Malam ini Abyas berada di rumah Swasti, setelah makan malam Abyas, Swasti dan Dewandaru berkumpul di ruang tengah bersantai, bercengkerama, melepas rindu sambil menikmati acara televisi. Dewandaru menceritakan tentang kegiatan dan perjuangannya dalam belajar selama satu tahun ini. Swasti dan Abyas tidak henti-hentinya memuji putra semata wayangnya.
"Bagaimana rencanamu ke depan Nda, mau melanjutkan S2 di mana?" tanya Abyas.
"Di fakultas yang sama saja Yah, biar gak pindah-pindah, toh fakultas yang sekarang juga sudah sangat bagus," sahut Dewandaru.
"Kadang mama heran, ayah pandai bidang otomotif, tapi turun anak malah terjun di dunia arsitek, sungguh sangat jauh berbeda." keluh Swasti.
"Yah, Ma, jangan khawatir biar Ndaru, kuliah di bidang Arsitek, soal bengkel akan tetap Ndaru, teruskan Ndaru ingin sesuatu yang baru Ma, Ndaru tahu itu bengkel perjuangan kakek dan nenek." sahut Ndaru.
Selama mereka bertiga bersama antara Swasti dan Abyas sana sekali tidak membahas tentang Widuri, mereka fokus pada Dewandaru, hingga pukul sepuluh malam Swasti merasa sudah capek mereka bertiga masuk kamar masing-masing.
Ikatan batin Swasti dan Abyas memang sangat kuat, sehingga Swasti juga dapat membaca apa yang di rasakan oleh Abyas.
"Yah, sepertinya Ayah, bahagia ada hal yang belum ayah sampaikan ke Mam?: tanya Swasti.
"Ya ada dan Ayah harap Mama, juga bahagia namun jika hal ini menyakiti hati Mama, Ayah minta maaf." ucap Abyas sambil memeluk Swasti yang duduk bersandar di kepala ranjang.
"Tentang Widuri?" tebak Swasti tepat, sebab kalau soal pekerjaan Abyas pasti sudah mengatakannya sejak tadi.
"Ya, ini tentang Widuri dan kita, Widuri telah hamil." ucap Abyas senang.
"Widuri hamil?" Swasti langsung memeluk erat Abyas, Swasti menangis haru dan tanpa bisa mengucapkan kata-kata, Swasti terlalu bahagia mendengar berita dari Abyas, sebab sudah lebih dua puluh tahun baru sekarang Abyas dapat memiliki keturunan lagi walau dari wanita lain.
Tanpa mereka ketahui Dewandaru telah lewat di depan kamar mereka dan tidak sengaja Dewandaru mendengar percakapan mereka berdua, setelah mendengar percakapan mereka Dewandaru, pergi meninggalkan kamar Abyas dan Swasti tanpa mengetahui melanjutkan percakapan kedua orang tuanya.
"Apa papa selingkuh? dan wanita itu sampai hamil Widuri, ya Widuri aku harus bisa meyelidikinya." gumam Dewandaru sedih, kesal, kecewa semua campur aduk.
Tanpa Dewandaru ketahui kejadian yang sebenarnya, Swasti sangat bahagia sekali.
"Ayah, harus bisa menjaga Widuri, apa sebaiknya Widuri kita suruh pindah tinggal di sini saja Yah?" usul Swasti.
"Ayah tidak mau tetangga menggunjing keluarga kita Ma," sahut Abyas.
"Cepat atau lambat mereka juga bakal tahu, tentang keluarga baru kita, Mama sangat bahagia sekali Yah." ucap Swasti haru.
"Mama benar-benar tidak terluka, mama benar-benar ikhlas?" tanya Abyas seprti biasa, walau Abyas tahu jawabannya pasti sama.
"Mama ikhlas, apalagi Widuri wanita pilihan Mama, kita harus segera memberi tahu Ndaru, dan juga kita harus segera menyiapkan keperluan untuk menyambut kahadiran anak kita." ucap Swasti bahagia.
"Tidak sekarang, tunggu paling tidak seminggu lagi, agar Ndaru, tidak terlalu terkejut Ndaru baru saja sampai kemarin, bagaimanapun kita harus tetap menjaga perasaan Ndaru." ucap Abyas mengingatkan.
"Ya, mama pikir juga begitu, semoga Ndaru, bisa menerima keputusan kita ini." ucap Swasti.
Swasti dan Abyas, istirahat dengan damai dalam malam panjangnya, kedua insan itu telah di hinggapi rasa bahagia yang tiada terkira.
Dewandaru masih terus berpikir tentang kejadian tadi siang dan juga tentang percakapan sekilas kedua orang tuanya. Dewandaru tidak bisa memejamkan mata, Dewandaru berusaha melacak nama Widuri di sosmed namun tidak menemukan nama dan wajah yang cocok dengan Widuri. Dewandaru teringat akan nomor sepeda motor yang mereka pakai taai siang dengan kepintarannya Dewandaru, mendapatkan nama pemilik sepeda notor dan alamatnya.
"Berhasil, aku harus segera mencari tahu tentang wanita itu, dan apakah benar ayahku selingkuh dengannya sampai hamil, kenapa Ayah begitu tega kepada mama, apa hanya karena mama sakit?" Dewandaru bermonolok sendiri "Aku harus bisa menguak, seberapa jauh hubungannya dengan Ayah, Widuri, ya Widuri, aku akan menghancurkannya."
Dewandaru tidak bisa tidur sampai larut malam, dia terus mencari tahu tentang Widuri, hingga menjelang subuh Dewandaru tetap terjaga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Nia Nara
Apakah di dunia nyata ada perempuan seperti swasti ?
2024-08-28
0