20. Denis Kembali

Aruna terlihat membuka matanya perlahan lalu menatap ke tempat kosong yang ada di depannya. Kemudian ia terdengar mengatakan sesuatu seolah sedang berbincang dengan sesuatu yang tak kasat mata.

“ Iya, Aku datang karena diundang sama Ustadz Zaid...,” kata Aruna.

“ Apa Kamu tau apa tujuan beliau memanggilmu ke sini...?” tanya sosok perempuan berambut panjang yang mondar-mandir di depan dapur itu.

“ Aku belum tau. Tapi Aku yakin Ustadz Zaid punya tujuan yang baik. Kamu sendiri ngapain di sini ?. Apa Kamu ga sadar udah bikin semua tamu Ustadz Zaid ketakutan dan ga nyaman ngeliat penampakanmu di sini...?” tanya Aruna.

Pertanyaan Aruna membuat ustad Zaid, Syarifah, Arka dan Diana terkejut. Mereka khawatir ucapan Aruna akan menyinggung sosok perempuan berambut panjang itu.

“ Aku ada di sini sebelum rumah ini dibangun. Jadi bukan salahku kalo Aku mondar mandir di sekitar sini...,” sahut sosok perempuan berambut panjang itu dengan cuek.

“ Tapi harusnya Kamu pake baju. Ga malu ya diliatin sama Pak Kyai dan Om Wowo...?” tanya Aruna sambil melirik kearah laki-laki bersorban dan sosok genderuwo penunggu pohon jambu di depannya.

“ Kami yang harus menyingkir kalo dia lewat Aruna...,” sahut pria bersorban putih sambil tersenyum simpul.

“ Begitu ya...,” kata Aruna mengerti.

“ Kamu ga takut liat Aku Aruna...?” tanya sosok genderuwo hitam itu sambil menatap Aruna lekat.

“ Ga, cuma kaget aja tadi...,” sahut Aruna sambil menggeleng.

“ Sosoknya memang serem, tapi dia baik Aruna...,” kata perempuan berambut panjang itu hingga  membuat Aruna mengangguk.

“ Jadi Kamu udah kenalan ya sama tiga sosok ghaib di rumah ini. Gimana menurut Kamu Aruna...?” tanya ustadz Zaid tiba-tiba.

Aruna menoleh kerah ustadz Zaid lalu kembali menatap ketiga sosok makhluk ghaib di depannya.

“ Mereka baik Ustadz. Pak Kyai selalu ngikutin Ustadz kemana pun kecuali ke toilet dan kamar tidur. Om Wowo juga baik karena jagain rumah Ustadz dari orang yang berniat jahat, walau sedikit iseng sih...,” kata Aruna sambil tersenyum hingga membuat empat orang dewasa yang ada di sana tertawa.

“ Terus kalo yang sering mondar-mandir di depan dapur gimana Nak...?” tanya Syarifah.

“ Dia jail Ummi, sering gangguin tamu dan orang yang lewat di samping rumah. Mana ga pake baju lagi. Untung rambutnya panjang, jadi badannya yang telan*ang itu ga terlihat sama orang lain...,” sahut Aruna sambil mencibir.

Jawaban Aruna membuat ustadz Zaid dan istrinya terhenyak. Mereka seolah tak percaya jika gadis cilik itu mampu menjabarkan sosok ghaib yang ada di rumah mereka secara detail.

“ Masya Allah, luar biasa. Baru Aruna yang bisa ngungkapin secara detail sosok ghaib yang ada di sini lho Mas Arka. Biasanya orang lain hanya bisa merasakan hawa dingin atau panas aja serta suara-suara aneh saat bertamu di sini. Kalo ada yang ngeliat mungkin itu hanya kebetulan dan ga semuanya secara bersamaan. Tapi Aruna malah bisa bicara sama ketiganya langsung seperti layaknya orang yang lagi ngeriung bareng Mas...,” kata ustadz Zaid sambil tersenyum.

Arka dan Diana nampak tersenyum bangga dengan kemampuan yang dimiliki Aruna. Sedangkan Syarifah nampak menatap lekat Aruna seolah sedang menyelami jiwanya.

“ Jadi gimana Ustadz, apa Kami bisa minta tolong sama Ustadz untuk membimbing Aruna...?” tanya Arka hati-hati.

“ Kenapa harus Saya Mas Arka...?” tanya ustadz Zaid.

“ Selama ini Kami khawatir kalo kemampuan Aruna dimanfaatkan untuk hal yang ga baik sama orang yang ga bertanggung jawab Ustadz. Bahkan beberapa ada yang datang kepada Saya dan meminta Aruna secara khusus untuk dijadikan murid. Tapi Saya selalu nolak karena Saya ga percaya sama mereka. Saat Saya ketemu Ustadz dan ngobrol banyak hal, entah mengapa hati Saya merasa nyaman. Saya ceritakan sama Istri Saya ternyata dia juga punya perasaan yang sama. Dan puncaknya tadi malam Ustadz. Keinginan Saya untuk menitipkan Aruna kepada Ustadz makin besar setelah Ustadz berhasil menyelamatkan Denis...,” sahut Arka yang diangguki Diana.

“ Gimana menurut Ummi...?” tanya ustadz Zaid pada sang istri.

“ Insya Allah Ummi siap membimbing Aruna Bi. Tanda yang Aruna tunjukin sama persis sama yang diberikan oleh Kakekku Bi...,” sahut Syarifah sambil tersenyum.

“ Mas Arka dan Mbak Diana denger sendiri apa kata Istri Saya. Bukan Saya yang akan membimbing Aruna tapi Istri Saya. Bukan menolak, tapi akan lebih baik untuk Aruna jika dibimbing oleh guru spiritual wanita karena Aruna kan wanita. Mas Arka dan Mbak Diana ga perlu khawatir, Saya akan tetap mengawasi mereka dan membantu jika suatu saat diperlukan...,” kata ustadz Zaid bijak.

“ Alhamdulillah. Buat Kami ga masalah siapa yang akan membimbing Aruna. Ustadz atau Ummi Syarifah sama aja. Makasih Ustadz, Ummi...,” sahut Arka dengan mata berkaca-kaca.

“ Makasih ya Ummi...,” kata Diana sambil menghambur ke pelukan Syarifah.

“ Sama-sama Mbak. Insya Allah Kita sama-sama mendidik Aruna jadi wanita yang hebat, jadi wanita yang sholehah sekaligus tangguh menghadapi hal ghaib. Semoga kelebihan yang diberikan Allah kepada Aruna bisa bermanfaat untuk membantu orang banyak...,” sahut Syarifah sambil mengusap punggung Diana dengan lembut.

“ Aamiin...,” sahut semua orang bersamaan.

Aruna nampak tersenyum melihat interaksi kedua orangtuanya dengan ustadz Zaid dan Syarifah. Ia pun tak keberatan dengan pilihan orangtuanya itu karena Aruna merasa memerlukan seorang guru untuk membimbingnya mengendalikan kemampuan yang ia miliki.

\=====

Tiga hari setelah penemuan Denis, pihak sekolah pun mendatangi rumah Denis untuk menjenguk bocah laki-laki itu. Pihak sekolah diwakili wali kelas empat dan wali kelas tiga serta beberapa murid termasuk diantaranya Aruna.

Saat tiba di rumah orangtua Denis suasana terlihat sepi. Ibu Denis bergegas membuka pintu dan mempersilakan mereka duduk di ruang tamu.

“ Gimana keadaan Denis sekarang Bu...?” tanya wali kelas empat yang bernama Hani.

“ Alhamdulillah Denis udah sehat Bu. Cuma masih sering mengigau aja kalo tidur...,” sahut ibu Denis.

“ Apa Kami boleh ketemu sama Denis Bu...?” tanya bu Wita wali kelas tiga.

“ Boleh Bu, mari silakan masuk. Denisnya ada di kamar...,” sahut ibu Denis sambil membuka pintu kamar Denis.

Bu Hani dan Bu Wita pun masuk ke dalam kamar dan melihat Denis tengah berbaring di atas tempat tidur. Meski pun kondisi tubuhnya terlihat sehat, namun wajah Denis masih terlihat pucat. Aruna yang berdiri di belakang wali kelasnya pun bisa merasakan betapa shocknya Denis setelah mengalami kejadian yang di luar nalar itu.

“ Apa kabar Denis...?” tanya bu Hani.

“ Baik Bu...,” sahut Denis lalu mencium punggung tangan bu Hani dan bu Wita bergantian.

“ Masih pusing ga...?” tanya bu Wita.

“ Masih Bu. Kaya mau jatuh kalo dibuat jalan. Makanya Saya tiduran aja...,” sahut Denis.

“ Maaf kalo Ibu lancang. Denis inget ga gimana awalnya sampe Denis diculik ?. Cerita Denis ini bisa buat pelajaran teman-teman yang lain juga nanti...,” kata bu Hani.

“ Denis inget Bu. Waktu itu Denis beli es krim di depan sekolah. Mendadak ada suara Ibu-ibu yang manggil Denis. Pas Denis samperin dia ngajakin Denis mampir ke rumahnya. Ga tau kenapa Denis nurut aja sama dia...,” sahut Denis sambil menunduk dengan tubuh sedikit bergetar dan tangan terkepal.

“ Biar Saya aja yang lanjutin ceritanya ya Bu. Denisnya biar istirahat dulu, kasian dia masih ga nyaman kalo ditanya soal itu...,” kata ibu Denis menengahi.

“ Oh iya, maafin Saya ya Bu...,” sahut Bu Hani tak enak hati.

“ Gapapa Bu. Kita bicara di luar yuk...,” ajak ibu Denis.

Bu Hani dan Bu Wita mengikuti ibu Denis melangkang tamu. Sedangkan Aruna dan beberapa temannya tetap berada di kamar Denis untuk menghibur Denis.

Diam-diam Aruna mengulurkan tangannya menyentuh kepala Denis sejenak. Denis yang tahu jika Aruna menyentuh kepalanya nampak cuek dan tak mempermasalahkan hal itu. Sesekali Denis nampak tertawa mendengar cerita teman-temannya.

Sementara itu ibu Denis tengah menceritakan pengalaman Denis selama disandera oleh makhluk halus itu. Setelahnya bu Hani dan bu Wita mengajak para murid untuk pulang.

“ Kalo gitu Kami pulang dulu ya. Makasih udah mau berbagi cerita sama Kami. Mohon maaf jika kedatangan Kami membuat Ibu dan Denis ga nyaman...,” kata bu Hani dengan santun.

“ Iya Bu. Kami yang ngucapin terima kasih karena Ibu udah mau menyempatkan diri menjenguk Denis...,” sahut ibu Denis.

“ Ayo Anak-anak, Kita pulang sekarang yuk...,” ajak bu Wita.

“ Iya Bu. Kami pulang dulu ya Den...,” pamit para murid bergantian.

“ Iya. Makasih ya temen-temen, makasih Bu Guru Hani dan Bu Guru Wita...,” kata Denis dengan mimik lucu hingga membuat semua orang tertawa melihatnya.

“ Wah keliatannya Denis bener-bener udah sembuh setelah dijenguk sama Bu guru dan teman-teman. Mudah-mudahan Denis bisa segera masuk sekolah ya Nak...,” kata ibu Denis bahagia.

Saat semua orang bergantian keluar melalui pintu, Denis menggamit tangan mungil Aruna lalu mengucapkan sesuatu.

“ Makasih ya Aruna. Kamu udah ngilangin rasa takut Aku. Sejak Kamu pegang kepala Aku tadi, badanku terasa lebih enak dan Aku ga takut lagi...,” kata Denis sambil tersenyum.

“ Sama-sama Denis...,” sahut Aruna balas tersenyum.

Kemudian Aruna keluar dari rumah Denis sambil melambaikan tangannya kearah Denis yang terlihat membalas lambaian tangan Aruna itu.

“ Ciee..., cieee..., yang udah punya gebetan. Siapa sih namanya kok Kamu senyum-senyum terus ngeliat dia...?” goda ibu Denis.

“ Apaan sih Bu, dia kan temen Aku juga...,” sahut Denis sambil melengos.

“ Tapi Ibu baru kali ini liat dia lho Den...,” kata ibu Denis.

“ Iya lah. Dia kan Anak kelas tiga Bu, adik kelas Aku...,” sahut Denis.

“ Cantik ya, namanya siapa sih Den...?” kejar ibu Denis lagi.

“ Aruna Bu...,” sahut Denis cepat.

“ Oh jadi itu yang namanya Aruna ya, pantesan santun banget wong Ayahnya juga baik kok. Ibu suka kalo Kamu temenan sama dia Den. Apalagi Ayahnya Aruna juga bantuin nyari Kamu lho kemarin...,” kata ibu Denis hingga membuat Denis terdiam.

Sesaat kemudian Denis terlihat melangkah ke kamar mandi dan itu mengejutkan ibunya. Padahal selama beberapa hari Denis enggan mandi karena takut berlama-lama di kamar mandi.  Meski pun ditemani, Denis tetap menolak untuk mandi.

“ Mau ngapain Den...?” tanya ibu Denis.

“ Aku mau mandi Bu biar seger...,” sahut Denis lalu melangkah ke kamar mandi.

Ibu Denis nampak tersenyum bahagia melihat anaknya ‘kembali’ menjadi anak yang ceria setelah dijenguk guru dan teman-temannya tadi.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Marisa Ria

Marisa Ria

jodohnya orion mungkin🤣sementara orion di umpetin

2022-06-03

2

RORONOA

RORONOA

semangat Thor, udah episode 20 nih
aku masih bingung gimana tentang Arnold sama bulan plus orion

2022-06-03

4

Yumna Rayyan

Yumna Rayyan

❤️❤️❤️❤️❤️

2022-06-03

1

lihat semua
Episodes
1 1. Pesona Arnold
2 2. Pernikahan
3 3. Bukan Mimpi
4 4. Satu Rahasia Lagi
5 5. Musuh Kita
6 6. Dua Kutukan
7 7. Namanya Orion
8 8. Kesempatan Kedua
9 9. George dan Matilda
10 10. Orion Hilang
11 11. Hukuman
12 12. Pria Cacat ?
13 13. Aruna
14 14. Pindah
15 15. Ketindihan ?
16 16. Aruna Diuji
17 17. Tante Cantik
18 18. Diculik Hantu
19 19. Ustadz Zaid
20 20. Denis Kembali
21 21. Mengintai Aruna
22 22. Makhluk Misterius
23 23. Pembagian Tugas
24 24. Aruna Hilang ?
25 25. Perkenalan
26 26. Perubahan Aruna
27 27. Ketemu Hantu Deon
28 28. Membantu Deon
29 29. Amanah Deon
30 30. Devia Dan Derry
31 31. Deon Pergi
32 32. Nyari Kalisha...
33 33. Rahasia Kalisha
34 34. Lagi – Lagi Kalisha
35 35. Berdamai
36 36. Diikuti Kuntilanak
37 37. Maaf Pak...
38 38. Disuruh Mengawasi
39 39. Sebelum Lulus
40 40. Akhirnya Datang
41 41. Melepas Aruna
42 42. Hantu Janson
43 43. Ketemu Sarti
44 44. Pergi Juga
45 45. Dia Lagi
46 46. Ruang Misterius
47 47. Makhluk Itu
48 48. Namanya Gayo
49 49. Mulai Menggali
50 50. Menyempurnakan
51 51. Lebih Baik
52 52. Bertemu Orion
53 53. Masuk Hutan
54 54. Jati Diri
55 55. Panggilan Keramat
56 56. Surprise Untuk Aruna
57 57. Alasan Arka
58 58. Sakit Hati
59 59. Menanti Orion
60 60. Menikah
61 61. Hari Pertama
62 62. Hantu Bau
63 63. Ga Nyaman... ?
64 64. Pengakuan Kautsar
65 65. Tante Bule
66 66. Mengendus Jejak
67 67. Berharga
68 68. Mirip Lagu Dangdut
69 69. Ketahuan Juga
70 70. Disesatkan
71 71. Mikir Aneh - Aneh
72 72. Rencana Jahat
73 73. Racun
74 74. Berkhianat
75 75. Menukar Dengan Ria
76 76. Melarikan Diri
77 77. Saling Membantu
78 78. Orang Itu...
79 79. Banyak Jalan Rahasia
80 80. Informasi Kecil
81 81. Meledak
82 82. Kesempatan Kedua ?
83 83. Kangen...
84 84. Shofia Sembuh ?
85 85. Apanya...?
86 86. Kecemburuan Aruna
87 87. Kedatangan Shofia
88 88. Berbohong
89 89. Baik - Baik Saja
90 90. Muca Dan Mici
91 91. Makan Bersama
92 92. Masih Tentang Kautsar
93 93. Sisi Manusia
94 94. Marah
95 95. Nasehat Diana
96 96. Clear
97 97. Kejadian Langka
98 98. Malam Pertama
99 99. Kakek Arnold ?
100 100. Hal Penting
101 101. Maksa
102 102. Bayangan Merah
103 103. Ditipu
104 104. Kok Gitu ?
105 105. Kecelakaan ?
106 106. Niat Menjenguk
107 107. Ada Yang Ga Beres
108 108. Pengakuan
109 109. Menagih Bayaran
110 110. Penasaran
111 111. Nasib Robi
112 112. Kabar Duka
113 113. Kecewa
114 114. Di Luar Dugaan
115 115. Sepupu
116 116. Kecurigaan Reyhan
117 117. Ketempelan Dimana ?
118 118. Rumah Reyhan
119 119. Ketemu Aldi
120 120. Menolak Mati
121 121. Emosi Reyhan
122 122. Bantuan
123 123. Melawan
124 124. Siuman
125 125. Butuh Kautsar
126 126. Tendangan Kautsar
127 127. Kisah Aldi
128 128. Jasad Siapa ?
129 129. Melihat Kakek
130 130. Terror Aldi
131 131. Masih Terror Aldi
132 132. Berita Bohong ?
133 133. Alasan Jon
134 134. Tugas Untuk Aruna
135 135. Bahagia dalam Duka
136 136. Hantu Moa
137 137. Jin Kiriman
138 138. Takdir Aruna
139 139. Permintaan Aruna
140 140. Istirahat
141 141. Ada Apa Dengan Kenzo
142 142. Penyakit Kenzo
143 143. Romansa
144 144. Orang Dekat
145 145. Masa Lalu
146 146. Pertemuan
147 147. Terkejut
148 148. Ambisi Edi
149 149. Kembar Tiga
150 150. Ruang Kerja Edi
151 151. Over Baik
152 152. Sakit...
153 153. Tekad Genk Comot
154 154. Pasukan Bantuan ?
155 155. Pergi Jauh
156 156. Hancur Lebur
157 157. Supir Edi
158 158. Gerombolan Lintah
159 159. Lepas
160 160. Hilang
161 161. Reaksi Si Kembar
162 162. Ribuan Lintah
163 163. Ingatan
164 164. Puri Kecewa
165 165. Ngasih Kode
166 166. Magang
167 167. Pembagian Tugas
168 168. Ada Apa ?
169 169. Rahasia Lian
170 170. Siapa Tatang ?
171 171. Tentang Lian
172 172. Ingin Lebih
173 173. Bertukar Tempat
174 174. Tak Menyadari
175 175. Ga Waras ?
176 176. Ngisi Energi
177 177. Mencari Raga
178 178. Memaafkan
179 179. Kemana Pun
180 180. Wafat
181 181. Jadi Sekretaris ?
182 182. Orang Baru
183 183. Salam Perkenalan
184 184. Mencari Mangsa
185 185. Alasan ?
186 186. Pura Pura
187 187. Waspada
188 188. Secret
189 189. Temuan
190 190. Ruh Bayi
191 191. Hancurkan Saja
192 192. Biadab
193 193. Perasaan Dito
194 194. Tindakan Aruna
195 195. Tekad Neng
196 196. Ada Polisi
197 197. Kejutan
198 198. Orang Ke Tiga
199 199. Benda Mencurigakan
200 200. Pucat ?
201 201. MC Cantik Itu
202 202. Terpaksa
203 203. Korban Kuyang
204 204. Mendebat Bianca
205 205. Ayo Berdamai !
206 206. Kuyang Itu Ternyata...
207 207. Kabar Yang Tertunda
208 208. Narko
209 209. Kutukan
210 210. Ingatan Hasby
211 211. Kepastian
212 212. Wanita Berjarik Batik
213 213. Sekarat
214 214. Tentang Mia
215 215. Dua Tugas
216 216. Ngidam Martabak
217 217. Kedatangan Erlan
218 218. Mimpi Atau Nyata ?
219 219. Tamu
220 220. Over Dosis ?
221 221. Pertarungan Manusia Serigala
222 222. Bukan Aku !
223 223. Ditipu Hantu ?
224 224. Kesepakatan
225 225. Adelia
226 226. Meeting
227 227. Pidato Singkat
228 228. Kena Lo !
229 229. Menyelesaikan Masalah
230 230. Hampir
231 231. Di Taman
232 232. Penjelasan
233 233. Ria = Umpan
234 234. Jurus Pamungkas
235 235. Ada Bapak...
236 236. Kontrakan Ria
237 237. Setuju Pindah
238 238. Kecurigaan Angga
239 239. Dugaan Kenzo
240 240. Tetangga Senior
241 241. Dalam Mimpi Aruna
242 242. Kekhawatiran Kautsar
243 243. Nama Luluk
244 244. Was Was
245 245. Terharu
246 246. Melanggar Pesan
247 247. Pasrah Menunggu
248 248. Menjemput Ria
249 249. Tumbal Yang Tertukar
250 250. Penawaran Bodoh
251 251. Aruna Sakit
252 252. Klan Yang Sama
253 253. Kalimat Bijak
254 254. Rencana Melamar
255 255. Tak Ingin Mengulang
256 256. Suara Laki-Laki
257 257. Siapa Dong ?
258 258. Ria dan Kenzo
259 259. Kautsar Siap
260 260. Harus Istirahat
261 261. Meluruskan
262 262. Tentang Alam
263 263. Waktu
264 264. Ke Rumah Alam
265 265. Tamu Misterius
266 266. Orangtua Alam
267 267. Derita Alam
268 268. Bayangan Siapa ?
269 269. Kenalan
270 270. Dokter Sheina
271 271. Kalut
272 272. Pengawal Ayah
273 273. Kedatangan Mertua
274 274. Rasyid Lagi
275 275. Ga Tau Apa - Apa
276 276. Khayalan Indah
277 277. Tindakan Bodoh
278 278. Membujuk
279 279. Perlu Waktu
280 280. Ga Kenal
281 281. Apaan Sih ?
282 282. Beri Kesempatan
283 283. Harus Bicara
284 284. Urung
285 285. Siapa Mukhlis
286 286. Mencari Informasi
287 287. Arwah Mukhlis
288 288. Pocong Merah
289 289. Jati Diri Sang Pocong
290 290. Sarapan
291 291. Sebelas Dua belas
292 292. Kerasukan
293 293. Cuma Akting
294 294. Tiga Pengakuan
295 295. Sebaiknya
296 296. Dikenalin
297 297. Kekhawatiran Sheina
298 298. Ganti Panggilan
299 299. Anak Hilang
300 300. Coba Belajar
301 301. Gagal Surprise
302 302. Bulu Anjing ?
303 303. Tugas Luar
304 304. Doble Berita
305 305. Kematian Tak Wajar
306 306. Ujian Aruna
307 307. Masjid Ghoib ?
308 308. Baik-Baik Saja
309 309. Ada Yang Lain
310 310. Salah Duga
311 311. Memilih Keluar
312 312. Hampir Aja
313 313. Khaizuran dan Kanaya
314 314. Sisi Bahagia
315 315. Beda Rasa
316 316. Suster Ina
317 317. Tak Percaya
318 318. Luka Raka
319 319. Perpisahan
320 320. Dibuat Lupa
321 321. Jangan Sedih !
322 322. Ungkapan Hati Rasyid
323 323. Berjalan Seperti Seharusnya
324 324. Malam Di Pantai
325 325. Sambutan Untuk Si Kembar
326 326. Tanah Leluhur
327 327. Takdir Aruna
Episodes

Updated 327 Episodes

1
1. Pesona Arnold
2
2. Pernikahan
3
3. Bukan Mimpi
4
4. Satu Rahasia Lagi
5
5. Musuh Kita
6
6. Dua Kutukan
7
7. Namanya Orion
8
8. Kesempatan Kedua
9
9. George dan Matilda
10
10. Orion Hilang
11
11. Hukuman
12
12. Pria Cacat ?
13
13. Aruna
14
14. Pindah
15
15. Ketindihan ?
16
16. Aruna Diuji
17
17. Tante Cantik
18
18. Diculik Hantu
19
19. Ustadz Zaid
20
20. Denis Kembali
21
21. Mengintai Aruna
22
22. Makhluk Misterius
23
23. Pembagian Tugas
24
24. Aruna Hilang ?
25
25. Perkenalan
26
26. Perubahan Aruna
27
27. Ketemu Hantu Deon
28
28. Membantu Deon
29
29. Amanah Deon
30
30. Devia Dan Derry
31
31. Deon Pergi
32
32. Nyari Kalisha...
33
33. Rahasia Kalisha
34
34. Lagi – Lagi Kalisha
35
35. Berdamai
36
36. Diikuti Kuntilanak
37
37. Maaf Pak...
38
38. Disuruh Mengawasi
39
39. Sebelum Lulus
40
40. Akhirnya Datang
41
41. Melepas Aruna
42
42. Hantu Janson
43
43. Ketemu Sarti
44
44. Pergi Juga
45
45. Dia Lagi
46
46. Ruang Misterius
47
47. Makhluk Itu
48
48. Namanya Gayo
49
49. Mulai Menggali
50
50. Menyempurnakan
51
51. Lebih Baik
52
52. Bertemu Orion
53
53. Masuk Hutan
54
54. Jati Diri
55
55. Panggilan Keramat
56
56. Surprise Untuk Aruna
57
57. Alasan Arka
58
58. Sakit Hati
59
59. Menanti Orion
60
60. Menikah
61
61. Hari Pertama
62
62. Hantu Bau
63
63. Ga Nyaman... ?
64
64. Pengakuan Kautsar
65
65. Tante Bule
66
66. Mengendus Jejak
67
67. Berharga
68
68. Mirip Lagu Dangdut
69
69. Ketahuan Juga
70
70. Disesatkan
71
71. Mikir Aneh - Aneh
72
72. Rencana Jahat
73
73. Racun
74
74. Berkhianat
75
75. Menukar Dengan Ria
76
76. Melarikan Diri
77
77. Saling Membantu
78
78. Orang Itu...
79
79. Banyak Jalan Rahasia
80
80. Informasi Kecil
81
81. Meledak
82
82. Kesempatan Kedua ?
83
83. Kangen...
84
84. Shofia Sembuh ?
85
85. Apanya...?
86
86. Kecemburuan Aruna
87
87. Kedatangan Shofia
88
88. Berbohong
89
89. Baik - Baik Saja
90
90. Muca Dan Mici
91
91. Makan Bersama
92
92. Masih Tentang Kautsar
93
93. Sisi Manusia
94
94. Marah
95
95. Nasehat Diana
96
96. Clear
97
97. Kejadian Langka
98
98. Malam Pertama
99
99. Kakek Arnold ?
100
100. Hal Penting
101
101. Maksa
102
102. Bayangan Merah
103
103. Ditipu
104
104. Kok Gitu ?
105
105. Kecelakaan ?
106
106. Niat Menjenguk
107
107. Ada Yang Ga Beres
108
108. Pengakuan
109
109. Menagih Bayaran
110
110. Penasaran
111
111. Nasib Robi
112
112. Kabar Duka
113
113. Kecewa
114
114. Di Luar Dugaan
115
115. Sepupu
116
116. Kecurigaan Reyhan
117
117. Ketempelan Dimana ?
118
118. Rumah Reyhan
119
119. Ketemu Aldi
120
120. Menolak Mati
121
121. Emosi Reyhan
122
122. Bantuan
123
123. Melawan
124
124. Siuman
125
125. Butuh Kautsar
126
126. Tendangan Kautsar
127
127. Kisah Aldi
128
128. Jasad Siapa ?
129
129. Melihat Kakek
130
130. Terror Aldi
131
131. Masih Terror Aldi
132
132. Berita Bohong ?
133
133. Alasan Jon
134
134. Tugas Untuk Aruna
135
135. Bahagia dalam Duka
136
136. Hantu Moa
137
137. Jin Kiriman
138
138. Takdir Aruna
139
139. Permintaan Aruna
140
140. Istirahat
141
141. Ada Apa Dengan Kenzo
142
142. Penyakit Kenzo
143
143. Romansa
144
144. Orang Dekat
145
145. Masa Lalu
146
146. Pertemuan
147
147. Terkejut
148
148. Ambisi Edi
149
149. Kembar Tiga
150
150. Ruang Kerja Edi
151
151. Over Baik
152
152. Sakit...
153
153. Tekad Genk Comot
154
154. Pasukan Bantuan ?
155
155. Pergi Jauh
156
156. Hancur Lebur
157
157. Supir Edi
158
158. Gerombolan Lintah
159
159. Lepas
160
160. Hilang
161
161. Reaksi Si Kembar
162
162. Ribuan Lintah
163
163. Ingatan
164
164. Puri Kecewa
165
165. Ngasih Kode
166
166. Magang
167
167. Pembagian Tugas
168
168. Ada Apa ?
169
169. Rahasia Lian
170
170. Siapa Tatang ?
171
171. Tentang Lian
172
172. Ingin Lebih
173
173. Bertukar Tempat
174
174. Tak Menyadari
175
175. Ga Waras ?
176
176. Ngisi Energi
177
177. Mencari Raga
178
178. Memaafkan
179
179. Kemana Pun
180
180. Wafat
181
181. Jadi Sekretaris ?
182
182. Orang Baru
183
183. Salam Perkenalan
184
184. Mencari Mangsa
185
185. Alasan ?
186
186. Pura Pura
187
187. Waspada
188
188. Secret
189
189. Temuan
190
190. Ruh Bayi
191
191. Hancurkan Saja
192
192. Biadab
193
193. Perasaan Dito
194
194. Tindakan Aruna
195
195. Tekad Neng
196
196. Ada Polisi
197
197. Kejutan
198
198. Orang Ke Tiga
199
199. Benda Mencurigakan
200
200. Pucat ?
201
201. MC Cantik Itu
202
202. Terpaksa
203
203. Korban Kuyang
204
204. Mendebat Bianca
205
205. Ayo Berdamai !
206
206. Kuyang Itu Ternyata...
207
207. Kabar Yang Tertunda
208
208. Narko
209
209. Kutukan
210
210. Ingatan Hasby
211
211. Kepastian
212
212. Wanita Berjarik Batik
213
213. Sekarat
214
214. Tentang Mia
215
215. Dua Tugas
216
216. Ngidam Martabak
217
217. Kedatangan Erlan
218
218. Mimpi Atau Nyata ?
219
219. Tamu
220
220. Over Dosis ?
221
221. Pertarungan Manusia Serigala
222
222. Bukan Aku !
223
223. Ditipu Hantu ?
224
224. Kesepakatan
225
225. Adelia
226
226. Meeting
227
227. Pidato Singkat
228
228. Kena Lo !
229
229. Menyelesaikan Masalah
230
230. Hampir
231
231. Di Taman
232
232. Penjelasan
233
233. Ria = Umpan
234
234. Jurus Pamungkas
235
235. Ada Bapak...
236
236. Kontrakan Ria
237
237. Setuju Pindah
238
238. Kecurigaan Angga
239
239. Dugaan Kenzo
240
240. Tetangga Senior
241
241. Dalam Mimpi Aruna
242
242. Kekhawatiran Kautsar
243
243. Nama Luluk
244
244. Was Was
245
245. Terharu
246
246. Melanggar Pesan
247
247. Pasrah Menunggu
248
248. Menjemput Ria
249
249. Tumbal Yang Tertukar
250
250. Penawaran Bodoh
251
251. Aruna Sakit
252
252. Klan Yang Sama
253
253. Kalimat Bijak
254
254. Rencana Melamar
255
255. Tak Ingin Mengulang
256
256. Suara Laki-Laki
257
257. Siapa Dong ?
258
258. Ria dan Kenzo
259
259. Kautsar Siap
260
260. Harus Istirahat
261
261. Meluruskan
262
262. Tentang Alam
263
263. Waktu
264
264. Ke Rumah Alam
265
265. Tamu Misterius
266
266. Orangtua Alam
267
267. Derita Alam
268
268. Bayangan Siapa ?
269
269. Kenalan
270
270. Dokter Sheina
271
271. Kalut
272
272. Pengawal Ayah
273
273. Kedatangan Mertua
274
274. Rasyid Lagi
275
275. Ga Tau Apa - Apa
276
276. Khayalan Indah
277
277. Tindakan Bodoh
278
278. Membujuk
279
279. Perlu Waktu
280
280. Ga Kenal
281
281. Apaan Sih ?
282
282. Beri Kesempatan
283
283. Harus Bicara
284
284. Urung
285
285. Siapa Mukhlis
286
286. Mencari Informasi
287
287. Arwah Mukhlis
288
288. Pocong Merah
289
289. Jati Diri Sang Pocong
290
290. Sarapan
291
291. Sebelas Dua belas
292
292. Kerasukan
293
293. Cuma Akting
294
294. Tiga Pengakuan
295
295. Sebaiknya
296
296. Dikenalin
297
297. Kekhawatiran Sheina
298
298. Ganti Panggilan
299
299. Anak Hilang
300
300. Coba Belajar
301
301. Gagal Surprise
302
302. Bulu Anjing ?
303
303. Tugas Luar
304
304. Doble Berita
305
305. Kematian Tak Wajar
306
306. Ujian Aruna
307
307. Masjid Ghoib ?
308
308. Baik-Baik Saja
309
309. Ada Yang Lain
310
310. Salah Duga
311
311. Memilih Keluar
312
312. Hampir Aja
313
313. Khaizuran dan Kanaya
314
314. Sisi Bahagia
315
315. Beda Rasa
316
316. Suster Ina
317
317. Tak Percaya
318
318. Luka Raka
319
319. Perpisahan
320
320. Dibuat Lupa
321
321. Jangan Sedih !
322
322. Ungkapan Hati Rasyid
323
323. Berjalan Seperti Seharusnya
324
324. Malam Di Pantai
325
325. Sambutan Untuk Si Kembar
326
326. Tanah Leluhur
327
327. Takdir Aruna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!