Ruang Pribadi Raja
Mendengar ketukan pintu, membuat sang Raja memberi izin. Raja Rivazreich mendongakkan kepala, melihat kedatangan salah satu putranya.
"Pangeran? Tidak biasanya Anda datang kemari."
Pangeran Bamie membungkuk memberi hormat. "Yang Mulia, saya ingin mencabut posisi pelayan pribadi."
"Kenapa tiba-tiba?" tanya Raja Rivazreich.
"Dia dengan kasar berani menyuapi saya dessert yang sangat pedas. Bukankah itu sangat tidak sopan, Yang Mulia?"
“Apa?!” seru Raja.
"Berani memperlakukan Pangeran seperti itu harus dijatuhi hukuman. Maka hukuman yang pantas untuknya adalah mencabut posisinya menjadi pelayan pribadi dan mengutusnya pulang."
Pangeran Bamie tersenyum.
Rasakan! Ayahanda marah karena aku melaporkanmu. Sebentar lagi kau akan dipecat, dengan begitu aku akan merasa puas, kata Pangeran Bamie dalam hati.
"Apakah dia yang memulainya pertama kali?"
Pangeran Bamie tertegun. "Eh?"
"Aku bertanya, apakah dia yang memulainya pertama kali?" ulang Raja Rivazreich membuat Pangeran Bamie menunduk.
"I-Itu...."
"Jika sudah mengerti, Anda boleh pergi."
"Eh?"
"Kenapa? Anda ingin aku mengatakan sesuatu?"
"Tidak, Yang Mulia."
Pangeran Bamie menunduk memberi hormat. "Shitsurei shimasu(Permisi)."
......................
Kamar Pangeran Kesepuluh
Pangeran Bamie menyantap beberapa dessert sambil mengabaikan Rakia. Ia sangat kesal karena Raja malah menolak permintaannya.
"Akh!" ringisnya menjatuhkan garpu mini sambil memegang pipinya.
"Pangeran Bamie baik-baik saja? Coba buka mulut Anda."
"Kenapa? Mau menyuapiku dessert pedas itu lagi?"
Rakia memutar bola matanya malas. "Buka mulutmu, kalau tidak aku akan benar-benar menyuapimu dessert pedas itu."
"Ah, gigimu berlubang. Ini pasti karena kebanyakan memakan dessert yang manis secara berlebihan."
"Sangat nyeri. Bagaimana menghilangkan rasa sakitnya?" tanya Pangeran Bamie.
"Giginya harus dicabut," jawab Rakia polos.
"Apakah separah itu?!" pekik Pangeran Bamie heboh.
"Sebelum dicabut, Pangeran Bamie tidak boleh memakan dessert sampai rasa sakitnya reda."
"Tidak mungkin!"
"Untuk sementara, aku akan memantau Pangeran Bamie memastikan Anda tidak memakan dessert sama sekali."
Malam telah tiba, Pangeran Bamie terbangun untuk mengambil dessert.
"Rakia, apa yang kau lakukan di sini?"
"Saya sudah bilang akan memantau Anda agar tidak memakan dessert sampai rasa sakitnya hilang."
"Rakia kumohon, hanya sedikit saja."
"Silahkan kembali ke tempat tidur."
"Sungguh tidak berperasaan!"
Keesokan harinya...
Pangeran Bamie tidak henti-hentinya menatap semua dessert kesayangannya.
"Rakia?"
"Tidak boleh. Pangeran Bamie harus bersabar."
Kejadian yang sama terulang hingga beberapa hari.
"Argh! Aku tidak tahan lagi!"
"Bersabarlah sedikit lagi. Setelah itu Anda bebas untuk memakan semuanya."
"Tapi ini sudah hampir satu minggu! Kau bahkan mengawasiku 24 jam seperti buronan saja."
"Tetap tidak boleh."
Sore telah tiba...
"Dia tertidur?" tatap Pangeran Bamie ke arah Rakia di sofa.
Ia pun mengendap-endap untuk membuka lemari kaca khusus dessert. "Apa? Terkunci? Sejak kapan?"
"Untuk jaga-jaga aku mengganti kuncinya," kata Rakia yang ternyata tidak tidur.
"Tidak peduli jika kau seorang wanita. Aku benar-benar sudah tidak tahan!"
Ia menarik Rakia untuk membanting wanita itu.
Bugh!
Pangeran Bamie mematung sambil menatap langit-langit kamar menyadari malah dirinya yang dibanting oleh Rakia.
"Kau tidak berpikir saya melakukannya demi kebaikan Anda? Dasar."
Wanita itu melangkah pergi.
"Dia ... Baru saja membantingku?" gumam Pangeran Bamie.
Raja Rivazreich yang memantau kejadian itu melalui CCTV khusus langsung terbelalak.
Flashback on
Bpearlpul Nation Royal
"Aku memesannya lebih dulu, maka dari itu hidangannya milikku," kata remaja lelaki berambut curly.
"Mengenai hal itu aku juga memesannya lebih dulu, jadi itu hidanganku," kata remaja lelaki berambut raven.
Namun, remaja berambut curly tidak mengubah keputusannya, membuat remaja berambut raven mengalah.
"Dia anak dari Kaisar Helios di Jepang. Semua orang tahu dia adalah lelaki yang angkuh sehingga tidak ada yang mau berteman dengannya. Meskipun auranya memang benar-benar tidak bisa diragukan," kata salah satu teman remaja berambut raven.
......................
Gerbang Sekolah
Remaja berambut raven dikerumuni berandalan dari sekolah lain seperti biasa jika supir pribadinya terlambat datang.
"Memberi makan kepada anjingmu lagi?"
Semua menoleh mendengar suara tersebut.
"Ha? Siapa kau yang berani menyebut kami seperti itu?" tanya salah satu berandalan sekolah.
Sekumpulan berandalan tersebut mengepung remaja berambut curly.
"Kau bisa terluka!" seru remaja berambut raven.
Dalam sekejap, sekumpulan berandalan itu tumbang.
"Kuperingatkan sekali lagi! Jika aku melihat batang hidung kalian di sini, maka aku tidak segan menghapus kalian dari dunia ini."
Para berandalan itu kabur, dan remaja berambut raven berterima kasih.
"Aku tidak menyangka Pangeran dari Kerajaan Helios jago bela diri."
"Aku hanya tidak ingin citra sekolah ini merusak diriku, dan kau sebagai Pangeran dari Kerajaan Rivazreich seharusnya memberi perlawanan. Bagaimana kau akan menjadi Raja kalau dipajak seperti ini? Dasar, membuang waktuku saja."
Remaja berambut raven itu tersenyum. "Dia memang angkuh. Tapi sifatnya baik dan peduli kepada orang lain. Kalau begitu di pertemuan berikutnya mari bertemu sebagai teman sekaligus Raja."
Flashback off
Raja Rivazreich hanya tersenyum. "Dia memang putrimu. Kalian memiliki watak yang sama."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Libra Roshi
pangeran bamie sakit gigi
2022-08-24
1
Strobery Shortcake
sakit gigi
2022-07-13
1
Ojha Pasha
sakit gigi
2022-06-23
1