Abyas dan Suro meninggalkan warung tersebut tentu dengan sejuta perasaan yang tidak menentu, mereka berdua bersepeda sangat santai sambil mengobrol tentang apa yang barusan mereka dengar tadi dari warga, apalagi Abyas dan Suro mendengar jika ciri-ciri sepeda motor yang masuk hutan mirip dengan sepeda motor milik Dewandaru, yang menggananjal di hati Abyas dan Suro, untuk apa Dewandaru sembunyi di hutan.
Jam sebelas siang Abyas baru sampai di rumah, di rumah swasti menyambut seperti biasa, Abyas tetap berusaha menyebunyikan apa yang barusan dia lakukan. Setelah membersihkan diri Abyas menemani Sawati yang sedang duduk di ruang tengah.
"Bagaimana dengan Ndaru, perasaan Mama semakin hari semakin tidak enak, dua bocah itu kemana? Yang satu hilang belum ketemu yang satu pulang cuti sekarang pergi entah kemana, telpon matikan, tidak mengabari orang tua." keluh Swasti semakin gelisah.
"Setelah sholat dhuhur Ayah dan kang Suro akan ke kantor polisi, tanya perkembangan tentang Vio, serta mita tolong polisi untuk melacak melacak keberadaan Ndaru, sebelum semuanya terlambat." ucap Abyas dengan nafas berat.
"Dari kemarin Ayah, belum cerita ke Mama, bagaimana hasil Ayah kemarin." tanya Swasti penasaran dengan hasil penyidikan Abyas, kemarin.
"Sebab Ndaru? Ayah mau mengajak polisi untuk masuk hutan kucing, kemarin Ayah mengikuti kemana Ndaru pergi, ternyata Ndaru, masuk hutan kucing tidak pergi ke luar kota seperti yang dua katakan pada kami." jelas Abyas dengan nafas berat.
"Kenapa harus ngajak kang Suro, bagaimana jika kang Suro tahu kalau Ayah, memiliki istri dua?" tanya Swasti khawatir.
"Kang Suro, sudah tahu sejak ayah ijab qobul dengan Widuri," Swasti terkejut mendengar pengakuan dari Abyas, langsung memandang Abyas penuh dengan kecurigaan "Mama tenang dulu, bukan Ayah yang memberitahu, waktu itu Kang Suro ternyata juga berada di rumah Widuri, dan menyaksikan sendiri acara ijab Qobul ayah, dengan Widuri dia datang mengantar pak modin, ternyata pak modin kakak ipar kang Suro, karena waktu itu pak modin lagi tidak enak badan, kebetulan kang Suro, pas bermain di rumah pak modin tersebut, jadi kang Suro yang menawarkan diri untuk mengantar." jelas Abyas.
"Lalu, bagaimana dengan tanggapan kang Suro?" tanya Swasti penasaran.
"Tidak ada, kang Suro orang yang sangat bijak, biarpun tahu tentang pernikahan kedua Ayah, kang Suro tidak pernah cerita pada siapun." jelas Abyas.
"Mama lega, segera ketemukan mereka berdua, Yah," ucap Sawati iba, Swasti benar-benar sedih atas hilangnya Violet.
"Ayah, akan berusaha semaksimal mungkin, semoga pertemuan Ayah dengan polisi nanti membuahkan hasil." ucap Abyas.
"Mama takut Ndaru, salah jalan, mama benar-benar takut Yah," keluh Swasti, sangat was-was.
"Ayah, juga sangat takut Ma, anak kita cuma satu, itu sebabnya ayah mengikuti Ndaru." ucap Abyas, sangat menghawatirkan keberadaan Dewandaru.
Abyas dan Suro, pergi ke kantor polisi sesuai dengan janjinya tadi, di kantor polisi Abyas dan Suro di sambut oleh mamanya Utari, Abyas menceritakan apa yang telah di lakukannya tentang pengintaian terhadap Dewandaru dan hutan kucing.
"Tim kami akan segera bergerak ke sana pak," ucap mamanya Utari, tegas.
"Terima kasih Bu Manggar, atas tangap cepat ibu dan tim dalam menangani kasus ini." ucap Abyas, hormat pada Manggar ya mamanya Utari bernama Manggar, yang memiliki kedudukan tinggi di kepolisian berpangkat AKBP.
"Sama-sama, pak sesuai dengan semboyan kami." jawab Manggar tegas.
Setelah kepergian Abyas dan Suro, Manggar segera menyusun strategi dengan anak buahnya, untuk menyelidiki hutan Kucing, tidak lupa Manggar juga berkoordinasi dengan (sinder) polisi hutan. Tanpa membuang waktu Manggar dan tim bergerak cepat menyisir lokasi yang telah di tunjukan oleh Abyas dan Suro, tadi.
Abyas setelah dari kantor polisi dia menuju rumah sakit untuk melihat keadaan kakek, masih dengan di temani oleh Suro. Widuri menunggui kakek di rumah sakit dengan di temani oleh tetangga, tentu tetangga tersebut sudah di bayar oleh Abyas mengingat saat ini Widuri sedang hamil muda, dan dua sendiri tidak bisa terus menemani Widuri, karena ada dua bocah yang harus di ketemukan.
"Bagaimana keadaan kakek?" tanya Abyas begitu berada di ruang rawat inap kakek.
"Alhamdulillah, semua semakin membaik, inshaallah lusa kakek sudah boleh pulang." jawab Widuri "Bagaimana dengan pencarian Vi, dan bagaimana dengan Ndaru?" tanya Widuri masih diselimuti rasa amat sangat cemas.
"Polisi, sekarang sedang melakukan Pengintaian terhadap Ndaru, untuk Vi, belum ada kejelasan, pihak berwajib masih terus berusaha keras, semoga segera ketemu." ucap Abyas berusaha menenangkan Widuri.
"Aku benar-benar cemas," Widuri tidak bisa menyembunyikan kesedihannya yang sangat dalam, Widuri, menjatuhkan dirinya dalam pelukan Abyas, untuk menenangkan jiwanya yang porak-poranda atas hilangnya Violet.
Abyas memeluk Widuri, untuk memberi ketenangan batin pada Widuri, yang sangat rapuh.
(Jangan lupa baca juga novel Dosen tampan Pemikat Hatiku, seru lo)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Eka Bundanedinar
tk kirain abyas masuk kehutan eh mlh lpor polisi dulu
2022-08-13
2
Vita Zhao
semoga polisi segera menemukan ndaru Dan violet.
udh rindu dg ceritanya violet nih kak
2022-05-17
2