"Woy! Anda berdua nggak punya malu ya! Beraninya sama anak kecil! Cepat lepaskan mereka!" teriak seorang wanita dengan suara lantangnya.
Mendengar teriakkan seorang wanita, membuat Bonar yang sedang memegang tangan Fasya dan Yumna, dan Tigor, yang sedang memegang tangan Fanza dan Yunda, langsung menoleh kesumber suara lantang tersebut. Dan terlihatlah oleh mereka, seorang wanita bercadar dengan memakai jaket biru tua, serta memakai hijab hitam dan bercadar hitam juga.
"Waah.. ada ninja Jepang yang nyasar nih bos!" celetuk Tigor, saat ia melihat wanita bercadar itu.
"Ninja kepala Lo! Lihat baik-baik mana ada ninja berpakaian seperti itu, dodol!" balas, bonar terlihat kesal pada Tigor.
"Lah kalau bukan ninja, Kenapa dia menutupi wajahnya? Aah daripada penasaran gua tanya aja dah!" kata Tigor lagi, yang terlihat sekali ia begitu penasaran. "Woy, Mbak! Lo ninja apa bukan sih?" tanyanya terdengar polos.
"Bukan Pak penculik! Saya bukan ninja!" balas wanita bercadar itu terdengar santai.
"Eh, sialan Lo, seenaknya saja manggil gue penculik!" protes Tigor terlihat tidak senang.
"Lah, kalau bukan penculik, kenapa kalian menahan keempat anak itu, Pak penculik?" kata Wanita Bercadar itu lagi, masih terlihat begitu santainya.
"Diam kau! Siapa kau sebenarnya hah?" tanya Tigor lagi, semakin geram.
"Saya? Saya bukan siapa-siapa! Saya hanya hamba Allah, yang datang, untuk menolong, keempat anak yang ingin kalian culik!"
Mendengar perkataan wanita bercadar tersebut membuat, Bonar semakin kesal, "Diam kau! Jangan ikut campur urusan kami! Cepat kau pergi dari sini! Kalau tidak, kau akan tahu akibatnya!" seru Bonar terdengar mengancam.
"Heh, Anda pikir saya akan takut dengan ancaman anda? Sorry pak penculik, saya tidak akan pernah takut, pada siapapun, apalagi pada sampah seperti kalian! Dan asal Anda tahu, hanya Allah-lah yang saya takutkan di dunia ini, apakah sekarang Anda paham!" balas wanita bercadar tersebut, terlihat begitu tenang.
"Brengsek! Dasar bocah sombong! Sepertinya kau minta dihajar ya!" cetus Bonar terlihat amat geram. "Tigor! Kau pegang kedua bocah ini! Biar aku kasih pelajaran dulu ke bocah songong itu!" seru Bonar lagi, sembari ia menyerahkan, Fanza serta Yunda kepada Tigor.
"Oke Bos!" balas Tigor, sembari ia menangkap kedua tangan bocah kecil itu.
"Kau bilang tidak takut pada siapapunkan? Baiklah sekarang hadapi Aku!" kata Bonar, sembari memasang senyum sinis, yang seakan ia meremehkan wanita bercadar tersebut.
"Nah gitu dong Pak penculik! Itu baru namanya gentleman's!"
"Aakh, berisik banget kau! Sekarang terima nih pukulan gua!" seru Bonar, yang kemudian ia pun langsung, menyerang wanita bercadar itu.
Melihat Bonar hendak menyerang dirinya, wanita Bercadar itu pun langsung menghindari serangannya Bonar. Dan dengan sigapnya ia kembali menyerang dengan tedangan tornadonya. Membuat Bonar langsung terhempas ke aspal jalanan.
"Sialan! Ternyata, kemampuannya tidak bisa dianggap enteng!" gerutu Bonar, seraya ia bangkit, sambil mengelus perut yang terkena tendangan tadi.
"Lo tidak apa-apa Bos?" tanya Tigor, terlihat cemas karena melihat Bosnya, yang terhempas lumayan jauh dari tempat ia berdiri tadi.
"Diam Lo! jaga saja keempat bocah itu!" kata Bonar dengan tatapan tajam masih mengarah ke wanita bercadar tersebut.
"Bagaimana Pak penculik, apakah Anda ingin melanjutkannya?" tanya wanita bercadar tersebut.
"Berisik Kau! Terima nih tendangan gue! Hiaat!" teriak Bonar, sembari ia memutarkan tubuhnya, karena sepertinya ia juga ingin memberikan tendangan tornadonya kepada wanita bercadar tersebut. Namun lagi-lagi serangannya hampa, karena wanita bercadar itu berhasil mengelak tubuhnya.
"Baiklah Pak penculik, sekarang giliran saya!" kata wanita bercadar tersebut, sembari ia memulai aksinya, dengan gerakan cepat ia menyerang Bonar, tanpa jeda sedikitpun.
Sehingga membuat Bonar kewalahan. Dan akhirnya ia kehilangan keseimbangannya, membuat wanita bercadar itu memiliki kesempatan, dan ia pun memberikan tendangan tornadonya. Sehingga Bonar kembali terhempas jauh, dan bahkan ia tak mampu bangkit kembali.
"Sekarang giliran kamu! Cepat kesini lawan saya!' kata wanita bercadar itu kepada Tigor, yang terlihat mulai takut. Karena bosnya saja bisa kalah, bagaimana dengan dia. Itulah yang ada di dalam pikirannya.
"Kenapa diam hah? Cepat lawan aku, atau Anda lepaskan keempat anak itu!" seru, wanita bercadar itu lagi, terlihat ia kembali memasang kuda-kudanya, membuat Tigor semakin gentar.
"Oke, oke Nona ninja! Saya akan melepaskan mereka! Tapi Nona ninja juga harus melepaskan Oke Nona?" ucap Tigor, dan langsung dibalas dengan lambaian tangannya saja, menandakan ia boleh pergi.
"Terima kasih Nona ninja! Kalau begitu saya permisi!" ucap Tigor lagi. Dan kemudian ia pun melepaskan tangan-tangan quadruplets. Lalu ia pun menghampiri Bonar dan membawanya pergi dari sana dengan cara memapahnya.
Setelah kepergian Bonar dan Tigor, wanita bercadar itu langsung menghampiri quadruplets, lalu ia pun menekukan lututnya di depan mereka.
"Apakah kalian terluka adik-adik kecil?" tanyanya sembari ia memeriksa wajah mereka satu persatu.
"Tidak Kok Aunty, kami tidak terluka," jawab Yumna, dengan tatapan mata yang selalu mengarah ke mata wanita bercadar itu.
"Alhamdulillah... syukurlah, kalau begitu. Oh iya nama kamu siapa dek?" tanya wanita bercadar tersebut, sembari ia memegang dagunya Yumna.
"My name Yumna Aunty," jawab Yumna, masih menatap mata wanita bercadar tersebut.
"Haeiii.. itukan namaku!"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
revinurinsani
ngakak Gusti 😂
2023-12-16
0
YNa Msa
Mau Lari Lambai Tangan dulu🤣🤣🤣🤣Tigor"
2023-09-09
1
Ida Lailamajenun
seneng baca nya klu cweknya tangguh dan bisa bela diri
2023-02-08
0