...The Heaven Kingdom...
Dipagi buta sekali, aku sudah berada di halaman istana menunggu keberangkatan ku tidak lupa Lela yang setia berada dibelakang ku.
“Apakah masih lama menuju stasiun kereta nya Lela?”
“Stasiun kereta? Apa maksudnya nona Anne?”
“Bukan nya kau katakan kalau aku berangkat menggunakan kereta istana? Lalu dimana stasiun nya?”
“Hamba tidak mengerti maksud nona, tetapi tunggu sebentar lagi pengawal istana akan keluar membawa kereta”
Kereta nya dibawa kesini? Lalu dimana rel nya?
Seperti nya tidak ada guna aku bertanya pada Lela.
Dimenit berikut nya suara tapak yang beradu dengan tanah seperti berlari kearah ku, begitu menoleh ke samping aku terbelalak.
”Lela! Apa itu kereta yang kau maksud?”
“Benar nona Anne, tetapi ada yang berbeda…”
Ku lihat wajah Lela sedikit kebingungan memerhatikan kereta yang sudah sampai tak jauh di depan kami berdiri.
“Apa yang berbeda?”
Gumam ku pelan, tetapi mataku tak bisa lepas dari kereta itu.
Ini jauh dari bayangan ku, aku pikir kereta yang dimaksud Lela adalah kereta Api yang berjalan harus menggunakan Rel besi. Tetapi ini kereta kerajaan yang di depan nya ada dua ekor kuda yang terikat.
“Ini kereta yang biasa digunakan Yang Mulia Raja, yang tidak bisa dipakai sembarangan orang nona. Tetapi kenapa mereka membawanya kesini? Apa Yang Mulia Raja akan ada perjalanan juga?”
“Kau bertanya pada ku? Mana aku tahu! Tapi sungguh kereta ini luarbiasa”
Menakjubkan, ini kali pertama aku melihat kereta kerajaan secara langsung. Biasanya aku hanya bisa melihat dari gambar.
“Apa aku akan pergi dengan kereta ini Lela?”
Bilang Iya cepat!!
“Sepertinya tidak nona”
Aku mendadak kecewa, padahal sudah berkhayal bisa naik kereta itu pasti sangat menyenangkan.
“Kenapa?”
“Karena itu kereta pribadi milik Raja, tidak sembarangan orang bisa menaiki nya kecuali Raja”
Cih! Ternyata disini jabatan seseorang berpengaruh ya pada kemewahan kereta yang bisa dia pakai.
“Lalu? Mana yang bisa aku naiki?”
Agak kecewa sebenarnya, tetapi aku tetap berharap bisa naik kereta kuda meski tidak semewah milik pria itu.
“Yang itu nona”
Aku mengikuti arah yang ditunjuk Lela, oh! Begitu kagum nya aku pada kereta mewah itu sampai tidak sadar dengan deretan kereta lain yang bersusun dibelakang nya.
Tidak buruk! Setidaknya aku tetap bisa mengendarai kereta kuda kerajaan, uh rasanya seperti mimpi saja.
“Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heaven land\~”
Aku menengok kearah Lela yang baru saja bersuara, tetapi mata ku menangkap kehadiran pria yang mereka bilang Raja.
Dia melangkah tegap dan gagah mendekat kearah ku, tidak lupa beberapa pegawal berbaju baja dibelakang nya.
Aku lihat Lela yang masih menunduk hormat sampai pria itu menganggukkan kepala nya pada Lela dan menatap kearah ku.
“Nona! Beri salam pada Raja!”
Suara bisikkan Lela dibelakang ku, suaranya sedikit bergegar. Kenapa dia takut ya?
“Nona Anne!”
Panggil nya lagi, tapi kuabaikan. Aku masih berdiri dengan posisi tegap berbeda dengan beberapa orang disekitar ku yang masih membungkuk hormat termasuk para pria yang beridiri disamping kereta.
Tap
Langkah nya tepat berdiri dihadapan ku, tidak terlalu jauh hanya berjarak tiga langkah saja.
Tatapan menilai nya terlalu dalam dan tajam sampai membuat ku sedikit merasa takut, tapi aku tidak akan menunjuk kan rasa takut ku dihadapan nya.
“Hamba memohon ampun pada Yang Mulai atas nama nona Anne”
Begitu menengok kebelakang Lela sudah bersimpuh dan membungkuk kan kepala nya takut.
“Hei, kenapa kau bersimpuh?! Berdiri!”
Seru ku pada Lela, tetapi wanita itu tetap pada posisi nya.
“Apa kau tidak mengajari nya dengan benar pelayan?”
Suara dingin itu seketika membuat ku membeku, dia bicara. Tatapan nya padaku tetapi dia berbicara pada Lela yang masih bersimpuh.
“Hamba memohon ampun Yang Mulia, ini kesalahan hamba”
“Lela berdiri lah! Tanah nya kotor!”
Mengabaikan pria itu, aku mendekati Lela dan menarik tangan nya untuk berdiri. Tapi dia tetap tidak mau.
“Tidak nona Anne, ini kesalahan hamba karena tidak mengingatkan nona untuk memberi salam hormat pada Yang Mulia Raja”
Oh jadi itu masalah nya?
Aku menatap pria itu tajam, kenapa dia gila hormat sekali sih.
“Berdiri dari situ dan ajari aku bagimana cara memberi pria itu hormat”
Ucap ku sangat kesal.
Lela berdiri dan memberitahu ku bagaimana caranya untuk memberi hormat pada pria itu dan aku mengikutinya meski tidak ikhlas.
“Keberkahan pada Yang Mulia Raja dan Heaven land\~”
Aku setengah membungkuk dan menarik kedua sisi gaun yang ku pakai.
“Kau puas?”
Ucapku setelah nya dan dia hanya membalas dengan tersenyum miring.
“Lela, apa aku sudah bisa berangkat? Aku tidak ingin lama-lama berada disini”
”Kita berangkat bersama, nona Weasly”
Ucapnya pada ku.
“Apa maksud mu?”
Dia tidak menjawab dengan langkah sombong dia menaiki kereta kuda mewah itu setelah pintu nya dibukakan oleh pengawal.
“Paksa wanita itu naik!”
Ku dengar dia memerintah kan pengawal yang berdiri disamping kereta.
”Aku bisa naik sendiri! Jangn sentuh aku!”
Dengan menghentakkan kaki, aku menaiki kereta kuda yang sama dengan pria itu. Beruntung aku tidak memakai gaun yang kembang dan ribet.
Begitu masuk, aku langsung berdecak kagum dengan isi dalam kereta ini. Ternyata tidak hanya mewah ditampak luar nya tapi di dalam pun tidak kalah mewah nya.
“Ekhm!”
Ck! Mengganggu saja, ada perlu apa dia berdehem seperti itu?
“Apa aku bisa duduk disini?”
Aku berusaha bersikap sopan karena kereta ini adalah miliknya.
“Kenapa bertanya? Biasa nya juga kau bersikap semaumu”
Ucapan nya ketus sekali, malas berdebat aku duduk di kursi seberang nya yang karena memang hanya ada dua kursi didalam sini.
Setelah banyak ritual keberangkatan, kereta yang ku tumpangi sudah bergerak membaut ku refleks jatuh ke tertarik kedepan dan tidak sengaja memegang kaki jenjang pria yang duduk dihadapan ku.
“Ah! Maaf aku tidak sengaja”
Aku langsung menarik diri untuk duduk dan membenahi gaun ku.
Dia tidak membalas ucapan ku justru menatap tajam kearah ku.
”Hei! Su..sudah ku bilang tidak sengaja, ja..jadi jangan menatap ku tajam seperti itu!”
Aku tergagap, berusaha mengalihkan perhatian ku keluar kereta.
Akun tidak tahu sudah seberapa jauh jalan yang kami tempuh dan juga tidak tahu sudah pukul berapa sekarang, yang jelas saat ini mata terasa berat. Alias mengantuk.
Aku melirik pria itu, mata tajam nya terpejam apa dia tertidur?
Untuk memastikan nya, aku lambaikan tangan tepat di depan wajah nya baru dua kali melambai. Dengan gerakan cepat tangan nya menahan ku.
“Eh!!”
Matanya masih terpejam tetapi cekalan tangan nya sangat kuat, dan—jarak wajah kami sangat dekat….
“Lepaskan!”
Mohon ku, tapi dia acuh. Detik berikutnya dia menarik lengan ku kuat sampai aku berpindah tempat duduk menjadi dipangkuan nya.
WHAAATTTTT???
...👑👑👑...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Ixora_Javanica
kayanya raja suka gitu ya sama anne 😌
2022-07-24
2
MARY DICE
stasiun kereta.. ????😁😁😁😁
2022-06-27
0
ibad(^_-)
ehemm
2022-06-25
0