"Ma, Ndaru kemana ? Dari tadi Ayah pulang, kok tidak kelihatan batang hidung bocah itu?" tanya Abyas, saat berada di meja makan.
"Tadi siang pamit katanya mau kerumah temannya, di luar kota." sahut Swasti sambil menyendok sayur.
"Oh, tumben kok gak pamit sama ayah." ucap Abyas sambil menyendok makanan.
"Tadi pamitnya juga mendadak, wong pulang cuma pamit, ambil ransel dan langsung pergi lagi katanya sudah di tunggu temannya." jelas Swasti.
"Tumben sekali bocah itu, tidak biasanya." ucap Abyas keheranan.
"Mama sendiri juga merasa heran, apa mungkin dapat pengaruh buruk dari temannya." tebak Swasti, sedikit khawatir.
"Kemarin-kemarin bocah itu masih biasa saja, rasanya gak mungkin deh." sahut Abyas.
"Entahlah katanya mau menemani mama di rumah nyatanya bocah itu malah sering keluar rumah, berangkat pagi pulang siang, kadang siang setelah menemani mama sebentar dia pergi lagi sampai sore." jelas Swasti.
Di saat mereka sedang menyantap makan malam suara telpon rumah berdering, karena di rumah hanya berdua, Gayatri sedang liburan pulang kampung. Abyas berdiri mengangkat telepon yang ada di meja.
"Halo." sapa Abyas.
"Assalamu'alaikum Yah." sapa Widuri dari seberang dengan suara sedikit bergetar" Maaf mengganggu Ayah dan mbak."
"Wa'alaikum salam, ada hal kah Dik?" tanya Abyas penasaran karena daei suara Widuri sudah kelihatan.
"Begini, aku mau minta tolong pada Ayah, sampai malam ini Violet, tidak ada kabar, tolong bantu cari Vi." suara Widuri terdengar semakin bergetar.
"Apa? ada apa dengan Violet, apa maksudmu Dik?" tanya Abyas terkejut dan sedikit panik.
Lewat telepon Widuri menceritakan kejadian yang menimpa Violet hari ini dengan gamblang.
"Ayah, segera ke sana kamu yang tenang," ucap Abyas frustrasi "Kenapa adik baru sekarang mengabari Ayah." protes Abyas.
"Aku takut mengganggu Ayah dan mbak." sahut Widuri jujur.
"Baiklah aku akan berusaha mencarinya assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
Abyas dan Widuri menutup telponnya.
"Ada apa Yah, kelihatannya bahaya sekali." tabya Swasti cemas dan penasaran.
"Violet, hilang dari tadi siang sampai sekarang belum ada kabarnya, teman-temannya sudah berusaha mencarinya namun sampai malam ini belum di ketemukan, dan kata Widuri menurut analisa seorang polisi, Violet telah di culik orang, entah siapa pelakunya?" jelas Abyas.
"Apa? Vi hilang, Vi, di culik! Siapa yang melakukannya Yah?" seru Swasti sangat terkejut.
"Ya, Vi, tidak di ketemukan dari tadi siang tadi, siapa yang melakukannya belum tahu." ucap Abyas.
"Kita kesana Yah." ajak Swasti yang ikut panik.
"Mama tunggu di sini Ayah, ganti baju dan ambil kunci." Abyas segera pergi ke kamar untuk memakai celana panjang, ambil dompet dan kunci mobil.
"Ayo Ma." ajak Abyas setelah rapi dan sudah membawa apa yang di perlukan, Abyas mendorong kursi roda menuju parkiran mobil.
Abiyas memberitahukan pada satpam jaga, jika mereka ada acara keluarga di luar. Abyas dengan sabar dan telaten selalu membantu Swasti tanpa mengenal lelah.
Mobil yang mereka tumpangi melaju sangat lamban karena habis hujan dan juga karena beberapa orang baru saja kembali ke rumah setelah menyelesaikan pekerjaannya.
Jarak tempuh yang perlukan hampir satu jam karena di samping hujan, juga ada kecelakaan.
Widuri menanti kabar dari Violet, Widuri menghubungi sendiri nomor Violet namun nihil, Widuri di samping sibuk mengalah chating tidak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan Violet.
Mobil yang di tumpangi Abyas dan Swasti memasuki halaman rumah Widuri, karena belum terlalu larut suasana sekeliling rumah Widuri masih ramai dengan para pengguna jalan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Vita Zhao
nah gimana perasaan orang tua dewandru kalau tau dia sudah menodai violet.
thor masih banyak typo tolong diperbaiki lagi ya thor biar bacanya enak🙏
2022-05-12
1