.
.
Raya melirik situasi lalu mendongak mencari burung cantik incarannya.
"dasar Mafia bodoh...! dia membunuh burung cantik itu sekarang dimana aku cari yang seperti itu lagi". gerutu Raya dengan kedua alis nya menyatu
Raya tipikal orang yang selalu bisa mendapatkan apa yang dia mau, bisa dikatakan Manja tapi jika Raya bilang mau itu maka ia harus dapatkan itu tanpa peduli apapun.
Raya terdiam seketika mendengar suara hewan buas, Raya hanya mempertajam pendengarannya secara perlahan ia bergerak namun gerakannya terhenti seketika saat suara auman harimau buas dan lapar ada di belakangnya.
Raka yang tadinya khawatir dengan Raya tentu menyusul Raya masuk ke dalaman hutan walau lewat jalan pintas cukup memakan waktu sebab Raka tidak mau Robert tau kalau dirinya punya perasaan pada Raya.
"ck.. mengganggu saja..!". gumam Raya berbisik pelan
Raya perlahan membalik tubuhnya dan melihat hewan buas ukuran tubuhnya 2 kali lipat lebih dari besar harimau biasa pada umumnya.
"selama ini aku penasaran hewan mana yang memakan manusia yang tersesat di dalam hutan ini.. pasti kau ya pelakunya? ". Raya melihat ukuran tubuh hewan buas itu saja sudah tau kalau hewan itu makannya tidak wajar.
Raya memutar kepalanya kesamping saat hewan raksasa itu mengaum kencang hingga burung-burung beterbangan di udara.
"berisik". Raya menatap tajam hewan itu.
Raya berjalan kesamping dan hewan itu juga berjalan ke arah lain, baik Raya maupun hewan itu bersitatap tajam bak siap menerkam mangsa.
Raya dan hewan buas itu seperti membentuk lingkaran saling bertatapan, Raya memperhatikan gerakan tubuh hewan itu.
saat hewan buas itu melompat ke arah Raya, Raya berputar lalu mengeluarkan anak panahnya dan menancapkannya ke kaki hewan itu yang mengerang kesakitan seketika.
"kau selamat sekarang.. sana pergi sebelum aku benar-benar membunuhmu".
dengan tertatih-tatih hewan itu melarikan diri dari Raya, Raya mana mungkin membunuhnya sebab Raya sendiri yang memasuki habitat hewan itu. masalah manusia yang di bunuh hewan itu sebelumnya itu kesalahan manusia itu sendiri yang masuk ke hutan terdalam dimana habitatnya hewan buas itu tinggal.
Raka menganga melihat kejadian tadi, ia melihatnya secara langsung. baru pertama kali bagi Raka melihat seorang perempuan bisa melawan hewan buas.
"ckk.. ". Raya mendecih melihat Raka dengan santainya Raya berlalu dari sana melanjutkan perjalanannya mencari burung cantik yang ia inginkan.
Raka menggeleng kepalanya,
"kenapa langkahnya ringan sekali? ". gumam Raka antara takjub dan syok melihat cara jalan Raya.
Raka juga menguasai ilmu peringan tubuh dan ia tau bagaimana sulitnya menguasai ilmu itu tapi tak di duga perempuan akan menguasai ilmu itu, sudah pasti bukan gadis sembarangan.
Raya menghentikan langkah kakinya saat ia mendengar bunyi tapak kaki banyak orang berlarian ke arah sini.
"ck... musuhmu kesini jadi pergi jauh jangan dekat-dekat denganku". kata Raya tanpa melihat Raka.
"aku tau". jawab Raka sempat terkejut Raya tau ada yang berlarian menuju kemari.
"lalu kenapa kau masih mengintiliku? kau fikir aku indukmu? ". tukas Raya
"induk? maksudnya apa? ". tanya Raka tidak mengerti.
Raya terlalu malas menjawabnya, "katanya Mafia tapi tidak tau apa-apa, pelajaran anak TK aja tidak tau".
Raka hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal,
"aaakh...! " pekik Raya
"Hei... Rayaa?? ". teriak Raka
Raya jatuh ke dalam lubang, jebakan para pemburu hutan. Raka melihat situasi tanpa ragu ia juga melompat kesana,
Raya malah memiringkan kepalanya melihat Raka juga ikutan lompat
"sedang apa kau disini? ". tanya Raya dengan heran
Raka menjatuhkan rahangnya seketika,, "aku melihatmu jatuh tentu saja aku juga ikut lompat".
"lalu kenapa kau juga lompat bukannya cari bantuan! ". tanya Raya tak merasa bersalah sama sekali.
Raka ingin terlihat seperti Hero bagi Raya, Eh Raya nya malah seperti itu.
"cari bantuan dimana Raya? ini hutan". tanya Raka menahan rasa gemasnya.
"tunggu... kau tau namaku? ". tanya Raya malah melenceng.
"tentu saja, siapa yang tidak mengenalmu? ". Raka menyapu bersih tubuhnya yang terkena dedaunan tua.
"awas saja kau macam-macam, kau akan ku kebiri disini". ancam Raya membuat Raka menahan tawa saja.
Raya dan Raka melihat ke atas seketika saat suara deru langkah makin dekat saja didengar oleh mereka.
"dimana mereka..?? ".
"sepertinya bersembunyi tuan".
"cepat cari... ! tuan Robert bisa marah". titah ketua geng Mafia the Ert
"lalu bagaimana dengan wanita nya tuan? ".
"mana mungkin ada perempuan di hutan terdalam seperti ini, mungkin saja tuan Robert salah lihat".
"tapi tadi aku dengar teriakan perempuan".
"Diam...!! ". bentak Wali
seketika mereka semua terdiam
"cepat cari tikus besar itu..! kita harus balaskan dendam Ken dan yang lainnya". titah Wali lagi dengan wajah sangarnya yang terlihat kejam.
"baik tuan". jawab mereka semua serentak.
semua anggota Wali mulai berpencar kesana-kemari mencari Raka dan Raya,
Wali melihat ada yang aneh dengan sesuatu, ia berjalan mendekat. saat ia hendak menginjak jebakan pemburu terdengar jeritan pilu rekannya, Wali berputar haluan dan berlari ke arah teriakan rekannya
"kenapa..? ".
"banyak jebakan disini tuan".
"cepat bawa dia kembali...! obati lukanya". titah Wali
akhirnya mereka keluar dari tempat itu karna rekannya terluka cukup serius.
.
.
"apa yang kau lakukan? cepat naik! ". bentak Raya
Raka tersentak kaget, "sssssst...! mereka masih disini". Raka meletakkan jari telunjuknya di bibir Raya
Raya menatap datar saja Raka yang berjarak sangat dekat dengannya, tampan? Raya sudah kenyang makan wajah tampan pria sebab seluruh kerabat Melviano sangat tampan apalagi Satria dan Alya, Kama, Randi memiliki ketampanannya sendiri.
"jangan membodohiku..! mereka sudah pergi". Raya mendorong tubuh Raka kebelakang hingga mengenai akar pohon.
"aakh..! ". ringis Raka
Raya terkejut melihat ke arah Raka yang meringis pelan.
"kenapa? ". tanya Raya
"tidak apa". jawab Raka cepat segera ia memikirkan cara untuk bisa naik ke atas sana.
.
.
Raka berhasil naik ke atas lalu dengan cepat mengulurkan tangannya ke Raya. Raya awalnya malas menyambutnya tapi tiba-tiba saja ia tergelincir dan Raka dengan cepat menahan lengan Raya.
"heii.. kenapa lebay sekali? aku jatuh kebawah tidak akan terjadi apapun, selain Mafia tulen kau juga seorang Aktor drama". ketus Raya
Raya seperti itu karna merasa dirinya memang tidak berada dalam bahaya, Raka nya saja yang terlalu berlebihan.
Raka mengabaikannya dan terus menarik tangan Raya yang berwajah datar itu tak ada dramatisnya sama sekali.
"kau tidak apa-apa? ". tanya Raka
Raya memutar bola matanya dengan jengah sebuah pertanyaan yang selalu saja di lontarkan oleh keluarganya dan sekarang Raka pun mengatakan hal yang sama.
"kenapa tidak jawab? apa suaramu baik-baik saja? ". tanya Raka
Raya menepis tangan Raka,
"maaf..! ". Raka baru menyadari perbuatannya ia balik badan dan Raya tersentak melihat punggung Raka berdarah bahkan bajunya pun robek.
"apa karna aku tadi? ". batin Raya teringat saat ia mendorong Raka tadi dengan cukup kuat.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 290 Episodes
Comments
Hasnah Siti
tuh kan ...udah ada rasa nih sama bang tampannnnnn🤭❤❤❤❤
2022-12-01
2
Mella Soplantila Tentua Mella
Raya jdi cewe jangan terlalu dingin
2022-07-19
4
I’m Aylaa
Ah, aku fans berat Mas Raka😢
Raya terlalu dingin, susah didekati. Tapi yg begini nih menantang!
Semangat, Mas Raka! Taklukan singa betina yg satu ini😄
2022-07-14
3