THK—Imbalan

...The Heaven Kingdom...

...👑...

Benar kata orang-orang, kalau penyesalan itu selalu datang diakhir karena kalau di depan itu namanya pendaftaran.

Ya—sekarang rasa penyesalan ku muncul diakhir setelah menikmati banyak makanan lezat. Sekarang aku harus membayar semua nya dengan memberi pinjam pundak ku pada pria ini.

“Aku hanya meminta imbalan dengan meminjam pundak mu, tetapi kau seperti nya tidak ikhlas. Bagaimana kalau ku ganti saja imbalan ku?”

TIDAAKKK!

“Tidak kok, aku ikhlas meminjam kan bahu ku padamu…sangaattttt ikhlas, jadi cepat lah bersandar”

Aku menarik kepala nya agar kembali bersandar di pundak ku, sebelum dia meminta imbalan yang lain.

Dia menurut dan mencari posisi nyaman dipundak ku.

“Sebenarnya ini tidak sepadan dengan banyak nya makanan yang kau makan tadi”

“Jangan perhitungan kau, dan aku tahu makanan itu bukan untuk dijual beli kan. Itu memang makanan yang disediakan untuk kita”

“Kau tidak sadar? Kalau bukan karena aku, makanan nya tidak akan sebanyak itu”

Dia selalu menyombongkan diri.

“Ya aku tahu, kau Raja aku sadar. Jadi jangan pamerkan terus jabatan mu”

”Kau sadar, tapi terus bersikap tidak hormat padaku”

Gerutu nya pelan.

“Selain sombong kau juga gila hormat ya?”

“Tidak! Karena sudah biasa di hormati oleh mereka aku jadi tidak terbiasa dengan orang pembangkang seperti mu”

”Yasudah, mulai biasakan diri mu pada orang pembangkang seperti ku. Agar kau tidak terkejut jika ada pembangkang-pembangkang yang lain”

“Tidak mungkin ada pembangkang lain, karena biasanya aku langsung membunuh mereka sebelum sempat membangkang padaku”

Suara dingin nya terdengar menakutkan sekali.

“Lalu? Apa…apa aku akan dibunuh juga?”

Aku sedikit tergagap.

“Tidak tahu, kita lihat saja”

Bisik nya pelan.

Aku mendadak tegang, kepala nya yang sebenarnya tidak berat tiba-tiba terasa begitu berat menimpa pundak ku. Apa ini efek dari rasa takut ku.

Meski aku tidak tahu apa tujuan ku hidup di dunia novel ini, tetapi tetap saja aku tidak ingin mati ditangan orang lain.

Terlalu memalukan jika mati dibunuh oleh Raja yang berasal dari dunia novel yang ku sebut novel sampah!

Di hidupku sebelum nya bahkan aku tidak tahu, aku sudah mati atau belum dan disini aku sudah terancam dibunuh.

Ugh! Nasib ku yang malang…

Aku tersadar dari lamunan ku ketika merasakan hembusan hangat menerpa kulit leher ku dan ketika menengok ternyata wajah pria itu sangat dekat dengan ku.

“Hei!! Aku hanya mengijinkan mu menyender bukan untuk mengendus-endus leher ku!!”

Belum sempat aku bergeser dia sudah lebih dulu menahan pinggang ku sampai aku tidak bisa bergerak.

“Aku hanya mengendus nya, jangan berlebihan”

Bisik nya, terus melanjutkan endusan di leher ku sampai aku kegelian.

“Berlebihan kata mu??! Sini leher mu aku begitukan apa kau nyaman hah?”

Bentak ku kesal, aku tidak peduli jika pengawal atau kusir mendengar bentakan ku pada Raja mereka.

“Kau ingin mengendus leher ku juga? Silahkan dengan senang hati”

Dia membuka tudung jubah nya dan memperlihatkan leher jenjang nya dan emm—jakun nya nya naik turun.

Sial! Aku salah bicara pada nya.

“Lupakan!”

Aku membuang muka keluar jendela, rasanya lebih baik daripada menatap wajah tampan yang sedang memamerkan leher nya.

“Haha kau kucu sekali”

Tidak ada yang lucu tetapi dia terkekeh, dasar pria gila dan mesum!!!

“Jangan memaki ku terus”

Dia kembali menyenderkan kepala nya dipundak ku tentu saja aku pasrah, karena melawan pun percuma dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau.

Dan lagi—aku lupa kalau dia bisa membaca isi pikiran ku.

“Diamlah! Aku mengantuk”

Aku berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Apa kau memang begini? Mudah tertidur dimana saja tidak peduli jika ada pria lain disekitar mu”

”Tidak juga, aku hanya mudah mengantuk jika dalam perjalanan seperti ini. Dan disini hanya ada kau, tidak ada pria lain jadi tidak masalah kalau aku tidur”

“Aku juga pria”

“Yang bilang kau wanita siapa?”

“Kau barusan”

Dia tidak ingin kalah berdebat dengan ku rupanya.

“Sudalah tuan Alexander, jangan terus mengajak ku berdebat. Tidurlah”

Tanpa sadar aku menepuk pelan pipi nya agar dia diam, begitu sadar aku langsung menarik lengan ku.

Tapi..lagi-lagi dia dengan kecepatan cahaya nya menahan gerakan ku.

”Lanjutkan tepukan mu, ini bisa membantu ku tidur”

Mau tidak mau, aku kembali menepuk pelan sisi pipi kiri nya dengan lengan kiri ku. Sementara tubuhku, ku sandarkan dengan pelan mencari posisi nyaman untuk kami berdua karena aku juga sudah mengantuk.

“Aku peringatkan pada mu, jika sedang dalam perjalanan bersama pria lain jangan mudah tertidur karena bisa saja dia mencuri kesempatan untuk mencium atau melakukan hal mesum lain pada mu”

Hei tuan, pria yang kau maksud adalah dirimu sendiri bukan? Karena sejak tadi kau sudah mencuri banyak hal dariku.

Aku tidak berani menyuarakan isi hatiku dan berharap dia bisa membaca pikiran ku lagi.

“Hemm”

Hanya deheman yang bisa ku keluarkan menjawab peringatan nya.

.

.

Suara air yang mengalir dan banyak nya kicauan burung membangunkan ku, ketika bangun hanya ada aku sendiri didalam kereta ini. Dimana pria itu?

Aku mengintip keluar untuk melihat sekitar, apa dia meninggalkan ku sendiri disini? kalau iya. Berarti dia tidak berperikemanusiaan.

Diluar, aku tidak menemukan siapapun. Aku keluar dan mengikuti sumber suara air yang mengalir itu. Tidak terlalu jauh berjalan dari kereta aku menemukan sungai yang sangat jernih.

Luar bisa, pemandangan di dunia novel ini tidak pernah mengecewakan.

”Kau sudah bangun?”

Aku langsung menengok kearah nya, sejak kapan dia berada diatas batu besar itu.

”Kau meninggalkan ku?”

Dengan cemberut aku berjalan mendekati nya.

“Aku sudah berusaha membangunkan mu, tapi kau tidur seperti mayat”

Masih pagi sekali, tetapi mulut nya sudah pedas saja.

“Kita ada dimana? Dan dimana semua pengawal dan kuda-kuda itu?”

“Kau tidak lihat, kita ada disungai dan mereka sedang memandikan serta memberi makan kuda disana”

Aku hanya mengangguk paham dan kesempatan untuk menghirup udara segar disini.

“Apa kau tidak ingin mandi?”

“Apa boleh?”

“Tentu saja, kita berhenti memang untuk bebersih diri”

“Bagaimana cara mandinya, bukan maksud ku ini kan ruangan terbuka tidak mungkin aku mandi disini yang ada aku akan jadi tontonan gratis para pengawal mu”

“Mereka tidak akan tertarik menonton kau mandi, karena tubuh mu itu biasa saja”

Tidak menarik kata nya tetapi sejak kemarin dia terus menempel padaku.

“Aku tidak usah mandi, keadaan tidak memungkinkan”

Putus ku akhirnya.

“Kalau kau tidak mandi, aku tidak mau menyender pada mu”

“Baguslah, lebih baik begitu”

Siapa juga yang rugi kalau dia tidak menyandar pada ku, yang ada aku justru bersyukur karena bahu ku tidak akan berat sebelah seperti ini.

“Mandi disana, para pegawal sudah menyiapkan bilik untuk mandi”

”Tidak perlu”

Aku bersikeras tidak mau mandi.

“Mandi sendiri atau aku mandikan?”

Ugh! Ancaman nya sangat menakutkan.

“Yasudah!! Dimana semua barang bawaan ku?”

Dia menunjuk kan salah satu kereta yang tidak jauh dari dekat sungai.

Aku beranjak dan mengambil barang-barang yang aku perlukan untuk mandi dari dalam peti yang sudah disiapkan Lela.

“Perlu bantuan? Sepertinya sulit untuk melepaskan gaun mu itu seorang diri”

“TIDAK!!”

Aku menghentakkan kaki kesal menuju bilik yang dia tunjuk tadi.

.

...👑👑👑...

Terpopuler

Comments

Ixora_Javanica

Ixora_Javanica

makin sukaaa😍

2022-07-25

0

C1nt4

C1nt4

lanjuut

2022-06-02

1

lihat semua
Episodes
1 THK-PROLOG
2 THK-Siapa dia?
3 THK- Tenang dan Tidur
4 THK- Bertemu Lagi
5 THK—Kau Gila?
6 THK—Apa Urusan Mu?
7 THK—Kereta Mewah
8 THK—Perjalanan
9 THK—Lupa Diri
10 THK—Imbalan
11 THK—Kau Mengabaikan Ku
12 THK—Seperti Koala
13 THK—Bermalam
14 THK—Visual
15 THK—Bertemu Ayah
16 THK—Bertemu Aurelia Ruby
17 THK—Aku Tidak Peduli
18 THK—Danau Biru
19 THK—Jaga Saja Kekasihmu
20 THK—Duke Leonidas Eros
21 THK—Merindukan
22 THK—Lembut, hangat dan bergerak
23 THK—Pindah Kursi
24 THK—Bertemu Pandang
25 THK—Transmigrasi Jiwa
26 THK--Namaku Lily Anne
27 THK--Kenapa Dia Marah
28 THK--Karena Aku Suka
29 THK--Rasa Bersalah
30 THK--Teori Sinetron
31 THK--Berbasil Menarik Perhatian.
32 THK--Minum Teh Berdua
33 THK--Punya Kakak?
34 THK--Pilih Kasih
35 THK--Ramalan Pemimpin Masa Depan
36 THK--Ramalan Pemimpin Masa Depan 2
37 THK--Kau Sakit?
38 THK--Apa Maksud Mu?
39 THK--Bulan Surga?
40 THK—Pasar?
41 THK—Dikejar Pria Asing
42 THK--Apa Aku Mirip Ibu
43 THK—Kapan Bulan Surga Timbul?
44 THK--Menemui Raja
45 THK—Duduk Disini!
46 THK—Tidak Ingin
47 THK__Menemui Pria Asing
48 THK__Tidak Harus Terjadi
49 THK--Mencari Alassn
50 THK—Menyulam
51 THK—Kemarahan Alexander
52 THK—Gaun Pendek
53 THK—Cara Lain
54 THK—Dapat Izin
55 THK—Debat Saudara?
56 THK—Debat Saudara (2)
57 THK—Pasar Lagi
58 THK—Pasar Lagi (2)
59 THK—Pasar Lagi (3)
60 THK—Kau Membunuh nya?
61 THK—Masa Depan
62 THK—Mabuk
63 THK—Permintaan
64 THK—Perubahan Sikap
65 THK—Pejabat Ruby
66 THK—Pemalsuan
67 THK—Rapat Pejabat (1)
68 THK—Rapat Pejabat (2)
69 THK—Rapat Pejabat (3)
70 THK—Sakit
71 THK—Raja Memaksa
72 THK—Bagaimana Bisa
73 THK—Membantu Sedikit
74 THK—Kembali Besok
75 THK—Mengingatkan
76 THK—HAH!?
77 THK—Aku senang
78 THK—Ada Apa Gerangan?
79 THK—Kedatangan Nona Ruby
80 THK—Bercanda Katamu?
81 THK—Mencari Sekutu
82 THK—Mencari Sekutu (2)
83 THK—Dasar Bodoh
84 THK—Persetan
85 THK—Puteri Penurut
86 THK—Persidangan
87 THK—Persidangan (2)
88 THK—Persidangan (3)
89 Laku Keras
90 Drama Protagonis
91 THK—Mimpi Buruk
92 THK—Leon Kembali
93 THK—Festival Rakyat?
94 Bukan Update
95 THK -- Festival Rakyat (2)
96 THK -- Demi Makanan Lezat
97 THK—Menyamar
98 THK—Pelelangan
99 THK—Tidak Percaya
100 THK—Hampa
101 THK—Wanita Penghibur
102 THK—Memetik Bunga
103 THK—Kepentingan
104 THK__ Wanita Penggoda
105 THK__Ragnar Benar
106 THK__ Menutup dengan Anggun
107 THK__ Kereta Jemputan
108 THK__Jamuan Makan Malam
109 THK__ Bantu Aku
110 THK__ Ikut Saja
111 THK__ Kuda Tampan
112 THK__Pertemuan
113 THK__Buku Magic
114 THK—Tujuan Awal
115 THK—Adalah Kau
116 THK__Jengah
117 THK—Agresif VS Naif
118 THK—Dua Roseanne
119 THK--Pejabat Ruby
Episodes

Updated 119 Episodes

1
THK-PROLOG
2
THK-Siapa dia?
3
THK- Tenang dan Tidur
4
THK- Bertemu Lagi
5
THK—Kau Gila?
6
THK—Apa Urusan Mu?
7
THK—Kereta Mewah
8
THK—Perjalanan
9
THK—Lupa Diri
10
THK—Imbalan
11
THK—Kau Mengabaikan Ku
12
THK—Seperti Koala
13
THK—Bermalam
14
THK—Visual
15
THK—Bertemu Ayah
16
THK—Bertemu Aurelia Ruby
17
THK—Aku Tidak Peduli
18
THK—Danau Biru
19
THK—Jaga Saja Kekasihmu
20
THK—Duke Leonidas Eros
21
THK—Merindukan
22
THK—Lembut, hangat dan bergerak
23
THK—Pindah Kursi
24
THK—Bertemu Pandang
25
THK—Transmigrasi Jiwa
26
THK--Namaku Lily Anne
27
THK--Kenapa Dia Marah
28
THK--Karena Aku Suka
29
THK--Rasa Bersalah
30
THK--Teori Sinetron
31
THK--Berbasil Menarik Perhatian.
32
THK--Minum Teh Berdua
33
THK--Punya Kakak?
34
THK--Pilih Kasih
35
THK--Ramalan Pemimpin Masa Depan
36
THK--Ramalan Pemimpin Masa Depan 2
37
THK--Kau Sakit?
38
THK--Apa Maksud Mu?
39
THK--Bulan Surga?
40
THK—Pasar?
41
THK—Dikejar Pria Asing
42
THK--Apa Aku Mirip Ibu
43
THK—Kapan Bulan Surga Timbul?
44
THK--Menemui Raja
45
THK—Duduk Disini!
46
THK—Tidak Ingin
47
THK__Menemui Pria Asing
48
THK__Tidak Harus Terjadi
49
THK--Mencari Alassn
50
THK—Menyulam
51
THK—Kemarahan Alexander
52
THK—Gaun Pendek
53
THK—Cara Lain
54
THK—Dapat Izin
55
THK—Debat Saudara?
56
THK—Debat Saudara (2)
57
THK—Pasar Lagi
58
THK—Pasar Lagi (2)
59
THK—Pasar Lagi (3)
60
THK—Kau Membunuh nya?
61
THK—Masa Depan
62
THK—Mabuk
63
THK—Permintaan
64
THK—Perubahan Sikap
65
THK—Pejabat Ruby
66
THK—Pemalsuan
67
THK—Rapat Pejabat (1)
68
THK—Rapat Pejabat (2)
69
THK—Rapat Pejabat (3)
70
THK—Sakit
71
THK—Raja Memaksa
72
THK—Bagaimana Bisa
73
THK—Membantu Sedikit
74
THK—Kembali Besok
75
THK—Mengingatkan
76
THK—HAH!?
77
THK—Aku senang
78
THK—Ada Apa Gerangan?
79
THK—Kedatangan Nona Ruby
80
THK—Bercanda Katamu?
81
THK—Mencari Sekutu
82
THK—Mencari Sekutu (2)
83
THK—Dasar Bodoh
84
THK—Persetan
85
THK—Puteri Penurut
86
THK—Persidangan
87
THK—Persidangan (2)
88
THK—Persidangan (3)
89
Laku Keras
90
Drama Protagonis
91
THK—Mimpi Buruk
92
THK—Leon Kembali
93
THK—Festival Rakyat?
94
Bukan Update
95
THK -- Festival Rakyat (2)
96
THK -- Demi Makanan Lezat
97
THK—Menyamar
98
THK—Pelelangan
99
THK—Tidak Percaya
100
THK—Hampa
101
THK—Wanita Penghibur
102
THK—Memetik Bunga
103
THK—Kepentingan
104
THK__ Wanita Penggoda
105
THK__Ragnar Benar
106
THK__ Menutup dengan Anggun
107
THK__ Kereta Jemputan
108
THK__Jamuan Makan Malam
109
THK__ Bantu Aku
110
THK__ Ikut Saja
111
THK__ Kuda Tampan
112
THK__Pertemuan
113
THK__Buku Magic
114
THK—Tujuan Awal
115
THK—Adalah Kau
116
THK__Jengah
117
THK—Agresif VS Naif
118
THK—Dua Roseanne
119
THK--Pejabat Ruby

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!