...The Heaven Kingdom...
...👑...
“Turun lah, kita sudah sampai”
“Apa sudah aman?”
Aku melihat sekitar dari balik leher nya.
“Sudah”
Setelah yakin, aku menurunkan kaki ku dari pinggang nya menginjak bebatuan yang berserak di pinggir sungai.
Tangan ku masih memeluk erat leher nya, biar lebih mudah memanjat nya kalau ada binatang buas lagi.
“Lepaskan tangan mu”
Aku menurut, sehingga sekarang aku sepenuh nya lepas dari dia.
“Ma mau kemana?”
Aku menahan nya saat hendak bergerak.
“Apalagi? Kita sudah sampai disungai dan aku harus mengambil air”
Seperti nya dia sudah lelah menghadapi ku.
“Sebenarnya aku ingin mandi, apa boleh?”
Air sungai yang jernih ini sangat menggoda.
“Tidak ada bilik mandi disini, kau ingin mandi dimana?”
”Emm—-“
Benar, tidak ada bilik disini hanya ada pepohonan besar disekitar sungai dan juga banyak bebatuan.
“Aku hanya perlu berendam didalam air dan kau cukup menjaga ku dari bebatuan itu”
Aku menunjuk batu besar yang berada di tengah arus sungai.
“Kenapa tidak mandi bersama saja hm?”
Raja mesum ini tengah memanfaatkan ketakutan ku rupanya.
“Tidak! Lebih baik mandi bergantian, jadi bisa saling menjaga”
Jangan harap aku memberi mu kesempatan lagi.
“Akan lebih baik kalau mandi bersama dan aku bisa menjaga mu dari dekat”
Senyum miring nya itu sangat menyebalkan.
“Aku mohon kerja sama nya, aku tidak akan meminta penjagaan mu kalau tidak takut begini”
Aku memelas.
“Yasudah, segera mandi aku tunggu disana”
Dia menaiki batu besar yang tadi aku tunjuk dan membelakangi ku.
“Begini sudah cukup?”
”Ya! Jangan mengintip!!”
”Hem”
Aku bergerak cepat membuka gaun ku dan mengambil kain yang aku bawa tadi untuk menutupi tubuh ku, tidak mungkin aku berendam dalam keadaan telan jang bukan?
Setelah itu aku masuk kedalam kedalam air, hanya yang dangkal saja dan tidak jauh dari jangkaun Alexander.
.
.
Aku sudah selesai dengan ritual mandi alias berendam ku dan sudah siap dengan dress sederhana yang ku bawa.
“Aku sudah selesai”
Aku mengahampiri Alexander yang sejak tadi sibuk mengasah ujung anak panah nya dengan batu sungai.
“Oh baguslah, sekarang bantu aku untuk mengumpulkan ranting-ranting pohon”
Dia berkata tanpa mengalihkan pandangan nya dari anak panah itu.
“Ranting pohon? Untuk apa”
”Untuk membuat api unggun, kau ingin gelap-gelapan disini?”
“Kita pulang saja ke tenda, untuk apa membuat api unggun”
“Kau tidak lihat hari sudah mulai gelap dan butuh waktu lama untuk sampai ke tenda”
“Lalu?”
“Kita akan bermalam disini”
Whatt??? No!! Aku tidak mau.
“Kau gila? Tidak mungkin kan kita bermalam ditengah hutan begini, bagaimana kalau ada binatang buas lagi”
Dia menatap ku sebentar lalu berdiri.
”Jangan banyak tanya, gulung rambut mu dan bantu aku mengumpulkan ranting”
“Tidak mau! Aku mau pulang ke tenda!”
Aku bersikeras, memikirkan bermalam ditengah hutan yang dipenuhi binatang buas membuatku merinding.
“Sana! Pulang sendiri. Tapi ku beritahu dimalam hari panca indera para binatang buas itu jadi lebih peka jadi usahakan kau tidak menimpulkan suara apapun saat berjalan melewati hutan atau kau akan diterkam”
“Kau menakuti ku kan?”
Padahal dia tidak perlu repot-repot menakuti ku karena aku sudah ketakutan sejak kejadian tadi.
“Tidak ada untungnya aku menakuti mu, pergilah pulang lebih dulu. Aku akan mengumpulkan ranting”
Dengan gerakan cepat aku memeluk lengan nya.
“Aku…ikut” Gumam ku pelan, mengeratkan pelukan ku dilengan nya.
Setidaknya aku sedikit lebih aman jika bersama nya sekarang.
”Tidak jadi pulang? Sayang sekali padahal harimau-harimau itu sudah menunggu mu”
“Jangan menakuti ku!!”
“Lepaskan tangan mu, kalau tidak bisa membantu setidak nya jangan merepotkan. Aku tidak bisa bergerak jika kau terus memeluk lenganku seperti itu”
“Ma..maaf”
Aku menarik lengan ku dan menuruti kemana langkah nya pergi.
.
.
“Apa kau tidak membawa korek api atau sejenis nya? Aku tidak yakin jika terus menggesekkan kedua batu itu akan membuat api”
Sejak tadi aku tidak berhenti mengomeli nya yang mengerjakan hal-hal aneh menurutku, Jaman sudah modern begini, tapi manusia ini masih menggesekkan dua batu untuk menghasilkan api. Benar-benar tidak efisien.
“Sumpal mulut mu sendiri atau aku yang menyumpal mulut mu dengan mulut ku?”
Cih! Pria ini mesum kapan pun dan dimana pun!!
Setelah usaha yang cukup lama dia berhasil menyalakan api unggun yang dijadikan sumber cahaya dan kehangatan bagi kami berdua.
Oiya, tadi setelah mengumpulkan ranting pohon. Alexander juga menombak ikan disungai dengan ujung anak panah yang di asah saat aku mandi tadi.
Dia meletakkan batu diantara api tersebut yang dijadikan alas untuk membakar ikan nya. Wah kalau dilihat dari cara kerja nya pria ini seperti nya sudah biasa hidup di hutan.
“Aku tau satu ikan tidak akan cukup untuk perut karet mu, tapi bertahan lah sampai besok pagi”
Dia memberikan ikan yang sudah matang dihadapan ku.
“Terimakasih”
Aku dengan semangat memakan ikan bakar miliku.
“Ya memang sudah seharusnya kau berterimaksih pada ku, hari ini aku menyelamatkan hidup mu”
”Ya, tadikan aku sudah berterimakasih”
Gerutu ku pelan, kenapa dia perhitungan sekali terhadap bantuan yang dia berikan.
“Tidak cukup terimakasih saja, aku butuh imbalan yang setimpal”
“Apa aku harus menyelamatkan hidup mu juga agar imbalan nya setimpal?”
”Ya, tapi aku tidak butuh sekarang. Mungkin suatu saat nanti aku membutuhkan imbalan itu”
Dia bicara tidak jelas, bagaimana aku bisa menyelamatkan hidup seseorang sedangkan hidup ku sendiri tidak jelas begini.
“Ngomong-ngomong, aku sudah tahu kenapa kau sangat tidak menyukai ku”
Aku mengalihkan pembicaraan sebelum imbalan yang dia inginkan berubah jadi hal mesum.
“Aku tidak menyukai mu? Bagaimana kau bisa seyakin itu bilang kalau aku tidak menyukai mu”
Dia menatap ku lekat sampai aku gugup dibuat nya.
“Tentu saja aku yakin, siapa yang tidak akan marah pada orang yang telah mencelakai kekasih nya”
Aku tidak ingin membalas tatapan intens nya, lebih baik aku menatap tulang ikan yang sek si ini.
“Aku sudah tahu siapa orang yang aku celakai, Aurelia Ruby. Kekasih mu bukan? Lela juga berkata kalau dia adalah calon Ratu masa depan di heaven land”
“Aku tidak tahu kenapa Roseanne bisa segila itu sampai mencelakai kekasih mu, tapi aku akan meminta maaf padanya dan juga berjanji tidak akan mengganggu hidup nya lagi”
Tidak ada jawabn apapun darinya, karena mungkin dia tersadar kalau orang dihadapan nya ini adalah gadis jahat. Gadis yang dia selamatkan dari terkaman harimau adalah gadis yang telah berusaha mencelakai kekasih nya.
“Lela sudah memberi tahu ku banyak hal tentang kegilaan yang Roseanne lakukan pada mu dan kekasih mu, pasti kau merasa risih diganggu terus menerus. Aku tidak tahu pasti jika Roseanne melakukan semua itu karena dia mencintaimu atau hanya sebatas rasa obsesi nya padamu”
Aku bicara panjang lebar untuk memperjelas situasi ku saat ini.
“Kenapa kau bicara seperti itu, seolah-olah kau bukan lah Roseanne Weasly”
Suara dingin nya membuat ku membeku sesaat, aku dengan sadar memancing nya untuk menanyakan hal itu.
Aku mengangkat pandangan ku, kedua bola kami langsung beradu saling memancarkan perasaan masing-masing.
“Ya..karena aku memang bukan Roseanne Weasly”
...👑👑👑...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
MARY DICE
tulang ikan yang seksi 🤣🤣🤣
2022-07-07
0