Seminggu kemudian.
Dirumah orang tuannya Rio, yang bernama Harun Iswanto, kini terlihat ramai. Karena sepertinya disana sedang diadakan sebuah acara syukuran, penabalan nama anak-anaknya Rio. Yaa setelah menjemput Baby quadrupletsnya Rio langsung membawanya ke Ayah.
Karena terlalu banyak kenangan saat bersama Cindy, istri kecilnya itu. Membuat Rio tak ingin kembali ke rumah mereka. Karena sudah pasti ia akan hanyut lagi dalam kesedihannya. Makanya ia memilih tinggal kembali ke rumah orang tuanya.
"Karena semua sudah hadir, apa tidak sebaiknya kita mulai saja acaranya Pak Rio?" tanya seorang Ustadz pada Rio.
"Oh iya silahkan Ustadz, dimulai saja," balas Rio, dengan tangan mempersilahkan sang ustadz memulai acara syukurannya.
"Alhamdulillah, kalau begitu mari kita mulai, saja Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu," ucap sang Ustadz, dan langsung di sambut oleh para jama'ah yang hadir dirumahnya orang tua Rio.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu" balas mereka secara bersamaan.
"Alhamdulillahi Robbil alamin, washolatu wassalamu 'ala asrofil ambiya'i wal mursalin wa 'ala alihi wasohbihi Rasulillahi ajma'in. Amma ba'du.
Pertama tama dan paling utama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita atas kehadiran Allah subhanahu wa ta'ala yang mana berkat rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam acara syukuran penabalan nama anak-anaknya Pak Rio di sini dalam keadaan sehat wal afiat.
Sholawat beriringan salam tak lupa kita hatur kan kepada junjungan alam nabi besar muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Yang selalu kita nantikan syafaatnya di yaumul akhir, Aamiin ya Rabbal'alamin," ujar sang Ustadz membuka acara syukuran.
"Baiklah untuk tidak berlama-lama lagi mari kita sama-sama membaca basmalah serta doa untuk si kecil," ucap ustadz lagi, dan mereka pun memulai membacakan doa-doa syukuran penabalan nama dengan diawali dengan basmalah.
Setelah selesai pembacaan doa sang ustadz pun menyuruh memangku bayi laki-laki pertamanya, dihadapan sang Ustadz. Dan sang Ustadz pun memegang kepala bayi pertama Rio sembari membaca Ta’awudz, surat al Ikhlash, surat al Falaq surat an Naas.
Lalu ia engucapkan lafadz untuk memberi nama anak laki-laki sebagai berikut:
سَمَّيْتُكَ ﴿سَمَّيْنَكَ﴾ بِالْٳِسْلَامِ الّذِي سَمَّاكَ بِهِ اللهِ ٠٠٠ بن ٠٠٠٠ الْفَاتِحَة
Sammaituka (sammainaka)bil-Islaamilladziy sammaaka bihiLLaahi "Rafanza Cakra Yaqdhi bin Rio Febrian, al Faatihah]." ucap Sang Ustadz, sambil memotong rambut sang bayi sedikit.
Para jama'ah pun membacakan Al-fatihah secara bersama-sama, setelah pengukuhan nama putra pertamanya selesai. Rio pun kembali memangku putra keduanya, yang diberi nama "Rafasya Candra Yaqdhan"
Setelah pengukuhan nama untuk para Putranya Rio selesai. Sang Ustadz langsung melanjutkan dengan pengukuhan nama Putri pertama Rio. Dan sang Ustadz kembali memegang kepala putri pertama Rio, lalu kembali membaca, Ta’awudz, surat al Ikhlash, surat al Falaq surat an Naas, dan dilanjutkan membaca doa penabalan nama untuk bayi perempuannya Rio.
سَمَّيْتُكِ ﴿سَمَّيْنَكِ﴾ بِالْٳِسْلَامِ الّذِي سَمَّاكِ بِهِ الله ٠٠٠ بنت ٠٠٠٠ الْفَاتِحَة
[Sammaituki (sammainaki) bil-Islaamilladziy sammaaki bihiLLaah, Raisya Chesa Ayunda, binti Rio Febrian, al Faatihah]." para jama'ah langsung membacakan surat Al Fatihah, secara bersamaan.
Setelah pengukuhan Putri pertama selesai, sang ustadz pun langsung dilanjutkan dengan pengukuhan nama putri bungsu Rio, yang di beri nama "Raniyah Cherina Ayumna"
Acara syukuran untuk Baby quadrupletsnya Rio berjalan dengan penuh hikmat, serta rasa haru, karena sudah pasti para undangan, melihat mereka dengan wajah sedih. Karena sekecil itu mereka sudah tidak memiliki seorang Ibu.
Setelah acara syukuran selesai para undangan pun satu persatu mulai meninggalkan rumah orang tuanya Rio. Dan tinggalah, keluarga Daffin berserta orang tuanya. Mereka masih nampak berkumpul di ruang keluarga.
"Apa rencana kamu selanjutnya Rio?" tanya Daffin kepada Rio, karena semenjak Cindy meninggal, Rio tak pernah sekalipun untuk datang ke kantornya. Dan Daffin memakluminya karena ia masih dalam keadaan berkabung.
Mendengar pertanyaan Daffin, Rio terdiam sejenak, sambil memperhatikan keempat bayi mungil yang berada di hadapannya.
"Maaf Fin, sepertinya gue tidak bisa bekerja lagi dikantor Lo. Karena sepertinya gue akan membawa anak-anak gue ke kota M, untuk melanjutkan usaha perkebunan kelapa sawit milik, Bokap gue yang ada disana Fin," ujar Rio, dengan tatapan yang penuh keyakinan.
Mendengar perkataan Rio, Daffin terlihat sedih karena ia harus melepaskan Asisten yang berkompeten seperti Rio. Namun ia juga tak ingin menghalangi keputusan Rio, dan mau tak mau ia harus mendukung keputusannya.
"Baiklah Rio, kalau itu sudah menjadi keputusan Lo, gue akan mendukung Lo sepenuhnya. Dan ingat jangan sungkan untuk meminta bantuan sama gue kalau Lo membutuhkannya oke!" balas Daffin sembari ia menepuk pundak Rio.
"Oke bro! Thanks ya Fin," ucap Rio sembari ia memeluk tubuh Daffin.
"Sama-sama my brother!" balas Daffin, yang membalas pelukan sahabat terbaiknya.
"Oh iya, ngomong-ngomong kapan Lo berangkat ke kota M?" tanya Daffin sembari melepaskan pelukannya.
"In shaa Allah besok pagi, Fin, tapi Lo nggak usah khawatir, karena sudah pasti gue akan mengunjungi Lo, sekalian menjenguk makam Cindy," kata Rio lagi.
"Bagus! Kalau begitu selamat jalan Brother, semoga kalian mendapatkan kebahagiaan. Dan ingat berikan kebahagiaan untuk keponakan gue, Lo paham!" kata Daffin, yang sebenarnya ia begitu berat melepaskan sahabatnya itu.
"So pasti kawan!" balas Rio singkat.
"Ya sudah kalau begitu gue Pamit ya Assalamu'alaikum" ucap Daffin
"Hati-hati Fin wa'alaikumus salam"
Setelah mendapatkan jawaban salamnya Daffin pun beranjak pergi meninggalkan Rio berserta keluarganya. Itulah perpisahan antara Daffin dan Rio.
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
Bagaimana kelanjutannya, dukung author terus ya guys 🙏🥰.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
Erny
MasyaAllah Rio dikaruniai 2 pasang bayi kembar, kamu manusia pilihan Rio disaat kehilangan istri Allah mengganti dengan memberikan 4 baby Kembar
2023-08-29
1
Ummi Alfa
Namanya anaknya keren2, smoga menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah dunia akhirat.
2022-11-06
0
xuan yi
kata in shaa allah itu salah seharusnya insyaallah.
2022-11-02
0