Sari terus menatap tanpa mengedipkan matanya ke arah siluman ular itu. Ia tak habis pikir bagaimana bisa Aji terlibat dengan sosok yang sesekali bergerak meliuk dan memeluk tubuhnya.
"Beb, boleh aku …,"
"Menghajarnya? Tentu, nggak ada siluman yang boleh masuk di daerah kita," tukas Doni dengan senyum mengejek pada siluman itu.
Aji yang masih belum memahami yang terjadi pun terperanjat dengan perkataan suami istri di depannya.
"Eh mas, mbak tunggu! Ini maksudnya gimana, saya kan kesini baik -baik lho kok mau dihajar? Dikatain siluman lagi, please deh kalian boleh marah karena saya nggak datang kemarin but trust me I have a reason!"
"No reason for this!" gumam Sari,
Aji mundur selangkah hendak kabur, pembisik di telinga ya itu berbicara padanya,
Lari, atau kau bisa mati!
Siluman itu menghasut Aji, dan membuatnya ketakutan.
"Jangan dengerin perkataan siluman ular itu mas Aji! Saya cuma mau menolong mas Aji," Sari berjalan dengan yakin ke arah Aji.
Aji semakin ketakutan, siluman itu benar-benar menguasai pikirannya. Sari tidak punya pilihan selain meyakinkan Aji.
"Mas Aji, percaya sama saya! Saya cuma mau melepas makhluk itu, tidak akan menggores sedikitpun,"
Aji semakin ketakutan dan menggelengkan kepala, dengan cepat ia berbalik hendak lari tapi Doni sudah berada di belakangnya dan dengan cepat memutuskan kesadaran Aji dengan mantranya hanya dengan menekan sedikit dahi Aji. Seketika Aji tak sadarkan diri, Doni menangkap tubuh Aji sebelum menyentuh tanah.
Siluman itu dengan gesitnya melarikan diri, tapi Sari tidak tinggal diam. Ia sudah mengantisipasi hal itu, dan mengejar siluman cantik ke alam lelembut.
"Aku tidak ada urusan denganmu manusia!"
Suara wanita jejadian itu menggema tapi tubuhnya entah dimana, ia bersembunyi. Sari waspada, mata nya memutar ke sekeliling mencari keberadaan lelembut penggoda itu.
"Lelembut yang dengan nekat berdiri di depanku apalagi kamu mengganggu manusia, tentu saja kau musuhku!"
Sari sesekali mendengar desisan keras, ia bisa merasakan pergerakan siluman itu. Tubuh ularnya bergerak cepat meninggalkan suara khas yang terdengar Sari. Sebuah cakaran tiba-tiba menyerang dengan cepat, membuat Sari terkejut alhasil cakaran itu melukai lengan atasnya.
"Iiissh, cari mati kamu!"
Sari marah, diraihnya kujang Siliwangi dalam genggamannya, hanya butuh waktu tiga detik Sari langsung menemukan sosok siluman ular yang gesit berpindah tempat.
Pusakanya mengejar energi negatif yang milik siluman itu dan langsung menghajarnya dengan sabetan energi panas.
Siluman itu terluka di bagian perut, ia melengking dan menampakkan dirinya secara nyata pada Sari. Darah hitam kental tampak keluar dari lukanya.
"Hhm, masih kurang?"
Wanita cantik setengah ular itu menampakkan wujud mengerikan di wajahnya yang semula ayu. Suara lengkingan delapan oktaf memekikan telinga, pipinya seolah tertarik ke atas menyisakan sedikit ruang kosong di sela tulang wajahnya.
Sisik ular berwarna biru kehijauan yang menghiasi wajahnya tampak terlihat jelas, dua buah taring muncul diantara barisan giginya. Iris matanya berkilat kemerahan.
"Kau mengganggu kesenanganku!"
"Senang? Jelaskan arti kata kesenangan untukku? Cinta or menipu manusia?"
Siluman itu tertawa mengejek, "Apa perlumu manusia bodoh? Apa kau butuh kejayaan, uang, atau apa pun? Aku bisa memberinya tapi biarkan aku bersamanya, aku …. mencintainya?
"Cinta katamu? Bangsa jin dan manusia tidak boleh bersatu, kau tahu kan apa sebabnya?"
"Tidak, dan aku tidak ingin tahu … perjanjian leluhurnya telah membuatku terikat padanya. Dia milikku!" serunya yang langsung menyerang Sari dengan ujung ekornya yang begitu runcing dan tajam seperti mata tombak.
Sari berkelit dan ujung ekor itu hanya bisa melubangi tanah dikiri Sari.
Lumayan tajam juga ekornya!
Dengan cepat siluman ular itu kembali menarik ekornya, tubuhnya yang memiliki panjang lebih dari enam meter membuatnya leluasa menggerakkan ekornya sebagai senjata.
Ia menyerang Sari tapi kali ini Sari tidak tinggal diam ia berkelit ke kanan memutar tubuhnya dan dengan segera menusuk beberapa depa dari ujung ekor. Sari mengarahkan kujangnya yang masih tertancap itu ke tanah lalu dengan kekuatannya dia membelah kasar hingga ke ujung.
Siluman itu meraung dan menggelepar. Sebagian dari tubuhnya tak berdaya akibat luka itu.
"Perlu aku teruskan belahannya hingga ke kepalamu?" Sari berdiri dengan tenang tapi tidak menurunkan kewaspadaannya.
Siluman ular itu tampak tidak senang dengan pertanyaan Sari, dengan menahan sakit yang luar biasa ia masih saja menunjukkan sifat sombong.
"Kau tidak bisa mengusirku! Aku akan membawanya ke alamku!"
"Dan aku akan membunuhmu!" Sari menyeringai dan hendak kembali menyerang saat siluman itu mengerahkan kekuatan terakhirnya.
Ia menggeliat berusaha menegakkan tubuhnya lalu dengan sekali gerakan siluman wanita itu melilit tubuh Sari dengan kuat.
"Kau masuk dalam perangkapku!"
Sari terkejut, tubuhnya terkunci dalam belitan kuat membuatnya tak bisa bergerak apalagi bernafas.
Gawat, dia masih cukup kuat rupanya … Bimasena aku butuh bantuanmu!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
Sang
15 menit lagi ya dek Sar, lagi nanggung nih ☕
2022-07-09
1
vithree-rahayu
Bimasena sik ngopi sar nok warung angkringan 😂
2022-07-03
1
Bintang kejora
Jagoan gak mgkn kalah 🤭🤭..
Sari ayo kamu pasti bs melawannya
2022-06-23
1