‘’Pangeran? Pangeran? Apakah dia sedang mandi?’’ tanya Rakia.
Sejak tadi ia tidak melihat seorang pria, juga tidak ada jawaban.
"Pemilik kamar ini di mana, ya?"
Seorang pelayan datang untuk mengganti saprai membuat Rakia tersadar.
‘’Kau tahu Pangeran Kesebelas ada di mana saat ini?’’
‘’Kurasa di tempatnya seperti biasa."
"Tempatnya seperti biasa? Maksudnya?"
"Taman bunga,’’ jawab pelayan itu.
"Taman bunga?"
Tidak ingin mengganggu pelayan yang ingin mengganti saprai itu, membuat Rakia beranjak pergi.
"Taman bunga? Apa yang dilakukan seorang Pangeran di taman bunga?"
Seketika otak Rakia langsung traveling. Wanita itu menggelengkan kepala berulang kali. "Ah tidak mungkin, apa yang aku pikirkan? Sebaiknya aku cek saja secara langsung."
......................
Taman Bunga Kerajaan Rivazreich
‘’Damask Rose?!’’ girang Rakia menghirup aroma bunga favoritnya.
Wanita itu berdiri dengan wajah berseri-seri.’’ Aku tidak tahu kalau ada tempat seperti ini di sini.’’
Tiba-tiba pandangannya menangkap sosok dari jauh. Ia melihat seorang pria sedang melukis membuatnya ke sana.
‘’Wah, lukisan monokromnya sangat bagus.’’
Pria itu hanya diam.
‘’Padahal sangat cantik kalau memberinya warna,’’ kata Rakia.
Sekali lagi pria itu hanya diam.
‘’Hei, kau ini sangat pendiam. Sejak tadi aku bicara sendiri. Kau tahu hukuman apa yang akan mereka terima karena mengabaikan perkataanku?’’
Pangeran berambut pink itu menatap Rakia dengan sebelah alis terangkat. Keduanya hanya saling menatap sampai pangeran itu menunduk. Rakia yang melihatnya hanya terkikik.
‘’Ternyata yang dikatakan Pangeran Reonharu benar. Kau pendiam dan pemalu. Mulai sekarang saya akan menjadi pelayan pribadi Anda selama satu pekan.’’
Pelayan ini kalau sudah tahu aku adalah Pangeran, kenapa tutur katanya tadi masih tidak sopan? Apakah dia sengaja? Dasar, kata pangeran dalam hati.
Karena lukisannya sudah selesai, pangeran kembali ke kamar sambil Rakia membawa perlengkapannya.
......................
Kamar Pangeran Kesebelas
Rakia terdiam sambil meletakkan alat lukis. Ia terkejut saat melihat isi kamar setelah pelayan yang masuk tadi membuka semua jendela dan pintu.
‘’Apakah Anda yang melukis ini semua? Semuanya bertema monokrom, tidak berniat mewarnai lukisannya?’’
Pangeran menggeleng menanggapi pertanyaan wanita itu.
‘’Bagaimana kalau mewarnai lukisannya?’’ tanya Rakia.
Pangeran mengangkat kedua bahunya.
‘’Haa, setidaknya katakan sesuatu.’’
‘’Kau tidak berhak memberiku perintah.’’
Rakia melotot.’’ Akhirnya Anda berbicara juga’’
Pelayan ini sangat cerewet dan tidak bertingkah seperti seorang pelayan. Entah bagaimana Reonharu menghadapinya, kata Pangeran dalam hati.
‘’Pangeran, pelayan membawakan sachertorte untuk Anda.’’
Pangeran tetap diam seperti biasa.
‘’Pangeran?’’
Saat pria itu menoleh, Rakia sudah menyuapinya sachertorte menggunakan garpu.
‘’K—‘’ pangeran membengkap mulutnya.
Rakia tersenyum tanpa merasa bersalah. ’’Enak, kan? Buka mulutnya lagi.’’
Pangeran lebih memilih menuju ke arah meja.
‘’Ya sudah, aku yang akan memakannya.’’
Pangeran melotot.
Garpu itu sudah aku gunakan, dan dia? Dia menggunakan garpu yang sama denganku. Bukankah itu namanya ciuman secara tidak langsung? Pelayan ini, kata pangeran dalam hati.
Dahi Rakia berkerut membuatnya menghampiri pangeran. ‘’Ada apa? Kau sakit? Wajahmu memerah.’’
‘’Kau? Memanggilku seperti itu memangnya siapa dirimu yang lancang?’’
Rakia tersadar akan kecerobohannya sejak di taman bunga. Apalagi dia memakan sachertorte itu tanpa meminta izin lebih dulu. ’’Mohon maaf Pangeran, saya terbiasa di kampung halaman.’’
‘’Sungguh kampung halaman yang tidak mempunyai tata krama.’’
Rakia mengernyitkan alis sambil tersenyum.
Jika Ayahanda sampai mendengarnya. Entah apa yang akan terjadi padamu, kata Rakia dalam hati.
Wanita itu meletakkan hidangan tadi dan membungkuk. ’’Saya Rakia.’'
‘’Juu Ichi Ouji(Pangeran Kesebelas), Zelho von Rivazreich.’’
...Visual Pangeran Kesebelas, Zelho von Rivazreich...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Dewi
Pangeran kesebelas memang beda ya, 90% kata katanya diucapkan dalam hati, 10% jika perlunya saja. Moga aja Rakia bisa bikin pangeran tidak segan berbicara lagi
2023-02-14
1
Strobery Shortcake
eh ini pemalu
2022-07-13
1
pat_pat
mampir
2022-06-08
2