THK—Seperti Koala

...The Heaven Kingdom...

...👑...

Sejak pagi buta, aku sudah disibuk kan dengan kegiatan membantu para pelayan istana untuk membagikan bantuan pada warga sekitar. Jika kemarin bantuan yang berupa bahan pangan maka hari ini bantuan nya berupa kebutuhan sandang.

Sesuai pengaturan, mereka berbaris antri panjang untuk mendapatkan bagian mereka masing-masing.

Aku sadar sejak kemarin aku sudah jadi pusat perhatian dari rakyat disini, lebih tepat nya kedua bola mata ku yang berbeda warna inilah yang menjadi perhatian mereka.

Aku bahkan lupa menghitung jumlah mereka yang sudah bertanya langsung pada ku.

“Bola mata mu indah sekali nona..”

“Kenapa bisa kau memilki bola mata berbeda warna seperti itu nona?”

Banyak lagi pertanyaan dan pernyataan sejenis, dengan sabar aku menananggapi mereka dengan senyuman manis. Tidak menjawab, karena sejujurnya aku pun tidak tahu kenapa aku eh bukan! Lebih tepat nya tokoh Roseanne ini memiliki bola mata berbeda seperti ini.

Jawaban sementara yang kumiliki hanya, semua yang ada di dunia fantasi ini adalah imajinasi dari penulisnya. Jadi kenapa bisa matanya begini? Tentu saja karena sang penulis yang menginginkan tokoh nya seperti ini.

.

.

Hari sudah hampir sore dan aku baru selesai dengan pekerjaan ku, jadi sebelum semakin sore aku ingin mengambil stok air minum ku untuk beberapa hari kedepan.

Untuk hari pertama mungkin pelayan yang di bawa Raja itu masih mau membantu untuk mengambilkan air, tapi untuk hari ini aku harus mandiri karena membantu ku bukan tugas mereka. Begitulah yang ditegaskan pria itu padaku.

Aku kembali ke tenda, mengambil beberapa keperluan ku. Karena aku berniat sekalian mandi di sungai nanti sungguh air yang ada di tempat pemandian warga sangat kotor, sangat tidak memungkinkan untuk ku pakai mandi.

Setelah ku bungkus gaun dan keperluan lain nya aku pun berjalan keluar tenda, ingin pamit pada Alexander tetapi sejak tadi malam aku tidak lagi melihat keberadaan nya dimana-mana. Yasudah lagi pula dia tidak akan peduli pada apa yang kulakukan.

Aku sudah bertanya banyak hal tentang tempat ini termasuk jalan menuju hutan untuk menemukan sungai sumber air minum itu, meski warga sudah memperingati ku untuk tidak pergi sendirian karena mereka bilang berbahaya tapi aku tidak punya pilihan lain.

Tidak ada pelayan atau pun pengawal disisi ku yang bisa aku ajak.

Aku melewati jalan setapak menuju hutan, menghitung setiap langkah yang ku lalui tanpa memperhatikan tempat sekitar.

Ketika sedang sendirian seperti ini aku membayangkan kehidupan ku sebelum nya, Delia.

Apa yang tengah di lakukan sahabat itu saat aku tidak ada ya?

Cih! Dia pasti bahagia, karena tidak perlu mendengarkan omelan ku setiap hari. Tidak ada yang akan meminta dia mencuci gelas bekas kopi atau pun membersihkan kamar.

Kau pasti bahagia kan Delia?

Sumpah mu di dengar langit dan—disinilah aku tanpa tahu bagaimana cara nya keluar.

Rasanya sangat sesak ketika aku berada di tempat yang bahkan aku tidak ketahui, tidak ada yang aku kenal dan mereka semua selalu menatap ku rendah.

Bahkan aku dihukum dihari pertama ku bangun di dunia ini.

Ini kebodohan ku yang tidak meningat dengan baik alur cerita novel The heaven kingdom, andai aku membaca nya dengan ikhlas dan menikmati alurnya seperti pembaca lain pasti itu sangat membantu ku sekarang.

Setidaknya cerita novel itu bisa aku jadikan petunjuk untuk menghadapi kehidupan ku disini.

“Sedang apa kau?”

Sapaan suara dingin itu membuyarkan lamunan ku, aku mendongak dan mendapati Alexander berdiri tidak jauh dariku. Sedang apa dia disini dan kenapa aku tidak menyadari kedatangan nya.

Dan—apa sekarang dia akan membidik ku dengan anak panah ditangan nya?

Dia benar-benar akan membunuh ku sekarang, padahal aku sudah berusaha untuk mengindari nya beberapa hari ini, bukan hanya karna aku tersinggung karena ucapan nya beberapa hari lalu tetapi juga karena aku tidak ingin banyak terlibat dengan nya.

“Kau ingin membunuh ku?”

Suara ku bergetar ketakuan, dia masih menahan busur panah nya segaris lurus kearah ku.

“Diamlah!”

Bisik nya pelan.

Aku mengangguk, apa ini akhir dari hidup ku?

Mati ditangan orang yang membenci ku, baiklah aku pasrah.

Aku memejamkan mata didetik berikut nya aku merasakan sekelebat angin melewati pipi kiri ku, yang ku tebak itu anak panah yang dilepaskan Alexander.

Aku tersadar ketika mendengar erangan kesakitan dari belakang dan ketika berbalik aku seekor harimau yang tergeletak tak berdaya dua langkah dibelakang ku.

Bukk

Aku terjatuh sebab kaki ku tidak bisa lagi menopang badan ku untuk berdiri, kalau terlambat sudah dipastikan aku jadi santapan binatang buas itu.

“Berdiri!”

Aku pasrah ketika lenganku di tarik oleh nya.

“Kau menyelamat kan ku?”

Aku menatap nya nanar, demi apa pun! air mata ku jatuh begitu saja.

“Berani sekali kau memasuki hutan sendirian!”

Suara nya meninggi, dia berteriak tepat didepan wajah ku.

”Aku…aku…hanya ingin mengambil air minum”

Cicit ku takut, wajah nya sangat menyeramkan.

“Kau bisa mengajak salah satu pengawal yang ku bawa kan!!”

Aku masih shock dengan apa yang baru saja terjadi badan ku saja masih bergetar ketakutan ditambah bentakan Alexander membuat tangis ku semakin kencang.

*“Hiikss* hikss aku hanya ingin mengambil air minum”

Dengan sisa tenaga aku masih berusaha membela diri.

Dia menyimpan busur panah nya di punggung, setelah itu dia meraih tubu ringkih ku untuk dia gendong.

“Diamlah, suara mu bisa memancing binatang buas yang lain”

Mendengar itu aku langsung membekap paksa mulut ku, berusaha meredahkan tangis ku dan menenangkan diri.

“Mau kemana?”

Cicit ku pelan.

“Bukan kah kau ingin mengambil air minum?”

Tanya nya sarkas.

“Tidak! Tidak jadi, antarkan aku ke tenda saja. Aku tidak akan apa-apa jika tidak minum berhari-hari”

Sialan! Aku takut bertemu dengan binatang buas lagi!

“Benarkah? Kalau begitu pulang lah sendiri, karena tujuan ku ingin ke sungai”

Baru saja dia hendak menurunkan ku dari gendongan nya aku lebih dulu mengalungkan tangan ku dileher nya.

“Ja…jangan, aku takut”

Bisik ku pelan didekapan nya.

“Kau bisa takut juga hm?”

Siapapun akan takut jika bertemu binatang buas seperti tadi, kecuali aku punya lima nyawa aku tidak akan setakut itu.

“Turunlah, aku tidak bisa menggendong mu sampai kesungai nanti tangan ku patah”

“Tidak akan, aku ringan kok. Seringan bulu domba”

cih! Dia mengembalikan ucapakan ku waktu dikereta.

“Bulu dari seribu ekor domba maksud mu?”

Kalau aku tidak membutuhkan perlindungan nya, aku ingin menjahit mulut pedas nya.

Dia tidak tahu apa, perempuan sangat sensitif jika menyangkut berat badan.

“Apa aku seberat itu? Kalau begitu aku bantu meringankan beban mu”

Awalnya dia menggendong ku dengan tangan nya yang menyisip antara leher dan lipatan lutut ku, gendongan ala romantis seperti itu memang akan berat.

Jadi aku turun dari gendong nya lalu meloncat sedikit mengalungkan kedua lengan ku dileher nya dan kaki ku melingkar kuat di pinggang nya.

“Apa sudah ringan?”

Bisik ku disamping leher nya.

Dia diam sebentar sebelum menjawab “Eekkhmm” Dia berdehem serak “Kau seperti koala”

“Ya, aku koala dan kau pohon nya”

Terpopuler

Comments

MARY DICE

MARY DICE

Cieee... ehmm.. udah mulai tanda-tanda asmara suit suit

2022-07-07

0

lihat semua
Episodes
1 THK-PROLOG
2 THK-Siapa dia?
3 THK- Tenang dan Tidur
4 THK- Bertemu Lagi
5 THK—Kau Gila?
6 THK—Apa Urusan Mu?
7 THK—Kereta Mewah
8 THK—Perjalanan
9 THK—Lupa Diri
10 THK—Imbalan
11 THK—Kau Mengabaikan Ku
12 THK—Seperti Koala
13 THK—Bermalam
14 THK—Visual
15 THK—Bertemu Ayah
16 THK—Bertemu Aurelia Ruby
17 THK—Aku Tidak Peduli
18 THK—Danau Biru
19 THK—Jaga Saja Kekasihmu
20 THK—Duke Leonidas Eros
21 THK—Merindukan
22 THK—Lembut, hangat dan bergerak
23 THK—Pindah Kursi
24 THK—Bertemu Pandang
25 THK—Transmigrasi Jiwa
26 THK--Namaku Lily Anne
27 THK--Kenapa Dia Marah
28 THK--Karena Aku Suka
29 THK--Rasa Bersalah
30 THK--Teori Sinetron
31 THK--Berbasil Menarik Perhatian.
32 THK--Minum Teh Berdua
33 THK--Punya Kakak?
34 THK--Pilih Kasih
35 THK--Ramalan Pemimpin Masa Depan
36 THK--Ramalan Pemimpin Masa Depan 2
37 THK--Kau Sakit?
38 THK--Apa Maksud Mu?
39 THK--Bulan Surga?
40 THK—Pasar?
41 THK—Dikejar Pria Asing
42 THK--Apa Aku Mirip Ibu
43 THK—Kapan Bulan Surga Timbul?
44 THK--Menemui Raja
45 THK—Duduk Disini!
46 THK—Tidak Ingin
47 THK__Menemui Pria Asing
48 THK__Tidak Harus Terjadi
49 THK--Mencari Alassn
50 THK—Menyulam
51 THK—Kemarahan Alexander
52 THK—Gaun Pendek
53 THK—Cara Lain
54 THK—Dapat Izin
55 THK—Debat Saudara?
56 THK—Debat Saudara (2)
57 THK—Pasar Lagi
58 THK—Pasar Lagi (2)
59 THK—Pasar Lagi (3)
60 THK—Kau Membunuh nya?
61 THK—Masa Depan
62 THK—Mabuk
63 THK—Permintaan
64 THK—Perubahan Sikap
65 THK—Pejabat Ruby
66 THK—Pemalsuan
67 THK—Rapat Pejabat (1)
68 THK—Rapat Pejabat (2)
69 THK—Rapat Pejabat (3)
70 THK—Sakit
71 THK—Raja Memaksa
72 THK—Bagaimana Bisa
73 THK—Membantu Sedikit
74 THK—Kembali Besok
75 THK—Mengingatkan
76 THK—HAH!?
77 THK—Aku senang
78 THK—Ada Apa Gerangan?
79 THK—Kedatangan Nona Ruby
80 THK—Bercanda Katamu?
81 THK—Mencari Sekutu
82 THK—Mencari Sekutu (2)
83 THK—Dasar Bodoh
84 THK—Persetan
85 THK—Puteri Penurut
86 THK—Persidangan
87 THK—Persidangan (2)
88 THK—Persidangan (3)
89 Laku Keras
90 Drama Protagonis
91 THK—Mimpi Buruk
92 THK—Leon Kembali
93 THK—Festival Rakyat?
94 Bukan Update
95 THK -- Festival Rakyat (2)
96 THK -- Demi Makanan Lezat
97 THK—Menyamar
98 THK—Pelelangan
99 THK—Tidak Percaya
100 THK—Hampa
101 THK—Wanita Penghibur
102 THK—Memetik Bunga
103 THK—Kepentingan
104 THK__ Wanita Penggoda
105 THK__Ragnar Benar
106 THK__ Menutup dengan Anggun
107 THK__ Kereta Jemputan
108 THK__Jamuan Makan Malam
109 THK__ Bantu Aku
110 THK__ Ikut Saja
111 THK__ Kuda Tampan
112 THK__Pertemuan
113 THK__Buku Magic
114 THK—Tujuan Awal
115 THK—Adalah Kau
116 THK__Jengah
117 THK—Agresif VS Naif
118 THK—Dua Roseanne
119 THK--Pejabat Ruby
Episodes

Updated 119 Episodes

1
THK-PROLOG
2
THK-Siapa dia?
3
THK- Tenang dan Tidur
4
THK- Bertemu Lagi
5
THK—Kau Gila?
6
THK—Apa Urusan Mu?
7
THK—Kereta Mewah
8
THK—Perjalanan
9
THK—Lupa Diri
10
THK—Imbalan
11
THK—Kau Mengabaikan Ku
12
THK—Seperti Koala
13
THK—Bermalam
14
THK—Visual
15
THK—Bertemu Ayah
16
THK—Bertemu Aurelia Ruby
17
THK—Aku Tidak Peduli
18
THK—Danau Biru
19
THK—Jaga Saja Kekasihmu
20
THK—Duke Leonidas Eros
21
THK—Merindukan
22
THK—Lembut, hangat dan bergerak
23
THK—Pindah Kursi
24
THK—Bertemu Pandang
25
THK—Transmigrasi Jiwa
26
THK--Namaku Lily Anne
27
THK--Kenapa Dia Marah
28
THK--Karena Aku Suka
29
THK--Rasa Bersalah
30
THK--Teori Sinetron
31
THK--Berbasil Menarik Perhatian.
32
THK--Minum Teh Berdua
33
THK--Punya Kakak?
34
THK--Pilih Kasih
35
THK--Ramalan Pemimpin Masa Depan
36
THK--Ramalan Pemimpin Masa Depan 2
37
THK--Kau Sakit?
38
THK--Apa Maksud Mu?
39
THK--Bulan Surga?
40
THK—Pasar?
41
THK—Dikejar Pria Asing
42
THK--Apa Aku Mirip Ibu
43
THK—Kapan Bulan Surga Timbul?
44
THK--Menemui Raja
45
THK—Duduk Disini!
46
THK—Tidak Ingin
47
THK__Menemui Pria Asing
48
THK__Tidak Harus Terjadi
49
THK--Mencari Alassn
50
THK—Menyulam
51
THK—Kemarahan Alexander
52
THK—Gaun Pendek
53
THK—Cara Lain
54
THK—Dapat Izin
55
THK—Debat Saudara?
56
THK—Debat Saudara (2)
57
THK—Pasar Lagi
58
THK—Pasar Lagi (2)
59
THK—Pasar Lagi (3)
60
THK—Kau Membunuh nya?
61
THK—Masa Depan
62
THK—Mabuk
63
THK—Permintaan
64
THK—Perubahan Sikap
65
THK—Pejabat Ruby
66
THK—Pemalsuan
67
THK—Rapat Pejabat (1)
68
THK—Rapat Pejabat (2)
69
THK—Rapat Pejabat (3)
70
THK—Sakit
71
THK—Raja Memaksa
72
THK—Bagaimana Bisa
73
THK—Membantu Sedikit
74
THK—Kembali Besok
75
THK—Mengingatkan
76
THK—HAH!?
77
THK—Aku senang
78
THK—Ada Apa Gerangan?
79
THK—Kedatangan Nona Ruby
80
THK—Bercanda Katamu?
81
THK—Mencari Sekutu
82
THK—Mencari Sekutu (2)
83
THK—Dasar Bodoh
84
THK—Persetan
85
THK—Puteri Penurut
86
THK—Persidangan
87
THK—Persidangan (2)
88
THK—Persidangan (3)
89
Laku Keras
90
Drama Protagonis
91
THK—Mimpi Buruk
92
THK—Leon Kembali
93
THK—Festival Rakyat?
94
Bukan Update
95
THK -- Festival Rakyat (2)
96
THK -- Demi Makanan Lezat
97
THK—Menyamar
98
THK—Pelelangan
99
THK—Tidak Percaya
100
THK—Hampa
101
THK—Wanita Penghibur
102
THK—Memetik Bunga
103
THK—Kepentingan
104
THK__ Wanita Penggoda
105
THK__Ragnar Benar
106
THK__ Menutup dengan Anggun
107
THK__ Kereta Jemputan
108
THK__Jamuan Makan Malam
109
THK__ Bantu Aku
110
THK__ Ikut Saja
111
THK__ Kuda Tampan
112
THK__Pertemuan
113
THK__Buku Magic
114
THK—Tujuan Awal
115
THK—Adalah Kau
116
THK__Jengah
117
THK—Agresif VS Naif
118
THK—Dua Roseanne
119
THK--Pejabat Ruby

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!