Violet yang masih dalam tawanan Dewandaru, dia semakin frustrasi, Violet melampiaskannya pada makanan, jika Violet berbicara maka yang keluar dari mulutnya sebuah teriakan yang di penuhi dengan kilatan api dendam. Selama dalam sekapan Violet, bisa makan dua bungkus mie instan dan dua telor dalam satu kali makan, melihat tingkah Violet yang di luar kewajaran Dewandaru, membeli stok makanan yang sangat banyak, sebab bila sudah lapar Violet, bakal ngamuk-ngamuk, tidak bisa mengontrol emosinya.
"Makanlah, besok kita pulang." ucap Dewandaru menyuruh Violet, yang dengan lahap memakan jajan yang di sediakan oleh Dewandaru.
Violet tidak menghiraukan ucapan dari Dewandaru, Violet terus menikmati makanan yang ada, beberapa hari ini Violet kadang diam, kadang berteriak histeris, karena pemerkosaan yang di alaminya membuat jiwa Violet sangat terguncang hebat, seringnya pandangan Violet, kosong seperti sekarang dia terus makan dengan pandangan mata kosong.
Makanan yang di sediakan oleh Dewandaru, sangat banyak mulai dari buah, makanan ringan, bahkan Dewandaru, juga membeli beberapa minuman sachet kesukaan Violet, Dewandaru tahu makanan kesukaan Violet, dari galeri hand phone Violet, di galeri tersebut banyak sekali foto ketika Violet, sedang menikmati coklat entah itu coklat panas maupun coklat dingin.
Dewandaru sangat perhatian pada Violet, selain memberi makanan pada Violet, Dewandaru juga membelikan baju ganti yang sesuai dengan Violet, bahkan Dewandaru, dengan sabar akan merayu Violet, entah itu untuk mandi ataupun makan, karena jika Violet, sudah diam Violet, tidak mau melakukan apapun.
"Setelah makan minumlah, tidur lah, besok pagi kita pulang," ucap Dewandaru sambil menyodorkan segelas coklat hangat pada Violet, Violet, menerima coklat dengan tatapan kosong, setiap kali Violet, memandangnya dengan tatapan kosong airmata Dewandaru, menetes tanpa bisa di bendung lagi.
Malam semakin larut sinar rembulan dan bintang menunjukkan senyum kebahagiaannya, seolah mengejek Dewandaru, yang meratapi penyesalan terdalamnya. Violet, terlelap dalam mimpinya di-iringi alunan merdunya nyanyian burung hantu, jangkrik, serta pasukan nyamuk yang sedang mencari mangsa.
Hampir setiap malam Dewandaru, selalu terjaga, memastikan agar Violet, tenang dalam tidurnya aman dari gangguan apapun.
"Maafkan Aku, Vio." tangis Dewandaru, pecah di antara nyanyian penghuni hutan Kucing, di bawah sinar rembulan dan bintang, yang sedang tersenyum seolah mengejek tindakan bodoh Dewandaru, yang mengambil keputusan sepihak tanpa minta penjelasan orang yang bersangkutan.
Di hutan Kucing, datang sekelompok anggota polisi yang sedang menyisir hutan, untuk menyelidiki tentang laporan dari Abyas dan Suro, kemarin. Para pasukan dari menyelidiki di bawah sinar rembulan, terus menyelidiki setiap melihat ada tempat yang mencurigakan. Hawa dingin serta hambatan dari penghuni hutan Kucing, tidak menyurutkan pasukan polisi tersebut. Pencarian sempat terhenti, beberapa jam karena salah satu pasukannya terkena patokan ular berbisa.
Malam menjelang pagi para pasukan polisi menemukan beberapa rumah tua di dalam hutan, menurut polisi hutan rumah tersebut dulunnya di huni warga saat menggarap lahan di tengah hutan. Setelah hampir satu malam polisi tidak menemukan adanya kehidupan di dalam hutan, termasuk rumah yang di intainya, bahkan anjing pelacak yang di pakai juga belum menemukan adanya tanda-tanda yang mencurigakan.
Polisi yang tadinya menyisir arah utara, dan barat, sekarang mereka berbalik ganti menyisir hutan bagian selatan dari arah batat menuju ke timur, hutan kucing merupakan Hutan yang sangat luas, sehingga memerlukan waktu agak lama untuk melakukan penyidikan. Kalau dulu hutan tersebut mudah di jangkau sekarang banyak ranting yang menghalanginya.
Hampir dua jam para polisi menyisir hutan kucing bagian selatan, sampai mereka menemukan bangunan tua yang masih kokoh, anjing pelacak yang di bawa oleh polisi menuju rumah tersebut, polisi mengatur strategi untuk mengepung rumah tersebut, malam ini penyisiran di pimpin langsung oleh Manggar.
Dewandaru yang masih terjaga dia menyadari jika ada orang yang baru datang, Dewandaru, semakin waspada takut yang datang segerombolan penjahat yang akan melukai mereka.
(kak jangan lupa baca novel Bu Guru Aku Padamu, seru sekali ceritanya l
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Eka Bundanedinar
ketahuan iki ws ndaru siap" kamu
2022-08-13
0
Vita Zhao
crazy upnya kak author
2022-05-17
1
Vita Zhao
haduh kasian violet dia pasti trauma.
jangan sampai violet jadi gila🥺
ndaru juga kelamaan nyekapnya.
ayo semoga polisi segera menangkap ndaru Dan menyelamatkan violet.
karna percuma saja ndaru menyesal sekarang
2022-05-17
2