Lelembut Pencuri Sukma

Pagi itu di dapur rumah Sari terjadi keributan. Mbak Pur datang dengan tergopoh-gopoh membawa tas belanjaan yang penuh bahan makanan. Ia tampak antusias bercerita tentang kejadian yang menimpa Anita, salah satu warga di kompleks rumah sebelah.

"Sri, kamu dah denger gosip belum?" tanyanya pada mbak Asri yang sedang asyik mengupas bawang.

"Denger apa bu lek?"

"Itu, katanya mbak Anita istrinya mas Zul kena sawan!" jawabnya dengan mata mendelik saking menghayati gosip yang ia dengar.

"Eh sawan? Sawan opo to bu lek?"

"Katanya dia itu abis disablek setan! Sampe sekarang belum sadar Sri, jek koyok wong linglung stres ngono kui! Mesakno mas Zul lho mana manten anyar sisan mereka."

"Siapa yang manten anyar mbak?" Sari yang mendengar suara mbak Pur dari dalam kamarnya penasaran dengan cerita hantu yang menganggu itu.

"Mas Zul sama mbak Anita, mbak?"

"Mas Zul yang kerja jadi tentara bukan?" tanya Sari sambil mengambil koran pagi yang tergeletak di meja.

"Nggih mbak,"

"Istrinya kenapa?" tanya Sari penuh selidik 

"Kena sawan mbak, mesakne tenan. Katanya kemarin kesablek setan!" Mbak Pur bercerita dengan sangat bersemangat seperti layaknya pembawa acara lambe turah.

Sari tersenyum miring, mbak Asri menyodorkan jus buatannya pada Sari paduan dari sawi hijau, lemon, dan nanas dengan sedikit madu.

"Mbak Anita? Kena sawannya gimana?"

"Nganu mbak, koyok orang stres linglung gitu. Mas Zainal sampe bingung."

Sari meminum jusnya sambil mendengarkan mbak Pur bicara. 

"Katanya lagi rame mbak di kompleks sebelah. Selain mbak Anita ada lagi yang lain dan dua-duanya perempuan mbak!"

Sari menatap mbak Pur dengan wajah serius. "Perempuan?"

"Iya, masih muda semua lagi mbak!" jawab mbak Pur.

Sari melipat koran yang sama sekali tidak dibacanya. Cerita mbak Pur lebih menarik ketimbang berita di koran pagi itu.

"Mbak, bisa anter saya ke rumah mbak Anita siang ini! Oya siapin buah-buahan sama kue ya buat oleh-oleh mas Zul," perintah Sari seraya berjalan kembali ke kamar.

"Siap mbak!"

Mbak Pur bergegas menyiapkan semuanya sesuai perintah Sari. Belasan tahun bekerja ia sudah paham jika majikannya itu memiliki kemampuan luar biasa untuk bisa menyembuhkan penyakit gaib seperti yang dialami Anita.

"Mbak perlu bunga juga nggak?" tanya Mbak pur saat akan pergi ke pasar.

"Nggak perlu!"

Sari masuk ke kamar menemui Doni yang masih terlelap. "Beb, udah pagi! Meeting jam berapa sama divisi lain?"

"Eehm, nanti jam sebelasan … aku siangan kok berangkatnya," jawab Doni dengan malas dan masih memejamkan mata.

"Ooh, oke … ehm, aku mau ke rumah mas Zul kamu kenal dia kan? Tetangga kompleks kita?"

"Kenapa kesana?"

"Anita, sepertinya dia butuh bantuan aku."

Doni membuka matanya dan berbalik menghadap Sari, "Demon?"

Sari mengangguk, lalu menceritakan pada Doni berita yang cukup menghebohkan warga. Sari berniat mengunjungi Anita dan melihat apa yang terjadi. Juga korban lainnya, karena dugaan Sari ini pasti ulah salah satu lelembut nakal yang lepas dari pengawasannya.

"Jadi malam nanti kamu mau berburu lagi?"

Sari mengangguk, "Iya, mau ikut? Its fun beb!"

Doni mengeleng dan tertawa. Ia memeluk tubuh ramping istrinya yang cantik.

"Hati-hati ya no scratch, no bite, and no blood!"

"Wah, gimana bisa gitu! Masa berantem nggak luka!" protes Sari mengurai rengkuhan Doni.

"Saya nggak mau liat kamu kesakitan. So do it or never?!" 

"Kamu kan tahu aku bisa apa? Aku janji balik tanpa luka!"

Doni tersenyum dan memberikan ijin pada Sari untuk membantu Anita. Meski Sari wanita yang mandiri dan memiliki kemampuan luar biasa, ia tetap menghormati Doni sebagai imam baginya. Jika Doni tidak mengijinkan Sari mengejar hantu tertentu Sari tidak akan melakukannya meskipun sangat ingin.

Biasanya dia mengutus Bimasena dan yang lainnya untuk mengurus hantu nakal yang mengganggu. Dan memantaunya dari jauh. Doni tidak ingin kehilangan Sari meski Sari adalah immortal ia tetap saja memperlakukan Sari seperti manusia biasa. A perfect husband.

...----------------...

Siangnya Sari ditemani mbak Pur dan Mbak Asri mengunjungi kediaman mas Zul. Rumah itu tampak sepi.

"Apa orangnya pergi mbak?" tanya Sari pada mbak Pur.

"Nggak mbak, ada kok. Coba saya ketuk dulu."

Mbak Pur mengetuk pintu dan memanggil nama mas Zul. Setelah menunggu beberapa menit seorang wanita paruh baya dengan wajah ramah menyambut kedatangan Sari dan kedua asistennya.

Sari melihat jejak energi dengan aura gelap disekitar rumah Anita. Jejak itu tampak jelas terlihat diruangan tamu dan merembes dari salah satu kamar.

Mbak pur menjelaskan maksud kedatangan Sari pada wanita paruh baya yang merupakan ibunda Anita. Perempuan yang masih terlihat cantik itu menatap Sari dengan sendu.

"Saya boleh melihat kondisi mbak Anita Bu?" 

Wanita tua itu mengangguk, "Sebelah sini kamarnya mbak Sari."

Ibunda Anita mengantarkan Sari ke kamar dengan rembesan energi hitam. Sari menarik senyum di bibirnya.

Anita duduk dengan memeluk kedua kakinya, rambutnya kusut dan wajahnya pucat tak bernyawa. Matanya kosong dan terus menggoyang kan tubuhnya. Sari miris melihatnya.

"Bisa tinggalkan saya sebentar Bu?"

Ibunda Anita mengangguk lalu keluar dari kamar. Sari mendekati Anita. Dengan perlahan ia menyentuh bahunya.

"Mbak Nita …,"

Salah satu sukmanya telah hilang, pantas aja Anita begini! 

"Mbak Nita bisa dengar saya?" tanya Sari lembut.

Wanita muda yang disapanya itu hanya menoleh sejenak lalu kembali menatap kosong.

Aku harus menemukan iblis itu nanti malam, dia bisa mati jika terlambat!

Sari keluar kamar, setelah berbasa basi sejenak Sari berpamitan. Ia menuju rumah kedua yang berseberangan dengan rumah Anita. Anak gadis mereka yang baru berumur 20 tahun juga mengalami hal serupa.

Sari kembali mendeteksi lelembut nakal yang telah mencuri Sukma kedua wanita itu. Keduanya bergejala sama, sukmanya dicuri atau lebih tepatnya akan dijadikan santapan iblis.

Sepertinya lelembut pencuri roh, dia butuh tujuh roh untuk menyempurnakan dirinya … artinya masih ada lima korban lagi!

Malam ini aku kan membuat perhitungan dengannya!

Terpopuler

Comments

Andbie

Andbie

lah ono 7 tah tak pikir 8 (sedulur getih tan ora keruwat)

2022-07-07

3

buk e irul

buk e irul

ojo" gelem ngutil duek juga iku hehehe

2022-06-22

1

Bintang kejora

Bintang kejora

Aseeek jg ya Sari, jd pemburu hantu 🤭🤭🤭..



🍶dl Thor, yar awet sehatnya ky Sari yg awet muda 😂😂..
Ttp semangat Thor 💪🏻💪🏻..

2022-06-14

2

lihat semua
Episodes
1 Gerimis yang Mengundang
2 Hantu Tanpa Kepala
3 Kesabaran Doni
4 Hari yang menguras keringat.
5 Awal Hidup Baru
6 Super Blood Moon
7 Firasat dari Mimpi
8 Kemunculan Hantu Tengil
9 Lelembut Pencuri Sukma
10 Menyergap Lelembut Nakal
11 Roh yang Tak Terselamatkan
12 Kecurigaan Sang Suami
13 Hasrat Terpendam
14 Munculnya Lelembut Penggoda
15 Siluman Ular yang Jatuh Cinta
16 Akhir Cinta Siluman Ular
17 Rumah yang Menghilang
18 Lelembut Berbulu Hitam
19 Pembersihan Rumah
20 Pemuda dalam Ramalan
21 Kidung Pemanggil Roh
22 Tamu tak Diundang
23 Menjadi Official Team
24 Kunjungan ke Pakualaman
25 Garis Takdir
26 Pesta Penyambutan 1
27 Pesta Penyambutan 2
28 Energi yang Mengancam
29 Rasa Penasaran
30 Menyelidiki Hargo Baratan 1
31 Mengunjungi Gia
32 Pertemuan Tak Terduga
33 Hadiah Kecil untuk Giandra
34 Hari Pertandingan
35 Tawaran Menggiurkan
36 Pertarungan Menegangkan 1
37 Pertarungan Menegangkan 2
38 Hari yang Melelahkan
39 Anna Van de Groot
40 Anna Kabur
41 Menemukan Anna
42 Perjanjian yang sia - sia
43 Lawan Baru atau Kawan
44 Kakek Wisesa
45 Sebuah Petunjuk
46 Teror yang Meresahkan
47 Menghadang Balak
48 Teluh yang Merepotkan!
49 Pak RT Sakit?
50 Kiriman lagi?
51 Tamu tak Diundang
52 Pengantar Pesan 1
53 Akhir dari Pengantar Pesan
54 Collateral Damage
55 Untung Dobel
56 Mbah Wito
57 Memori yang Terpendam
58 Cantik yang Mematikan
59 Mika yang Ceroboh
60 Rencana untuk Saka
61 Rencana sang Kesatria
62 Rencana sang Ksatria 2
63 Antara Rindu dan Ilusi
64 Dimensi Cermin
65 Bersyukur Memilikimu
66 Bisikan Gaib
67 Sesekali Gratis
68 Munculnya Pilar Kegelapan
69 Kontak Pertama Sari vs Maroz
70 Gelang Iblis
71 Ular versus Ular?
72 Mission completed
73 Mata dalam Gelap
74 Bangkitnya Kegelapan
75 Macet yang Bikin Seram
76 Antara Mencari dan Kesiangan
77 Pak Hisyam
78 Air Mata Sang Ayah
79 Menguak Misteri 1
80 Menemukan Shinta
81 Pagi yang Menggemparkan
82 Bantuan Kecil Pak Agus
83 Tantangan untuk Doni
84 Hitam Versus Putih
85 Mika Sang Penjaga
86 Peperangan Besar
87 Mustika Penyihir
88 Bayu dan Kakek Wisesa
89 Sepupu dari Holland
90 Pembawa Pesan 2
91 Pedang Sihir
92 Seseorang di Celah Kecil
93 Kembali ke Semarang
94 Pertemuan di Pakualaman
95 Negosiasi
96 Kedatangan Mika
97 Debut Berburu Mika
98 Burong Tujoh
99 Dukun hitam yang tampan
100 Trik Jitu Sari
101 Mika Penasaran
102 Perang Besar??
103 Janji Palsu Iblis
104 Rencana dan Strategi
105 Serangan Pertama
106 Waktunya Berkenalan
107 Menjajal Kemampuan
108 Percobaan
109 Teror berlanjut
110 Obrolan Pagi
111 Masuk dalam Jebakan
112 Kopi Darat
113 Pertarungan Perdana
114 Kedatangan Airlangga
115 Pertarungan Dahsyat Sepanjang Masa
116 Pandji dan Mustika Penyihir
117 Kembali ke Masa Lalu
118 Sari vs Airlangga
119 Diambang Batas Kematian
120 Akhir yang Bahagia
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Gerimis yang Mengundang
2
Hantu Tanpa Kepala
3
Kesabaran Doni
4
Hari yang menguras keringat.
5
Awal Hidup Baru
6
Super Blood Moon
7
Firasat dari Mimpi
8
Kemunculan Hantu Tengil
9
Lelembut Pencuri Sukma
10
Menyergap Lelembut Nakal
11
Roh yang Tak Terselamatkan
12
Kecurigaan Sang Suami
13
Hasrat Terpendam
14
Munculnya Lelembut Penggoda
15
Siluman Ular yang Jatuh Cinta
16
Akhir Cinta Siluman Ular
17
Rumah yang Menghilang
18
Lelembut Berbulu Hitam
19
Pembersihan Rumah
20
Pemuda dalam Ramalan
21
Kidung Pemanggil Roh
22
Tamu tak Diundang
23
Menjadi Official Team
24
Kunjungan ke Pakualaman
25
Garis Takdir
26
Pesta Penyambutan 1
27
Pesta Penyambutan 2
28
Energi yang Mengancam
29
Rasa Penasaran
30
Menyelidiki Hargo Baratan 1
31
Mengunjungi Gia
32
Pertemuan Tak Terduga
33
Hadiah Kecil untuk Giandra
34
Hari Pertandingan
35
Tawaran Menggiurkan
36
Pertarungan Menegangkan 1
37
Pertarungan Menegangkan 2
38
Hari yang Melelahkan
39
Anna Van de Groot
40
Anna Kabur
41
Menemukan Anna
42
Perjanjian yang sia - sia
43
Lawan Baru atau Kawan
44
Kakek Wisesa
45
Sebuah Petunjuk
46
Teror yang Meresahkan
47
Menghadang Balak
48
Teluh yang Merepotkan!
49
Pak RT Sakit?
50
Kiriman lagi?
51
Tamu tak Diundang
52
Pengantar Pesan 1
53
Akhir dari Pengantar Pesan
54
Collateral Damage
55
Untung Dobel
56
Mbah Wito
57
Memori yang Terpendam
58
Cantik yang Mematikan
59
Mika yang Ceroboh
60
Rencana untuk Saka
61
Rencana sang Kesatria
62
Rencana sang Ksatria 2
63
Antara Rindu dan Ilusi
64
Dimensi Cermin
65
Bersyukur Memilikimu
66
Bisikan Gaib
67
Sesekali Gratis
68
Munculnya Pilar Kegelapan
69
Kontak Pertama Sari vs Maroz
70
Gelang Iblis
71
Ular versus Ular?
72
Mission completed
73
Mata dalam Gelap
74
Bangkitnya Kegelapan
75
Macet yang Bikin Seram
76
Antara Mencari dan Kesiangan
77
Pak Hisyam
78
Air Mata Sang Ayah
79
Menguak Misteri 1
80
Menemukan Shinta
81
Pagi yang Menggemparkan
82
Bantuan Kecil Pak Agus
83
Tantangan untuk Doni
84
Hitam Versus Putih
85
Mika Sang Penjaga
86
Peperangan Besar
87
Mustika Penyihir
88
Bayu dan Kakek Wisesa
89
Sepupu dari Holland
90
Pembawa Pesan 2
91
Pedang Sihir
92
Seseorang di Celah Kecil
93
Kembali ke Semarang
94
Pertemuan di Pakualaman
95
Negosiasi
96
Kedatangan Mika
97
Debut Berburu Mika
98
Burong Tujoh
99
Dukun hitam yang tampan
100
Trik Jitu Sari
101
Mika Penasaran
102
Perang Besar??
103
Janji Palsu Iblis
104
Rencana dan Strategi
105
Serangan Pertama
106
Waktunya Berkenalan
107
Menjajal Kemampuan
108
Percobaan
109
Teror berlanjut
110
Obrolan Pagi
111
Masuk dalam Jebakan
112
Kopi Darat
113
Pertarungan Perdana
114
Kedatangan Airlangga
115
Pertarungan Dahsyat Sepanjang Masa
116
Pandji dan Mustika Penyihir
117
Kembali ke Masa Lalu
118
Sari vs Airlangga
119
Diambang Batas Kematian
120
Akhir yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!