Part 12 Violet dan Dewandaru bertengkar.

Pagi mulai merayap, suara kicauan burung di luar bangunan tua itu sangat berisik sehingga mengganggu sang penghuni bangunan tersebut. Dewandaru tidur di lantai tanpa alas hanya dengan menggunakan jaket. Violet mulai membuka mata, Violet menyadari jika keadaan dirinya sudah memakai pakaianya, Violet tidak sadar siapa yang memakaikan kembali pakiannya, Violet merasa tidak teralu dingin, dia baru menyadari jika semua telah berubah tidur di atas tikar serta mengenakan selimut serta bantal kecil, namun masih tetap dengan tangan dan kaki di ikat, mulutnya juga masih ditutup, walau sudah tidak serapat kemarin.

Violet menangis, air matanya terus mengalir tiada henti rasa nyeri di tubuhnya tidak sebanding dengan rasa nyeri di hatinya. Violet sangat terpukul dan putus asa dengan kejadian semalam, tangisan Violet yang terus menerus membuat Dewandaru terjaga. Dewandaru mendekati Violet yang meringkuk ketakutan, sorot mata Violet, penuh dengan amarah dan kebencian, semakin Dewandaru mendekat Violet, semakin ketakutan Violet, terus menggelengkan kepala dengan tatapan mata penuh ketakutan dan kebencian.

"Maafkan aku, aku akan pertanggung jawabkan semua perbuatanku padamu." ucap Dewandaru penuh penyesalan.

"Ehm.. Ehmmm!" Violet berusaha berteriak walau mulutnya masih dibekap, dengan tubuh menggigil.

Dewandaru memegang kening Violet," kamu demam aku akan keluar dulu, membeli makanan dan obat".

Violet tidak menjawab apapun ucapan Dewandaru, pertama karena mulut Violet yang masih dibekap, kedua Violet masih sangat trauma dengan sikap dan perilaku Dewandaru, selama ini.

"Aku pasti akan memulangkanmu, namun tidak sekarang, aku cepat kembali." ucap Dewandaru, dengan wajah penuh penyesalan dan frustrasi.

Dewandaru meninggalkan Violet di dalam rumah tua sendirian, Violet, masih tetap diam dengan ekpresi wajah dan bahasa tubuh yang sama. Dewandaru dengan mengendarai sepeda motor CBR, meninggalkan rumah tua untuk menuju kota. Jarak antara hutan dan pinggir kota memerlukan waktu dua puluh menit, Dewandaru sampai di sebuah pasar tradisional pinggiran, Dewandaru karena sudah biasa mandiri dan belanja sendiri sehingga sampai di pasar Dewandaru segera membeli beberapa keperluan wanita, seperti baju wanita komplit untuk ganti Violet. Selain baju wanita Dewandaru membeli nasi bungkus dan beberapa makanan untuk persiapan kurang lebih dua hari. Dewandaru juga membeli beberapa obat untuk turun panas, demam batuk, selimut dan handuk juga tidak luput dari daftar belanja Dewandaru.

Setelah hampir satu jam belanja Dewandaru segera kembali ke rumah tua, sesampainya di rumah tua Dewandaru, menemui Violet semakin menggigil ketakutan. Setelah menaruh semua barang belanjaannya Dewandaru, mengambil dan membuka makanan juga teh panas yang dibelinya tadi.

"Makan dan minumlah aku suapi!" perintah Dewandaru sambil melepas bekap mulutnya Violet.

"Ti... ti... tidak to... to... long le... pas... pas... kan aku." pinta Violet frustrasi penuh ketakutan.

"Aku pasti melepaskanmu, dan aku akan mengantarkanmu pulang, sekarang kamu makan dan minum obat dulu, demam kamu tinggi." ucap Dewandaru, lembut.

Kondisi Violet, sangat lemah karena Violet mengalami depresi berat, Violet sangat putus asa, dengan kondisinya sekarang, di otak Violet sudah di pemuhi dengan bayangan guncingan dari teman, tetangga maupun kerabat, apalagi Violet, menyadari jika dirinya sudah kehilangan madunya.

"Biarkan aku mati!" teriak Violet setelah dewandaru melepas bekapan mulut Violet.

Dewandaru tidak menjawab sepatah katapun dari amarah Violet, Dewandaru membiarkan Violet, meluapkan seluruh amarahnya pada dia.

"Bunuh saja aku, kamu sudah menghancurkan hidupku, kamu sudah merampas hidupku, aku perempuan kotor, bunuh aku!" teriak Violet semakin frustrasi.

Dewandaru menggelengkan kepala dia tahu jika Violet, sangat frustrasi dan putus asa.

"Maafkan aku." Dewandaru berusaha menenangkan Violet, denagn cara memeluk tubuh Violet, dengan sekuat tenaga Violet menolak pelukan Dewandaru, namun karena kondisi tubuh yang lemah perlawanan Violet tidak ada gunanya karena Dewandaru tetap bisa memeluk tubuh Violet, tanpa Violet ketahui Dewandaru menitikan air mata penuh penyesalan.

"Makanlah, aku tidak akan membiarkanmu mati sia-sia sebelum kamu berhasil menghukumku." ucap Dewandaru.

"Aku bunuh kamu." suara Violet, melemah.

"Makanlah!" perintah Dewandaru sambil menyuapi bubur ayam pada Violet.

"Kalau kamu ingin membunuhku habiskan dulu bubur ini dan minumlah obat ini aku tidak akan melukaimu lagi." ucap Dewandaru sabar dan penuh penyesalan

Violet menuruti perintah Dewandaru, meski dengan hati yang dongkol, Violet bertekat untuk balas dendam pada Dewandaru apalagi Dewandaru secara terang-terangan memberi kesempatan Violet untuk balas dendam.

Violet menghabiskan semua buburnya, setelah makan Dewandaru memberi Violet, minum obat.

"Aku sudah belikan baju ganti untukmu, bajumu sudah kotor dan rusak, akan Aku rebuskan Air dulu tubuhmu harus di bersihkan, lalu ganti baju." ucap Dewandaru, pergi tanpa meminta jawaban pada Violet.

"Lepaskan aku, aku mau pulang! Jangan berlagak baik padaku!" teriak Violet." Tolong ada orang tolong aku!"

Violet terus berteriak minta tolong, Dewandaru membiarkan Violet berteriak sesaat, karena Dewandaru tidak ingin ada yang mengetahui persembunyiannya maka Dewandaru kembali membekap mulut Violet.

"Kalau kamu tidak teriak aku akan buka, bekapan ini, aku pasti memulangkanmu tapi aku ingin kamu menjawab semua pertanyaanku nanti, sekarang tubuhmu masih lemah." ucap Dewandaru dingin sambil mbekap kembali mulut Violet dengan kain.

Violet terus meronta dengan sekuat tenaga, sekuat apapun Violet meronta namun masih tetap kalah dengan tenaga Dewandaru. Setelah membekap kembali tubuh Violet, Dewandaru meninggalkan Violet, sendirian, Dewandaru nerebus air dengan panci yang baru di belinya tadi, kebetulan di dapur rumah tersebut masih ada tungku kuno dan kayu bakar yang kering. Dewandaru yang memiliki hobi mendaki gunung sehingga sangat mudah bagi Dewandaru untuk hidup di tengah hutan. Dengan cekatan Dewandaru menyalakan api di tungku, sedangkan untuk airnya Dewandaru, mengambil air dari sumur yang ada di dalam dapur tersebut.

Dewandaru sambil merebus air sambil terus merenungi kesalahannya, sekitar tiga puluh menit Dewandaru sudah menyiapkan satu ember sedang air hangat, Dewandaru membawa air hangat tersebut ke dalam kamar yang sama sekali tidak ada jendelanya.

"Mandi dan gantilah baju, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu," perintah Dewandaru sambil melelapas ikatan kaki Violet.

Violet meronta menolak perintah Dewandaru, setelah ikatan kakinya di lepas dengan tenaga yang masih lemah Violet, berusaha menendang Dewandaru, sekenanya.

"Pulihkan tenagamu, jika kamu ingin membunuhku." ucap Dewandaru dingin, Dewandaru tetap membantu Violet, berdiri dan melangkah menuju kamar untuk mandi, dewandaru sengaja menyuruh Violet, mandi di kamar yang tidak ada akses keluar kecuali pintu yang pastinya di jaga oleh Dewandaru.

"Mandilah, baju ganti aku taruh di sini, kamu berteriak juga percuma ruangan ini jauh dari manapun, bisa-bisa yang datang bukan orang tapi macan." Dewandaru menakut-nakuti Violet, agar Violet, tidak bertingakah.

Violet tidak menjawab, hanya mendengus kesal dan menatap Dewandaru penuh kebencian. Dewandaru membiarkan Violet, tetap diam hingga sampai sepuluh menit.

"Cepatlah mandi airnya keburu dingin." perintah Dewandaru, lalu keluar ruanganan meninggalkan Violet, mandi sendirian.

Setelah beberapa saat Violet, mulai mengguyur tubuhnya dengan air hangat, Violet merasa sedikit segar setelah mengguyur tubuhnya dengan air hangat.

Terpopuler

Comments

Vita Zhao

Vita Zhao

ayolah dewandaru cepat antarkan violet pulang sebelum dia bertambah membencimu.


thor crazy up nya dong☺

2022-05-12

0

lihat semua
Episodes
1 Swasti menemui Widuri.
2 Part 2 Swasti memaksa Abyas untuk menikah lagi.
3 Part 3 Merahasiakan Pernikahan
4 Part 4 Kecurigaan Dewandaru.
5 Part 5 Dewandaru menguntit Abyas dan Widuri.
6 Part 6 Pengakuan Abyas.
7 Part 7 Dewandaru menculik Violet.
8 Part 8 Pencarian Violet.
9 Part 9 Kumbang menghisap madu.
10 Part 10
11 Part 11 Mencari Violet
12 Part 12 Violet dan Dewandaru bertengkar.
13 Part 13 Perdebatan Dewandaru dan Violet
14 Part 14 Pencarian Violet
15 Part 15 Pencarian Violet.
16 Part 16 Menguntit Dewandaru.
17 Part 17 Mencari keberadaan Dewandaru.
18 Part 18 Pencarian Dewandaru
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21 Violet di temukan.
22 Part 22 kedua orang tua Dewandaru terkejut.
23 Part 23 Abyas murka
24 Par 24 Swasti pingsan
25 Part 25 Perut Widuri kram
26 Part 26 Pertemuan Swasti & Dewandaru.
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 PART 30
31 Part 31 Sidang pertama Dewandaru
32 Part 32
33 part 33
34 Part 34
35 part 35
36 Part 36
37 part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Episode 74
75 part 75
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Swasti menemui Widuri.
2
Part 2 Swasti memaksa Abyas untuk menikah lagi.
3
Part 3 Merahasiakan Pernikahan
4
Part 4 Kecurigaan Dewandaru.
5
Part 5 Dewandaru menguntit Abyas dan Widuri.
6
Part 6 Pengakuan Abyas.
7
Part 7 Dewandaru menculik Violet.
8
Part 8 Pencarian Violet.
9
Part 9 Kumbang menghisap madu.
10
Part 10
11
Part 11 Mencari Violet
12
Part 12 Violet dan Dewandaru bertengkar.
13
Part 13 Perdebatan Dewandaru dan Violet
14
Part 14 Pencarian Violet
15
Part 15 Pencarian Violet.
16
Part 16 Menguntit Dewandaru.
17
Part 17 Mencari keberadaan Dewandaru.
18
Part 18 Pencarian Dewandaru
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21 Violet di temukan.
22
Part 22 kedua orang tua Dewandaru terkejut.
23
Part 23 Abyas murka
24
Par 24 Swasti pingsan
25
Part 25 Perut Widuri kram
26
Part 26 Pertemuan Swasti & Dewandaru.
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
PART 30
31
Part 31 Sidang pertama Dewandaru
32
Part 32
33
part 33
34
Part 34
35
part 35
36
Part 36
37
part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Episode 74
75
part 75

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!