Haruka menuju ke kamar Rakia dan melihat wanita itu masih terlelap. Kepalanya menyusuri seluruh sisi kamar sampai dirinya mengambil Jug berisi air.
Byur!
Rakia terbangun layaknya orang tenggelam. ‘’Beraninya kau membangunkanku dengan menyirami diriku air, apa kau sudah bosan hidup?!’’
Sekali lagi Haruka menyirami Rakia. ‘’Panggil aku Kepala Pelayan!’’
Rakia menghela nafas kasar saat mengingat kalau dirinya sedang menjalani hukuman. ‘’Baik! Aku tidak akan melupakan penghinaan ini, Kepala Pelayan.’’
"Dasar pelayan yang angkuh," kata Haruka beranjak pergi setelah memastikan Rakia bersiap-siap.
......................
Koridor Istana
Rakia masih menggerutu sampai dirinya mendengar seorang pelayan meminta maaf berulang kali. "Kalau tidak salah suaranya dari sini."
Ia membuka pintu dan mengintip. ‘’Oh My Godness!’’
Matanya membulat besar melihat tangan pelayan itu disiram teh oleh seorang pria.
Bugh!
Keduanya menoleh, melihat Rakia muncul sambil membuka pintu dengan kasar. ‘’Kenapa menyiraminya air panas?!’’
Pelayan wanita tadi hanya meringis sambil menahan tangis.
‘’Obati dulu lukamu. Aku akan menggantikanmu untuk melayaninya,’’ kata Rakia menghampiri.
Rakia merasa bingung melihat pelayan wanita itu tidak berani berdiri, sebab pria di depannya menatapnya tajam.
"Tidak usah takut, aku yang akan membereskannya. Kau pergilah cepat," kata Rakia menyuruhnya pergi.
Kini tinggal mereka berdua. Rakia berbalik karena tidak menerima perlakuan seperti tadi.
‘’Kena—‘’
Byur!
Ucapannya terpotong saat pria itu menyiraminya teh yang sama ke arah wajah, tepat saat dirinya berbalik.
‘’Kau ini hanya seorang pelayan. Beraninya kau meneriaki Pangeran seperti diriku, dan apa maksud ucapanmu barusan? Membereskannya? Kau ingin membereskanku? Nyalimu besar juga.”
Heh? Dia begitu cerewet. Jadi dia yang akan kulayani? Dasar, kalau kau Pangeran maka aku Tuan Putri, kata Rakia dalam hati.
Melihat keberanian Rakia, membuat pangeran itu tersadar. “Oh, apakah mungkin kau pelayan pribadi yang akan melayaniku selama satu pekan?”
“Jika sudah selesai, saya akan melayani Pangeran selanjutnya,” kata Rakia berusaha sabar.
“Kau boleh melayani Pangeran selanjutnya. Ini adalah perintahku!”
Rakia mengepalkan tangan. Pandangan matanya menuju ke arah sebuah piano.
“Aku sudah bi—”
“Kalau saya bisa memainkan lagu yang diberikan kepada pelayan tadi, apakah Pangeran akan menerima saya?”
Pangeran berambut hitam itu hanya tersenyum remeh mendengar ucapan Rakia.
“Jangan membuatku tertawa. Tidak ada yang bisa memainkan lagu itu sebaik diriku. Aku sudah menyuruh semua pelayan di istana ini untuk memainkannya. Tapi mereka merusak lagu kesukaanku. Bagaimana dengan dirimu yang baru di sini."
“Apakah Pangeran memberi izin?”
Pangeran menatap Rakia yang mengabaikan perkataannya. “Jika bisa membuatku puas, akan kupertimbangkan.”
Sambil mencicipi teh, ia menatap Rakia yang duduk dan mulai memainkan jarinya.
~Kimi no kokoro ni tsutsumareta mama ai o chikai…
(Dalam hatimu yang dalam keadaan terselimuti sumpah cinta)
Nemurenai yoru nando sugite mo nee uketomete
(Berulang kali menghabiskan malam tanpa tidur, terimalah)
Ima sugu aitai namida tomaranai furetakute
(Sekarang aku ingin segera bertemu, tangisanku tidak terhenti, aku ingin menyentuhmu tapi tak bisa)
Suki dakara kurushikute
(Karena aku menyukaimu sehingga menyakitkan)
Kimi no koto omou hodo kono namida koboreru no
(Semakin sering ku memikirkanmu semakin banyak pula air mata yang jatuh)
Kono mama aenai to shitemo
(Walau terus begini tidak bertemu pun)
Dare yori suki dakara…
(Aku lebih menyukaimu dari siapapun)
Prank!
Cangkir yang dipegang pangeran terjatuh bersamaan dirinya berdiri. “Bagaimana bisa kau?!”
“Kuharap Pangeran menepati janji. Saya pamit dulu untuk mengganti pakaian, dan akan kembali lagi.”
“Tu-Tunggu, aku belum memberi keputusan, kenapa kau se—” ucapannya terpotong saat Rakia sudah menutup pintu.
Pangeran terdiam sambil menatap piano miliknya sampai akhirnya berdecih.
Dari luar kamar belakang pilar, Haruka memasang raut wajah serius lalu beranjak pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Dewi
Entah kenapa aku bacanya sambil nyanyi waktu ada lirik lagu, malah terus nyanyi lagi
2023-02-07
1
Strobery Shortcake
suka Jepang nih
2022-07-13
1
Sebutir Debu
Maaf bisa mampir sebentar kakak
2022-05-30
2