Davin meradang Izam di hina

Anita berteriak-teriak memanggil Izam sehingga beberapa tamu melihat sambil berbisik-bisik. Ia menangis pilu yang mana membuat Abi nya datang mendekat.

"Ada apa ini? Kenapa kamu menangis begini di depan orang banyak? " tanya Abi nya dengan pelan tapi menyiratkan kekesalan.

"Kenapa gak Abi tanyakan kepada Umi dan kakaknya itu! Mereka sudah menghina dan merendahkan Mas Izam di depan semua orang hanya karena ia tidak mempunyai jabatan dan harta? Apakah salah Bi jika kita tidak mempunyai jabatan dan harta? Apakah itu dosa? Bukankah Abi selalu bilang jika di hadapan Allah itu semuanya sama? Tapi kenapa Umi berbuat seperti itu jika Allah berkata semua manusia di hadapannya adalah sama, tidak peduli yang banyak harta maupun yang tidak mempunyai harta yang paling penting hanya ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Itu yang penting! Benarkan Bi? " ucap Anita membuat Abi dan Umi nya mati kutu.

Ia pun langsung pergi dari acara tersebut ke kamarnya tanpa menghiraukan panggilan kakaknya. Sedangkan Haji Amir mengepal tangannya menahan amarah dan malu atas ulah istri dan kakak iparnya.

"Puas kamu sudah mempermalukan keluarga kita di hadapan semua orang? " bisik Haji Amir di telinga istrinya ketika ia berjalan pergi melewati sisi istrinya dan meninggalkan tempat tersebut.

"Deg" Hati Umi Anita seketika tercubit mendengar suaminya memanggilnya dengan sebutan kamu. Selama hampir 35 tahun mereka berumahtangga, suaminya tidak pernah memanggilnya dengan sebutan kamu.

Ia langsung pucat dan berkeringat dingin takut suaminya marah karena ulahnya tadi, ia kemudian bergegas pergi menyusul suaminya dan tidak menghiraukan lagi tamu-tamu nya.

Ahyar yang melihat gelagat Abi nya yang tidak enak di lihat terpaksa harus menemani tamu yang datang di acara syukuran tersebut.

Sedangkan Bude Maryam masa bodoh dengan semuanya, ia dengan cuek berbincang dengan beberapa kenalan nya yang kebetulan mereka saling mengenal.

Haji Amir mengetuk pintu kamar Anita dengan pelan agar Anita mau membuka kan pintu untuk nya, namun Anita menolak dan berteriak tidak ingin bicara dengan siapa pun termasuk Abi nya. Haji Amir hanya menghela napas dalam-dalam sambil memijit kepalanya yang tiba-tiba pusing karena kejadian ini.

🌿🌿🌿

Izam duduk termenung di teras rumah kontrakannya dengan sesekali ia menghela napas dengan kasar.

"Ternyata gak mudah mencari jodoh yang mau menerima kita apa adanya. Perempuan nya mau, keluarga nya gak mau. Tidak ada yang benar-benar tidak memperdulikan harta. Semuanya di ukur dari harta. " gumam Izam dengan lirih yang mana hanya dia yang bisa mendengar suara nya.

Ia kembali menatap langit biru yang sedang terik-teriknya karena sudah memasuki musim kemarau.

"Tidak usah di pikirkan omongan orang tentang kita! Semua itu tidak ada habisnya, jika yang satu diam, yang lainnya ikut bersuara. Cukup tutup saja telinga kita rapat-rapat dan anggap saja itu semua hanya hembusan angin lalu. Gak akan habis-habis nya jika kita mendengarkan omongan orang lain. " ucap seseorang dari pintu masuk pagar.

"Bunda Yasmine! " ucap Izam dengan wajah kaget dan malu.

"Boleh Bunda masuk? " tanya Bunda Yasmine bertanya.

"Tentu saja boleh Bunda. Masa tamu datang gak di bolehin masuk! " jawab Izam dengan malu ketahuan melamun.

Bunda Yasmine pun masuk ke dalam pekarangan rumah dan duduk di kursi teras di samping Izam yang hanya di batasi meja yang berada di tengah-tengah.

"Kamu masih kepikiran dengan hinaan yang di lontarkan istri Haji Amir tadi? " tanya Bunda Yasmine penuh selidik.

"Kok Bunda tahu? " tanya Izam balik dengan wajah bingung.

"Tentu saja Bunda tahu, karena belum lima menit Bunda datang mereka sudah menghinamu seperti itu! " jawab Bunda Yasmine dengan wajah bersimpati.

"Memalukan sekali Bun, hanya karena pekerjaan Izam sebagai penjual kebab mereka seenaknya saja menghina Izam. Bahkan mereka bilang Izam numpang makan dan juga menghina orang tua Izam tidak pernah makan makanan mewah seperti itu! " ucap Izam dengan miris.

"Seperti itu lah manusia Zam. Mereka yang sudah di budak oleh harta dan silaunya jabatan akan bertingkah seperti itu. Mereka berfikir jika orang seperti mereka lah yang patut di hormati dan di junjung tinggi. Jadi jika ada yang memiliki status sosial di bawah mereka, mereka selalu mengira kalau orang itu hanyalah parasit yang menyusahkan dan menumpang hidup dengan mereka. " jawab Bunda Yasmine panjang lebar.

"Dengar kan Bunda Zam! Walaupun kita baru saja berkenalan, entah kenapa Bunda merasa jika suatu saat nanti kamu akan membungkam mulut mereka dengan kesuksesan mu! Jadikanlah hinaan orang menjadi acuan untuk berusaha lebih keras lagi, dan jangan lupa untuk melibatkan Allah di dalam setiap urusan. InsyaAllah kau pasti akan mendapatkan hasil yang memuaskan. " ucap Bunda Yasmine dengan bijaksana.

"Terimakasih Bunda atas nasihatnya! InsyaAllah Izam akan berusaha lebih giat lagi untuk diri Izam sendiri, bukan untuk orang lain. " jawab Izam dengan penuh haru.

Setelah cukup lama berbincang, Bunda Yasmine pamit pulang karena sudah hampir memasuki waktu shalat Asar.

Sehabis mandi sore, Izam duduk santai lagi di depan teras sambil meminum kopi pahit dengan di temani roti bakar yang ia beli online.

Sebuah mobil memasuki pekarangan rumah kontrakannya, ternyata Davin lah yang datang.

"Tumben main ke sini! " tegur Izam ketika Davin berjalan ke arah nya duduk.

"Suntuk gue di apartemen! Ya sudah main aja ke sini sekalian ikut elo jualan nanti malam! " jawab Davin asal saja.

"Kenapa muka loe! Gak enak banget gue liat? Kenapa? " tanya Davin kepo.

Dengan berat hati, Izam pun menceritakan kejadian yang terjadi di rumah Anita sewaktu ia di undang ke sana dan sampai ia pergi dari rumah tersebut tanpa peduli teriakan Anita.

"Brak" Davin memukul meja dengan keras.

"Eh buset dah! Elo kesurupan Vin! Kaget tau! Main geprak sembarangan aja loe! Kalau mejanya rusak elo mau ganti? " ucap Izam dengan melonjak kaget.

"Kan ada elo yang bayarin nya!" jawab Davin seenaknya.

"Moh gue! " jawab Izam dengan malas.

"Kurang ajar banget tuh Mak Lampir! Ini gak bisa di biarin Zam, pokoknya gue mau beri mereka pelajaran biar gak seenaknya kalau bicara! " ucap Davin dengan wajah geram dan tangan terkepal.

"Emang elo mau beri pelajaran apa? Orang ujian matematika dan sejarah aja elo gak lulus, itu pun lulus karena remedial 5 kali. " jawab Izam dengan wajah usil.

"Pelajaran dari gue untuk mereka bukan seperti itu bahlul ! " ucap Davin dengan kesal

"Habis nya elo sih! Pake bilang kasih pelajaran aja! Gue yang di hina malah elo yang meradang! " jawab Izam dengan melempar Davin dengan kulit kacang oven.

Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semua nya...

Sampai jumpa...

Terpopuler

Comments

Sri Amelia

Sri Amelia

aqu mampir dulu yaaa...

2022-10-08

0

Rinna Nuraeni

Rinna Nuraeni

q suka banget cerita nya

2022-10-03

0

Noer Anisa Noerma

Noer Anisa Noerma

dasar Davin bahlul

2022-06-11

0

lihat semua
Episodes
1 Kepergok di apartemen.
2 Putus
3 Shasha membuat keributan di kantor Izam
4 Ide gila Davin
5 Misi pertama Izam di mulai.
6 Izam bertemu keluarga Haji Amir.
7 Pertemuan Amay dan Izam
8 Pedekate Izam dengan Anita
9 Penolong Mama yang misterius
10 Amay kembali ke pesantren.
11 Penolakan keluarga Haji Amir
12 Antara Anita dan Amay
13 Rahasia Izam hampir terbongkar.
14 Siapa Amay sebenarnya?
15 Hinaan keluarga Haji Amir.
16 Davin meradang Izam di hina
17 Anita bersitegang dengan orang tuanya
18 Amay di jodohkan paksa Bude Maryam
19 Terbongkar nya niat sesungguhnya Bude Maryam
20 Amay kabur ke kota
21 Ketegasan Pak lek Rohim.
22 Kembali ke pesantren.
23 Kembali ke pesantren 2...
24 Kepergok..
25 Amay anak kandung saya...
26 Saran Fahri
27 Anita lumpuh
28 Pertemuan kembali Amay dan Izam
29 Berkepribadian ganda??
30 Panik
31 Mengigau
32 Mendadak menikah
33 Mama Lia sedih....
34 Sah
35 Bukan pernikahan settingan.
36 Aura pengantin baru
37 Kisah masa lalu
38 Masa lalu bukan untuk dikenang
39 Kembali ke kota
40 Dia adalah istriku!
41 Rumahku Surgaku
42 Menantu idaman
43 Usaha terus....
44 Ulah Mama Lia
45 Nasib seorang pria
46 Julid
47 Bagai pinang dibelah dua
48 Kaget
49 Papa
50 Bau
51 Triple
52 Bergerak diam-diam...
53 Comeback
54 Rumah utama
55 Aku kembali, adik !!!
56 Baper
57 Rencana pertemuan
58 Awal mula...
59 Klan Atmanegara
60 Pemilik perusahaan..
61 Syahnaz oh Syahnaz
62 Damian Natanegara..
63 Bertemu Besan
64 Tindakan Rahman...
65 Kinanti atau Minarti...
66 Amay pingsan...
67 Seseorang...
68 Papa....
69 Merajuk...
70 Daisy dan tulip...
71 Barbeque...
72 Terkejut....
73 Kecurigaan Amay!
74 Pembicaraan rahasia...
75 Dukungan Izam...
76 Pertanyaan Amay...
77 Selalu berburuk sangka...
78 Kapal pesiar...
79 Pingsan berjamaah...
80 Bertambah shock...
81 Merengek kayak anak kecil...
82 Remedial ijab qabul
83 Shock terapi...
84 Jangan berharap pada manusia...
85 Orang kaya baru...
86 Familiar...
87 Rezeki nomplok...
88 Menginap di rumah Papa...
89 Patah hati...
90 Tidak kenal.
91 Rencana ke kota..
92 Kebakaran...
93 Persiapan acara 7 bulanan.
94 Tujuh bulanan Amay...
95 Memberitahu semua orang..
96 Hasil tes DNA..
97 Davin Pratama
98 Kedatangan Davin..
99 Abah dan Umi...
100 Berdamai dengan takdir..
101 Tidak sengaja bertemu..
102 Mencari asisten baru..
103 Seleksi
104 Bingung...
105 Kembali ke Jakarta
106 Tes wawancara..
107 Saat wawancara..
108 Cemburu..
109 Detik-detik Amay melahirkan...
110 Kejutan tak terduga..
111 Anugerah terindah..
112 Banyak bertanya...
113 Aku mencintai mu karena Allah...
114 Pompa Asi..
115 MengAsihi...
116 Alasan yang sebenarnya part 1
117 Alasan yang sebenarnya..
118 Alasan sebenarnya end..
119 Pulang ke rumah
120 Berkumpul bersama keluarga besar.
121 Berkumpul bersama keluarga Besar 2
122 Berkumpul bersama keluarga besar end
123 Membantu di kantor..
124 Masih membantu di kantor.
125 Pelaksanaan aqiqah si kembar
126 ABG tua kasmaran..
127 Lamaran mendadak
128 Pernikahan kilat.
129 Tidak bisa di biarkan..
130 Hari terakhir kerja...
131 Will you marry me?
132 Aulia Maharani
133 Lamaran resmi..
134 Akhirnya sold out juga..
135 Pendarahan...
136 Berkah di balik musibah.
137 Kemarahan Davin
138 Tidak akan lolos begitu saja !
139 Izam yang sesungguhnya
140 Izam yang sesungguhnya bag 2
141 Kekesalan Ahyar..
142 Bukan dendam tapi keadilan
143 Menjelang hari pernikahan
144 Sidang perdana
145 Akhirnya Sah
146 Sholat berdua..
147 Malam pertama
148 Jepang
149 Healing
150 Menemui Ayang
151 Healing versi Izam
152 Destinasi honeymoon ala Davin Aulia
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Kepergok di apartemen.
2
Putus
3
Shasha membuat keributan di kantor Izam
4
Ide gila Davin
5
Misi pertama Izam di mulai.
6
Izam bertemu keluarga Haji Amir.
7
Pertemuan Amay dan Izam
8
Pedekate Izam dengan Anita
9
Penolong Mama yang misterius
10
Amay kembali ke pesantren.
11
Penolakan keluarga Haji Amir
12
Antara Anita dan Amay
13
Rahasia Izam hampir terbongkar.
14
Siapa Amay sebenarnya?
15
Hinaan keluarga Haji Amir.
16
Davin meradang Izam di hina
17
Anita bersitegang dengan orang tuanya
18
Amay di jodohkan paksa Bude Maryam
19
Terbongkar nya niat sesungguhnya Bude Maryam
20
Amay kabur ke kota
21
Ketegasan Pak lek Rohim.
22
Kembali ke pesantren.
23
Kembali ke pesantren 2...
24
Kepergok..
25
Amay anak kandung saya...
26
Saran Fahri
27
Anita lumpuh
28
Pertemuan kembali Amay dan Izam
29
Berkepribadian ganda??
30
Panik
31
Mengigau
32
Mendadak menikah
33
Mama Lia sedih....
34
Sah
35
Bukan pernikahan settingan.
36
Aura pengantin baru
37
Kisah masa lalu
38
Masa lalu bukan untuk dikenang
39
Kembali ke kota
40
Dia adalah istriku!
41
Rumahku Surgaku
42
Menantu idaman
43
Usaha terus....
44
Ulah Mama Lia
45
Nasib seorang pria
46
Julid
47
Bagai pinang dibelah dua
48
Kaget
49
Papa
50
Bau
51
Triple
52
Bergerak diam-diam...
53
Comeback
54
Rumah utama
55
Aku kembali, adik !!!
56
Baper
57
Rencana pertemuan
58
Awal mula...
59
Klan Atmanegara
60
Pemilik perusahaan..
61
Syahnaz oh Syahnaz
62
Damian Natanegara..
63
Bertemu Besan
64
Tindakan Rahman...
65
Kinanti atau Minarti...
66
Amay pingsan...
67
Seseorang...
68
Papa....
69
Merajuk...
70
Daisy dan tulip...
71
Barbeque...
72
Terkejut....
73
Kecurigaan Amay!
74
Pembicaraan rahasia...
75
Dukungan Izam...
76
Pertanyaan Amay...
77
Selalu berburuk sangka...
78
Kapal pesiar...
79
Pingsan berjamaah...
80
Bertambah shock...
81
Merengek kayak anak kecil...
82
Remedial ijab qabul
83
Shock terapi...
84
Jangan berharap pada manusia...
85
Orang kaya baru...
86
Familiar...
87
Rezeki nomplok...
88
Menginap di rumah Papa...
89
Patah hati...
90
Tidak kenal.
91
Rencana ke kota..
92
Kebakaran...
93
Persiapan acara 7 bulanan.
94
Tujuh bulanan Amay...
95
Memberitahu semua orang..
96
Hasil tes DNA..
97
Davin Pratama
98
Kedatangan Davin..
99
Abah dan Umi...
100
Berdamai dengan takdir..
101
Tidak sengaja bertemu..
102
Mencari asisten baru..
103
Seleksi
104
Bingung...
105
Kembali ke Jakarta
106
Tes wawancara..
107
Saat wawancara..
108
Cemburu..
109
Detik-detik Amay melahirkan...
110
Kejutan tak terduga..
111
Anugerah terindah..
112
Banyak bertanya...
113
Aku mencintai mu karena Allah...
114
Pompa Asi..
115
MengAsihi...
116
Alasan yang sebenarnya part 1
117
Alasan yang sebenarnya..
118
Alasan sebenarnya end..
119
Pulang ke rumah
120
Berkumpul bersama keluarga besar.
121
Berkumpul bersama keluarga Besar 2
122
Berkumpul bersama keluarga besar end
123
Membantu di kantor..
124
Masih membantu di kantor.
125
Pelaksanaan aqiqah si kembar
126
ABG tua kasmaran..
127
Lamaran mendadak
128
Pernikahan kilat.
129
Tidak bisa di biarkan..
130
Hari terakhir kerja...
131
Will you marry me?
132
Aulia Maharani
133
Lamaran resmi..
134
Akhirnya sold out juga..
135
Pendarahan...
136
Berkah di balik musibah.
137
Kemarahan Davin
138
Tidak akan lolos begitu saja !
139
Izam yang sesungguhnya
140
Izam yang sesungguhnya bag 2
141
Kekesalan Ahyar..
142
Bukan dendam tapi keadilan
143
Menjelang hari pernikahan
144
Sidang perdana
145
Akhirnya Sah
146
Sholat berdua..
147
Malam pertama
148
Jepang
149
Healing
150
Menemui Ayang
151
Healing versi Izam
152
Destinasi honeymoon ala Davin Aulia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!