Setelah mendengar kata-kata dari Daffin, yang seperti sentilan baginya. Membuat Rio akhirnya, menyadari kesalahannya. Dan karena ia tak ingin membuat Almarhum istrinya sedih, akhirnya ia meminta maaf pada Daffin, Meira dan terutama pada Twins. Yang sempat sedih karena selama empat tahun Rio tak pernah memberikan kabar pada mereka.
"Huh! Uncle Rio Kemana saja sih? Kok nggak pernah kasih kabar? Ditelepon juga nomornya nggak aktif lagi! Ancle Rio nggak sayang lagi ya sama kita-kita?" tanya seorang gadis kecil yang usianya sekitar sebelas tahun.
"Maaf Ziah, bukan uncle nggak sayang sama kalian. Tapikan sekarang rumahnya di kota M. Jadi sangat jauh mau kesini, dan lagian quadruplets masih kecil, jadi kasihan kalau melakukan perjalanan jauh," alasan Rio, yang sebenarnya ia sudah sering membawa anak-anak ke kota JK untuk berziarah, ke makam Cindy.
Namun karena suatu alasan, Rio begitu enggan untuk singgah kerumahnya Daffin. Padahal Daffin selalu tahu setiap ia sedang berkunjung ke kota JK. Namun ia sengaja ingin, berpura-pura tidak tahu. Karena ia ingin menguji sahabatnya, apakah ia akan datang tanpa ia memintanya.
Namun harapannya hanya sebuah harapan saja. Karena yang diharapkan tak pernah datang. Makanya, kali ini Daffin langsung berinisiatif sendiri untuk menjemput Rio, ketika ia mendapatkan kabar kalau ia akan berkunjung ke kota JK. Dengan begitu Rio tidak bisa lagi untuk menghindarinya.
"Lalu apakah setelah ini uncle Rio akan kembali tinggal di kota JK?" tanya seorang bocah laki-laki, yang wajahnya begitu mirip dengan gadis kecil yang dipanggil Ziah itu oleh Rio.
"Tidak Azmy, besok uncle sudah harus kembali ke kota M. Karena quadrupletskan harus sekolah, ditambah lagi pekerjaan uncle disana tidak bisa ditinggalkan," balas Rio, yang kali ini ia berkata apa adanya.
"Ooh, hum.. tapi nanti uncle masih akan datang lagikan kesini?" tanya Azmy lagi. Walaupun ia memasang wajah datarnya. Namun ternyata ia sangat perduli pada Rio, dan quadruplets.
"Benar itu, pokoknya uncle harus janji sama kami! Kalau uncle datang ke JK Uncle harus datang kesini, oke!" sambung Azia, dengan wajah seriusnya.
"In shaa Allah ya Ziah, Azmi. Uncle nggak berani janji Nak. Karena takutnya Uncle lupa lagi," balas Rio, disaat bersamaan Meira datang.
"Eh, sudah, sudah Azmy, Ziah jangan terlalu banyak menuntut Uncle Rio. Sekarang sebaiknya kita makan sama-sama yuk, Ummah sudah siapin tuh," ujar Meira, sembari ia menghampiriku quadruplets, yang terlihat sedang bermain bersama triplets yang sepertinya umurnya mereka hanya terpaut sedikit.
"Ayoo, sayang-sayangnya Umah, Quadruplets, Triplets, kita makan dulu," ujar Meira, pada ketujuh anak kembar itu.
"Okay Umah let's go!" balas mereka secara bersamaan. Membuat Daffin Rio, dan Meira tersenyum lucu melihat ketujuh anak kembar mereka. Lalu mereka pun langsung bergegas menuju ruang makan.
Sesampainya di ruang makan mereka pun duduk di kursi masing-masing, yang kebetulan meja makan di rumah Daffin lumayan besar. Sehingga mereka dapat kursi satu persatu. Lalu Meira pun langsung mengambilkan makanan untuk mereka satu persatu.
Setelah membaca doa makan mereka semua pun mulai melahap makanannya masing-masing. Mereka terlihat lahap memakan makanannya. Hanya si bungsu Daffin yang terlihat seperti enggan untuk makan.
"Loh, Azurah kok makannya seperti itu sih? Ayo dong makan yang lahap seperti mereka," tegur Maira pada si bungsu.
"Maaf Umah, Zura tidak berselera makan," balas si bungsu, yang terlihat ia nampak ogah-ogahan memegang sendoknya.
"Yaa sudah, sini Umah suapin sayang, pasti nanti Zurah akan berselera," rayu Meira sembari ia mengambil piring yang isi makanan milik anak bungsunya itu.
"Horree... disuapin Umah! Pasti tambah enak makanannya. Terima kasih Umah!" sorak sih bungsu, sambil memeluk sang ibunya dengan manjanya. Dan dibalas sang ibu dengan kecupan sayang dan setelah ia Meira pun langsung menyuapin Azura dengan penuh kesabaran.
Aksi kemesraan ibu dan anak itu, ternyata sedang diperhatikan oleh dua bocah perempuan, dengan wajah yang terlihat begitu sendu. Keduanya terlihat begitu iri melihat Azura di suapi oleh Meira. Sehingga mereka melupakan makanan yang berada didepan mereka.
Rio yang kebetulan duduknya bersebelahan dengan kedua putrinya itu. Merasa heran karena keduanya langsung menghentikan makannya. Dan seketika ia pun memperhatikan keduanya yang terlihat sedang memandangi Meira dan Azura. Dan ia menangkap ada kesedihan dari wajah keduanya. Membuat Rio ikut merasakan kesedihan dari kedua putrinya itu.
Rio mengelus kepala Yumna dan Yunda dengan penuh kasih sayangnya. "Maukah putri-putri Ayah yang cantik ini, disuapin sama Ayah, hm?" tanyanya pada Yumna dan Yunda. Mendengar perkataan sang ayah keduanya langsung mengalihkan pandangannya kepada sang Ayah.
"Daddy, ayo kita kerumah Mama, Umna kangen banget sama Mama," ujar Yumna, dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.
"Unda juga Ayah! Ayo sekarang kita kerumah Mama," sambung Yunda juga, yang ternyata air matanya justru sudah tumpah.
"Baiklah, kita kerumah Mama, tapi habiskan dulu makanan kalian ya?" ujar Rio dengan lembut. sambil menghapus air matanya Yunda.
"Nggak Mau! Kami mau Mama! Huhuhu!"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
Ummi Alfa
Masih penasaran sama hubungan Meira dan Cindy.
Jadi ikutan baper bacanya liat Yumna sama.Yunda menginginkan mama.
2022-11-10
1
Enyda Fitri
pengen ikut mewek
2022-10-30
0
꧁🦋⃟⃟ ˢⁿ᭄𝔎𝔄𝔉𝔎𝔄𝔎꧂
😭😭😭😭aku jdi ikut sedih, ngebayangin gimana 3 anakku tanpa ku
2022-10-25
0