‘’A-Apa ini?!’’ pekik Rakia.
Flashback on
Rakia menatap dirinya di cermin. Sekarang giliran pangeran selanjutnya. Ia memastikan penampilannya tidak mencurigakan.
"Kacamata bening dan kepang 2, yosh kurasa tidak ada yang akan mengenaliku seperti biasa."
Wanita itu menyusuri istana dan mencari kamar pangeran selanjutnya.
"Kalau tidak salah kamarnya ada di sebelah sini."
Terlihat pintu kamar berukir seperti pintu kamar pangeran lainnya, membuat Rakia mengetuk sebelum masuk.
Setelah mendapat izin, wanita itu membuka pintu dan masuk.
"Shitsurei shimasu(Permisi)."
Begitu Rakia mendongakkan kepala, matanya membulat besar.
"A-Apa ini?!"
Flashback off
Wanita itu tidak percaya melihat dessert mewah ada dimana-mana yang terselebungi di lemari kaca.
‘’Jadi kau yang akan menjadi pelayan pribadiku?’’
Rakia masih terbelalak. ‘’Pangeran, kenapa ada begitu banyak dessert di sini?’’
Pangeran berambut dark mocha itu hanya tenang sambil mencicipi dessert. ‘’Agar tidak susah payah menunggu koki membuatnya. Oh iya aku hampir lupa memperkenalkan diri.’’
‘’Dai Juu Ouji(Pangeran Kesepuluh), Bamie von Rivazreich."
Kesan pertama Rakia mengenai Pangeran Bamie adalah ‘Si Maniak Makanan Manis’.
‘’Saya Rakia.’’
Pangeran Bamie menatap Rakia sekilas. ‘’Sebenarnya aku tidak pernah membiarkan orang menginjakkan kaki di kamarku ini kecuali Ayahanda. Tapi karena perintahnya kau terkecualikan.’’
‘’Kenapa Pangeran Bamie tidak membiarkan pelayan masuk? Kalau begitu, tidak ada yang melayani Anda.’’
‘’Tidak masalah tidak ada pelayan yang melayaniku. Aku bisa melakukannya sendiri di kamar. Nanti di luar kamar aku baru memperbolehkan mereka melayaniku. Aku tidak ingin surga makananku terjamah oleh rakyat jelata seperti kalian.’’
Dare ga mazushi hitobito o yon da no(Siapa yang kau sebut rakyat jelata)? Ssttt, kata Rakia dalam hati sambil tersenyum mengeryitkan alis.
‘’Kau tidak ingin mencobanya?’’ tanya Pangeran Bamie.
Pandangan Rakia menuju ke arah dessert terselubungi kaca yang sudah disediakan.
Apakah dia sampai menyambutku? Cukup sopan, kata Rakia dalam hati.
Perkiraan Rakia mengenai Pangeran Bamie sedikit terubah. Setidaknya pria itu masih ramah. ‘’Terima kasih, Pangeran.’’
Rakia membuka penutup kaca dan mengambil dessert tersebut. Ia mencungkil dessert berlapis buah strawberry itu.
Deg!
Pangeran Bamie tersenyum. ‘’Enak?’’
Argh! Lidahku terasa panas. Dessert ini bukan seperti yang terlihat. Aku tertipu dengan desainnya. Berapa banyak cabai yang ada di dalam dessert ini? Aku baru saja memakannya sedikit tapi rasa pedasnya bukan main. Dia membuat buah strawberry kesukaanku menjadi cabai seperti ini. Beraninya dia mencemari buah kesukaanku! Cih, umpat Rakia dalam hati.
Pria itu meletakkan dessert miliknya.
‘’Sungguh tidak tahu malu! Berani memakan makanan yang sama sepertiku,’’ tatap Pangeran Bamie dingin.
Rakia kemudian menghampirinya dan mencengkeram kedua pipi Pangeran Bamie.
‘’A-Apa yang kau lakukan? Beraninya kau menyentuhku!’’ seru Pangeran Bamie.
Mata Rakia memicing. ’’Jika ingin tahu bagaimana rasanya. Ada baiknya Anda juga mencicipinya.’’
Pangeran Bamie melotot. ‘’Pedas! Ssttt haa, kau stt beraninya!’’
‘’Berpikirlah sebelum bertindak. Jika kau tidak berkenan aku melayanimu maka abaikan diriku.’’
‘’Benar-benar angkuh! Kau hanya seorang pelayan. Jika bukan karena perintah Ayahanda, aku sudah memecatmu. Dasar wanita jelek! Jelek! Jelek!’’
Rakia menatap kepergian Pangeran Bamie sampai akhirnya menghela nafas. ‘’Entah kenapa aku merasa dia sedikit kekanak-kanakan seperti Pangeran Reonharu.’’
......................
Kamar Pangeran Keduabelas
‘’Hatchi!’’
Pangeran Reonharu yang memainkan piano langsung bergidik. ‘’Jangan-jangan ada yang membicarakan diriku dari belakang.’’
...Visual Pangeran Kesepuluh, Bamie von Rivazreich...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 162 Episodes
Comments
Dewi
Bisa dong pangeran Bamie di sogok pakai makanan manis-manis yang membuatnya ketagihan
2023-02-21
1
ARA
Surga dessert di kamar pangeran kesepuluh😁
2022-10-03
3
Strobery Shortcake
waduh maniak makanan manis
2022-07-13
1