...The Heaven Kingdom...
“Anda sudah sadar nona?”
Ya aku sudah sadar dan benar-benar sadar kalau aku berada di dunia lain.
“Yang Mulia Raja memerintahkan hamba untuk membawa nona Anne ke istana malam ini”
Ucap wanita itu.
“Siapa yang kau maksud dengan Yang Mulia Raja?”
Meski pikiran ku sedang kacau, aku tetap bisa mendengar jelas ucapan wanita nya.
Wajah nya terlihat bingung dengan pertanyaan ku.
“Maksud hamba adalah Yang Mulai Raja Alexander Lincoln nona”
“Siapa dia?”
Aku tahu pertanyaan ku berputar-putar, tetapi aku benar-benar penasaran.
“Beliau adalah Raja di Kerajaan Heaven Land ini nona”
Heaven land? Sebentar….Kenapa terdengar akrab bagi ku.
“Apa aku pernah bertemu dengan nya?”
Wanita itu menatap ku bingung, huh hei nyonya tidak hanya kau yang kebingungan. Bahkan aku pun bingung sedang dimana aku sekarang.
“Pernah nona, Yang Mulia tadi berada disini bersama nona”
Yang mana?
“Pria bertama biru tadi maksud mu?”
Hanya dia pria yang aku lihat sejak tadi.
“Benar nona”
“Apa nona Anne sudah merasa lebih baik sekarang?”
Bagaimana bisa baik, kalau kau merasa terancam berada ditempat yang tidak kau ketahui.
“Belum, aku tidak baik-baik saja”
Hei aku berkata jujur, jadi percayalah.
“Kau siapa kalau boleh tahu?”
Sejak tadi aku mengobrol dengan nya tanpa berkenalan dulu.
“Hamba Lela, pelayan pribadi nona Anne?”
Aku abaikan dulu ucapan nya yang menyebut dirinya sebagai pelayan pribadi karena itu tidak lah penting sekarang.
“Baiklah Lela, bisa kah kau ceritakan tentang aku?”
Dia pasti menganggap aku gila sekarang, bagaimana bisa ada orang yang bertanya tentang dirinya sendiri pada orang lain.
“Maaf nona, hamba tidak mengerti”
Dia menunduk.
“Yaa ceritakan tentang aku, siapa aku. Nama ku dan lain-lain”
Kontan dia melongo kebingungan, tapi terserah apa yang kau pikirkan tentang ku sekarang.
“Baiklah nona…nama nona adalah Roseanne Weasly, Puteri dari Tuan Logan Weasly. Perdana menteri di kerajaan Heaven land”
“Kau sedang mengarang?”
Tuduh ku, sungguh tidak bisa di percaya! nama ku Lily Anne bukan Roseanne dan siapa itu Logan Weasly. Papa? Papa ku sudah lama meninggal.
“Tidak nona Anne, saya menceritakan yang sebenar nya”
Dia menggeleng takut dan langsung bersimpuh di hadapan ku.
Aku menghela nafas lelah, tidak ada yang benar saat ini.
“Baiklah. Kau boleh meninggalkan ku sendirian? Aku masih ingin istirahat lagi”
Aku butuh ruang sendiri untuk memikirkan hal yang aku alami.
“Tapi nona, Yang Mulai meminta nona Anne untuk segera menemui nya di Istana sekarang”
Dia tergagap menyampaikan kalimat nya, seperti nya dia benar-benar takut pada ku.
“Sampai kan pada nya aku masih lelah…pergilah!”
Seru ku marah.
“Ba..baik nona, akan hamba sampaikan…”
Berdiri dan mundur sambil menunduk keluar dari pintu.
Bruk
Pintu sudah tertutup, tinggal aku sendirian diruangan hening nan asing ini.
Aku beranjak dari ranjang dan berjalan pelan mendekati cermin.
Aku yakin, bayangan gadis yang ada di cermin itu adalah aku. Lebih tepat nya tubuh yang aku tempati.
Aku juga yakin kalau itu bukan wajah ku, karena jelas jauh berbeda.
Rambut asli ku berwana cokelat tua dan hanya sebatas bahu sedangkan gadis ini, rambut nya berwarna putih keemasan dan panjang sampai sebatas pinggang.
Kulit nya putih pucat, berbeda jauh dengan kulitku yang kecoklatan.
Juga—bola mata ku berwarna abu-abu bukan—
Sebentar! Aku melangkah lebih dekat dengan cermin agar apa yang aku lihat tidak salah.
HAH???
Kedua bola matanya berbeda warna! Bagaimana bisa. Aku berkedip untuk memastikan, dan memang benar.
Warnanya berbeda, disebelah kiri berwarna cokelat terang dan sebelah lagi berwarna biru.
Astaga!!
Siapa dia sebenarnya, siapapun tolong aku.
Roseanne Weasly?
Puteri dari perdana menteri Logan Weasly?
Raja Alexander Lincoln?
Kerjaan Heaven land?
Semua nya terasa akrab, aku pernah tahu ini semua sebelum nya. Tapi dimana?
Aku tidak ingat sama sekali, Astaga.
“Delia kau dimana? Tolong bantu aku”
Aku berteriak histeris memanggil Delia yang sejak tadi tidak terlihat.
Delia…Delia
Delia kau tega membiarkan aku mati kebingungan sekarang, huh lihat saja aku tidak akan mau menemani berkencan dan tidak akan mau membaca novel-novel yang kau berikan.
Cih! Terakhir kali dia memberikan aku novel sampah.
.
.
Novel sampah?
Kerjaan Heaven land?
Alexander Lincoln?
Otak ku memaksa keras untuk menghubungkan potongan-potongan di kepala batu ku.
ASTAGAAA!!!
Aku ingat! Kenapa semua itu terdengar akrab bagiku.
Heaven land mirip dengan nama kerajaan yang tertulis di novel sampah itu…
Sebentar, aku lupa judul nya..
The….the…Heaven.. king…. dom?
THE HEAVEN KINGDOM
Oh Astaga!!
Tidak mungkin, tidak! Ini mustahil! Ini hanya mimpi dan mungkin cerita di novel itu terbawa ke alam bawah sadarku.
Iya benar, tidak mungkin.
Aku terus mondar-mandir sambil berpikir keras semua kemustahilan ini.
Mata ku tidak sengaja menangkap sebuah belati kecil diatas meja disamping cermin.
Aku meraih nya dan menatap belati itu lama, belati itu terlihat seperti barang antik dengan ukiran bunga dibagian gagang nya.
Setelah berpikir panjang aku membuka penutup belati itu dan menusuk kan bagian tajam nya keujung ibu jari ku.
Kalau tangan ku sakit apalagi sampai berdarah, berarti ini benar-benar bukan mimpi.
Sshhh…sakit, perih dan berdarah—
DARAH!!
Aku terduduk lemas di lantai, membuang belati itu dan mengamati darah yang menetes dari ibu jariku.
Hahahah lucu sekali bukan? Aku bisa mengalami hal yang aku anggap mustahil selama ini.
Berpindah ke dunia novel? Terdengar seperti lelucon bukan?
Tapi bagaimana pun aku yang mengalami lelucon itu sekarang.
“Sekali lagi kau bilang ini novel sampah, akan ku sumpahi kau bertransmigrasi ke novel ini dan memperbaiki alur novel agar sesuai dengan keinginan mu”
Ucapan Delia terbayang oleh ku, saat dia menyumpahi ku karena terus mengatai novel itu sampah.
Delia? Apa saat itu kau benar-benar serius menyumpahi ku?
Berkat sumpah mu, aku sampai disini Delia.
Hiks hiks hiks
Tidak sadar, aku tergugu menangisi nasib ku yang sangat malang ini.
Kepala ku pusing, seperti nya aku butuh istirahat. Aku akan tidur dan mimpi indah, setelah itu ketika terbangun aku sudah ada di ranjang minimalis ku. Di dalam kamar ku yang sempit juga aku bisa melihat komputer-komputer kesayangan ku lagi.
Aku merangkak mendekati ranjang, setelah naik aku membenahi letak bantal lalu berbaring dengan senyuman meski air mata ku sudah mengenang di pipi.
Aku hanya perlu tenang dan tidur…
Tenang….dan….tidur….
...👑👑👑...
Jangan lupa dukungan nya…
Ini novel fantasi pertama utor jadi masih belajar, jangan lupa comments, vote dan berikan hadiah nya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Putri
ceritanya lumayan bagus tapi kadang bingung siapa yang sedang bicara, kasih nama siapa yg sedang ngomong diujung dialog Thor biar jelas
2022-06-25
1