...The Heaven Kingdom...
Aku terdiam di tempat, tidak berani untuk beranjak. Mata ku masih terpaku pada pria yang bermata tajam itu ditambah hawa diruangan disini membuat ku sangat tidak nyaman.
“Apa aku perlu menyuruh pengawal untuk menyeretmu mendekat, Nona Weasly?!”
Dia bertanya sarkas, membuatku tambah panas dingin. Dengan langkah pelan aku mendekat ketengah-tengah diantara barisan orang itu.
Aku bisa merasakan banyak tatapan tajam yang mengikuti langkah ku, kalau tatapan itu benar-benar anak panah seperti nya badan ku sudah hancur lebur.
Seorang wanita keluar dari balik tirai putih yang berjarak tidak jauh dari tempat pria itu berdiri, wah dia cantik sekali.
“Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heaven land\~”
Wanita itu menekuk lutut nya dan menunduk kan sedikit kepala nya lalu menarik kedua sisi kanan dan kiri gaun merah muda nya, uh sedang apa dia? Memberi hormat pada pria itu?
“Izinkan aku menegur nona Weasly Yang Mulia”
Wah suara nya terdengar lembut sesuai dengan wajah nya yang cantik.
Pria itu mengangguk seolah memberi izin. Lalu wanita itu menatap kearah ku.
“Lama tidak sadarkan diri membuat nona Weasly lupa cara memberi salam hormat pada Yang Mulia Raja ya?”
Dia bicara padaku? Wahh senang sekali rasanya kalau diajak bicara oleh orang cantik.
Aku tersenyum bodoh, melupakan keadaan yang mencekam ini.
“Kenapa kau tersenyum nona Weasly?”
Tidak, aku hanya merasa lucu dengan pikiran ku yang membandingkan antara Roseanne Weasly dan dirimu nona. Tentu saja tubuh yang ku tempati ini jauh lebih cantik.
Aku hanya menggeleng menjawab pertanyaan nya.
“Sekarang silahkan beri salam hormat pada Yang Mulia Raja, nona Weasly”
Ucapan nya terdengar seperti perintah.
Beri salam hormat pada Yang Mulia Raja?
Apa maksud nya dan bagaimana cara nya.
Yah…berhubung aku tidak tau cara nya, jadi aku hanya diam mematung.
“Non—“
Baru saja wanita itu hendak menegur ku tetapi pria yang ku kira malaikat maut itu sudah lebih dulu memotong.
“Sudah! Biarkan saja, mungkin ingatan nona Weasly terganggu karena terlalu lama terendam di air”
Aku tidak mengerti dengan apa yang dia ucapkan dan aku juga tidak peduli.
”Baiklah…persidangan kita mulai!”
Perintah pria itu dan semua orang yang awal nya berdiri tegak sekarang kompak duduk bersimpuh dalam posisi tegap disambung dengan bunyi gong yang memekik kan telinga ku.
Kenapa semua duduk bersimpuh, apa aku juga harus duduk seperti itu. Tetapikan aku memakai gaun pasti sulit sekali untuk duduk, jadi ku putuskan saja untuk tetap berdiri.
Melihat aku yang tetap berdiri, mereka semua memandang ku tapi aku abaikan dan tetap memandang asal kedepan.
Lama hening sampai pria itu bersuara lagi.
”Sebutkan kesalahan nya!”
Seeorang pria dari barisan paling depan langsung berdiri, membuka gulungan kertas lalu membaca kan isi nya.
“Tersangka, nona Roseanne Weasly!”
Hah tersangaka? Aku?
“Perbuatan, dengan sengaja mendorong nona Aurelia Ruby ke danau beracun”
What???
“Hukuman, akan diputuskan di pengadilan saat ini”
“Sekian Yang Mulia Raja!”
Pria itu duduk kembali, mata ku mengikuti gerakan nya. Lalu menatap bingung kearah pria yang berdiri diatas sana.
Aku butuh penjelasan sekarang karena aku merasa tidak pernah melakukan kesalahan apa-apa dan aku juga baru sadar kemarin.
Tiba-tiba kepala ku berdenyut hebat, ada sekelebat bayangan kejadian yang sangat cepat sampai aku tidak tahu itu tadi apa.
Aku memejam kan mata kuat dan menekan pangkal hidung ku kuat, kenapa sakit sekali.
Jangan! Jangan sampai aku pingsan lagi, bertahan lah Lily. Aku tidak bisa membuat malu si pemilik tubuh ini.
“Apa hukuman yang pantas untuk nona Weasly?”
Suara dingin pria itu membuat kepala ku makin sakit saja.
“Mohon izin berbicara Yang Mulia”
Seorang pria tua berdiri dari duduk nya dan menunduk hormat.
”Setelah diperhitungkan, nona Weasly pantas mendapat hukuman cambuk Yang Mulia”
Wadefak! Apa-apaan!
“Berapa banyak?”
Tanya pria itu.
“Seribu cambukan Yang Mulia”
Yang benar saja, seribu kali? Bisa mati ditempat aku.
Pria itu tampak berpikir keras, menatap ku lekat yang tak bisa ku artikan apa maksudnya.
“Ada pilihan lain?”
Dia langsung mengalihkan pandangan nya setelah kedua mata kami bertemu tatap.
“Ada Yang Mulia, dikirim ke wilayah perbatasan untuk membantu rakyat yang kesulitan”
Jawab pria tua itu lagi.
“Baik, kirim dia ke wilayah perbatasan tanpa pengawalan dan pelayan pribadi”
“Tapi Yang Mulia…”
“Itu keputusan ku! Persidangan selesai”
“KEBERKAHAN PADA YANG MULIA RAJA DAN HEAVEN LAND!!”
Seru mereka serentak, membuat ku tersentak.
Setelah itu kembali gong yang memekak kan telinga berbunyi.
Pria itu turun dari singgasana nya, berjalan mendekat kearah ku yang masih diam mematung.
Begitu tubuh nya berpapasan disamping ku dia berbisik.
“Kau beruntung nona Weasly”
Bisikan nya sangat menggetarkan jiwa, bukan karena perasaan cinta tapi perasaan terancam.
Begitu punggung nya menghilang dari balik pintu, semua orang langsung ribut berbisik-bisik menggosipi ku.
Mereka terus memojok kan ku tanpa aku tahu apa yang sebenarnya terjadi, kenapa orang-orang ini terlihat sangat membenci ku.
Uh! Aku tidak tahan lagi, dengan langkah cepat aku menuju pintu. Aku harus keluar dari sini dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Sampai nya diluar, aku celingukan mencari keberadaan Lela. Apa dia meninggalkan ku, lalu bagaimana cara nya aku kembali ke kamar sedangkan aku tidak hafal tempat ini.
Tidak ingin berdiam diri ditempat itu, aku pun melangkah saja tak tentu arah. Biar kan saja aku tersesat biarkan juga Lela pusing mencari ku.
Sekarang yang terpenting, aku butuh ruang seorang diri untuk berpikir dan menyatukan semua potongan-potongan kemungkinan yang bersarang di otak ku.
Setelah jauh berjalan, aku menemukan tempat yang bisa dibilang seperti taman karena banyak bunga warna-warni serta tanaman hias lain nya.
Aku duduk di batang kayu yang dibentuk menyerupai kursi panjang, uh perfect sekali pemandangan yang menenangkan jiwa dan udara yang segar.
Aku butuh ini semua untuk berpikir jernih, jadi Ayo kita susun beberapa kemungkinan yang sudah aku kumpulkan.
Yang pertama, nama ku dan semua nama yang pernah aku dengar di dunia ini memang sama dengan nama-nama tokoh yang ada di novel The Heaven kingdms.
Yang kedua—-
Tidak ada, hanya itu saja kemungkinan yang aku pikirkan.
Aku melihat luka kecil diujung ibu jari ku, luka tusukan dari belati kecil itu meninggalkan bekas bintik kemerahan.
Berhubung kemarin tangan ku sakit bahkan sampai berdarah, berarti ini bukan mimpi.
Tetapi rasanya aku ingin memastikan nya lagi, aku mengedar pandangan pada sekita. Benda apa yang bisa ku pakai untuk menusuk jari ku ya?
Aha💡💡
Disana ada sepetak bunga mawar berwarna merah dan aku bisa memanfaatkan duri tajam nya untuk menusuk jari ku.
Aku pintarkan!
Aku memetik sekuntum bunga mawar itu dengan hati-hati tidak ingin melukai tangan ku lebih awal.
Setelah itu aku kembali duduk, rasanya ingin menggenggam tangkai mawar yang penuh duri ini. Tapi aku takut jika benar-benar terluka. Jadilah aku hanya menusuk kan satu duri di ujung ibu jadi ku.
Tidak terlalu sakit hanya sedikit perih dan ada sedikit darah yang keluar, huh aku tidak puas.
Ku cabut duri itu dari tangkai nya, dan ku sayat dalam ibu jari ku dengan duri tersebut.
“KAU GILA?”
...👑👑👑...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Maria Padli
kayak org bodoh. 🤣🤣🤣
2025-01-21
0
Ge Moy
baru mulai baca udah dapet kata Yang banyak Salah nya, tapi tetap semangat thor💪
2024-08-10
0
Ixora_Javanica
semangat menulisnya yaa, suka dengan novelnya 😍
2022-07-24
0