...The Heaven Kingdom...
...👑...
“AAAARRRRGGHHHH DELIA SAHABAT SIALAN!! MATI SAJA KAU!!”
“Nona Anne ada apa? Kenapa nona berteriak”
Teguran Lela menyadarkan ku.
“Tidak apa Lela, aku hanyas sedang mengutuk sahabat ku”
Ketika menengok kesamping, mata ku tidak sengaja bertemu pandang dengan Alexander yang menatap ku tajam.
“Lela apa di kerajaan ini ada larangan mengumpat?”
Apa dia memplototi ku karena mendengarku mengumpat, lagi?
“Tidak ada larangan khusus nona, tapi rasanya tidak pantas saja jika seorang wanita kerajaan mengumpat”
Cicit Lela pelan.
“Yaa selama tidak dilarang, aku akan terus melakukan nya karena itu salah satu cara ku untuk mengungkap kan kekesalan”
Aku masih bisa merasakan tatapan tajam dari Alexander meski tidak melihat nya langsung, apa dia merasa terganggu dengan keberadaan ku disini.
Meskipun dia terganggu, aku tidak akan pergi karena aku ingin lebih lama bermenung disini.
Tidak terasa matahari sudah tenggelam dan hari sudah menggelap.
”Lela, kembali lah lebih dulu. Aku masih ingin disini”
Aku hanya takut jika Lela kelelahan berdiri dibelakang selama beberapa jam, meski mati-matian aku menyuruh nya untuk duduk bersama dia pasti menolak dengan seribu alasan. Padahal tidak masalah jika nona dan pelayan nya duduk bersama toh sesama manusia juga.
“Tidak masalah nona, hamba akan tetap menemani nona”
“Tidak, pulang lah lebih dulu. Nanti kau kelelahan berdiri disana”
Aku mendongak memandang langit yang sudah sepenuh nya gelap, apakah ada bintang malam Ini?
“Tidak apa nona, ini sudah tugas hamba”
Jawab nya lembut.
“Kalau kau masih mau menemani ku, duduklah disini atau dimanapun kau mau asalkan jangan berdiri terus”
Perintah ku tegas dan sudah kuduga Lela hanya akan menggeleng.
Perdebatan ku dengan Lela terinstrupsi dengan kedatangan pasangan romantis itu.
”Nona Weasly, hari sudah gelap. Mari ikut kami jamuan makan malam di istana”
Aurelia menyapa ku dengan anggun, tidak lupa Alexander yang masih setia disampinh nya.
“Terimakasih tawaran nya nona Ruby, tetapi aku rasa tidak perlu repot-repot aku masih ingin menghabiskan waktu disini”
Aku tersenyum tipis menolak nya.
“Bagaimana Yang Mulia Raja, nona Weasly tidak menolak ikut bersama kita”
Aku tidak melihat sedikitpun kearah Alexander karena entah kenapa aku tidak menyukai dia yang berdiri disamping Aurelia apalagi mereka sepasang kekasih.
Mungkin aku hanya terbawa perasaan karena dia beberapa kali sudah mencium ku.
”Biarkan saja”
Balasnya ketus melewati ku begitu saja.
“Baiklah, kalau begitu aku menyusul Yang Mulia Raja dulu. Selamat malam nona Weasly”
Aku mengangguk dan tersenyum tipis, melihat dia yang bergegas mengejar langkah Alexander.
Huh. Mulai sekarang aku haru menanamkan dalam pikiran ku kalau aku tidak boleh lagi menganggu ketenangan hubungan mereka.
Dan untuk masalah Emmett biar nanti jadi urusan belakangan.
“Lela ayo kembali, mood ku sudah rusak”
Aku berlalu, diikuti Lela yang bergumam tidak jelas dibelakang.
“Mood?”
.
.
“Ada perlu apa Emmett meminta ku ke istana?”
Malas sekali rasanya jika harus bertemu dengan si tua bangka itu, yaa meskipun dia sama sekali belum terlihat tua.
“Hamba tidak tahu nona, Tuan Emmett hanya memerintahkan nona Anne untuk segera menemui nya”
“Sebenarnya aku sangat malas Lela, tapi mau bagaimana lagi. Ayo bantu aku bersiap”
Aku memasuki ruangan Emmett, kali ini ruangan nya tidak terlalu gelap karena jendela dibiarkan terbuka sehingga sinar matahari bebas memasuki ruangan.
“Selamat Pagi Ayah\~\~”
Huh! Untung saja Lela sudah mengajari ku cara menyapa yang baik dan benar.
“Pagi, Roseanne”
Suara dingin nya menyapa, mata tajam itu meneliti penampilan ku dari jarak jauh.
Wah..hari ini aku bisa melihat wajah nya dengan jelas, rambut nya putih entah karena faktor usia atau memang begitu warna dasar nya.
Dan bola mata nya berwarna biru, mirip dengan bola mata Roseanne yang sebelah kanan. Lalu bola mata kiri berwarna cokelat terang ini dari mana asalnya?
Apa mungkin dari ibu nya?
“Penampilan mu sedikit lebih baik hari ini nona Weasly”
Sedikit katanya, bahkan ini sangat berbeda jauh dari style ku dan rasanya lebih pantas di kenakan oleh sekelas permaisuri ataupun Ratu.
Hanya anak perdana menteri rasanya sangat berlebihan memakai gaun seperti ini.
“Bukan kah ini yang ayah inginkan?”
Aku terpaksa memanggil nya ayah, demi keberlangsungan hidup ku hari ini.
“Tidak! Aku ingin lebih dari ini”
Aku hanya mengangguk pasrah, terserah mu pak tua.
“Baiklah, akan aku perbaiki kedepan nya ayah”
Aku menunduk sopan.
“Ah sampai lupa! Aku meminta mu kesini untuk beberapa hal”
Dia mengambil gulungan kertas dan memberikan nya padaku.
“Ada undangan kunjungan rutin ke kerajaan Starland, kau harus pergi”
Aku membaca tulisan dan dalam gulungan tersebut dan sesuai dengan apa yang diucapkan Emmett.
“Kenapa aku harus pergi?”
Aku menggulung kembali kertas itu dan menatap Emmett penasaran.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu selama aku tinggal bertugas, tapi seperti nya kau semakin bodoh”
Cerca nya dengan wajah datar.
“Tidak perlu banyak bertanya, datanglah kesana dan terus awasi Yang Mulia Raja dan Aurelia Ruby”
Apa Romeo dan Juliet itu ikut pergi? Lalu apa guna nya aku juga pergi.
Banyak yang ingin ku tanyakan, tapi melihat wajah tidak menyenangkan Emmett aku jadi tidak niat bertanya.
“Baiklah, aku akan pergi”
Apa yang bisa kulakukan selain mengikuti perintah nya, tentu saja tidak ada.
“Bagus, sekarang keluarlah!”
Dengan senang hati aku keluar dari ruangan neraka mu ini.
“Baik, selamat pagi Ayah\~\~”
Mulutku gatal karena harus memanggil nya ayah.
Setelah itu aku berlalu dan menemui Lela yang setia menunggu ku di depan ruangan Emmett.
Aku mengajak Lela kembali tetapi lagi-lagi aku bertemu dengan Aurelia Ruby dikoridor istana.
“Kita bertemu lagi nona Weasly”
Aku hany tersenyum tipis dan mengangguk, kali ini dia sendiri tidak ada Romeo nya di samping.
Aku lihat dia memindai penampilan ku mulai dari bawah sampai keatas.
”Wah…kau sudah kembali pada dirimu sendiri?”
Meksi dia bicara sambip tersenyum manis tapi aku tahu dia tengah menyindir ku yang berpenampilan berlebihan hari ini.
“Tentu saja, sejak dulu aku memang sudah menjadi diriku sendiri”
Jawab ku santai.
“Benarkah? Bukan karena ingin menarik perhatian seseorang…”
“Apa yang ingin kau bicarakan, aku malas berbasa-basi”
Berhubung hanya ada kami berdua, dia tidak perlu berpura-pura menyukai ku.
“Penampilan mu yang berlebihan ini sengaja kau lakukan untuk menarik perhatian Yang Mulia Raja bukan?”
Waah…wujud asli nya terlihat, nada bicara nya ketus dan tidak ada senyuman manis dibibirnya.
“Jadi ini wujud asli mu nona Ruby?”
Ucapan ku membuat nya membeku sesaat lalu menyeringai puas.
“Hanya ada kita berdua disini”
Baik, anggap saja para pelayan yang belakang kami tidak ada.
“Jadi aku tidak perlu repot-repot berpura-pura baik padamu..”
Dia menyeringai dengan tatapn sinis padaku.
“Aah begitu, aku paham. Dan ku katakan padamu, aku berpenampilan bagaimana pun tidak ada urusan nya dengan mu”
”Tentu saja ada! Kau ingin mengacaukn hubungan ku dengan Yang Mulia Raja!!”
Nada bicara nya meninggi, tampak nya dia sedikit emosi.
“Apapun yang aku lakukan tidak akan bisa mengacau hubungan kalian berdua, jika dia sangat mencintai mu. Bahkan ketika aku bertelan jang sekalipun di depan mata nya dia tidak akan tertarik kalau dia benar-benar mencintai mu nona Ruby”
Tapi maaf saja aku ragu, karena aku berpakaian lengkap pun dia tetap bertingkah mesum padaku. Apalagi jika telan jang…ugh membayangkan nya saja aku takut.
“Jadi nona Ruby tidak perlu merasa terganggu terhadap ku, yang penting itu pastikan saja kekasih mu itu sangat mencintai mu”
Aku tersenyum tipis dan berlalu meninggalkan dia yang masih membeku.
Hueheheeh
Aku bersorak senang melihat reaksi nya yang terdiam, dari yang aku lihat kalau dia ragu dengan perasaan kekasih nya sendiri.
“Eh!?”
Keberadaan seseorang dibalik tembok membuat ku tersentak.
“Alexander?”
SEJAK KAPAN DIA BERADA DISITU??
...👑👑👑...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
itha Nurhayati 😎
lanjut Kaka 🥰🥰
2022-06-09
1