Sari terhenyak, ia seketika mendekat ke arah televisi yang menyala dan membesarkan volumenya. Prediksi super blood moon terjadi bulan depan. Ia berpikir keras dan teringat sesuatu.
Sari dengan tergesa menuju rak di sebelah kiri mencari buku kuno yang beberapa bulan lalu pernah ia baca. Buku tentang ramalan terbukanya gerbang iblis. Waktu dimana dunia akan menjadi chaos dan manusia berada dalam ketakutan.
Mbak Asri yang bingung melihat majikannya hanya bisa memandang Sari mengikuti kemana langkah kaki Sari yang bergerak ke kanan dan kiri dengan jari yang masih memilah milah buku.
"Mbak Sari cari apa to? Kok tiba-tiba aja kayak orang bingung?" tanyanya dengan logat Jawa kental.
"Cari buku lah mbak, masak iya cari minuman dingin disini?" jawab Sari tanpa menoleh.
"Iya saya tahu mbak, tapi kok tau-tau kayak orang bingung gitu?"
"Hhhmm, mbak Asri bisa minta tolong nda?"
"Bisa dong … apaan mbak?"
"Bisaaa diem nggak! Mbak Asri keluar aja deh puyeng saya denger mbak ngoceh mulu!" gerutu Sari sambil membuka lembaran buku di tangannya.
"Walah, saya ganggu to? Iya deh kalo gitu saya keluar dulu mbak, kalau perlu saya tinggal telpon aja ya?!"
"Hmmm," Sari merespon ringan, matanya masih tertuju pada tulisan di buku.
Mbak Asri keluar dari ruangan dan membiarkan Sari sendiri. Sari masih belum menemukan buku yang ia cari.
"Bukan ini … mana ya, aku pernah baca tapi aku taruh dimana buku itu?" gumamnya sendiri.
Sari beralih ke meja kerjanya, satu persatu buku mantra dengan cover sedikit usang itu diturunkan ke bawah meja. Matanya berbinar ketika mendapati buku terakhir.
"Ini dia!"
Sari langsung membukanya, ia masih ingat lembaran yang menuliskan super blood moon. Dengan seksama ia membaca lembaran itu, lalu mengambil buku lain yang berhubungan.
Suara televisi terasa mengganggu konsentrasinya jadi Sari mematikannya dan beralih duduk di sofa dengan buku tua di tangannya.
Sari terus mencari informasi dalam buku kuno. Hingga tanpa terasa waktu telah beranjak malam. Matanya lelah dan panas, Sari pun terlelap tidur.
...----------------...
Sebuah lorong dimensi besar terbentuk di awan hitam. Seorang wanita tampak berada tak jauh dari lorong itu, berteriak dengan angkuhnya membuka portal sebagai pintu gerbang masuknya iblis.
Sari melihat dengan jelas kekacauan yang terjadi di dunia manusia. Suasana kota yang kacau, listrik padam, bangunan hancur, mayat - mayat bergelimpangan di jalanan, dan yang paling mengerikan gerombolan mayat hidup yang asyik menyantap daging merah manusia.
Sari bergidik melihatnya, "Dunia manusia hancur! Apa yang terjadi?!"
Debu beterbangan di sekeliling Sari saat portal waktu terbuka lebar. Dunia manusia seketika berubah menjadi ladang kematian, tandus, sepi, sunyi, hanya sesekali terdengar teriakan dan geraman hewan yang mengerikan.
Suara melolong bak serigala terdengar sesekali, suara yang menggidikkan bulu Roma. Sari melihat kengerian dimana mana, manusia menjadi wadah bagi para iblis yang datang melewati lorong waktu.
Angin kencang menerpa Sari diikuti bayangan makhluk bersayap lebar. Sari mendongak ke langit, "Airlangga?"
Dengan cepat Sari mengikuti kemana makhluk besar bersayap itu terbang. Jika tebakan Sari benar itu berarti pencariannya akhirnya membuahkan hasil.
Sari menjaga jarak agar tidak diketahui oleh makhluk itu, ia bisa melihat jelas makhluk mengerikan yang serupa Airlangga.
"Dia bukan Airlangga, tapi … siapa dia? Wajah Airlangga nggak gitu amat deh, dia … mirip serigala?"
Sari memperhatikan makhluk dengan ekor panjang, bertanduk mirip kambing dengan lima cakar tajam menghiasi kuku tangannya. Moncongnya yang bergigi tajam itu melolong panjang. Sari terkesiap.
"Dimana ini? Apa ini kiamat, makhluk apa itu?"
Suara lolongan dari makhluk itu mengekspresikan kemarahannya. Sari tidak tahu siapa yang sedang berhadapan dengan iblis mengerikan itu. Semuanya tertutup debu pasir dan Sari mulai kesulitan melihat.
"Siapa mereka? Aku nggak bisa melihat, sial!"
...----------------...
Doni datang tepat pukul sembilan malam. Ia segera mencari keberadaan Sari. Doni tidak menemukan Sari di kamar, ia lalu menuju ruang kerja. Benar saja Sari disana dan sedang terlelap tidur dengan buku tua yang tertutup di dadanya.
Doni tersenyum menatap wajah Sari, istrinya yang tidak pernah berubah sedikitpun sejak pertama kali mereka menikah. Wanita cantik indo Belanda dengan mata coklat dan rambut hitam sebahunya itu tetap tidak menunjukkan tanda-tanda menua sedikitpun.
"Kamu cantik banget Sar, betapa beruntungnya aku ini dapet istri awet muda begini," ujarnya seraya mengusap rambut Sari lembut.
"Cuman sayang, aku yang jadi nggak pede punya istri cantik. Mana aku tambah tua begini, keriput mulai muncul dimana-mana." sambung Doni.
"Tapi aku tetap sayang kamu Don, apapun rupa kamu besok. Aku tetap mencintai kamu." Sari membuka matanya, rupanya ia mendengar gerutuan Doni.
"Eh kamu udah bangun?"
"Hmm, aku lapar." Sari menjawab dan merubah posisinya.
"Makan yuk, apa mau dimakan?" goda Doni.
"Iish kamu nih, masih kurang?"
"Masihlah … kamu bikin aku selalu pengen pulang ke rumah, nggak tahan jauh-jauh!"
"Hmmm, gombal!"
Doni mendekatkan wajahnya ke arah Sari, dan memberinya ciuman lembut di bibirnya yang menggemaskan. Melepaskan kerinduannya setelah seharian bekerja.
"I love you," bisiknya lembut ditelinga Sari.
Sari tersenyum, "Don, aku lihat sesuatu."
"Sesuatu? Maksud kamu visi?"
"Iya, sepertinya begitu. Airlangga, ada petunjuk ke arah dia tapi … aku masih nggak yakin."
"Nggak yakin gimana maksud kamu?"
Sari bingung harus bicara darimana pada Doni. Super blood moon bisa jadi petunjuk awal ditemukannya Airlangga. Tapi ia juga masih tidak mengetahui dengan jelas siapa wanita yang membuka portal dimensi dan siapa juga iblis bersayap itu.
Satu hal yang pasti, ada peristiwa luar biasa yang sedang mengancam umat manusia. Dan Sari merasa terpanggil untuk membantu dengan caranya sendiri.
Jika iblis yang aku lihat itu perwujudan lain Airlangga, aku tidak akan segan menghabisinya!!
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...hai selamat pagi semuanya.......
...selamat datang di karya terbaru saya🥰🥰...
...karya ini saya ikut sertakan di lomba novel horor jadi mohon dukungannya yaaa🙏🙏...
...berikan rate, like juga komen teman2 ...yang banyak deh klo perlu🤭ngarep......
...jgn lupa vote nya yaa biar mbak Sari tetep eksis masuk dijajaran novel lomba lainnya......
untuk teman2 baru mungkin bingung dengan nama mas Pandji dan Mikaila yaa...mereka ada di novel
... kak Al Orchida ...
... SATRIO PAMUNGKAS ...
kami berdua mulai berkolaborasi di dua novel
#Balada Cinta Sang Penari
#Rhapsody Cinta Selia
insyaallah saya hadirkan dalam Srikandi Tanah Pasundan...semoga mood lancar n sehat sayanya🤭😁
doain aja kompas mas Pandji nda rusak yaa jd bisa ketemu sama Sari lagi🤭🤭
...terimakasih semuanya, have a nice day, n jaga kesehatan yaaa......
...cium jauh dari saya😘😘...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
Sri Bayoe
😘😘😘😘😘
2023-02-13
0
Andbie
👍👍👍👍👍
2022-07-05
2
Nanda Ahsanul
wanita bercadar yg nolongin mika di SP itu Sari y ????
2022-07-03
3