.
.
Raya menghela nafas panjang saat Kalila benar-benar sudah masuk ke alam mimpi. memang Kalila punya keistimewaannya sendiri tapi mental Kalila belum cukup kuat untuk berdamai dengan keistimewaannya.
Raya melirik ponsel nya dimana panggilan Uty Mayra tertera di layar ponselnya.
Raya memindahkan kepala Kalila dengan hati-hati lalu menyelimuti adiknya segera ia keluar sambil mengangkat panggilan Mayra.
"halo assalamualaikum sayang? ". sapa Mayra
"iya waalaikum salam Uty.. ada apa? ". tanya Raya singkat
"kamu dimana nak? ". tanya Mayra
"di pesantren Paman Rahman Uty". jawab Raya
"dimana **La**la sayang? Uty merasa terjadi sesuatu dengannya? apa dia baik-baik saja..? ". tanya Mayra cemas
"baik Uty.. dia bilang memang sering di garain hantu tapi semua baik-baik saja hanya hantu jahil saja". jawab Raya
"benarkan? astagfirullah.. bagaimana ini? Uty merasa bersalah padanya nak.. bisa berikan ponselnya pada Lala sayang? Uty khawatir".
"Maaf Uty.. Lala sedang tidur habis mandi tadi dia kelelahan". jawab Raya
Raya memberikan penjelasan yang senatural mungkin hingga Mayra tidak lagi khawatir dan percaya kalau Kalila benar baik-baik saja.
Raya menghela nafas saat panggilan telah berakhir, ia terus saja berbohong seolah Kalila benar-benar telah berdamai dengan keistimewaannya padahal kebalikannya.
"kakak? ".
Raya menoleh ke arah pintu segera ia berlari memasuki kamar Kalila.
"ada apa? ". tanya Raya
"dia disini kak". Kalila dengan cepat masuk ke pelukan Raya.
"kakak tidak bisa melihatnya." Raya
"kakak usirkan pasti dia pergi.. ". Kalila
"Kemana kakak harus menatap? ". tanya Raya
"sana.. ". tunjuk Kalila
Raya melihat ke arah tatapan Kalila, ia harus benar-benar sabar memperhatikan arah tunjuk tangan Kalila hingga ia bisa melihat samar-samar sosok wanita berpakaian serba abu-abu dengan rambut di kepang panjang seperti tuan putri kerajaan zaman dahulu saja penampilannya.
Raya tidak takut dengan wujud transparan itu karna ia memang tidak takut, mungkin itu sebabnya hantu pun takut pada Raya.
"perlihatkan wujudmu dengan jelas.. ". perintah Raya dengan tajam bak sosok dewi mematikan.
Kalila masih bersembunyi di belakang Raya sesekali mengintip jin wanita itu yang memang mematuhi perkataan Raya.
"adikku tidak pernah membebaskanmu, tidak perlu balas budi". ketus Raya seperti berbicara dengan musuh saja.
"jangan membuatku marah... aku bisa saja mengusirmu dengan membuat pagar tubuh yang kuat untuknya, jadi kalau kau memang tidak bisa diterima oleh adikku lebih baik kau pergi saja". usir Raya
Raya dan Kalila saling pandang,
"kamu pernah membuka botol kosong La? ". tanya Raya
Kalila mengangguk pelan, "tapi Lala tidak tau kalau ada dia.. Lala cuma penasaran kertas yang tertera dalam botol itu".
Raya menghela nafas,
"Aku tidak akan menyakitinya karna dia adalah tuanku yang baru.. Aku sudah terkurung selama ratusan tahun dan sekarang terbebas, sebelumnya aku berjanji akan menjadikan siapapun manusia yang bisa membebaskanku dari tempat itu".
"tapi aku tidak butuh dirimu.. jika aku bilang tidak mau ya tidak mau.. aku tidak mau bersekutu dengan mu". Kalila berkata
Raya hanya diam membiarkan mereka berbicara,
"aku tidak memintamu bersekutu melawan kejahatan Nona tapi izinkan aku menjalankan janjiku untuk menjadikanmu tuanku.. aku berjanji akan melindungimu dari aura negatif yang mendekatimu".
"Aura negatif? ". gumam Raya dan Kalila serentak.
Raya dan Kalila tertegun mendengar penjelasan jin itu kalau Kalila memiliki aura positif nan memikat yang bisa menarik perhatian roh jahat, itu sebabnya Kalila selalu di kejar roh jahat bahkan sering pingsan tanpa alasan bila Kalila keluar dari lingkungan pesantren.
.
.
.
Raya keluar dari kos Kalila yang kini sudah menjadi lebih baik.
"aunty? ". Raya tersenyum tipis melihat Kanaya tengah mendekatinya bersama seorang gadis kecil berumur 8 tahunan memakai pakaian syar'i sama seperti Kanaya.
"assalamualaikum Uty cantik. ". sapa Kanaya dan Aisha
"waalaikum salam aunty dan keponakan kecil". jawab Raya
"Uty mau kemana? ". tanya Aisha
"Uty mau pulang Aisha." jawab Raya
"makan dulu sayang, Aunty masak makanan kesukaanmu loh". Kanaya berkata
"tapi.. ?"
Raya tak bisa menolak saat Kanaya memaksanya makan bersama karna Rahman tidak bisa menemani Kanaya dan Aisha makan sebab sang suami sedang berpuasa sementara Kanaya sedang berhalangan.
.
.
.
di tempat lain
Jon dan bawahannya kembali ke sebuah rumah megah bak istana modern.
"tuan..?". salam tunduk dan hormat Jon beserta bawahannya serentak.
kursi berputar dan memperlihatkan pria tampan dengan tatapan tajam bak seorang psikopat kejam.
"hmm? apa sudah di urus? ". tanya pria itu dengan suara berat
"sudah tuan". jawab Jon sebagai perwakilan
"aku tidak mau memelihara penghianat cari sampai tuntas jangan sampai ada yang tersisa".
"baik tuan". jawab mereka semua serentak.
"pergilah". usir Pria tampan itu.
semua anggota Jon saling pandang lalu Jon mengangguk hingga yang lainnya dengan cepat membubarkan diri,
"kau tidak pergi? ". tanya Pria itu dengan nada tak senang.
"Nona muda melihat kami sedang menghabisi penghianat itu tuan". Jon berkata dengan serius
Pria itu tersentak dari duduknya dan mulai duduk dengan serius.
"ceritakan! ". titah Pria itu kini terlihat lebih manusiawi,
jika mood Master Mafia itu sedang buruk, Jon sangat tau cara membuat mood masternya lebih baik yaitu dengan menceritakan sosok gadis impiannya itu.
Jon menceritakan semua yang Raya katakan tanpa ada satu katapun yang ia lupakan, Jon sangat tau bagaimana masternya sangat mengagumi Raya jadi apapun yang bersangkutan dengan Raya sangat penting bagi tuannya.
Pria itu menyandarkan tubuhnya di kursi sandarannya lalu mengibaskan tangannya hingga Jon dengan cepat memberi hormat dan meninggalkan masternya sendiri yang sedang bahagia pastinya.
"Shiraya Mahardika Melviano? ". gumam nya dengan senyum nya yang sangat langka pastinya.
tak ada yang melihat senyum tuan mafia nan kejam tak berperasaan itu, cukup lama mengenang sosok Raya di ingatannya ia segera bangkit dan meminta Koki di istananya untuk membuatkannya Mie spesial.
para Koki kocar-kacir berlarian ke dapur membuatkan mie nya dengan tangan mereka sendiri tanpa membeli dari luar karna tuannya tidak akan suka.
"mood tuan sedang baik". bisik salah satu dari Pelayan koki.
"ssst.. jaga mulutmu". tegas yang lainnya
dengan cepat mereka menutup mulut tak lagi berbicara, bekerja dengan master R harus fokus bekerja dan tidak banyak bicara, jika Jon mendengar para pelayan membuang waktu dengan bergosip maka akan di pecat tanpa diberi toleransi.
.
.
Raya kembali ke Mansion Melviano dimana Shindy tengah menunggu kedatangannya.
"kamu kemana aja sayang? ". tanya Shindy khawatir.
Raya tersenyum tipis dan melihat Dylan, Satria, Arya dan Alya tengah menatapnya dengan datar pastinya.
"maaf ". ucapnya singkat mengusap tengkuknya yang tak gatal.
"ceritakan apa saja kegiatanmu tadi". pinta Shindy
"tadi Granma dan Granfa kesini kak.. udah tau mereka sedang bahagia di Vila pantai jarang kesini, giliran kesini kakak selalu ngilang". omel Satria
Raya memutar bola matanya dengan malas, "baiklah.. besok kakak ke Vila selesaikan? ".
"Raya ? ". Dylan memberi peringatan
"maaf Papi". ucap Raya.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 290 Episodes
Comments
Alejandra
Kenapa keponakan, Kanaya anak Ella, Dylan anak Kayra. Berarti anak Kanaya dan Dylan sepupuan dong, kenapa Raya manggilnya keponakan kecil...
2023-05-25
2
Ernadina 86
jin botol🤔
2023-02-16
1
Mamax Garissa
lanjud Thor
2022-08-18
2