Bimasena hanya tersenyum tapi sesaat kemudian senyumnya menghilang berganti ekspresi rumit. Ia menangkap energi gaib lain yang ada disekitar mereka.
"Sar, ada yang datang,"
"Ehm, aku juga tahu kayaknya dia datang,"
Mereka memutar pandangan mencari keberadaan si pencuri nakal. Tapi sejauh mata memandang mereka belum menemukan jejak lelembut nakal itu.
"Dimana dia, sepertinya dia sembunyi! Aku bisa merasakan dia dekat tapi dimana?" Sari terus mencari dan semakin penasaran dengan makhluk itu.
Tiba-tiba telinganya mendengar teriakan seorang wanita,
"Aaaarrgh …!! Tolong!"
Sari melonjak dan keluar dari persembunyiannya diikuti keempat penjaga.
"Sialan, kita kecolongan! Padahal semua sudah dipetakan! Kandra, Mahesa …cepat cari dia!"
Dengan satu kedipan mata saja kedua penjaga Sari melesat mendahului ke arah suara teriakan. Sari dan Bimasena disusul Abiyaksa mengikuti dari belakang.
Suara raungan kedua maung Sari bersahutan dengan suara lain yang aneh tapi tak kalah kerasnya. Sari tersenyum,
"Kamu menjemput ajalmu sendiri makhluk jelek!"
Sari tiba ditempat kedua maungnya menyergap lelembut jelek dan berlendir itu. Ia mengernyit dan membayangkan hewan menjijikkan yang selalu ada di rawa tapi dengan tangan panjang dan kukunya yang tajam.
"Apa aku cuma ngehalu atau gimana nih kenapa bentuk mukanya seperti lintah bermata merah?"
Bimasena menyeringai, "Yuup begitulah rupanya Sar, hati-hati dengan gigi tajamnya yang jumlahnya ribuan itu. Racun di giginya bisa membuatmu meriang seminggu!"
"Eeh, kok kayak kena racun bulu babi aja?"
"Jawabnya nanti aja Sar, roh wanita itu bisa ditelannya sempurna!"
Makhluk itu berhasil mengambil salah satu roh wanita yang sudah tergeletak tak berdaya di sisi jalan. Ia menelannya dan menyimpan roh yang mengeluarkan pendaran cahaya di sisi kiri lehernya.
"Aaah, disana letak brankas itu ya! Baiklah kalau begitu, rasakan ini makhluk jelek!"
Sari menarik kujangnya dari dimensi lain seketika tubuhnya diliputi cahaya tipis kebiruan. Ia langsung menyerang, menyabetkan energi kebiruan yang membuat lelembut itu meraung kesakitan karena tepat mengenai lengan kirinya.
Lidahnya yang menjulur panjang menjilati lukanya dan ajaibnya luka itu kembali menutup.
"Apa?! Dia bisa menyembuhkan diri?"
"Potong lidahnya Sar!" Bimasena berbisik dengan telepati nya.
Sari kembali mengeluarkan pedang Sengkayana dan mujud di tangan kanannya. Ia kembali menyerang makhluk yang terus merayap dan melompat dengan bantuan tangannya yang panjang.
Hingga akhirnya Sari bisa mengambil jarak cukup dekat yang langsung menebas lidah panjang yang selalu terjulur. Siluman itu meraung dan ambruk. Sari tak menyia nyiakan kesempatan, ia langsung mendekati siluman yang masih mengerang kesakitan itu.
"Dimana kau sembunyikan roh yang lain? Katakan atau kau pergi ke neraka sekarang!"
Sari mengarahkan mata pedang Sengkayana yang menyala merah ke leher siluman pencuri Sukma. Panas yang keluar dari pedang Sengkayana membakar tubuh makhluk berlendir itu.
"Ampun … jangan bunuh saya!"
"Aku ulangi sekali lagi, kembalikan roh para wanita yang kau curi!"
Sari semakin menekan ujung pedang ke leher siluman pencuri Sukma, membuatnya kembali meraung kesakitan.
"Baik, tapi tolong lepasin saya dulu! Roh itu saya simpan di dalam tubuh," siluman hitam berlendir itu mencoba bernegosiasi.
Sari sedikit melonggarkan tekanan, makhluk berlendir dengan mata merah itu menatapnya dengan takut. Ia tahu siapa yang ada di depannya ini.
Dialah Dewi kematian para lelembut nakal seperti dirinya. Melawannya adalah kematian bagi lelembut manapun yang berani menantangnya.
Siluman itu memuntahkan apa yang tersimpan di lehernya disertai lendir yang menjijikkan. Sari mual melihatnya.
"Iiissh, jorok bener sih! Apa nggak ada tempat lain buat nyimpan roh? Laci meja misalnya atau teko ajaib kek!" gumamnya sendiri.
"Ini roh para wanita itu, sekarang ampuni saya dan biarkan saya pergi." Siluman itu menyodorkan bola bercahaya pada Sari.
Sari menerimanya dengan rasa jijik, lendir coklat yang pekat dan menyelimuti bola cahaya itu membuatnya benar-benar harus menahan nafas.
Sari melihat dengan seksama, ia terkejut itu hanya berisi satu roh saja.
"Eeh, ini cuma ada satu lalu mana lainnya!" teriak Sari yang diikuti lonjakan energi pedang Sengkayana.
Siluman itu menyeringai dan tertawa, "Roh manusia sangat lezat, aku bahkan tidak tahan mencicipinya dan akan mengambil milikmu!"
"Pasti akan menyenangkan jika aku bisa memiliki roh sang abadi!"
Siluman itu tiba-tiba saja menggigit tangan Sari yang sedang memegang bola roh.
Sari menjerit dan langsung mengantamkan gagang pedang Sengkayana di kepalanya hingga gigitannya terlepas. Sari marah, energinya melonjak dan seketika menyabetkan dua benda tajam di tangannya bergantian dengan gerakan menyilang.
Siluman itu masih berdiri tegak menatap Sari dengan mata merahnya. Tak lama tubuhnya terlihat seperti rekahan dengan warna merah menyala dari dalam tubuhnya. Sari berbalik meninggalkan siluman pencuri Sukma yang perlahan terbakar lalu menghilang menjadi abu.
Itu ganjaran yang pantas untukmu karena sudah berani melawanku makhluk jelek!!
Sari memejamkan mata, ia terlambat menyelamatkan dua wanita lainnya. Roh yang ada di tangannya hanya bola roh milik wanita yang tergeletak di sisi jalan. Dengan hati-hati ia mengembalikan roh itu. Roh itu masuk dan menempati ruang kosong dalam tubuh si wanita.
Sari mendengus kesal dan juga sedih. Malang bagi kedua wanita sebelumnya. Roh mereka tidak bisa ia selamatkan. Dibalik cadar yang menutupi wajahnya Sari menangis.
Ia merasa kalah melawan lelembut nakal. Dejavu itu yang Sari rasakan. Kesedihan karena gagal menyelamatkan manusia dengan caranya sendiri.
Sari berdiri diatas atap rumah salah satu warga bersama keempat penjaganya. Angin dingin malam yang membalut tubuhnya tak dihiraukan.
Ia mendengarkan tangis pilu dari rumah Anita, disusul dari rumah yang berseberangan dengan rumah Anita. Sari gagal menyelamatkannya, Anita dan gadis itu meninggal sesaat setelah lelembut pencuri sukma mati.
Sambil menahan rasa sakit dipergelangan tangannya, Sari beranjak pergi diantar keempat penjaganya. Rasa sakit yang ia rasakan tidak sesakit hatinya yang gagal dalam misinya kali ini.
Aku nggak akan berhenti, sampai kapanpun aku akan memburu para lelembut pengganggu manusia!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
Rose Angel
Sekuel Sari yg ke2 judul nya apa ya Min...
2024-05-14
1
bayu anggara
oh ternyata kamu wanita bercadar yg membantu mikaila di jawa timur. aku tau sekarang
2023-06-25
0
estycatwoman
Yeey mb sari its back 😍 ,tpi knpa gk pingn pny ank setidknya klo doni wafat duluan & itu psti dia gk kesepian 😉
Lnjut thor 😘
2022-07-04
2