Part 8 Pencarian Violet.

Utari dan teman-teman sudah sampai di rumah Widuri, sampai di rumah Widuri teman-teman Violet di sambut hangat oleh Widuri, karena sudah sangat siang kakek juga sedang tidur maka hanya Widuri yang menyambut kedatangan teman-teman Violet, semua wajah teman Violet menunjukkan ekpresi bingun, cemas dan takut.

"Ada apa dik, kok wajah kalian pucat semua seperti ini?" tanya Widuri setelah mempersilakan Utari dan teman-temannya masuk rumah "Vi mana?" tanya Widuri penasaran.

Mereka bertuju tidak langsung menjawab malah saling senggol, sedangkan wajah Utari sudah sangat pucat sekali.

"Mbak, maaf ehm... ehm... maaf mbak kami...." Veto yang mewakili teman-temannya berbicara namun sangat gugup sehingga bicaranya terbata-bata.

"Kalian minum dulu." perintah Widuri, menyodorkan air mineral yang sesalu tersedia di atas meja ruang tamu.

"Terima kasih mbak." sahut Fero gugup.

Mereka segera meminum air mineral yang ada di depannya.

"Sekarang kalian bicara dengan jelas ada apa? sepeda motor Vi, Ada Vi-nya pergi ke mana?" tanya Widuri mulai gelisah namun berusaha menyebunyikannya.

"Berarti Vi, belum pulang ya Mbak?" tanya Utari spontan.

"Belum." jawab Widuri "Katakan ada apa?" Widuri semakin cemas.

"Begini mbak, ehm... tadi kami makan mi ayam di depot Kamboja, tadi saya ke WC, dan Vi saya suruh vi nunggu sebentar di parkiran sedang yang lainnya sudah pergi, setelah kembali dari WC, ehm... Vi gak ada di parkiran, sedang sepeda motor dan kuncinya aman masih nyantol di kontak," jelas Utari dengan mata sudah sembab dan suara juga serak.

"Vi, kemana?" seru Widuri, panik.

"Ehm... ehm... kami gak tahu mbak maaf, sudah satu jam kami berusaha mencari dan menghubungi teman yang lainnya tapi kami tidak berhasil, dan tidak ada yang tahu Vi, ada di mana." jelas Utari, gugup dan keringat sudah bercucuran.

"Astaqfirullah hal'adzim!" seru Widuri cemas"lalu bagaimana?, semoga tidak terjadi apa-apa pada Vi." ucap Widuri lemas dan cemas.

"Mbak kami akan tetap mencari Vi," ucap Veto.

"Iya mbak kami akan tetap berusaha mencari keberadaan Vi," ucap Fero.

"Hand phone ya hand phone-nya Vi!" seru Widuri.

"Kami dari tadi sudah berusaha menghubunginya mbak, tadinya masih menyala namun entah bagaimana setelah beberapa panggilan, hand phone-nya juga mati." sahut Utari di angguki teman lainnya.

"Semoga Vi, tidak ada apa-apa, Vi, kaku kemana Vi? tidak biasanya kamu mengalami hal seperti ini." ucap Widuri yang sudah lemas.

Utari dan teman-temannya berusaha menenangkan Widuri, beruntung kakeknya belum bangun jadi tidak begitu repot.

"Mbak, ikut kalian mencari Vi." ucap Widuri.

"Kalau mbak ikut kami siapa yang menjaga kakek? apa mungkin Vi, di culik?" tebak Veto.

"Lalu siapa yang menculiknya, Vi, anak yang baik dan apa tujuannya menculik Vi." sahut Utari.

"Kalian pulang dulu saja, nanti orang tua kalian mencari kalian, soal Vi, nanti mbak minta bantuan teman dan saudara mbak." ucap Widuri setelah tenang.

"Aku akan tetap di sini mbak menemani mbak, tadi Aku sudah minta ijin ke orang tuaku dan sebentar lagi mereka datang." ucap Utari.

"Ya, beneran mbak ibunya Utari, kan polisi jadi bisa membantu sekali." tambah Fero.

"Terima kasih." ucap Widuri.

"Kalian pulang saja dulu biar aku yang di sini menemani mbak Wid." ucap Utari.

Fero dan kawan-kawannya berpamitan, Utari tetap berada di rumah Widuri, tidak berapa lama ibu dan kakak Utari sampai di rumah Widuri. Ibu Utari segera mengintrigasi Utari, karena belum empat puluh delapan jam, maka beluk bisa lapor kehilangan di kantor polisi. Sebagai seorang polisi ibunya Utari dengan di temani kakaknya serta Utari mereja menuju depot mi Kamboja, di sana ibunya Utari, mulai melakukan penyidikan.

"Tar, dari penyidikan ibu, Violet telah di culik, pelakunya juga cuma satu orang, kita harus kembali ke rumah Violet, kita tanya siapa yang patut di curugai." ucap ibunya Utari setelah hampir dua jam melakukan penyidikan di lokasi kejadian.

"Tapi apa motifnya, Bu, selama ini Utari sangat baik dengan siapapun, begitu pula mbak Wid." ucap Utari, seolah tidak percaya dengan penuturan ibunya.

"Kamu ingat-kan apa pekerjaan Widuri?" tanya ibunya Utari.

Utari mengangguk bertanda mengerti kemana arah pembicaraan ibunya, sedangkan kakaknya tetap fokus menyetir mobil.

"Bukankah sudah dua tahun ini, mbak Wid tidak bekerja di klup malam lagi," ucap Utari keceplosan.

"Lalu?" tanya ibunya Utari.

"Mbak Wid, sudah menikah dua tahun lalu dan sejak saat itu mbak Wid, tidak lagi bekerja di klup malam lagi,bak Wid fokus merawat kakek, semua kebutuhan Violet dan keluarganya di tanggung oleh suaminya mbak Wid, tapi suaminya seperti apa aku juga belum pernah bertemu." jelas Utari, jujur.

"Ibu belum bisa menyimpulkan siapa dan apa motifnya, kamu tetap temani Wid, ada apa-apa kaku cepat kabari ibu, masmu juga ikut menemanimu dan Widuri."

"Baik bu." Utari.

Mereka bertiga setelah menyantap makan sore di salah satu warung nasi, sebelum mereka kembali ke rumah Widuri. Di saat menyantap makan hand phone Utari, berdering nama Widuri yang muncul di layar hand phone-nya.

"Bu, mbak Wid, telpon." ucap Utari.

"Angkat." perintah ibunya.

Utari segera mengeser tombol hijau tersebut.

"Assalamu'alaikum mbak Wid, apa ada berita bagus?" tanya Utari.

"Dik, sebaiknya dik Tari tidak usah ke sini, soalnya tadi mbak bilang ke kakek jika Violet menginap di rumahmu." ucap Widuri di balik telepon.

"Tapi bagaimana dengan mbak?" tanya Utari, cemas.

"Mbak, gak apa-apa, ada suami mbak, terima kasih dik, sampaikan maaf dan terima kasih mbak ke ibu dan mas nya dik Tari." ucap Widuri, berusaha tenang.

"Baik mbak ada apa-apa segera hubungi kami," sahut Utari.

"Baik dik Tari, assalamu'alaikum." pungkas Widuri.

"Wa'alaikum salam mbak," sahut Utari, Utari segera menutup panggilam teleponnya.

"Kita pulang, besok ibu akan berusaha menyelidiki lagi." ucap ibunya Utari.

"Kasihan dari kecil sudah yatim piatu, masih harus mengurus kakek yang sakit." ucap Utari.

"Makanya kamu itu harus banyak bersyukur Dik, ada mas ada mbak ada ibu dan bapak." sahut kakajya Utari.

"Sudah ayo makan, setelah ini kita pulang, setelah ini ibu ada jadwal apel malam." pungkas ibunya Utari.

Mereka bertiga menyantap makanannya dengan santai, bagi mereka hisa berkumpul dan makan di leseham warung pinggir jalan merupakan peristiwa langka karena, jadwal ibunya Utari sebagai seorang polisi bagian kriminal sangat padat.

Selesai menyantap menu makan malamnya mereka pulamg ke rumah, sesampainya di rumah Utari tidak tinggal diam Utari, terus berusaha menghubungi teman lainnya untuk mencari informasi tentang keberadaan Violet.

Terpopuler

Comments

Eka Bundanedinar

Eka Bundanedinar

lagian violet masih sma gaya niruin mb widuri

2022-07-30

0

Vita Zhao

Vita Zhao

hm semoga dewandru tidak melakukan hal2 buruk sama violet

2022-05-12

0

lihat semua
Episodes
1 Swasti menemui Widuri.
2 Part 2 Swasti memaksa Abyas untuk menikah lagi.
3 Part 3 Merahasiakan Pernikahan
4 Part 4 Kecurigaan Dewandaru.
5 Part 5 Dewandaru menguntit Abyas dan Widuri.
6 Part 6 Pengakuan Abyas.
7 Part 7 Dewandaru menculik Violet.
8 Part 8 Pencarian Violet.
9 Part 9 Kumbang menghisap madu.
10 Part 10
11 Part 11 Mencari Violet
12 Part 12 Violet dan Dewandaru bertengkar.
13 Part 13 Perdebatan Dewandaru dan Violet
14 Part 14 Pencarian Violet
15 Part 15 Pencarian Violet.
16 Part 16 Menguntit Dewandaru.
17 Part 17 Mencari keberadaan Dewandaru.
18 Part 18 Pencarian Dewandaru
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21 Violet di temukan.
22 Part 22 kedua orang tua Dewandaru terkejut.
23 Part 23 Abyas murka
24 Par 24 Swasti pingsan
25 Part 25 Perut Widuri kram
26 Part 26 Pertemuan Swasti & Dewandaru.
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 PART 30
31 Part 31 Sidang pertama Dewandaru
32 Part 32
33 part 33
34 Part 34
35 part 35
36 Part 36
37 part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Episode 74
75 part 75
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Swasti menemui Widuri.
2
Part 2 Swasti memaksa Abyas untuk menikah lagi.
3
Part 3 Merahasiakan Pernikahan
4
Part 4 Kecurigaan Dewandaru.
5
Part 5 Dewandaru menguntit Abyas dan Widuri.
6
Part 6 Pengakuan Abyas.
7
Part 7 Dewandaru menculik Violet.
8
Part 8 Pencarian Violet.
9
Part 9 Kumbang menghisap madu.
10
Part 10
11
Part 11 Mencari Violet
12
Part 12 Violet dan Dewandaru bertengkar.
13
Part 13 Perdebatan Dewandaru dan Violet
14
Part 14 Pencarian Violet
15
Part 15 Pencarian Violet.
16
Part 16 Menguntit Dewandaru.
17
Part 17 Mencari keberadaan Dewandaru.
18
Part 18 Pencarian Dewandaru
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21 Violet di temukan.
22
Part 22 kedua orang tua Dewandaru terkejut.
23
Part 23 Abyas murka
24
Par 24 Swasti pingsan
25
Part 25 Perut Widuri kram
26
Part 26 Pertemuan Swasti & Dewandaru.
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
PART 30
31
Part 31 Sidang pertama Dewandaru
32
Part 32
33
part 33
34
Part 34
35
part 35
36
Part 36
37
part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Episode 74
75
part 75

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!