...The Heaven Kingdom...
...👑...
“Apa kau lupa bagaimana rasa sakit cambukan ku Roseanne Weasly?!”
Bukan nya lupa tapi aku memang tidak tahu bahwa ada ayah durhaka sepeti mu di dunia fantasi ini.
“Kenapa diam, kau benar-benar lupa? Jadi perlu aku ingatkan?”
Bisik nya sinis didepan wajah ku.
“Tidak perlu”
Suara sudah tidak tergagap lagi karena tidak ada cengkraman kuat lagi didagu ku.
“Akan aku ingat kan rasa sakit nya jika kau mengulangi kesalahan seperti ini lagi, penampilan mu tidak pantas disebut puteri perdana menteri dan bagaimana kau bisa menarik perhatian Yang Mulia Raja jika seperti ini”
“Untuk apa aku menarik perhatian nya?”
Gumama ku pelan membuat emosi nya memuncah.
“Apa kau lupa tujuan mu ku biarkan hidup di dunia ini Anne?”
Dia maju selangkah sampai kami berdua hanya berjarak sejengkal.
Menjauhlah kau menjijik kan!!
Aku hanya memaki dalam hati.
“Kau ku biarkan hidup hanya untuk mendekati Yang Mulia Raja dan menyingkirkan Aurelia Ruby dari sisi Raja”
Bisik nya sangat pelan lalu mundur menjauh dari ku.
“Aku mendengar kabar kalau kau berusaha mencelakai nya beberapa waktu lalu, apa kau berhasil?”
Dia sudah kembali duduk dikursi kebesaran nya.
Bagaimana aku tahu, sedangkan yang melakukan itu Roseanne bukan aku!
“Melihat mu diam, bertanda bahwa kau gagal mencelakai nya bukan?”
”Dasar bodoh! Apa sulitnya membunuh gadis lemah seperti dia”
Aku tidak tahu siapa yang lemah disini, Roseanne Weasly atau Aurelia Ruby itu. Tapi ketika dilihat dari sudut pandang orang luar seperti ku, maka yang lemah adalah Roseanne.
Kenapa bisa?
Tentu saja karena tidak ada yang berpihak pada nya sedangkan Aurelia Ruby…Alexander, Raja Heaven land ada dipihak nya.
Tidak mungkin Alexander membiarkan kekasih nya dicelakai oleh orang lain.
“Jangan membangkang dan cukup ikuti perintah ku, atau kau tahu akibat nya nanti”
Ucapnya dan berdiri kembali mendekati ku.
Apa kau tidak bisa tetap jauh dari ku Emmett, kau sangat menjijik kan.
Dengan cepat dia menarik kuat rambut bagian belakang ku, sangat kuat sampai rasanya rambut ku mau lepas dari kulit kepala.
“Tetap dekati Yang Mulia Raja, lakukan semua hal yang kau bisa. SEMUA!! Bila perlu serahkan tubuh mu ini padanya”
Deg deg deg deg
Jantung berdebar kencang, ucapan nya tidak terdengar asing di telinga ku. Aku ingat pernah ada seseorang yang memerintahkan hal yang sama padaku meski kalimat nya tidak sama persis tetapi maksud kalimat nya sama.
Serahkan tubuh mu!
“Jangan membuat ku menyesal telah membiarkan anak penuh kutukan seperti mu ini hidup di sisi ku, jadi buat dirimu bermanfaat untuk ku!!”
Ucapan nya bisa kutangkap dengan jelas meski tidak merespon apa-apa.
“Sekarang keluar! Aku jijik melihat mu!!”
Dia setengah berteriak dan aku tersadar dari lamunan ku.
Dengan kecepatan cahaya aku bergerak keluar dari ruangan nya, aku hanya takut di melakukan hal yang lebih buruk dari ini.
Aku keluar dengan nafas terengah, meraup banyak oskigen di luar ini karena ketika didalam tadi aku merasakan oksigen sangat tipsi.
“Nona! Nona baik-baik saja?!”
Lela langsung menghampiri ku dengan raut khawatir nya.
“Tidak! Aku tidak baik-baik saja”
Cicit ku pelan.
“Astaga! Nona ada apa dengan pipi nona?”
Seru Lela panik.
“Ada apa dengan pipi ku?”
Ketika tangan ku meraba sisi pipiku aku langsung merasakan perih ketika menyentuh satu titik.
“Kedua pipi nona membiru, apa Tuan Emmett menyakiti nona?”
Akh! Benar juga, ini pasti hasil dari cengkraman kuat dari pria tua itu, pantas saja tadi sangat sakit. Meninggalkan bekas biru rupanya.
“Lela, aku butuh waktu sendiri.. bisa kau tinggalkan aku dulu?”
Aku menatap Lela lekat, meski aku tahu dia khawatir tapi dia tetap menurut.
“Baik, ayo hamba antar nona dulu. Hamba takut nona tersesat jika ditinggalkan di sekitar istana sendiri”
“Tidak perlu, aku hanya ingin berjalan-jalan ke taman yang ada diujung istana sana. Dan aku sudah tahu jalan nya”
Yaa aku sudah pernah sekali ke taman itu.
“Baiklah nona Anne, hamba akan menunggu di sekitar gerbang istana”
Setelah mengatakan itu Lela menunduk hormat dan mundur menjauh dari ku.
Kualihkan pandangan ku dari punggung Lela yang menjauh jadi menatap pintu tinggi dari ruangan Emmett.
Aku beranjak, menyusuri lorong istana yang sunyi hanya ada beberapa pengawal yang bersusun rapi di sepanjang lorong, aku tidak bisa pastikan apa mereka manusia atau hanya patung.
Sepanjang jalan aku hanya menunduk dalam memikirkan apa yang baru saja ku alami.
Aku pikir selama pertama kali sadar dari dunia ini, hidup Roseanne tidak memiliki beban apapun selain mendekati Alexander ternyata memang semua tidak semudah apa yang terlihat.
Dia melakukan banyak hal gila hanya untuk mengikuti perintah ayah nya dan—-
“Nona Weasly!”
Panggilan seseorang membuyarkan pikiran ku dengan cepat aku mengangkat kepala mencari sumber suara itu.
“Selamat malam nona Weasly\~\~”
Ada seorang wanita cantik berkulit sedikit gelap menyapa ku, aku tidak mengenalnya. Tetapi aku mengenal siapa pria yang berdiri tegap disamping nya.
Alexander Lincoln.
Oh biar ku tebak!! Astaga! Apa ini dia kekasih Alexander, Aurelia Ruby?
“Ya selamat malam”
Jawab ku sekena nya, karena jujur saja aku sedikit sulit berinteraksi dengan orang baru.
Aku tidak sedikitpun melihat kearah Alexander, karena bagaimana pun melihat wajah nya mengingat kan ku pada tingkah mesum nya yang beberapa kali mencium ku.
Ditambah ada kekasih nya disini, membuat rasa bersalah muncul di hatiku.
“Nona Weasly ada keperluan apa, sampai malam-malam begini berada di istana?”
Wanita itu terlihat sangat anggun dan aku menyukai warna kulit nya.
Dia cantik sekali, kulit nya cenderung gelap dengan rambut gelombang panjang berwarna cokelat, hidung nya mancung dan bola mata nya berwarna abu-abu?
Entalah, aku tidak bisa melihat dengan jelas dari jarak kami yang cukup jauh ditambah pula keadaan sekitar yang memang remang-remang.
“Emm—aku ada perlu dengan seseorang”
Tidak sudah aku menyebut Emmett itu Ayah! Cuih!
“Begitu..apa itu perlu dengan Tuan Emmett, karena aku mendengar beliau baru saja tiba dari perjalanan tugas nya”
Kenapa dia banyak bicara sekali?
Tetapi berhubung dia cantik aku maafkan, meski sedikit memuakkan.
Aku hanya mengangguk dan tersenyum tipis untuk membalas nya.
“Astaga!!”
Dia memekik tertahan lalu berlari kecil kearah ku.
Apalagi sih, ayolah aku malas berbasa-basi.
“Apa yang terjadi dengan pipi mu nona Weasly dan kenapa rambut mu berantakan seperti ini?”
Pipi? Oh maksud nya pipi ku yang membiru. Wah aku memuji ketajaman mata nya yang bisa melihat luka di pipi ku dari jarak yang cukup jauh tadi, apa memang dia sengaja memperhatikan ku sedetail itu.
“Tidak apa-apa”
Aku menepis pelan tangan nya yang berusaha meraih pipi ku. Aku hanya tidak suka orang lain menyentuh tubuh ini.
“Aakhhr!” Dia memekik tertahan dan sampai mundur selangkah.
Kenapa? Aku rasa tepisan tangan ku tidak sekuat itu sampai bisa membuat nya kesakitan dan sampai mundur.
“Ma..maaf kan aku nona Weasly, aku hanya ingin memastikan luka mu tidak parah”
Dia terisak pelan sambil terus memegangi tangan nya yang barusan ku tepis pelan.
Wadefak! Apa dia pemain drama??
...👑👑👑...
Jeng jeng jeng!!! Aurelia Ruby muncul!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments