"Kenapa penampilanku seperti ini? Rambut kepang dan kacamata erghh!" gerutu Putri Rakia.
Yang biasanya mengenakan gaun mewah pink terbalutkan mawar pink, mahkota kecil sebagai ciri khas, wajah cantik dan aksesoris elegan kini mengenakan pakaian sederhana layaknya seorang rakyat.
Permaisuri Helios berjalan menghampiri. "Kami akan merindukan Anda."
"Kairi Nii-sama," panggil Putri Rakia memelas ke arah pangeran pertama Helios.
*Nii-sama adalah sebutan sopan untuk kakak laki-laki.
"Jaga diri Anda di sana," kata Pangeran Kairi tidak berdaya.
Putri Rakia mengerutkan dahi tanda kesal. Ia berjalan untuk pergi. Tapi sebelum itu, dirinya berbalik.
"Humph! Aku akan kembali ke kerajaan ini lalu Ayahanda sendiri yang akan menyambutku secara langsung!" teriak Putri Rakia menunjuk Kaisar Helios.
Semuanya terbelalak melihat Putri Rakia bertingkah seperti itu kepada Kaisar Helios sebelum memasuki mobil.
"Gokigengyou(Sampai jumpa lagi)."
Permaisuri Helios menatap suaminya dengan cemas. "Yang Mulia?"
Semuanya mengira Kaisar Helios akan marah, akan tetapi pria itu malah menghela nafas sambil tersenyum. "Dia tetap angkuh bahkan setelah menerima hukuman."
Butiran air mata Putri Rakia mengalir di dalam mobil sambil dirinya meninggalkan kerajaan.
......................
Bandara
Meskipun tidak rela, Putri Rakia menatap ke belakang berharap keluarganya datang mencegahnya, tapi sayang itu tidak terjadi. Dengan mata berkaca-kaca, ia menarik kopernya naik ke pesawat.
6 jam kemudian...
Putri Rakia tiba di Jepang. Ia akhirnya selangkah lebih dekat dengan sosok yang ia cari sejak dulu. Baru saja menginjakkan kaki, seorang pria sudah menghampirinya. "Hamba diutus untuk menjemput Anda."
Tanpa bertanya pun, Putri Rakia sudah tahu kalau pria itu pasti utusan dari kerajaan di negara tersebut. Ia hanya diam mengikut.
......................
Kerajaan Rivazreich
Putri Rakia menuruni mobil sambil memegang pegangan kopernya. "Jadi di sini penyelamatku berada."
"Apakah kau pelayan yang dibicarakan akhir-akhir ini?"
Terlihat seorang wanita seumurannya datang mengenakan seragam maid.
Beraninya dia bicara seperti itu padaku! Argh, marah Putri Rakia dalam hati.
"Kau tuli? Aku bertanya padamu!"
Putri Rakia melotot karena pelayan itu meneriakinya.
"Kenapa melotot? Mau aku pecat sebelum bekerja di sini?"
"Heh? Apakah harus meninggikan nada suaramu?" tanya Putri Rakia.
"Memangnya kau siapa? Itu terserah padaku bagaimana berbicara denganmu."
Putri Rakia mengepalkan tangan sambil menahan emosi.
Wanita itu berbalik pergi. "Ikut aku!"
"Jika saja dia tahu aku ini Putri Ketiga Helios maka dia sudah aku hapus sejak tadi!" marah Putri Rakia.
Karena terlalu emosi, ia menyenggol kopernya sampai koper itu terjatuh. “Pelayan, bawakan koperku!”
Tidak ada jawaban membuatnya berbalik dan baru sadar kalau ternyata ia sedang dihukum.
Putri Rakia menghela nafas kasar sambil menarik kopernya.
......................
Kamar Pelayan
Semua pelayan berkumpul setelah menerima panggilan.
"Sebagai Kepala Pelayan, aku akan menyampaikan sesuatu kepada kalian."
Putri Rakia tersenyum mengejek. "Ternyata hanya seorang kepala pelayan, tapi sudah sombong."
"Dia pelayan yang dibicarakan akhir-akhir ini. Setiap satu pekan, dia akan melayani 12 Pangeran kita satu persatu."
"Heh!"
"Tidak mungkin!"
"Ah, aku juga ingin melayani 12 Pangeran kita secara pribadi."
"Memangnya dia siapa bisa mendapat tugas seperti itu?"
Para pelayan menggerutu sambil menatap sinis ke arah Putri Rakia.
"Kau bilang satu pekan?!" pekik Putri Rakia.
Setelah menjelaskan semuanya, kepala pelayan menuntun Putri Rakia ke kamar miliknya.
......................
Kamar Rakia
Putri Rakia masuk dengan muka masam. "Tempat ini sangat sempit."
"Sepertinya kau tidak takut padaku."
Putri Rakia menoleh menatap kepala pelayan sebelum akhirnya tersenyum remeh. "Jangan samakan aku dengan kumpulan sampah seperti mereka yang tunduk padamu."
"Hm~ mulutmu tajam juga. Tapi semuanya berada di bawah kendaliku."
Putri Rakia menatap papan nama di seragam maid wanita itu. Ia tersenyum dengan sebelah alis terangkat. "Haruka-san tidak perlu menyombongkan diri, kau hanya kepala pelayan."
*Panggilan -san adalah panggilan yang universal. Jadi boleh digunakan oleh kalangan tua, muda, cewek, cowok, dan siapapun boleh. Panggilan -san boleh digunakan untuk memanggil orang yang belum terlalu dikenal.
"Kisama(Kau)!" marah Haruka.
Haruka hendak menampar Putri Rakia namun tangannya dihentikan.
"Kau hanya rakyat kelas rendah, jangan pernah beripikir untuk melayangkan pukulan padaku. Keluar dari kamarku!" perintah Putri Rakia sambil menepis tangan Haruka.
Haruka yang meringis hanya tersenyum remeh. "Dia sungguh angkuh! Baiklah, kita lihat keangkuhanmu saat melayani Pangeran Keduabelas."
...Visual Pangeran Pertama, Kairi de Gabrielle Helios...
...Visual Permaisuri Helios...
...Visual Kepala Pelayan, Haruka...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Bpearlpul
hehe bener kak
2023-02-06
0
Dewi
Selain asyik membaca aku juga belajar dari membaca, seru sih
Arigatōgozaimashita
2023-02-05
1
Dewi
Kedepannya Rakia bakalan harus ekstra sabar sih selain mengurus 12 pangeran, udah pasti mereka memiliki sifat yang berbeda-beda
2023-02-05
1