"Ck! Siapa Dia? Berani sekali Dia mencuri perhatian Anak-anak gue!" gerutu Rio, dengan tatapan dinginnya mengarah ke wanita bercadar tersebut.
"Dia Aunty yang telah menolong kami Ayah! Dia wanita yang baik kok Yah," ujar Fanza, dengan gaya orang dewasa.
"Benar sekali Yah! Tutur katanya juga sangat lembut, membuat hati merasa tenang mendengar perkataan Aunty itu loh Yah," sambung Fasya, yang terlihat senang. Itu terlihat sekali dari pancaran matanya yang sedang mengarah ke wanita bercadar itu
Mendengar perkataan kedua anak laki-lakinya, Rio tersentak kaget. Karena ternyata bukan hanya kedua putrinya saja yang menyukai wanita itu. Tetapi kedua anak laki-lakinya ternyata menyukainya juga. Dan itu membuat Rio semakin tidak menyukai gadis tersebut.
Apalagi ketika Fanza mengatakan Dia wanita Baik, entah mengapa Rio tak suka mendengarnya. Ada perasaan kesal didalam hatinya. "Heh! Bukan hanya merebut perhatian putri-putriku! Sekarang dia telah berhasil merebut para putra gue juga! Ini nggak bisa dibiarkan! Gue harus mencegah kedekatan mereka!" batin Rio, yang terlihat tidak suka melihat gadis bercadar tersebut.
Fanza dan Fasya terlihat heran saat melihat Ayahnya, berjalan dengan langkah cepat menuju ke tempat Yumna dan Yunda berada, yang sudah pasti bersama wanita bercadar itu.
"Eh, loh Ayah mau kemana? Apakah Ayah mau berkenalan sama Aunty itu ya Yah?" tanya Fasya, semabri ia dan Fanza mengikuti langkah Rio dengan sedikit berlari kecil. Karena memang langkah Rio, sedikit lebar. Sehingga Fasya dan Fanza, sulit mengimbangi langkah sang Ayah.
"Tidak! Ayah hanya, ingin memanggil Yumna dan Yunda!" balas Rio terdengar ketus, dengan tatapan yang masih dinginnya.
*****
Sementara disisi lainnya.
Yumna dan Yunda yang tadi berlari, menghampiri wanita bercadar itu. Kini keduanya sudah berada didekat wanita itu. Keduanya nampak begitu senang ketika wanita bercadar itu masih mengenali mereka.
"Assalamu'alaikum Aunty Naazwa?" ucap keduanya dengan suara terdengar serentak. Membuat Wanita Bercadar yang dipanggil Naazwa itu langsung menoleh ke arah mereka.
"Wa'alaikumus salam... Haiii, kalian Yumna dan Yundakan?" balas Naazwa, dengan mata berbinar senang, melihat keduanya semabri memegang dagu keduanya satu persatu.
"Benar Aunty Azwa," kata Yumna, yang terlihat ia langsung memeluk tubuh Nazwa bagian bawahnya, karena tingginya Yumna, setara dengan perutnya Nazwa.
Melihat Yumna memeluk Nazwa, Yunda pun tak mau ketinggalan ia juga langsung memeluk Nazwa. Membuat Nazwa terperanjat melihat keduanya. "Maa shaa Allah, kangen banget ya sama Aunty Azwa?" tanya Naazwa dengan lembut sembari mengelus kepala keduanya.
"Hu'um, Umna kangen," kata Yumna yang terlihat masih enggan melepaskan pelukannya.
"Unda juga Aunty, kangen Aunty juga," sambung Yunda yang tak mau kalah.
Melihat Nazwa di peluk oleh kedua anak perempuan, membuat dua orang anak kecil yang berada disampingnya Nazwa terlihat heran.
"Eama? (bibi dalam bahasa Arab) Siapa mereka?" tanya seorang anak laki-laki yang sepertinya berusia Lima tahun.
"Eama Yumna, mengapa mereka memeluk eama?" tanya gadis kecil, yang berwajah begitu mirip dengan Anak laki-laki yang tadi.
"Eh, apakah Abang Farhan dan Adek Farah, tidak mengenal mereka?" tanya Naazwa pada kedua anak bocah yang berada disampingnya, yang ternyata bernama Farhan dan Farah.
"Tidak, Eama, kami tidak mengenal mereka," ujar Farhan, dengan wajah terlihat datar.
"Ooh, baiklah, kalau begitu kita masuk sesi perkenalan, ayo Yumna, Yunda, perkenalkan diri kalian," kata Nazwa semabri ia berjongkok, agar tubuhnya bisa sejajar dengan keempat anak kecil tersebut.
"Hay, aku Raisya Chesa Ayunda, biasa dipanggil Yunda," ujar Yunda, yang lebih dulu memperkenalkan dirinya.
"Hai, my name Raniyah Cherina Ayumna, panggil saja Yumna," sambung Yumna, yang ikut memperkenalkan dirinya.
"Eh, kok namanya sama kaya namanya Eama Yumna," celetuk si kecil Farah.
"Hehehe.. ho'oh, emang sama tapi nggak papakan?" balas Yumna, sembari cengengesan.
"Ya nggak papa dong, sekarang giliran Abang Farhan dan Dek Farah dong yang perkenalkan diri. Ayo sayang perkenalkan nama kamu," ujar Naazwa, pada anak yang ada disebelah kanan dan kirinya.
"Assalamu'alaikum, nama Ana Farhan Habibi Humaidi, panggil Farhan saja," ujar Farhan, sembari ia mengatupkan kedua tangannya.
"Assalamu'alaikum, kalau nama Ana, Farah Habiba Hasna, biasa dipanggil, Farah," sambung Farah, sembari ia juga mengatupkan kedua tangannya, dengan sopan.
Melihat kesopanan Abang adik itu, membuat Yumna dan Yunda, begitu senang melihat keduanya. Hingga mereka berdua juga mengatupkan kedua tangannya, mengikuti gaya Farah dan Farhan. Dan disaat bersamaan..
"Sudah selesaikan perkenalannya? Sekarang ayo ikut Ayah masuk!" ucap seorang pria, membuat Nazwa yang terlihat masih berposisi berjongkok kaget. Karena mendengar suara bariton yang muncul tiba-tiba. Dengan spontan ia pun langsung menoleh ke sumber suara.
"Anda!" sentak Naazwa, dan ia pun langsung berdiri. Dan disaat melihat seorang Pria, yang terlihat langsung menggandeng tangan Yumna dan Yunda. Lalu langsung ditarik begitu saja, terlihat begitu kasar.
"Aah, Daddy Sakit!" pekik Yumna, saat tangannya ditarik oleh Pria itu yang sudah pasti ia adalah Rio, ayahnya sendiri. Begitu juga dengan Yunda yang ikut terpekik. Membuat Nazwa yang melihatnya menjadi kesal pada Rio.
"Hai, Tuan! Jangan kasar gitu dong sama anak kecil! Anda Ayahnya apa bukan sih?!" seru Naazwa, membuat Rio, yang sudah sedikit menjauh langsung menoleh kembali ke arah Naazwa.
"Apakah itu penting, untuk dijawab hah? Saya Ayahnya, jadi hak saya atas anak-anak ini, jadi Anda tak perlu ikut campur!" ujar Rio, terdengar ketus. Dan ia pun langsung pergi meninggalkan Naazwa begitu saja.
"Huh! Dasar Pria aneh super galak!" gumam Naazwa, merutuki Rio, karena kesal.
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
revinurinsani
jutek banget sih bang rio
2023-12-16
0
Ida Lailamajenun
tak kenal maka tak lembut😂nanti klu dah not nya pasti bucin deh🤣🤣🤣
2023-02-08
0
Ummi Alfa
Sekarang aja galak bin jutek nanti mah bakalan meleleh tuh hati Rio.
2022-11-08
0