...The Heaven Kingdom...
...👑...
Sudah sepekan aku kembali ke kediaman ku, setelah beberapa hari menjalani masa hukuman ku di wilayah perbatasan.
Selama sepekan ini juga aku tidak pernah bertemu lagi dengan Alexander.
Tidak masalah karena hidup ku masih berjalan lancar meski tidak bertemu dia sama sekali.
Seperti sore ini aku duduk manis di taman bunga yang dekat dengan kediaman ku, ditemani segelas teh aku menikmati hidup ku yang membosan kan ini.
Tidak ada teman untuk mengobrol, tidak ada gadget, tidak ada tempat hiburan.
Untuk para penulis novel aku berharap untuk tidak menciptakan alur waktu zaman kuno seperti ini karena sangat menyiksa orang lain yang terdampar di novel kalian.
Tapi apa ada yang mengalami kejadian sama sepeti ku?
Terdampar ke dunia novel? Ugh seperti nya tidak selama mereka tidak mempunyai sahabat durhaka seperti Delia yang dengan tega menyumpahi sahabat nya sendiri.
Awas kau Delia!!
“Maaf menganggu waktu nya nona Anne”
Suara lembut Lela terdengar menyapa ku.
“Ya, ada apa?”
”Tuan Emmett telah kembali dari perjalanan tugas dan sekarang beliau sedang berada di istana”
“Lalu?”
Untuk apa Lela memberitahu hal itu padaku.
“Emm—lalu tuan Emmett meminta nona Anne untuk segera menemu beliau”
“Bukan begitu! Maksud ku, lalu siapa tuan Emmett yang kau maksud? Apa aku mengenalnya?”
Ku lihat wajah Lela melongo heran menatap ku.
“Tuan Emmett Weasly adalah ayah dari nona Anne sendiri”
Cicit Lela pelan.
“Ayah? Jangan bercanda, ayah ku sudah lama mati”
Aku menatap Lela tajam, pembahasan tentang ayah adalah hal yang paling sensitif bagi ku.
”Hamba tidak bercanda nona, Tuan Emmett adalah ayah nona Roseanne Weasly”
Suara nya bergetar ketakutan karena tanggapan ku padanya.
Eh? Roseanne Weasly?
Astaga! Bagaimana aku bisa lupa diri, kalau sekarang identitas ku adalah sebagai Roseanne Weasly puteri perdana menteri dari kerjaan Heaven land bukan si Lilyanne wanita biasa.
“Maaf aku lupa”
Aku menunduk dalam, menyadari fakta ini terkadang membuat hati ku sedih. Aku bukan lah diriku lagi.
“Lalu kapan aku bisa menemui beliau?”
”Malam ini nona”
Lela masih menduduk.
“Baiklah, bantu aku bersiap”
Hidup tetap harus dijalani bukan?
.
.
Aku berdiri di hadapan cermin besar yang memantulkan bayangan gadis bersurai putih dengan kulit wajah putih pucat, dengan gaun merah maroon yang sangat kontras dengan rambut dan kulit putih nya.
Rambut putih itu kubiarkan terurai bebas di punggung hanya memberi beberapa jepitan simpel di bagian samping agar tidak mudah berantakan.
“Maaf kan hamba nona Anne—“
Lela yang berdiri di dekat pintu kamar ku pun mengintruspi kegiatan bercermin ku.
“Ada apa?”
Tanya ku ketus.
“Maaf nona Anne, hamba ingin mengingatkan jika Tuan Emmett tidak akan suka melihat penampilan nona yang seperti ini”
“Apa maksud mu?”
“Tuan Emmett tidak suka jika melihat nona berpenampilan biasa seperti ini, gaun yang sederhana, riasan wajah yang tipis serta tatanan rambut yang biasa. Tuan Emmett tidak akan suka apalagi jika malam ini tujuan kita adalah ke istana”
“Apa Emmett sepeduli itu sampai memperhatikan cara berpakaian puteri nya?”
Aku yang tidak pernah mendapatkan peran ayah dihidup ku pun jadi kebingungan, apa ada ayah yang sepeduli itu pada puterinya?
Aku melihat Lela kebingungan untuk menjawab pertanyaan sederhana ku, padahal dia tinggal menjawab iya atau tidak saja. Tapi kenapa dia sebingung itu.
“Maaf nona, hamba tidak bisa menjawab. Nona Anne bisa tanyakan langsung pada Tuan Emmett”
Kenapa tidak bisa menjawab? Ada yang sedikit aneh dengan ekspresi wajah Lela.
“Tetapi nona—“
Lela menggantung ucapan nya, mungkin merasa tidak sopan karena sudah banyak bicara pada nona nya.
“Katakan!”
“Tuan Emmett selalu memastikan nona untuk berpenampilan cantik dan mewah ketika mendatangi istana, karena bisa saja nona bertemu dengan Yang Mulia Raja disana”
Oh sekarang aku paham, ini bukan bentuk kepedulian seorang ayah pada puteri nya.
“Katakan, apa selama ini Tuan Emmett yang memaksa Roseanne untuk mencari perhatian Alexander!?”
Keterdiaman Lela membuat ku menyimpulkan jawaban ku sendiri, dan kemungkinan Ayah nya lah yang memaksa Roseanne untuk mencari perhatian Alexander adalah benar.
“Terserah mau dia suka atau tidak suka, tubuh ini milikku jadi aku bebas memakai apapun”
Aku tersenyum miring, benar-benar ayah yang buruk. Dan aku harus cepat bertemu dengan nya untuk mengetahui seburuk apa hubungan Roseanne dengan ayah nya, Emmett.
“Ayo pergi!”
Ajak ku melewati Lela begitu saja tapi suara Lela memberhentikan langkah ku.
“Tapi nona, Tuan Emmett akan menyiksa nona jika tidak menuruti perintah nya..”
Wadefak apa semua ayah sama saja?
Tidak di dunia nyata dan di novel, apa ayah selalu menyiksa puteri nya jika tidak menuruti keinginan nya?
“Aku tidak peduli, ayo temui dia”
Lela yang pasrah hanya mengikuti dari belakang,
Sesampai nya di istana Lela langsung menuntun ku ke sebuah ruangan yang aku yakini itulah ruang kerja Emmett.
Jangan harap aku akan memanggil nya Ayah, meski dalam pikiran sekalipun aku tidak sudi karena dia bukan ayah ku dan juga dia adalah ayah yang buruk bagi Roseanne.
“Masuk!!”
Suara berat pria dari dalam sana sejenak membuat ku merinding, ugh dari suara nya saja sudah sangat menyeramkan.
“Silahkan masuk nona Anne, hamba akan menunggu disini”
Lela mengisyaratkan ku untuk masuk dan dengan langkah sedikit berat aku melewati pintu ruangan itu.
Ruangan remang-remang, hanya ada dua lentara disudut ruangan yang menjadi sumber cahaya dari ruangan sebesar ini.
Didepan sana aku melihat siluet seorang pria yang duduk dikursi kebesaran nya, aku tidak bisa melihat wajah nya karena dia tengah membelakangi ku.
“Permisi—“
Apa aku disuruh kesini hanya untuk melihat kursi besar nya?
Kursi itu berbalik menghadap ku beserta dengan orang diatas nya, mata ku langsung membola menatap pria itu.
Rambut putih nya terlihat bersinar ditengan redup nya ruangan ini, wajah nya?
Emm—belum terlihat jelas.
Dia berdiri dari kursi nya dan mendekat kearah ku, langkah tegap dan aura menyeramkan di sekitarnya membuat ku meremang.
“Lama tidak bertemu, puteri ku?”
Suara nya dingin, mata tajam nya menatap ku intens dari bawah keatas dan begitu seterus nya.
“Lama tidak bertemu membuat mu jadi pembangkang ya?”
Dia meraih dagu ku dan mencengkram nya kuat.
Apa ini yang dimaksud Lela? Dia akan menyiksa ku ketika tidak mengikuti perintah nya.
“Siapa yang menginjinkan mu berpenampilan sampah seperti itu? Dan dengan berani nya kau datang ke istana dengan penampilan itu!”
Dia bicara dengan penekanan di setiap katanya.
“JAWABB!!”
Dia membentak kuat membuat ku bergetar ketakutan, tapi aku tidak benar-benar takut dengan nya.
“Ak..aku..hanya…ing..ingin”
Suara ku tergagap karena cengkraman kuat jari nya di dagu ku.
“Hanya ingin? Wahh benar-benar mau jadi pembangkang..haha”
Dia tertawa sarkas dan melepaskan cengkraman nya didagu ku.
“Apa kau lupa bagaimana rasa sakit cambukan ku Roseanne Weasly?!”
Deg!
...👑👑👑...
Hei hei hei
Jangan lupa vote, hadiah sama comment nya ya ges ya…
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Grey
kan, orang jahat itu lahir dari orang baik yang disepelekan. nih contohnya, bapak durhaka 😒
2024-07-11
1