Munculnya Lelembut Penggoda

Disaat yang sama dilain tempat,

Sepeninggal Aji, Septi hanya termangu di depan kaca rias. Menatap dirinya dengan mata basah. Septi sebenarnya menyadari bahwa apa yang ia lakukan salah tapi entah mengapa setiap melihat wajah Aji ia merasa kesal. Hatinya dipenuhi kebencian pada Aji sang suami.

Apa pun yang dilakukan Aji selalu salah Dimata Septi. 

"Mas Aji … kenapa aku kangen dia, setiap kali lihat dia aku pasti marah giliran mas Aji pergi aku beneran kehilangan dia,"

Septi bergumam sendiri, menyesali keegoisan dirinya. Sesuatu menutup hati dan pikirannya, menggantikan cinta dengan kebencian.

Malam itu Septi gelisah, pikirannya tertuju pada suaminya Aji. Berkali kali ia mengganti posisi, entah mengapa ia yakin Aji sedang dalam masalah.

"Mas Aji …," gumamnya getir.

Ia melihat jam, sudah lewat tengah malam dan Aji belum kembali.

"Apa mas Aji beneran nggak pulang malam ini?"

Malam itu hujan turun cukup deras, sesekali suara petir terdengar menggema dilangit malam. Seolah menasbihkan kekuatanNya yang Maha Dahsyat. 

Septi gemetar, ia ketakutan. Berkali kali ponsel Aji dihubungi tapi nihil tak ada jawaban.

"Mas Aji benar-benar kelewatan, kemana sih dia!"

Kecurigaan kembali menyergapnya, baru saja ia melangkahkan kaki keluar dari kamar lampu padam. Jantung Septi seolah berhenti seketika, ia sangat takut gelap.

"Mas Aji dimana …," tangisnya pecah, ia menyesali setiap perkataan yang ia lontarkan pada Aji sebelumnya.

Minimnya cahaya membuat Septi berjalan perlahan dan meraba-raba. Kilatan cahaya sesekali terlihat mengintip dari balik tirai. Septi berniat mencari lampu emergency atau lilin yang disimpan di laci lemari di ruang tengah.

Tiba-tiba saja ruangan sedikit terang, Septi terkejut dan berjingkat ke belakang.

"Astaghfirullah!!"

Manik matanya menangkap cahaya kecil yang menari nari di depannya.

 "Sayang …," Septi tidak bisa melihat dengan jelas sosok dibelakang cahaya itu.

"Mas Aji?!"

Sosok itu tidak menjawab, yang Septi lihat hanya cahaya yang berasal dari lilin itu semakin mendekatinya.

"Mas Aji kapan pulang kok aku nggak denger suara mobilnya?" tanya Septi berusaha menajamkan indera penglihatannya.

"Sep, dingin!" Suara itu kembali terdengar ditelinga Septi.

Tapi kali ini suara itu terdengar mengundangnya, memancingnya untuk menggeliat dalam dekapan sosok yang ia kenali sebagai Aji.

"Maafin aku ya Sep, aku sayang kamu," bisik sosok dalam gelap itu membuat seluruh bulu Septi meremang.

Septi merasakan sensasi geli dari hembusan nafas pemilik suara bariton itu. Lilin yang menyala diletakkan di sisi lain meja membuat bayangan hitam jatuh menimpa sosok yang kini tengah memeluknya erat.

"Mas kok dingin banget, kehujanan ya tadi?"

Pertanyaan Septi tidak dijawab, tangannya ditarik kasar untuk masuk ke dalam kamar. Dan tanpa basa basi sosok hitam dalam gelap itu menindih dan menghujani Septi dengan cumbuan tanpa jeda. Membuat Septi resah dan meracau kenikmatan.

"Mas …," suara Septi serak mencoba menahan sentuhan Aji yang kian membuatnya panas.

Kembali sosok itu tak menjawab tapi membalasnya dengan kecupan dan sentuhan liar yang membimbing Septi pada puncak kenikmatan yang luar biasa. Baru kali ini ia merasakan Aji begitu berbeda. 

Septi merasakan tubuh suaminya sedikit berbeda lebih kekar dan harum. Septi hafal aroma tubuh suaminya, dan malam itu Aji memakai parfum lain. Wewangian khas para lelembut nakal penggoda.

Malam itu adalah waktu naas bagi keduanya. Pasangan suami istri yang masing-masing digoda oleh jin nakal, yang berusaha menghasut dan menghancurkan ikatan suci keduanya.

...----------------...

Sari dan Doni sedang duduk santai di halaman rumah nan asri milik mereka. 

"Beb, yang mau pasang gypsum di ruang perpustakaan belum datang ya?" tanya Sari sambil mengambil cangkir tehnya.

"Hhm, harusnya sih kemarin tapi kok belum datang sama kasih kabar juga," 

"Lagi sibuk mungkin," kata Sari menenangkan suaminya.

Terlihat sebuah mobil berwarna silver memasuki halaman, membuat Doni mengalihkan perhatiannya.

"Nah itu orangnya datang!" ujar Doni setelah memastikan siapa yang datang.

Sari yang masih mengatur pot bunga Krisan di depannya tidak mengindahkan pria yang datang mendekat.

"Siang mas Doni," sapa pria itu dengan ramah.

"Siang mas Aji, baru aja istri saya nanya eh udah datang aja nih … silahkan duduk, mau minum apa kopi atau teh?"

"Kopi aja deh, saya butuh kafein buat nyegerin pikiran," jawab Aji dengan menarik senyum simpul.

"Sar, ini Aji orang yang mau design and pasang gypsum di perpustakaan kita,"

Sari menoleh dan langsung tercekat melihat ke arah Aji. 

Dia …,

Untuk sesaat Sari terdiam dan menatap tajam pada Aji. Tatapan Sari itu membuat Aji kikuk. 

"Apa ada yang salah sama saya?"

Sari masih diam dan menatap tajam kearah wanita cantik yang seolah menempel di tubuh Aji. Wanita dengan tubuh setengah manusia dan setengah ular. Ekornya membelit tubuh Aji, sesekali lidah bercabangnya keluar dan menjilat telinga Aji.

Sari ngeri membayangkan yang terjadi semalam. Ternyata lelaki yang ia lihat semalam adalah Aji.

"Selamat datang di rumah saya mas Aji," sapa Sari dingin.

Matanya terus menatap ke arah siluman ular itu. Makhluk itu seolah menantang Sari untuk menangkapnya, dengan seringai menakutkan ia bergerak meliuk ke kanan mengitari Aji.

"Apa mas Aji merasa berat?" tanya Sari yang membuat Doni menatapnya heran.

"Maksud mbak Sari gimana? Kepala saya berat memang mungkin karena banyak pikiran."

"Nee, je hoofd is zwaar omdat de demon in je lichaam zit!"

(Bukan, kepalamu berat karena siluman itu ada di dalam tubuhmu!)

Doni spontan berdiri, menatap Aji dan membuka mata batinnya. Ia melihat hal yang sama dengan Sari.

"Astaghfirullah mas Aji …," seru Doni sambil menggelengkan kepala.

Siluman nekat, berani unjuk diri dihadapan ku! Awas saja kalau kamu mencoba lari, no trespassing here!

Terpopuler

Comments

buk e irul

buk e irul

iki jeneng e ulo golek sundok 🤣

2022-06-30

0

Bintang kejora

Bintang kejora

Alhamdulillah, akhirnya Sari & Doni lgsg bertemu dg Aji. Mrk melihat sendiri bgmn sosok kasat mata itu membelit tubuh Aji.
Ayo Sari, cari tau kebenarannya.

2022-06-23

1

winda hikari

winda hikari

mirip nyi blorong jare mbahku😂😂😂

2022-06-20

1

lihat semua
Episodes
1 Gerimis yang Mengundang
2 Hantu Tanpa Kepala
3 Kesabaran Doni
4 Hari yang menguras keringat.
5 Awal Hidup Baru
6 Super Blood Moon
7 Firasat dari Mimpi
8 Kemunculan Hantu Tengil
9 Lelembut Pencuri Sukma
10 Menyergap Lelembut Nakal
11 Roh yang Tak Terselamatkan
12 Kecurigaan Sang Suami
13 Hasrat Terpendam
14 Munculnya Lelembut Penggoda
15 Siluman Ular yang Jatuh Cinta
16 Akhir Cinta Siluman Ular
17 Rumah yang Menghilang
18 Lelembut Berbulu Hitam
19 Pembersihan Rumah
20 Pemuda dalam Ramalan
21 Kidung Pemanggil Roh
22 Tamu tak Diundang
23 Menjadi Official Team
24 Kunjungan ke Pakualaman
25 Garis Takdir
26 Pesta Penyambutan 1
27 Pesta Penyambutan 2
28 Energi yang Mengancam
29 Rasa Penasaran
30 Menyelidiki Hargo Baratan 1
31 Mengunjungi Gia
32 Pertemuan Tak Terduga
33 Hadiah Kecil untuk Giandra
34 Hari Pertandingan
35 Tawaran Menggiurkan
36 Pertarungan Menegangkan 1
37 Pertarungan Menegangkan 2
38 Hari yang Melelahkan
39 Anna Van de Groot
40 Anna Kabur
41 Menemukan Anna
42 Perjanjian yang sia - sia
43 Lawan Baru atau Kawan
44 Kakek Wisesa
45 Sebuah Petunjuk
46 Teror yang Meresahkan
47 Menghadang Balak
48 Teluh yang Merepotkan!
49 Pak RT Sakit?
50 Kiriman lagi?
51 Tamu tak Diundang
52 Pengantar Pesan 1
53 Akhir dari Pengantar Pesan
54 Collateral Damage
55 Untung Dobel
56 Mbah Wito
57 Memori yang Terpendam
58 Cantik yang Mematikan
59 Mika yang Ceroboh
60 Rencana untuk Saka
61 Rencana sang Kesatria
62 Rencana sang Ksatria 2
63 Antara Rindu dan Ilusi
64 Dimensi Cermin
65 Bersyukur Memilikimu
66 Bisikan Gaib
67 Sesekali Gratis
68 Munculnya Pilar Kegelapan
69 Kontak Pertama Sari vs Maroz
70 Gelang Iblis
71 Ular versus Ular?
72 Mission completed
73 Mata dalam Gelap
74 Bangkitnya Kegelapan
75 Macet yang Bikin Seram
76 Antara Mencari dan Kesiangan
77 Pak Hisyam
78 Air Mata Sang Ayah
79 Menguak Misteri 1
80 Menemukan Shinta
81 Pagi yang Menggemparkan
82 Bantuan Kecil Pak Agus
83 Tantangan untuk Doni
84 Hitam Versus Putih
85 Mika Sang Penjaga
86 Peperangan Besar
87 Mustika Penyihir
88 Bayu dan Kakek Wisesa
89 Sepupu dari Holland
90 Pembawa Pesan 2
91 Pedang Sihir
92 Seseorang di Celah Kecil
93 Kembali ke Semarang
94 Pertemuan di Pakualaman
95 Negosiasi
96 Kedatangan Mika
97 Debut Berburu Mika
98 Burong Tujoh
99 Dukun hitam yang tampan
100 Trik Jitu Sari
101 Mika Penasaran
102 Perang Besar??
103 Janji Palsu Iblis
104 Rencana dan Strategi
105 Serangan Pertama
106 Waktunya Berkenalan
107 Menjajal Kemampuan
108 Percobaan
109 Teror berlanjut
110 Obrolan Pagi
111 Masuk dalam Jebakan
112 Kopi Darat
113 Pertarungan Perdana
114 Kedatangan Airlangga
115 Pertarungan Dahsyat Sepanjang Masa
116 Pandji dan Mustika Penyihir
117 Kembali ke Masa Lalu
118 Sari vs Airlangga
119 Diambang Batas Kematian
120 Akhir yang Bahagia
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Gerimis yang Mengundang
2
Hantu Tanpa Kepala
3
Kesabaran Doni
4
Hari yang menguras keringat.
5
Awal Hidup Baru
6
Super Blood Moon
7
Firasat dari Mimpi
8
Kemunculan Hantu Tengil
9
Lelembut Pencuri Sukma
10
Menyergap Lelembut Nakal
11
Roh yang Tak Terselamatkan
12
Kecurigaan Sang Suami
13
Hasrat Terpendam
14
Munculnya Lelembut Penggoda
15
Siluman Ular yang Jatuh Cinta
16
Akhir Cinta Siluman Ular
17
Rumah yang Menghilang
18
Lelembut Berbulu Hitam
19
Pembersihan Rumah
20
Pemuda dalam Ramalan
21
Kidung Pemanggil Roh
22
Tamu tak Diundang
23
Menjadi Official Team
24
Kunjungan ke Pakualaman
25
Garis Takdir
26
Pesta Penyambutan 1
27
Pesta Penyambutan 2
28
Energi yang Mengancam
29
Rasa Penasaran
30
Menyelidiki Hargo Baratan 1
31
Mengunjungi Gia
32
Pertemuan Tak Terduga
33
Hadiah Kecil untuk Giandra
34
Hari Pertandingan
35
Tawaran Menggiurkan
36
Pertarungan Menegangkan 1
37
Pertarungan Menegangkan 2
38
Hari yang Melelahkan
39
Anna Van de Groot
40
Anna Kabur
41
Menemukan Anna
42
Perjanjian yang sia - sia
43
Lawan Baru atau Kawan
44
Kakek Wisesa
45
Sebuah Petunjuk
46
Teror yang Meresahkan
47
Menghadang Balak
48
Teluh yang Merepotkan!
49
Pak RT Sakit?
50
Kiriman lagi?
51
Tamu tak Diundang
52
Pengantar Pesan 1
53
Akhir dari Pengantar Pesan
54
Collateral Damage
55
Untung Dobel
56
Mbah Wito
57
Memori yang Terpendam
58
Cantik yang Mematikan
59
Mika yang Ceroboh
60
Rencana untuk Saka
61
Rencana sang Kesatria
62
Rencana sang Ksatria 2
63
Antara Rindu dan Ilusi
64
Dimensi Cermin
65
Bersyukur Memilikimu
66
Bisikan Gaib
67
Sesekali Gratis
68
Munculnya Pilar Kegelapan
69
Kontak Pertama Sari vs Maroz
70
Gelang Iblis
71
Ular versus Ular?
72
Mission completed
73
Mata dalam Gelap
74
Bangkitnya Kegelapan
75
Macet yang Bikin Seram
76
Antara Mencari dan Kesiangan
77
Pak Hisyam
78
Air Mata Sang Ayah
79
Menguak Misteri 1
80
Menemukan Shinta
81
Pagi yang Menggemparkan
82
Bantuan Kecil Pak Agus
83
Tantangan untuk Doni
84
Hitam Versus Putih
85
Mika Sang Penjaga
86
Peperangan Besar
87
Mustika Penyihir
88
Bayu dan Kakek Wisesa
89
Sepupu dari Holland
90
Pembawa Pesan 2
91
Pedang Sihir
92
Seseorang di Celah Kecil
93
Kembali ke Semarang
94
Pertemuan di Pakualaman
95
Negosiasi
96
Kedatangan Mika
97
Debut Berburu Mika
98
Burong Tujoh
99
Dukun hitam yang tampan
100
Trik Jitu Sari
101
Mika Penasaran
102
Perang Besar??
103
Janji Palsu Iblis
104
Rencana dan Strategi
105
Serangan Pertama
106
Waktunya Berkenalan
107
Menjajal Kemampuan
108
Percobaan
109
Teror berlanjut
110
Obrolan Pagi
111
Masuk dalam Jebakan
112
Kopi Darat
113
Pertarungan Perdana
114
Kedatangan Airlangga
115
Pertarungan Dahsyat Sepanjang Masa
116
Pandji dan Mustika Penyihir
117
Kembali ke Masa Lalu
118
Sari vs Airlangga
119
Diambang Batas Kematian
120
Akhir yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!