Kamar Pangeran Kesebelas
"Tamu penting?" tanya Rakia.
Pangeran Zelho mengangguk.
"Apakah kekasih Pangeran?"
Pangeran Zelho tersedak mendengar pertanyaan Rakia. "Bo-Bodoh! Tentu saja bukan. Tamu yang datang nanti itu seorang pria, jadi bagaimana mungkin mereka adalah kekasihku?!"
"Tidak masalah kalau itu pria, yang penting kalian saling menyukai," kata Rakia santai.
Pangeran Zelho mengernyitkan alis sambil tersenyum. "Ini bukan BL Manga, Rakia. Selain itu, aku masih normal."
Namun, wanita itu sudah hilang membuat Pangeran Zelho menghela nafas.
Selalu bertingkah seenaknya. Apakah dia sungguh seorang pelayan? Haa, kata Pangeran Zelho dalam hati.
12 menit kemudian ...
[ Percakapan Bahasa Inggris ]
Rakia masuk sambil membawa beberapa hidangan.
‘’Siapa dia?’’ tanya pangeran berambut putih curly.
‘'Pelayan pribadiku,’’ jawab Pangeran Zelho.
Ia memperkenalkan 2 pria tersebut. ‘’Rakia, mereka adalah teman kampusku dan juga keluarga kerajaan. Dia adalah Pangeran Monet dan Pangeran Romen."
Rakia membungkuk memberi hormat sebelum meninggalkan kamar. "Shitsurei shimasu(Permisi)."
‘’Zelho, bagaimana lukisanmu? Kuharap kau tidak mengecewakan kami,’’ kata Pangeran Romen.
Langkah kaki Rakia terhenti, membuatnya memilih menguping.
‘’Tentu saja lukisannya sudah selesai."
Rakia menatap lukisan itu dari balik pintu yang diperlihatkan Pangeran Zelho.
Pangeran Monet merasa tidak puas. ‘’Bukankah sudah kubilang jangan melukis dengan tema monokrom? Kenapa kau tetap melukis seperti ini?’’
‘’Anda seorang jenius, kan? Tapi Anda hanya bisa melukis monokrom yang tidak memiliki nilai seperti ini,’’ kata Pangeran Romen kecewa.
Pangeran Zelho tersenyum dengan tangan mengepal. ‘’Baiklah, aku akan menggantinya. Kalian berdua bisa datang minggu depan.’’
‘’Heh, sepertinya ini hanya buang-buang waktu,’’ kata Pangeran Monet berdiri.
‘’Kami pergi,’’ kata Pangeran Romen menyusul.
"Eh, kenapa buru-buru? Kalian baru datang beberapa menit yang lalu," kata Pangeran Zelho.
"Lebih baik Anda menyelesaikan lukisannya agar kita bisa memasangnya di pameran," kata Pangeran Monet.
Ceklek!
Saat pintu terbuka, ketiga pria itu mendapati Rakia sudah berdiri tepat di depan mereka.
Pangeran Monet mengerutkan dahi. "Hei pelayan, minggirlah!"
Plak! Plak!
Pangeran Zelho tersentak begitu juga kedua pria yang menerima tamparan Rakia tadi.
‘’Dasar jal***!’’ seru Pangeran Monet.
Tamparan mendarat sekali lagi setelah pria itu mengatainya.
‘’Diamlah dasar sampah! Siapa yang memberimu hak berkata seperti itu?’’ tegur Rakia.
‘’Beraninya kau!’’ seru Pangeran Romen.
Rakia menatapnya datar. ‘’Anda lebih baik menilai diri sendiri sebelum menghina karya Pangeran Zelho."
Wanita itu menarik kerah leher kedua pria tadi. ‘’Lukisannya monokrom atau berwarna, tidak mengubah keindahan lukisan itu. Dibandingkan denganmu yang hanya mengandalkan status kerajaan tapi tidak memiliki bakat, humph! Dapat dianggap sebagai sampah.’’
Wajah Pangeran Monet merah padam disertai urat-urat lehernya menegang. "Kau!"
Rakia melepaskan cengkeramannya saat menarik kerah leher kedua pangeran itu. ‘’Pastikan aku tidak melihat wajahmu lagi, kalau kau tidak ingin keluargamu terhapus."
Pangeran Monet menatap Rakia tajam sampai akhirnya pergi. ‘’Aku akan mengingat hal ini!’’
Rakia hanya diam dengan wajah dinginnya.
‘’Rakia, apa yang kau lakukan?’’ tanya Pangeran Zelho.
‘’Memberinya pelajaran,’’ jawab Rakia.
Pangeran Zelho mengernyitkan alis. ‘’Maksudku, kau mengerti bahasa mereka? Bukankah kau hanya tahu bicara menggunakan Bahasa Jepang?’’
Oh tidak, karena terbawa emosi aku lupa keberadaan Zelho, kata Rakia dalam hati.
Pangeran Zelho mendekat.
‘’Ehe, Pangeran?’’
‘’Terima kasih!’’ Pangeran Zelho memeluk Rakia membuat wanita itu terbelalak.
‘’Aku berniat memukul mereka berdua tadi. Tapi kau muncul dan mengatakan hal itu, membuatku tenang. Mulai sekarang, aku tidak akan peduli lagi perkataan orang lain dan melakukan kesenanganku sendiri.’’
Rakia terkekeh. ‘’Pangeran Zelho?’’
‘’Iya, Rakia?’’
‘’Um, sampai kapan kita akan berpelukan?’’
Pangeran Zelho tersadar dan melepaskan pelukannya. ‘’Eh, Ma-Maaf.’'
Wajah Pangeran Zelho merona karena kebodohannya yang langsung memeluk Rakia.
...Visual Pangeran Monet...
...Visual Pangeran Romen...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Strobery Shortcake
keren kau rakia
2022-07-13
1
Ojha Pasha
keren
2022-06-23
1
Nona_Sulung
aiiihh... kayaknya akan ada cinta banyak segi ini 😁
2022-06-12
2