.
.
"bagaimana Jinny Kama? ". tanya Kalila
"sepertinya dia sedang mengumpulkan energinya yang terkuras habis karna manusia tadi". jawab Kama
Kalila beristigfar.
"kenapa bisa ada manusia memakai ilmu hitam? apa mereka mengira hidup di dunia selamanya? ". gerutu Kalila.
Kama diam saja melirik situasi,, "bisa jadi orang putus asa kak.. mudah-mudahan kita di jauhkan dari manusia penganut ilmu hitam itu".
Kalila mengangguk sambil mengaminkan, setelah selesai berbelanja mereka kembali ke pesantren.
"ada gunanya juga beli ranjang ala barbie dan sofanya juga". gumam Kalila
Kalila sekarang ada di ranjang tingkatnya, ia tidur diatas sedangkan temannya di bawah, Kalila menyusun belanjaan ala barbienya dan menyusunnya di meja belajarnya yang ada bagian kosongnya, Kalila terlihat serius membenahi rumah kecil untuk temannya, setelah siap ia mengeluarkan Jinny dan meletakkan tubuh Jinny yang kecil di sofa kecil disekitar ranjang barbienya.
"Jinny? apa segitu seriusnya lukamu? ". Kalila mengelus kepala Jinny dengan jari telunjuknya.
memang merasa lucu tapi jujur ia kini mengasihi jin kecilnya itu, berkat Jinny Kalila tak lagi mengalami kesulitan dengan gangguan roh jahat disekitarnya.
"tapi kenapa orang tadi terasa tidak asing ya? tapi siapa? aku tidak melihat wajahnya tadi". gumam Kalila menggaruk kepalanya sendiri yang tak gatal.
"aaah.. mungkin perasaanku aja.. mana mungkin ada temanku yang menganut ilmu begituan". tepis Kalila.
sambil menunggu Jinny pulih Kalila belajar lalu memasang masker diwajahnya dan kembali belajar, cukup lama Kalila menunggu Jinny yang tak kunjung bangun sampai ia ketiduran di meja belajarnya.
.
.
di istana mansion Raka.
"apa kamu dapatkan Asisten untukku?". tanya Raka melihat ke arah Jon.
"belum tuan.. saya melihat latar belakang mereka semua mencurigakan!". jawab Jon
"mencurigakan? ". beo Raka
"iya tuan.. terlalu mulus hingga saya merasa itu semua hanya biodata saja yang telah diatur". jawab Jon
Raka memijit pelipisnya, "sulit sekali cari yang tulus zaman sekarang".
"master? ". salah satu antek Raka datang dalam keadaan terengah-engah
"hmm? apa? ". tanya Raka malas karna Raka tau ada masalah.
"ada yang memberi hadiah berupa kucing di luar master". jawabnya.
"lalu apa masalahnya? ". tanya Raka
"saya melihat CCTV yang mengantarkannya adalah anteknya tuan Robert master, saya sangat yakin dengan penglihatan saya".
"musuh memberi hadiah kucing? " gumam Raka tak percaya.
"iya master, kucingnya hidup master itu yang membuat saya tidak mengerti". jawab anteknya Raka
"saya yakin ada sesuatu di dalam tubuh kucing itu tuan". kata Jon
"baiklah.. berikan kucing itu pada Jekky nanti. suruh dia periksa hewan itu dari ujung kepala sampai ujung ekornya". titah Raka
"baik master".
"dia mau bermain-main denganku? ". gumam Raka tersenyum miring.
.
.
Jekky berwajah datar dan memeriksa kucing cantik dengan bulu yang super tebal di atas brankar rumah Raka kini.
"dari negara S dijemput pakai jet pribadi cuma untuk memeriksa seekor kucing? ". gumam Jekky tak percaya lalu tertawa hambar.
"untung saja aku orang yang sabar". Jekky mengusap dadanya sendiri memiliki tuan menyebalkan seperti Raka.
"sabar ya cing". Jekky mengusap kepala hewan berbulu itu dengan lembut.
Jekky memeriksa seluruh tubuh kucing itu hingga matanya menangkap sesuatu di dalam perut kucing itu.
"apa ini? ". gumamnya heran melihat hasil Rontjen tubuh kucing cantik itu.
Jekky langsung membius kucing cantik itu dan melakukan operasi kecil dadakan,
"dasar manusia laknat.. tega sekali meletakkan benda seperti ini di dalam perut kucing". gerutu Jekky.
"sekarang kamu akan baik-baik saja cing". Jekky mengelus kepala kucing yang masih tertidur karna obat biusnya.
.
.
"bagaimana? ". tanya Jon
"nih.. " Jekky memberikan benda yang ia dapatkan dari perut si kucing.
"apa tuan punya indra ke tujuh? bagaimana bisa dia tau kucing itu ada alat pelacak dan kucing itu juga sedang di sadap? ". kata Jekky terheran-heran.
"sejak kapan ada indra ke tujuh? ". Jon berkata acuh lalu melenggang pergi dari Jekky yang menggeleng kepala tak percaya.
orang setia Raka yang satu itu memang tak berbeda jauh dengan Raka, suka bersikap suka-suka nya saja.
"aku dibuang setelah di pakai! hei... kalau begitu antar aku lagi ke negara S Jon". bentak Jekky
"kalian menculikku dari sana hanya untuk memeriksa satu hewan.. kalian pikir hanya aku dokter satu-satunya di negara ini heh? ". amuk Jekky
tentu saja tak ada yang mendengarnya, Jekky memijit pangkal hidungnya sendiri yang terasa pening saat ini.
"kepalaku pusing karna kelakuan mereka". gumam Jekky sudah pasti menyindir Raka dan Jon.
alhasil Jekky keluar dari istana megah itu dengan bibir komat-kamit kesal, ia harus kembali ke negara S tapi tak punya pesawat pribadi jadi terpaksa ke bandara.
Jekky mengadakan pertemuan ilmuan para dokter senior hebat di sana selama 2 minggu penuh, memang perjalanannya tidak jauh naik pesawat sebab bertetangga juga dengan negara Indonesia tapi tetap saja lelah kalau bolak-balik.
sementara pelaku utama yang membuat perintah sesukanya itu tengah memainkan alat penyadap yang Jekky berikan berasal dari dalam perut kucing cantik itu.
"apa yang dia inginkan? ". gumam Raka tersenyum tipis namun terlihat menakutkan.
.
.
ke esokan harinya Raka pergi ke rumah ibu tirinya yang ia ketahui baru-baru ini.
Raka baru tau wanita yang ia anggap sebagai ibunya ternyata ibu sambungnya, pantas saja begitu mudahnya membuang Raka dan tega mengatakan darah daging sendiri dengan sebutan Anak pembawa sial.
"bagaimana keadaan ibu sekarang? ". gumam Raka tersenyum sinis melihat ke arah rumah yang pernah menjadi tempatnya berlindung sebelum di usir ke jalanan.
Raka menatap saja rumah itu tanpa berniat untuk masuk, saat ia hendak masuk seorang wanita berpakaian seksi keluar dari dalam rumah itu.
"hei... tuan? ". sapa perempuan itu begitu sexy dan membahana.
Raka berwajah datar memperhatikan wanita itu dari ujung rambut sampai ujung kaki, bukan tertarik melainkan menebak siapa perempuan itu.
sementara perempuan itu malah merasa diatas awan, ia mengira Raka jatuh cinta dengan bentuk tubuhnya.
"kenalkan namaku Maysi". kata Maysi begitu centil mengulurkan tangannya lalu mengedipkan matanya dengan nakal ke Raka.
Raka memicingkan matanya lalu tanpa membalas sapaan tangan Maysi ia langsung masuk ke mobilnya yang melaju kencang meninggalkan halaman rumah itu.
"gilaaa.... ganteng banget pria tadi, tubuhku bergetar melihat bentuk tubuh dan tatapan matanya itu". gumam Maysi memeluk tubuhnya sendiri.
sementara Raka di dalam mobil bertambah dingin saja dengan tatapan tajam bak sebilah pedang tajam melihat ke bawah.
"kau sudah dewasa rupanya anak pungut? ". batin Raka mengepalkan tangannya.
"baiklah.. aku akan mulai bermain-main dengannya.. dia anak pungut mu kan ibu sambung? ". batin Raka
Raka bukan pria bodoh tak menyadari Maysi tadi tengah tertarik padanya sebagai lawan jenis, tentu kesempatan itu ia ambil untuk menjadi lebih dekat dengan mantan keluarganya.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 290 Episodes
Comments
Jeissi
oke cing 😁
2022-11-04
3
Sahril Banon
prgunakn prempuan buat dendam jgn smpelh tr jdi bomerang di dri sndri
2022-08-19
4
wiwik
semoga nanti ngga masalah kedepan nya Raka
2022-06-09
2