Setelah memberikan pembelajaran pada anak-anaknya, ditambah mereka sudah mau menjawab salamnya. Rio pun langsung memberikan kecupan kasih sayangnya dipuncak kepala quadruplets satu persatu.
"Alhamdulillah, Terimakasih kalian sudah mau menjawab salamnya Ayah. Karena anak Ayah semuanya pintar-pintar. Maka Ayah akan mengajak kalian ke kota JK," ujar Rio sembari mengelus kepala anaknya satu persatu.
"Ke kota JK? Apakah itu artinya kita mau kerumahnya Mama Dad?" tanya Yumna dengan tatapan penasarannya.
"Iya sayang, kita akan pergi ke rumah Mama jadi sekarang kalian bersiaplah,'' balas Rio sambil ia mengedipkan matanya pada Putri bungsunya. Mendengar perkataan sang ayah, dengan spontan quadruplets bersorak kesenangan.
"Horreeeee... kita kerumah Mama!" ucap mereka secara bersamaan, yang kemudian mereka turun dari tempat tidurnya, dan langsung berlari menuju ke kamar mandi. Karena sudah pasti mereka akan bersiap-siap setelah membersihkan diri mereka masing-masing.
Melihat wajah anak-anaknya kembali ceria Rio pun tersenyum senang. "Lihatlah Acha, anak-anak kita langsung bersorak gembira, saat aku mengatakan akan membawa mereka ke pemakaman kamu. Jadi sambutlah kami disana ya Sayang," batin Rio, dengan tatapan masih mengarah ke pintu kamar mandi anak-anaknya.
Setelah memberikan instruksi kepada Bi surti yang biasa membantu para Anak-anaknya. Rio pun langsung meninggalkan kamar mereka, sembari ia mengambil benda pipihnya, karena sepertinya ia ingin melakukan panggilan pada seseorang.
"Gilang! Siapkan tiket pesawat, untuk Lima orang dengan tujuan JK!" ucapnya setelah panggilan tersambung. Lalu ia langsung memutuskannya sebelum ia mendengar jawaban dari seberang. Setelah itu ia kembali memasukkan Hpnya kembali ke dalam kantongnya, sembari ia memasuki kamarnya sendiri.
"Hmm.. ngapain gue membawa baju ya? Disanakan masih ada baju-bajuku, lagian hanya satu hari. Jadi ngapain repot-repot ya?" gumamannya sembari ia mengambil baju jas berwarna navi dan langsung memakainya.
Setelah dia rasa telah rapi, Rio pun kembali keluar dari kamarnya, bermaksud menunggu kesiapan anak-anaknya. Dan tak berapa lama seorang wanita paruh baya keluar dari kamar anaknya.
"Ah Bi surti, apakah anak-anak sudah siap Bi?" tanya Rio pada seorang wanita yang dipanggil Surti tersebut.
"Alhamdulillah sudah siap Den," jawab Surti. "Ayo anak-anak keluarlah, Ayah kalian sudah menunggu nih," katanya lagi, sembari ia membuka pintu kamar quadruplets. Dan tak lama kemudian muncullah keempat bocah dengan wajah yang terlihat hampir sama.
"Kami sudah siap Ayah!" ucap mereka secara bersamaan.
"Good! Then Come on kids let's go!" ujar Rio, sembari ia mulai melangkahkan kakinya.
"Oke Dad! let's go!" ucap mereka, kembali secara bersamaan, sembari mereka mengikuti langkah sang ayah dan berjalan dibelakangnya.
Setelah mereka berpamitan pada sang kakek, Rio langsung meminta Gilang untuk mengantarkan mereka ke bandara. Karena Rio tak ingin menunda-nunda waktu lagi. Setelah menempuh satu jam perjalanan, kini mobil yang dikemudikan oleh Gilang akhirnya sampai, dibandara KN.
Setelah melakukan pemeriksaan, dibandara tersebut, para penumpang pun memasuki pesawat, yang bertujuan ke kota Jk. Termasuk Rio berserta keempat anak-anaknya yang kini mereka telah berada di dalam pesawat.
Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, akhirnya mereka sampai di bandara SH. Nampak begitu jelas kalau quadruplets amat sangat bahagia. Sehingga mereka berjalan setengah melompat-lompat kecil, membuat Rio, tersenyum lucu melihat keempatnya.
Disaat, ia sedang memperhatikan anak-anaknya, tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang sepertinya ia mengenali suara tersebut. Dan entah mengapa tiba-tiba jantungnya berdegup kencang.
"Selamat datang kembali ke kota JK kawan," ujar pria tersebut. Pada awalnya, Rio seperti enggan menoleh ke sumber suara tersebut. "Kenapa? Sebegitu bencikah kamu? Sehingga lo sudah tak berkeinginan lagi melihat gue lagi, Rio?" ujar pria itu lagi.
Karena merasa tak enak hati, akhirnya Rio pun menoleh ke sumber suara. Terlihatlah seorang pria yang sedang berdiri samping mobilannya. Dengan wajah yang terlihat amat kesal pada Rio.
"Da-daffin! Lo jangan salah paham dulu fin, gue bukan benci sama Lo, kok Fin," balas Rio yang terlihat sedikit gugup saat melihat Pria itu yang ternyata Daffin. Rio tak menyangka ia bisa bertemu dengan Daffin lagi.
"Oh iya? Kalau begitu cepat Lo masuk ke mobil gue!" titah pria tersebut, yang ternyata dia Daffin, mantan Bos, sekaligus sahabatnya Rio. "Tapi tunggu sebentar, gue belum menyapa quadruplets," lanjutnya yang kemudian ia mendekati keempat anaknya Rio, yang terlihat sedang memegangin tangan ayahnya.
"Assalamualaikum, quadruplets? Perkenalkan saya Ayah Daffin, saudara Ayah kalian. Jadi kalian harus memanggil saya Ayah juga, apakah kalian mengerti Nak?" ujar Daffin, memperkenalkan dirinya, pada quadruplets sembari ia mengelus kepala quadruplets satu persatu.
"Wa'alaikumus salam Ayah Afin," jawab quadruplets secara bersamaan.
"Anak-anak pintar! Sekarang kita kerumah Ayah Afin ya? Karena Ayah Afin mau memperkenalkan kalian, pada anak-anak Ayah Afin, Apakah kalian mau Nak?" tanya Daffin, dan langsung dibalas dengan anggukan kepala saja oleh mereka secara serentak.
"Bagus! Sekarang masuklah ke mobil Ayah Afin," ujar Daffin lagi, dan quadruplets pun menurutinya. Mereka pun masuk ke dalam mobilnya Daffin.
Sementara Rio masih tetap berdiri di tempat dan hanya memperhatikan Anak-anaknya yang terlihat senang saat memasuki mobilnya Daffin. Nampak sekali dari raut wajahnya, ia terlihat bingung. Daffin mengerutkan dahinya, saat melihat sahabatnya seperti enggan masuk kedalam mobilnya.
"Kenapa Lo tidak masuk Rio? Apakah Lo memang sebenarnya sudah tidak ingin bertemu lagi ma gue hah?"
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 178 Episodes
Comments
Eity setyowati
kok Rio gitu ya sama Daffin padahal dulu mereka sangat lah akur biarpun sering berdebat
2024-04-24
0
Ida Lailamajenun
bukannya mrk pisah kmrn baik" ya daffin ma Rio ini knp spt org musuhan kaku gt
2023-02-08
1
꧁🦋⃟⃟ ˢⁿ᭄𝔎𝔄𝔉𝔎𝔄𝔎꧂
ada yng di sembunyikan rio ini mah
2022-10-25
0