Empat tahun kemudian.
Didepan pintu gerbang sekolah tertuliskan TK Bintang, terlihat empat bocah, dua laki-laki dan dia perempuan terlihat sedang menunggu jemputannya. Dan kebetulan suasananya terlihat sepi, karena sudah pasti, murid-murid yang lainnya sudah dijemput oleh keluarganya masing-masing. Tinggallah hanya mereka berempat, yang masih menunggu jemputan mereka.
"Nak, kalian kok masih disini? Apakah Ayah kalian belum datang?" tanya seorang pria yang berpakaian sekuriti, yang terlihat baru keluar dari pos jaganya.
"Iya Mang Ujang, Daddy kami belum datang," balas, gadis kecil nan cantik dan imut, hijab Makai hijab putih.
"Yumna! Jangan panggil Daddy! Ayahkan sudah bilang tidak suka dipanggil Daddy!" tegur gadis kecil yang begitu mirip dan berpakaian sama dengan gadis kecil yang dipanggil Yumna tersebut.
"Iikh, Kak Yunda mah nggak keren! Panggil Daddykan itu biar keren tau Lihat aja tuh, teman-teman dikelas kita, semuanya juga panggil Daddykan, sama ayahnya?" balas Yumna, sambil ia melipatkan kedua tangannya di dadanya.
"Eh, sudah-sudah! Dek, Yumna sama Dek Yunda selalu aja berdebat ya? Bang Fanza bilangin mereka dong agar tidak bertengkar!" ujar seorang anak laki-laki, yang terlihat tampan dan imut.
"Sudahlah Fasya, tidak usah ikut campur urusan perempuan! Biarkan saja mereka berdebat, bang Anza nggak mau ikut campur!" balas anak laki-laki, yang wajahnya mirip dengan yang dipanggil Fanza.
"Loh-loh, kok kalian jadi bertengkar, sesama saudara itu tidak boleh bertengkar ya anak-anak? Ya sudah kalian tunggu disini, biar Mang Ujang, panggil guru kalian, oke!" ujar pria berpakaian sekuriti, yang dipanggil Mang Ujang.
"Oke Mang!" balas mereka secara serentak.
"Baiklah Mamang masuk dulu, kalian jangan kemana-mana, apakah kalian mengerti?" tanya Mang Ujang lagi.
"Mengerti Mang Ujang!" balas quadruplets lagi secara bersamaan.
"Bagus! Sekarang mang Ujang panggil guru kalian dulu!" ujar Mang Ujang, yang kemudian ia pun langsung bergegas masuk ke sekolah TK bintang tersebut.
Belum lama, mang Ujang masuk, tiba-tiba sebuah mobil hitam muncul dan berhenti tak berapa jauh dari keempat anak kecil tersebut. Dan tak berapa lama, dua orang pria berjaket hitam turun dari mobil tersebut, dan langsung menghampirinya mereka.
"Hai, quadruplets, kami berdua teman Papa kalian loh," ujar salah Pria berjaket hitam tersebut.
Fanza mengerenyitkan dahinya, saat melihat kedua pria yang baru saja datang. "Teman Papa? Maaf Om, kami tidak punya Papa, Om salah kali?" ujar Fanza dengan memasang wajah datarnya.
"Benar Om! Kamu cuma punya Daddy!" celetuk, si comel Yumna.
"I-iya, maksudnya itu, kami temannya Daddy kalian, loh," ujar Pria berjaket hitam tersebut, terlihat gugup.
"Salah! Kami nggak punya Daddy! Kami hanya punya Ayah!" timpal Yunda, dengan memasang wajah juteknya.
Mendengar perkataan kedua gadis kecil itu, membuat teman Pria berjaket hitam itu, terlihat kesal. "Aah, terserahlah! Mau Papa kek, mau Daddy kek, mau Ayah kek, terserah! Intinya kami datang atas perintah Ayah kalian, untuk menjemput kalian pulang! Sekarang cepat masuk ke mobil!" ujarnya dengan suara yang terdengar keras.
"Woy Tigor! Lo jangan kasar dong! Nanti yang ada mereka jadi ketakutan tau!" balas teman yang di panggil Tigor tersebut.
"Aaah banyak cakap kau Bonar! Kalau kita pakai metode kau! Yang ada, keburu datang jemputan anak kecil ini! Apa kau paham hah!" bentak, Pria yang dipanggil Tigor tersebut.
"Iya tapi kau kasar kali! Nanti anak-anak ini kabur dengar suara kau tahu!" balas Pria yang dipanggil Bonar tersebut.
"Aah, jangan banyak cakap kau! Cepat kau bawa kedua anak perempuan itu! Biar aku bawa anak laki-lakinya, paham!" ujar Tigor, sedikit berbisik.
Percakapan antara Tigor dan Bonar, ternyata di perhatikan oleh Pasya dan Fanza, bahkan keduanya juga memahami perkataan mereka. Tuk sesaat mereka saling bertatapan, seperti sedang berbicara lewat isyarat. Fanza juga memberikan kodenya agar Fasya menggandeng tangannya Yumna.
Setelah Fanza menggandeng tangan Yunda, sedangkan Fasya menggandeng tangan Yumna, Fanza pun langsung berteriak. "Ayoo Fasya kita lariii!" teriaknya, sembari ia menarik tangan Yunda.
"Baik Bang! Ayoo Yumna kita lari!" teriak Fasya juga semabri ia menarik tangan Yumna, dan akhirnya keempat berlari, sekuat tenaga mereka, meninggalkan kedua pria yang terlihat masih berdebat.
Mendengar teriakkan dua bocah laki-laki tersebut, membuat Bonar menghentikan perdebatannya. Dan ia terlihat begitu marah, melihat keempat bocah itu lari begitu saja.
"Sialan! Mereka lari! Ini semua gara-gara kau Tigor! Kalau sampai kita gagal menculik quadruplets, maka habislah kita! Ayoo cepat tangkap mereka!" bentaknya pada Tigor, yang kemudian ia pun berlari mengejar para quadruplets
"Hah! Bikin susah saja nih Bocah! Woy bocah! Jangan lari kalian!" teriak Tigor yang akhirnya ia ikut berlari mengejar quadruplets juga.
Karena quadruplets masih berusia empat tahun, membuat kedua penculik tidak terlalu sulit untuk menangkap mereka. Hingga akhirnya quadruplets pun tertangkap oleh kedua penjahat tersebut.
"Kenak kalian! Mau kabur kemana Hah!" bentak Bonar, yang terlihat berhasil menangkap Fasya dan Yumna. Begitu juga dengan Tigor yang terlihat ia berhasil menangkap Fanza dan Yunda.
"KYAAA! Lepaskan kami Om!" teriak Yumna dan Yunda secara bersamaan.
"Diam Kalian! Bikin repot saja kalian hah!" bentak Tigor membuat Yumna dan Yunda terlihat ketakutan. dan saat bersamaan.
"Woy! Beraninya sama anak kecil! Cepat lepaskan mereka!":teriak seorang wanita dengan suara lantangnya.
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
revinurinsani
wahh pasti wanita bercadar yang matanya hijau
2023-12-16
0
Ida Lailamajenun
nah calon mommy dtg nolongin quadruplets
2023-02-08
1
Ummi Alfa
Siapa kira2 ya.... yang culik mereka. selama 4 tahun aman2 aja kenapa tiba2 ada musuh.
Mungkinkah yang menolong mereka itu wanita bercadar yang ada di judul novel ini?
2022-11-06
0