"Brian? Kamu Rio Febriankan?" tanya seorang pria, yang menolong Yumna ketika ia terjatuh.
Mendengar namanya disebut, dengan spontan Rio pun langsung menatap Pria tersebut. Dan nampak sekali ia sedang berusaha mengingat sesuatu dengan cara ia mengerutkan keningnya.
"Wira? Wiraxsana Andarakan?" ucap Rio, setelah ia mengingat nama pria tersebut.
"Maa shaa Allah, ternyata Lo benaran Brian!" ucap pria yang bernama Wiraxsana tersebut dan ia pun langsung memeluk Rio, begitu erat dengan posisi Yumna yang masih ada didalam gendongnya. Dan otomatis Yumna pun terjepit oleh pelukan Rio dan Wira.
"Kyaak.. Daddy Umna kejepit tau!" pekik si bocah comel Yumna.
"Aah! Maaf, maaf Sayang! Om lupa ada putri cantik disini," ujar Wira yang dengan cepat ia melepaskan pelukannya.
"Anak kamu Brian?" tanya Wira, terllihat sedikit penasaran.
"Iyalah anak gue! Emangnya anak siapa lagi?" kata Rio, sembari ia mengecup pipi Yumna.
"Wah, manusia dingin ternyata laku juga ya?" ledek Wira, yang sepertinya ia amat mengenal tabiat Rio.
"Sialan Lo! Jadi Lo berpikir gue nggak bakalan laku gitu?" cetus Rio.
"Hahahaha.. ini yang gue rindu dari Lo kawan!" ujar Wira sembari menepuk bahu sahabatnya itu. "Oh iya, ngomong-ngomong berapa anak Lo Brian?" tanyanya lagi.
"Empat anak Gue, tuh mereka," jawab Rio, sembari ia menunjuk tiga bocah yang terlihat sedang memhampiri mereka. Wira nampak tersentak saat melihat wajah anak-anak Rio, yang terlihat amat mirip.
"Eh, kamu juga memiliki anak kembar?"
"Yap! Quadruplets,!" jawab Rio singkat.
"Wah, samaan dong! Anak-anak gue juga kembar. Tapi anak gue triplets" kata Wira sambil tangannya menunjukkan, tiga orang bocah, yang sepertinya usianya hampir sama dengan quadruplets. Dan bocah itu terlihat sedang bersama seorang wanita bercadar.
"Dan yang sedang bersama triplets, adalah istri gua bernama Asyifa Az-zahra," lanjut Wira, sembari jari telunjuknya berpindah pada seorang wanita bercadar yang terlihat sedang mengobrol pada dua orang wanita bercadar juga.
"Wah, istri Lo bercadar?" tanya Rio heran.
"Yap, karena dia ingin menjaga kecantikannya, hanya untuk gue seorang Bro," ujar Wira, sembari ia menaik-turunkan alisnya.
"Oooh," balas Rio hanya ber oh ria saja.
"Oh iya, ngomong-ngomong mana istri Lo Bro? Apakah dia tidak ikut?" tanya Wira semabri mata, mencari sesuatu dibelakang anak-anak Rio.
"Bini gue sudah meninggal Wir! Setelah ia melahirkan anak-anak kami," jawab Rio, sembari ia menurunkan Yumna. Karena sejak tadi Yumna, minta diturunkan dari gendongannya.
"Yumna, mau main dengan mereka?" tanya Rio pada putri kecilnya.
"Iya Dady, bolehkan?" tanya Yumna, dengan memasang mata puppy eyes.
"Emangnya sudah tidak sakit dengkulnya?"
"Orang tidak sakit lagi kok Dad, jadi apakah Umna sudah boleh main?"
"Baiklah kalau begitu, pergilah Nak, jangan berlari-lari lagi Oke!" ujar Rio, dengan nada sedikit tegas
"Okay Daddy! Thank you," ucap Yumna, senang. Sambil ia pun mengecup pipi sang Ayah, Lalu ia pun langsung pergi menuju ke tempat para saudagarnya.
Setelah anak Rio pergi, Wira kembali bertanya pada sahabatnya itu. "Apakah Lo serius Brian? Yang mengatakan ibu mereka telah meninggal Brian?" tanyanya yang sepertinya ia masih belum percaya akan perkataan Rio.
"Iya gue serius Wir! Mereka sudah tak memiliki Ibu!" balas Rio, sembari ia tersenyum kecut. Seakan ia sedang menutupi kesedihannya.
"Sorry Bro, gue nggak bermaksud..."
"Sudah santai aja! Gue nggak papa kok," potong Rio, sembari ia menepuk pundak Wira. Disaat yang bersamaan, empat orang Pria, menghampiri mereka.
"Assalamu'alaikum!" ucap keempat Pria itu secara bersamaan, saat mereka sudah berada di dekat Rio dan Wira.
"Wa'alaikumus salam!" balas Rio dan Wira berbarengan juga.
"Siapa ini Wir, kenapa tidak dikenalkan dengan kami?" tanya salah satu pria yang baru saja datang.
"Oh iya, kenalin deh guys, ini teman lama gue Brian, dari kota JK. Dulu kami pernah satu sekolah sewaktu di SMP," ujar Wira, sembari ia merangkul bahu Rio. "Brian, kenali ini teman-teman sejawat gue," lanjutnya pada Rio.
"Hai, gue Rio Febrian, terserah kalian mau panggil apa yang penting kalian nyaman," ujar Rio sembari ia mengulurkan tangannya pada salah seorang pria yang tadi bertanya pada Wira.
"Gue Ardiyan Pramana, biasa dipanggil Ardiyan," ucap Pria yang bernama Ardiyan sembari ia menyambut uluran tangan Rio. Setelah itu uluran tangan Rio berpindah kepada pria yang berdiri di samping Ardian.
"Ane Dimas! Bro," kata Pria yang disamping Ardiyan.
"Ambo Dika!" kata pria yang disamping sebelah kiri, yang ikut mengulurkan tangannya. Dan disambut oleh Rio dengan hangat.
"Kulo Andi" kata pria yang di samping Dimas.
"Selamat bergabung dengan para pria somplak yaa Bro!" kata Dimas, sembari ia menaruh kedua tangannya kedagunya dan menirukan gaya Cherrybelle. Membuat Rio yang melihatnya tersentak kaget.
"Haaah!!!"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
revinurinsani
haaaa ada warnanya deh
2023-12-16
0
yuni arti
Smoga sahabat " baru bisa membuat brian lebih bersemangar.
2023-11-25
0
Nartadi Yana
semoga menjadi sahabat yg baik buat rio
2023-09-18
1