Pangeran Reonharu mengumpulkan semua pelayan sambil menatap mereka dengan tatapan dingin.
"Kenapa aku merasa Pangeran Reonharu sedang marah, ya?"
"Benar. Lihat wajahnya yang menatap kita semua seperti itu."
"Aku mempunyai firasat buruk dengan perkumpulan ini."
Para pelayan berbisik meskipun tidak memperlihatkannya, sebab jika Pangeran Reonharu tahu, maka mereka akan dihukum.
‘’Haruka-san?’’
‘’Iya, Pangeran Reonharu?’’
‘’Segera didihkan air panas!’’ perintah Pangeran Reonharu.
Beberapa menit kemudian, Haruka datang membawa air panas dalam teko stainless.
‘’Apa yang Anda ingin saya lakukan dengan air panas ini Pangeran? Apakah Anda ingin dibuatkan teh?’’ tanya Haruka.
Pangeran Reonharu menatapnya sejenak. ‘’Siram tanganmu dengan air panas itu.’’
Deg!
Semua pelayan tersentak mendengar perkataan Pangeran Reonharu terutama Haruka.
‘’Pa-Pangeran Reonharu ... ’’
‘’Menolak perintahku?’’ tanya Pangeran Reonharu dingin.
Haruka menunduk.’’ Ti-Tidak. Saya akan melakukannya."
Dengan tangan gemetar, Haruka menelan saliva sebelum menyiram tangannya dengan air panas dalam teko.
Para pelayan meringis melihat Haruka tersiksa. Pangeran Reonharu yang melihatnya hanya datar, dan menunggu sampai air dalam teko itu habis.
Haruka dengan tangan gemetar meletakkan teko setelah isinya habis, lalu membungkuk. "Sesuai perintah Pangeran Reonharu."
Pangeran Reonharu tahu benar bagaimana rasa sakit yang dirasakan Haruka, meskipun wanita itu menahannya.
‘’Itu hukuman yang akan kalian terima jika berani mengganggu pelayan pribadiku.’’
Mata Haruka membulat besar mendengar ucapan Pangeran Reonharu sebelum pria itu beranjak pergi.
‘’Cih! Rakia, jadi ini ulahmu,’’ kata Haruka tertahan sambil memegangi tangannya yang melepuh.
......................
Beberapa hari kemudian…
Kondisi Rakia telah pulih membuat wanita itu menuju ke kamar pangeran keduabelas.
‘’Sungguh tidak tahu diri.’’
‘’Dia mengadu kepada Pangeran Reonharu agar Nona Haruka dihukum.’’
‘’Kalau aku yang berada di posisinya, aku sudah malu menampakkan wajahku.’’
‘’Aku tidak percaya dia sekejam itu, sampai membuat Pangeran Reonharu menyuruh Nona Haruka menyiram tangannya dengan air panas.’’
‘’Apakah kalian juga ingin menjadi salah satunya?’’ tanya Rakia tersenyum.
"Dia masih tersenyum seperti itu?"
‘’Hei sebaiknya kita pergi. Jangan sampai kita dijatuhi hukuman juga.’’
Rakia menghela nafas panjang.’’ Reonharu bodoh itu, aku akan memberinya pelajaran.’’
Dari jauh, Haruka tersenyum melihat Rakia dicemoh.
......................
Kamar Pangeran Keduabelas
‘’Rakia, kau sudah sem—‘’
Ucapan Pangeran Reonharu terpotong karena Rakia menjitaknya. ‘’Oho! Kau berani menjitak kepalaku!’’
Rakia tersadar. "Aa, tanganku terpeleset."
"Alasan macam apa itu?!"
‘’Dasar bodoh, menyuruh Haruka menyiram tangannya dengan air mendidih apakah aku memintamu untuk membalasnya? Kau ini Pangeran! Jangan membuat orang ketakutan padamu, tapi buat mereka menghormatimu!’’
Rakia terbelalak. ’’Eh?’’
Wanita itu heran melihat butiran air mata Pangeran Reonharu terjatuh. ‘’Apakah aku yang membuatnya menangis?’’
Dia menegurku seperti yang dilakukan Ayahanda, bahkan sampai menjitak kepalaku. Tapi kenapa aku tidak bisa marah? Wanita ini, kata Pangeran Reonharu dalam hati.
Saat itu juga Rakia tersadar dengan ucapan dan perlakuan kasarnya tadi.
‘’Rakia?’’
‘’I-Iya?’’
Wanita itu memejamkan mata dan siap menerima hukuman.
‘’Maaf, karena diriku kau jatuh sakit.’’
Rakia membuka matanya dan terbelalak, memastikan pendengarannya tidak salah.
Matanya memicing. "Kau meminta maaf? Apakah kau Pangeran Reonharu?"
"Tentu saja bodoh!" kesal Pangeran Reonharu.
Rakia bahkan terkikik melihat wajah Pangeran Reonharu merona.
‘’A-Apanya yang lucu?! Aku tidak akan mengulangi perkataanku!’’ kesal Pangeran Reonharu.
‘’Pangeran Tsundere.’’
*Tsundere artinya sikap yang awalnya dingin sebelum perlahan menunjukkan sisi hangatnya.
‘’Hei jangan memanggilku seperti itu!’’
‘’Pangeran Tsundere.’’
‘’Rakia!’’
Rakia terkikik dan meminta maaf membuat Pangeran Reonharu hanya menghela nafas panjang.
‘’Karena waktumu melayaniku sudah selesai, besok kau akan melayani pangeran selanjutnya.’’
Wanita itu mengangguk membenarkan.
‘’Biar kuberitahu sesuatu yang menarik,’’ senyum Pangeran Reonharu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Dewi
Udah jadi rekan nih pangeran Reonharu, mungkin dia mau kasih tahu Rakia soal informasi tentang pangeran yang lain. Siapa tahu aja
2023-02-14
1
Emak
satu misi selesai💪💪11 lagi
2022-07-31
1
Strobery Shortcake
mantap
2022-07-13
1