mengikuti cara kucing bermain dengan mangsa nya, dimainin sampai bosan hingga akhirnya mangsanya di tinggalkan begitu saja tanpa disadari kuku-kuku kucing itu telah membunuh mangsanya. begitulah cara Raka akan membalas keluarga yang telah membuangnya itu.
"bagaimana jika aku bertemu Raya disana? ". gumam Raka pelan.
"Raya tidak mungkin datang! dia tidak akan mau datang ke acara yang tidak penting". Raka mengingatkan diri sendiri.
.
.
beberapa hari kemudian
perayaan ulang tahun Nyonya besar Herlina diadakan di rumah keluarga Smith.
Raka datang sebagai CEO muda Perusahaan New R, baru beberapa hari Perusahaan Raka berdiri sudah cukup dikenal banyak orang karna ketampanan dan kepandaian CEO Muda itu.
"dia ma.. dia yang aku suka". pekik Maisy mengguncang keras tangan Herlina.
Herlina juga terpikat dengan ketampanan Raka, dia juga perempuan normal tapi suka dengan Raka bukan berarti mau dijadikan kekasih tapi alangkah bangga nya dia jika punya menantu seperti Raka.
Raka datang bersama Rio dan Boy (orang kepercayaan Jon) sedangkan Jon sedang berada di mansion mengerjakan tugas lain dari tuannya.
"waah.. ada FlowerBoys". heboh wanita-wanita di dalam acara pesta.
Raka melihat situasi dan menemukan sofa, ia berjalan ke arah sofa diikuti oleh Rio dan Boy. mereka duduk disana dengan gaya angkuh masing-masing berbeda dengan Raka memang dingin dan tak tersentuh.
Maisy segera membenarkan penampilannya lalu bertanya pada Herlina.
"bagaimana ma? udah cantik? ". tanya Maisy begitu centil.
"sudah cantik". jawab Herlina mengusap bahu Maisy yang terbuka.
"belahan ini harus terlihat sayang". Herlina membentuk belahan dad* Maisy supaya terlihat lebih menantang.
"udah ma? ". tanya Maisy
"udah." jawab Herlina begitu bangga.
Raka menyadari Maisy tengah bersiap berjalan ke arahnya namun ia bangkit berputar arah seolah sedang ke toilet.
Raka mendekati salah satu pelayan di rumah Smith,
"dimana toilet? ". tanya Raka
pelayan itu tergugu gagap tak bisa berbicara hanya bisa menunjuk arah tujuan Raka.
Raka tersenyum tipis saja untuk menebar pesona biar Maisy makin kepanasan. benar saja yang Raka tebak Maisy menarik lengan pelayan itu dan membawanya pergi entah kemana.
Boy dan Rio pura-pura tidak melihat hal itu padahal tau apa yang terjadi.
Raka di toilet sudah gerah tidak tahan berada di rumah ini, entah apa yang salah dengan dirinya rasanya Raka ingin membakar rumah beserta penghuni rumah Smith tanpa ada yang tersisa.
"sabar Raka..! kau belum puas bermain". gumam Raka menenangkan dirinya yang mulai tak sabar itu.
Raka kembali ke Rio dan Boy
"tuan? ". sapa mereka serentak.
"aku mau muntah berada disini, cepat kita balik". Raka
Rio dan Boy tentu mengikuti tuannya saja, namun saat hendak keluar Herlina menghadang jalan Raka.
Raka menatap dingin wanita didepannya,
"siapa nama anda tuan muda? ". tanya Herlina penasaran.
Raka tak berbicara masih diam melirik situasi.
"putri saya sangat cantik.. apa anda mau berdansa dengannya malam ini? ". tanya Herlina.
"lain kali saja, acara ini membosankan, aku tidak tahan disini". kata Raka membuat orang sekitar tertawa
Herlina memerah malu mendengarnya,
"maaf tuan muda, memang acara perayaan ulang tahun saya seadanya. kehadiran anda sudah begitu istimewa bagi keluarga Smith".
Raka menunduk menyembunyikan senyum mengejeknya, "Keluarga Smith? tidak ada keturunan Smith disini, berani sekali kau memakai nama keluargaku".
Raka yang merasa muak langsung pergi tanpa berkata-kata.
"sabar saja jeng...! pria tampan itu memang sangat hebat, dia pengusaha New R yang terkenal itu padahal baru berdiri udah melejit disana-sini".
"dia calon menantu idaman semua orang".
"banyak yang bilang beberapa bulan lagi Perusahaan New R akan memasuki 5 besar, sebagai Perusahaan yang sangat berpengaruh didunia walau tidak mungkin mengelahkan Perusahaan MattGroup tapi 5 Besar itu sudah sangat diakui".
"CEO muda? anakku tidak salah pilih". gumam Herlina menyeringai
"apa maksud perkataanmu jeng Herlin? ".
"menurutmu dia datang kesini kenapa?" tanya Herlin begitu diatas awan
"kenapa ya? ". tanya rekan-rekannya penasaran
"karna dia tertarik pada anakku Maisy". jawab Herlin
tapi temannya bukannya percaya malah tertawa terbahak-bahak.
Herlin membentak dan menceritakan CEO tampan tadi yang datang beberapa hari yang lalu di depan rumahnya berkenalan dengan Maisy.
"mana tuan tampan Maisy ma? ". tanya Maisy kecarian.
"dia sudah pergi sayang.. kamu sih kelamaan, dia bosan tau menunggu". Herlin menyalahkan putrinya.
"Apaaa? dia kenapa pergi ma? kan kami belum kenalan, sebelumnya dia cuma adegan saling tatap aja". rengek Maisy
teman-teman Herlin yang awalnya tak percaya kini percaya kalau Raka tadi datang karna Maisy membuat Herlina merasa diatas awan. ia merasa kastanya makin tinggi saja karna Raka akan menjadi menantunya.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 290 Episodes
Comments
Dewi Kijang
lanjut
2022-09-01
1
Nana Jompang
nyonya halu hhhh
2022-09-01
1
Susila Wati
halunya ketinggian pake banget🤮
2022-08-17
2