"Tidak peduli jika kau seorang wanita, aku benar-benar sudah tidak tahan!"
Ia menarik Rakia untuk membanting wanita itu.
Bugh!
Pangeran Bamie mematung sambil menatap langit-langit kamar menyadari malah dirinya yang dibanting oleh Rakia.
"Kau tidak berpikir saya melakukannya demi kebaikan Anda? Dasar." (Rakia teringat)
Rakia yang berjalan menyusuri istana hanya menghela nafas mengingat dirinya yang sudah membanting Pangeran Bamie barusan.
"Biasanya orang yang melakukan hal kasar seperti itu akan mendapat hukuman mati. Bagaimana jika Raja Rivazreich sampai melihatnya? Kalau aku dihukum sebelum menuntaskan misiku maka itu akan sia-sia. Ah, aku jadi refleks karena dirinya akan membantingku. Semoga saja dia tidak menyadari sesuatu."
Dari jauh, Haruka mengerutkan dahi setelah melihat perilaku Rakia. "Ada apa dengan wanita itu? Dilihat dari wajahnya, sepertinya dia melakukan kesalahan."
Terukir senyuman di bibirnya sambil ia beranjak pergi.
......................
Kamar Pangeran Kesepuluh
Pangeran Bamie masih melamun. Begitu dirinya mendengar ketukan pintu membuatnya bergegas. "Apakah itu Rakia?"
Ceklek!
"Rakia soal ta—” ucapan Pangeran Bamie terpotong karena yang datang malah Haruka.
"Salam, Pangeran."
Pangeran Bamie menatapnya datar. "Apa yang kau lakukan di sini?".
"Mohon maaf. Apakah Rakia membuat kesalahan? Jika benar, saya selaku Kepala Pelayan meminta maaf kepada Anda. Pangeran bisa memberiku perintah untuk menghukumnya."
"Rakia tidak melakukan kesalahan. Dari mana kau menarik kesimpulan seperti itu?"
Haruka terbelalak, jelas-jelas ia melihat raut wajah Rakia frustasi.
"Kalau tidak ada hal yang penting kau boleh pergi."
"Baik, Pa—”
Pintu tertutup kasar sebelum dirinya menyelesaikan kalimatnya.
"Eh? Kalau begitu kenapa Rakia terlihat frustasi?"
Pangeran Bamie mengingat cara Rakia membantingnya.
Rakia menjulurkan kakinya ke belakang kaki Pangeran Bamie, lalu memegang pundak dan mendorongnya sampai jatuh.
"Jegal kaki musuh lalu dorong ke belakang, itu salah satu teknik bela diri Taekwondo. Ini bukan kesengajaan. Apakah Rakia jago bela diri?"
Hari berikutnya, Pangeran Bamie meminta maaf atas perlakuannya.
"Aku sudah mencabut gigiku!" seru Pangeran Bamie.
"Gigi Anda masih sehat, kenapa mau mencabutnya?" tanya Rakia.
"Eh? Tapi hari itu kau bilang kalau rasa sakitnya sudah hilang, maka gigiku akan dicabut," kata Pangeran Bamie.
Rakia tersenyum mengejek membuat Pangeran Bamie tersadar kalau dirinya dibodohi.
"Rakia," kata Pangeran Bamie tertahan.
"Siapa suruh memberiku dessert pedas. Sebelum saya melayani Pangeran selanjutnya, akan kubuatkan sesuatu," kata Rakia.
......................
Dapur Istana
"Kenapa membawaku ke dapur?"
"Duduk dan tenanglah, akan kubuatkan sesuatu."
"Memangnya kau bisa? Aku hanya memakan hidangan yang dibuat koki profesional."
"Jangan banyak protes. Anggap ini permintaan maafku juga karena sudah membanting Anda."
"Rakia, apa yang kau lakukan? Beraninya membawa Pangeran ke dapur!" tegur Haruka.
Haruka membungkuk. "Tolong maafkan saya yang gagal mendidik Rakia."
"Tidak apa-apa. Aku sendiri yang mau datang ke dapur."
"Tapi Pangeran, kalau Yang Mulia melihatnya maka sa—”
"Aku akan membicarakannya dengan Ayahanda."
Haruka menatap Rakia tajam sebelum pergi. " Saya permisi."
"Kenapa membantuku? Aku bisa membungkam mulutnya dengan caraku sendiri," kata Rakia.
Beberapa saat kemudian...
"Roti muffin dengan bacon dan berbalur kuning telur, Egg Benedict Real Life."
"Real life?" bingung Pangeran Bamie.
"Hidangan ini dari anime kesukaanku. Jadi aku membuatnya di dunia nyata," kata Rakia.
"Otaku? Lupakan itu, kau tidak hanya jago bela diri. Kau juga bisa membuat hidangan mewah seperti ini. Apakah kau benar-benar seorang pelayan?"
"Ahaha, sebaiknya segera mencicipinya."
"Kenapa tidak menjawab pertanyaanku?"
"Lebih baik kau ah maksudku Pangeran Bamie segera mencicipinya."
" Ya sudah, baiklah."
Deg!
"Dou omoimasuka(Bagaimana rasanya)?"
"Ini jauh lebih enak dibandingkan koleksi dessert milikku. Aku benar-benar takjub dengan rasanya. Tapi kau akan melayani Pangeran selanjutnya mulai besok."
"Saya akan menuliskan resepnya agar pelayan membuatkan Anda."
"Sungguh?"
"Ya."
Para pelayan yang menatap mereka dari jauh hanya mencibir.
"Wanita itu merasa dirinya bangga setelah menyajikan sesuatu kepada Pangeran Bamie."
"Dia hanya cari perhatian agar membuat kita iri."
"Tidak tahu malu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Libra Roshi
ngiler akunya
2022-08-24
1
Strobery Shortcake
jadi lapar
2022-07-13
1
Ojha Pasha
telor
2022-06-23
1