Kamar Pangeran Kesembilan
Pangeran Ren masuk dan melihat Rakia sudah menatapnya kesal. "Eh, dia belum pergi?"
"Apa maksudnya Anda tiba-tiba pergi setelah menyuruhku membawa Sachertorte?" tanya Rakia tidak terima.
Pangeran Ren terkekeh sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. "Hehe maaf. Tiba-tiba aku ada urusan mendadak."
Dahi Rakia berkerut.
Dia berbeda dari sebelumnya. Seharusnya dia agak lebay dengan dialek anehnya itu. Tapi setelah membahas dansa tadi, dia tiba-tiba berubah, kata Rakia dalam hati.
"Kenapa menatapku seperti itu? Ah~ kau pasti terpesona oleh ketampananku," kata Pangeran Ren mengambil pose.
Rakia memasang raut wajah bodohnya.
Baru saja aku mengatakannya, dia sudah kembali seperti semula, kata Rakia dalam hati.
"Karena langit sudah mulai gelap, kau bisa kembali ke kamarmu. Anggap saja hari ini aku memberimu bonus beristirahat tanpa melayaniku. Kau pasti tersentuh dengan kebaikanku, kan?"
Heh, apanya memberiku bonus beristirahat? Kau membuatku menunggu sejak pagi sampai sekarang, dan siapa juga yang terpesona dengan kebaikanmu? Dasar, kata Rakia dalam hati.
Tak ingin berlama-lama di sana membuat Rakia membungkuk. "Shitsurei shimasu(Permisi)."
Pangeran Ren yang menatap kepergian Rakia hanya menghela nafas. "Haa, kukira dia sudah pergi. Tidak kusangka dia sampai menungguku di sini. Apakah mungkin dia sangat ingin melihat kecantikanku sampai rela menungguku kembali?"
Pandangannya menuju ke arah Sachertorte. "Dia benar-benar membawakannya untukku."
......................
Kamar Rakia
Rakia masuk sambil melepaskan seragamnya satu persatu. Ia tidak henti-hentinya memikirkan perubahan raut wajah Pangeran Ren membuatnya penasaran.
"Apakah aku salah bicara? Tapi, melihat dekorasi kamarnya dia memang menyukai dansa. Lalu kenapa raut wajahnya seperti itu?"
Rakia masuk ke dalam kamar mandi. "Ya sudah, aku akan memikirkannya besok."
Keesokan harinya...
Kamar Pangeran Keduabelas
Mendengar ketukan pintu, membuat Pangeran Reonharu memberi izin. "Masuklah!"
Saat pintu terbuka, pria itu terbelalak melihat kedatangan Rakia. "Rakia, apa yang kau lakukan di sini? Kau seharusnya melayani Kakak Ren, kan?"
Rakia tersenyum dan memberitahunya karena ingin mampir sebentar. "Kudengar Pangeran Bamie mengajakmu makan dari resep buatanku."
"Iya, meskipun hari itu Kakak Bamie agak marah."
"Marah? Karena apa?"
Flashback on
"Apa ini?! Kenapa rasanya sangat tidak enak?!" seru Pangeran Bamie membanting piring kue keramik.
"Mohon maaf Pangeran, tapi Rakia menyuruh kami membawa dessert ini."
Mata Pangeran Bamie memicing. "Apa kau mencoba membodohiku dengan membawa dessert lain?!"
Para pelayan itu bersujud ketakutan.
"Se-Sebenarnya Rakia memberikan resepnya tapi ... Tapi dia merobek dan membuangnya!"
"Dia juga menyuruh kami agar menolak perintah Rakia waktu itu."
"He-Hei! Kenapa menunjukku seolah-olah aku yang menyuruh kalian?! Bukankah kalian juga sama menolak perintah Rakia?"
"Kemasi barang-barang kalian lalu pergi dari sini!" perintah Pangeran Bamie.
"Pangeran mohon ampun! Kami tidak akan mengabaikan perintah Rakia lagi."
"Kalian menolak perintahnya sama saja menolak perintahku. Jangan membuatku mengulang perkataanku."
Flashback off
"Pantas saja mereka mendatangiku dan memohon waktu itu, ternyata karena dessert yang aku suruhkan. Itu pelajaran untuk mereka yang menolak perintahku. Tapi syukurlah aku berbaik hati agar membujuk Pangeran Bamie."
"Kau ini juga seorang pelayan, berhenti menyombongkan diri."
"Lupakan itu, apakah terjadi sesuatu dengan Pangeran Ren? Maksudku dia selalu murung jika aku membahas soal dansa."
"Kenapa kau mengingatkannya?!"
Melihat reaksi Pangeran Reonharu, membuat Rakia semakin penasaran. "Bukankah dia menyukai dansa? Lalu kena—”
Ucapan Rakia terhenti saat ia melihat Pangeran Reonharu menunduk dengan mata berkaca-kaca.
"Pangeran Reonharu, apakah terjadi sesuatu?"
"Kakak Ren...."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Libra Roshi
aku juga kefo
2022-08-24
1
Strobery Shortcake
aku juga kefo
2022-07-13
1
Nona_Sulung
apa pangeran richie cewek??
2022-07-11
1