.
.
di tempat lain
Raka disambut oleh Jon dan anteknya yang lain,
"tuan? ". sapa mereka semua serentak
"hmm.. ada apa? apa terjadi hal serius? ". tanya Raka berjalan acuh dan duduk di singgasananya.
"Tuan Robert marah besar tuan... dia tau andalah dibalik kematian orang setianya". Jon berkata
Raka tersenyum miring,, "bukankah dia yang mengantarkan nyawa orang setianya itu? ".
Jon dan yang lainnya hanya diam tanpa berani menjawab sebab disituasi seperti ini tidak bisa dianggap lucu tapi Raka malah menganggapnya lucu.
"apa yang harus kami lakukan tuan? ". tanya Jon
Raka memejamkan matanya,
"apa saja pergerakan mereka? ". tanya Raka
"mereka menambah kekuatan dengan menawarkan kerja sama pada rekan Mafia yang lain tuan, dan jika terjadi perang sesama Mafia ini adalah lawan yang patut di perhitungkan". Jon menjelaskan
Raka mengangguk-ngangguk.
"aku tau ini akan terjadi.. Robert tidak akan diam antek kesayangannya mati percuma". gumam Raka
Jon mendengarnya tapi tak menanggapi kata-kata tuannya menurutnya tidak boleh ikut campur saja jika tuannya berkata sendiri.
"tidak ada pilihan kan? kita perkuat saja tim kita yang ada.. aku sendiri yang akan melatih anggota ku". Raka berdiri dari duduknya.
Jon dan yang lainnya terperangah saja lalu segera menunduk saat Raka melangkah pergi dari singgasana Master R.
"apa aku tidak salah dengar? "
"apa sebenarnya terjadi? kenapa master mau menurunkan sedikit ilmunya pada antek rendahan seperti kita? ".
"apa terjadi hal baik di sana? ".
"apa mood tuan sedang baik? "
"mana mungkin.. berita semalam itu membuat mood master rusak, bagaimana bisa pulih hanya dalam semalam? kan master belum balas dendam".
"iya.. dendam!".
Jon melihat saja ke arah tuannya pergi padahal sudah tidak terlihat lagi.
"mereka mengetahui kelemahan tuan? apa master R bertemu dengan Nona muda? dan mereka semua melihat Nona muda itu sebabnya tuan master membunuh mereka semua? ". Jon berkata-kata dalam hati.
Raka langsung membuka sebuah benda bersejarah baginya, awal mula dirinya bisa bangkit hingga berada di posisi seperti ini.
"Raya? ". gumam Raka mengusap lembut gelang tangan mungil milik kekasih impiannya itu.
gelang itu sangat kecil bagi Raya sekarang, kalaupun Raka mengembalikannya Raya tidak akan mau menerimanya sebab gelang itu sudah tidak muat di tangan Raya sekarang yang sudah dewasa.
tok.. tok.. tok...
Raka menyimpan benda kesayangannya lalu segera berdiri dan dengan dingin membuka pintu kamarnya.
"apa? jika bukan hal penting aku akan membunuhmu". ancam Raka dengan tajam melihat Jon
Jon menundukkan kepalanya sejenak lalu mulai berbicara.
"penyeludupan senjata api kita berhasil tuan.. tapi...? " Jon menggantung kata-katanya
"apa? katakan saja! ". titah Raka
"Rio tertangkap tuan.. dia berhasil menyelamatkan barang-barang kita tapi dia malah menukarnya dengan dirinya sendiri". Jon
Raka memejamkan matanya.
"aku akan bersiap untuk membebaskannya". Raka berkata
Jon pun menunduk lalu pergi setelah diusir oleh Raka. Raka segera masuk ke kamarnya dan mengganti bajunya menjadi serba hitam, jaket dibelakangnya ada tulisan dengan ukiran kecil R,
.
.
"apa tidak sebaiknya kita ikut tuan? ". bisik rekan Jon.
Jon menghela nafas panjang, "jika orang setia master tertangkap apa menurutmu kita akan diizinkan ikut? hanya merepotkan master saja.. biarkan master kalian melakukan apa yang menurutnya terbaik".
"semoga saja tuan Rio masih hidup dan master bisa menyelamatkannya".
Jon mengangguk sambil menepuk bahu rekannya.
Jon memanggil Raka tuan sebab Raka memang tuannya berbeda dengan anteknya yang lain memanggil Raka dengan sebutan Master.
.
.
Raka memarkirkan mobilnya di tempat aman lalu ia berjalan memasuki pelabuhan dimana orang setianya tertangkap.
Raka mengepalkan tangannya saat anak buah Robert memukuli Rio seperti sebuah samsak tinju.
Raka melihat situasi lalu melemparkan bom tipuan ke arah mobil mereka, bunyi bom tipuan itu membuat para antek Robert kocar-kacir.
Rio yang sudah babak belur melihat situasi dan tersenyum miring melihat Raka di balik pohon tengah menatap datar padanya.
Rio pun mengambil kesempatan itu untuk lari semampunya karna kedatangan Raka sudah pasti menolongnya,
"kau sudah bosan hidup? ". Raka menatap wajah Rio yang sudah basah dengan darah segar.
"maaf tuan.. saya tidak bisa membiarkan barang-barang penting milik kita tertangkap". jawab Rio tersenyum tipis
Raka menjitak kepala Rio hingga si empunya meringis,, "dasar bodoh...! nyawamu memang tidak berharga ".
Rio hanya diam tanpa berbicara padahal dia tau nyawanya sangat penting hingga Raka sendiri turun tangan menolongnya.
"cepat masuk sebelum mereka sadar kalau bom itu hanya pengalihan". titah Raka
Raka melihat kaki Rio tertembak pun menghela nafas, "apa kakimu kaki baja? sudah berapa kali kakimu kena tembak? ".
"mungkin sudah 6 kali tuan". jawab Rio
Raka berhasil membawa Rio pergi dari tempat itu sebelum mereka menyadari bom itu hanya tipuan padahal mereka semua sudah kalang kabut melempar bom waktu itu ke dalam air, semua yang ada disana meringkuk menunggu ledakan di dalam air itu.
krik.. krik..
"kenapa tidak meledak? "
"pengalihan? tawanan lepas...! "
barulah mereka semua menyadari Rio sudah bebas,
"cari cepat...! tuan Robert bisa marah besar". teriak salah satu dari mereka.
Raka membawa Rio kembali ke rumahnya disambut oleh Jon dan yang lainnya. jika Raka turun tangan rekan mereka yang disandera musuh akan terbebas walaupun terluka parah tapi sekiranya masih hidup.
"tuan..? ". mereka semua mendekati Rio yang terluka cukup parah.
"kau atasi dia Jon.. aku ingin istirahat". Raka
"baik tuan.. ". jawab Jon mengerti
Raka melenggang pergi dari sana, barulah tempat Rio di kerumunin mulai ribut dan mencekcokin Rio dengan berbagai pertanyaan seperti wartawan saja.
"berisik kalian.. apa kalian tidak lihat darahnya mengalir terus...! cepat cari dokter dan tanyakan stok golongan darah B untuknya...! ". titah Jon
salah satu dari mereka bertindak menjalankan perintah Jon.
"ayo Rio...! ". ajak Jon
Rio mengangguk, Rio di obati dengan dokter pribadi Raka yang termasuk juga anteknya Raka. Raka memiliki banyak uang walau ia dapatkan dengan cara tidak benar tapi hanya itu satu-satunya cara untuk Raka bisa menjadi kaya dalam sekejab.
Raka juga sering membantu orang tak mampu, menyekolahkannya tinggi. itu sebabnya mereka semua setia pada Raka dan tidak akan berkhianat pada Raka.
"kenapa lagi kau Rio? apa kau tertangkap lagi? ". tanya Jekky (dokter) juga termasuk orang setia Raka.
"iya". jawab Rio seadanya
"kau merepotkan tuan saja". ledek Jekky.
"kalau aku tidak tertangkap barang-barang kami akan tertangkap bodoh..! aku tidak mau itu terjadi." jawab Rio
"kau selalu begini menganggap nyawamu tidak penting". Jekky menggeleng kepalanya
"ckk.. tau apa kau... ". Rio mendecih
"diam saja kau..! jangan bergerak bodoh.. kau kehilangan banyak darah biarkan 1 kantong darah ini masuk ke tubuhmu". Jekky menonyor kening Rio yang hendak bangkit.
"bagaimana keadaan tuan? ". tanya Rio
"kau pernah melihat tuan terluka? ". Jekky bertanya serius.
Rio menghela nafas mendengarnya, ia sudah tau tuannya itu master beladiri dan jarang terluka.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 290 Episodes
Comments
Ernadina 86
😂😂😂😂😂😂
2023-02-16
3
Sahril Banon
bgus caranya raka menjga orang trcintanya trmasuk raya, syp yg sudah melihat kekasih impianya mka hnya kta mati pnts untuknya jdi raya aman dri musuh raka krn tdk ada yg tau wajahnya raya
2022-08-19
4
Mamax Garissa
Hua .Hua .Hua..krik...krik...krik
2022-08-18
1