Swasti sudah masuk di rumah Widuri Damayanti, Widuri Damayanti merupakan seorang gadis berusia dua puluh lima tahun yang harus merawat kakeknya yang mengalami stroke serta menjaga adik keponakannya yang bernama Violet Garjita yang sedang duduk di bangku menengah atas. Antara Swasti dan Widuri berkenalan sejak enam bulan yang lalu mereka berkenalan di saat sama-sama ke dokter, Swasti terapi untuk dirinya sendiri sedangkan Widuri mengantar kakeknya, Widuri bekerja di sebuah club malam. Widuri dan Violet merupakan anak yatim piatu karena kedua orang tua mereka meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas lima tahun yang lalu, seluruh keluarganya meninggal hanya tinggal mereka bertiga yang selamat dari kecelakaan tersebut, sebab waktu itu Violet dan Widuri tidak ikut dalam rombongan.
"Terima kasih kak, kakak sudah sudi datang di gubuk kami, maaf semua berantakan, karena belun sempat beres-beres," ucap Widuri jujur sopan dan senyum mengembang indah.
"Adikmu belum pulang Wid?" tanya Swasti.
"Belum, sebentar lagi kak." sahut Widuri.
"Aku senang bisa datang, ke rumah ini enak, damai," ucap Swasti tulus.
"Alhamdulillah, Kakak sangat baik pada kami, silakan di minum." Widuri menawarkan minum teh hangat yang di suguhkannya barusan.
"Sebenarnya kedatangan kakak ke sini ada hal penting yang akan kakak bicarakan dengan kamu Wid, kakak mau meminta tolong ke kamu." ucap Swasti tenang.
"Selagi saya bisa menolong saya iklas menolong kakak, kakak jangan sungkan." sahut Widuri jujur.
"Wid, tolong menikahlah dengan suamiku." pinta Swasti bersungguh-sungguh.
Widuri sampai terbelalak mendengar permintaan Swasti, dia sangat-sangat terkejut bagai di sambar petir di siang bolong, bukan hanya Widuri yang terkejut namun Gayatri juga ikut terkejut mendengar ucapan dari Swasti yang sangat konyol menurut mereka.
"Kamu pikir yang baik, namun kakak harap kamu bersedia menikah dengan suamiku." pinta Swasti lagi penuh harap.
"Kak, saya tahu saya bekerja di klup malam tapi bukan berarti saya suka merebut suami orang, maaf kak saya tolak permintaan Kakak, karena saya tidak ingin melihat airmata duka dari wanita lain yang telah hianati oleh suaminya, saya tidak mau merusak pager ayu kakak, saya tidak ingin menjadi orang keriga dalam rumah tangga kakak." jawab Widuri setengah mungkin.
"Kamu sangat cocok dengan suamiku, kakak sudah kenal kamu dengan baik, maka dari itu kakak memilih kamu untuk menjadi istri ayahnya Ndaru," ucap Swasti lagi.
"Kak, sekali lagi saya tidak bisa membantu kakak dalam hal ini, saya minta maaf sekali." jawab Widuri bersungguh-sungguh.
"Kakak, tidak memaksamu tapi kakak harap kamu tetap mau berteman dengan kakak, ya Wid." pinta Swasti penuh harap.
Swasti dan Widuri akirnya ngobrol hampir dua jam mereka bertiga terlibat obrolan ringan, untuk kakek Widuri, dia tidak ikut ngobrol karena kesehatannya yang tidak begitu baik, mereka tidak sekedar ngobrol Widuri, juga menyuguhkan menu makan siang dengan menu seadanya Swasti, sangat menikmati masakan Widuri, walau menu sederhana namun sangat spesial buat Swasti, setelah selesai ngobrol Swasti, pamit untuk pulang. Karena sudah lelah ngobrol dengan Widuri, Swasti membatalkan rencananya untuk jalan-jalan karena hari juga sudah sangat siang.
Semakin hari hubungan antara Swasti dan Widuri semakin baik, seringnya Swasti yang datang bermain di rumah Widuri, mengingat kakek Widuri, tidak Ida di tinggal sendirian, sebab itu juga yang menjadi pertimbangan Widuri bekerja di malam hari karena gantian dengan Violet untuk menjaga kakeknya.
Hari ini Abyas mengajak Swasti untuk jalan-jalan, mereka berdua memilih menikmati indahnya pantai yang ada di luar kota. Dari dulu mereka berdua sangat senang dengan suasana pantai, Abyas dengan penuh kasih mendorong kursi roda Swasti, mereka duduk menikmati deburan ombak di laut lepas.
"Tidak terasa sudah puluhan tahun kita menikah, terima kasih Ayah dengan setia mendampingi Mama, maafkan Mama Yah," ucap Swasti dengan pemandangan lurus ke depan.
"Ayah, tidak suka Mama selalu minta maaf seperti itu, sudah menjadi tanggung jawab Ayah, untuk terus menjaga dan melindungi keluarga kita, dulu kita sering mengajak Ndaru untuk bermain di pantai, sekarang setelah Ndaru, dewasa kita kembali seperti pacaran lagi," ucap Abyas.
"Yah, Mama, ada permintaan ke Ayah." ucap Swasti.
"Menikah lagi?" tebak Abyas tepat.
"Iya," sahut Swasti penuh keyakinan.
"Untuk yang satu itu, Ayah tidak bisa mengabulkan, Mama dan Ndaru itu nafas kehidupan Ayah." ucap Abyas tegas.
"Yah, mama mohon, Mama iklas, dia wanita baik-baik, mama ingin papa dapat memiliki keturunan lagi biar Ndaru tidak kesepian, hidup tanpa saudara itu menyedihkan, dari dulu Mama selalu bermimpi agar memiliki anak yang banyak, namun Allah berkehendak lain." ucap Swasti parau.
Abyas terdiam dia tidak bisa berkata apa-apa, dalam satu tahun ini permintaan seperti itu sudah puluhan kali Swasti ungkapkan, dan puluhan kali Abyas menolaknya dengan tegas.
"Yah, tolong kabulkan permintaan mama, mama ingin di saat mama pergi Ayah sudah ada yang bersama dengan Ayah." Swasti benar-benar memohon pada Abyas.
"Hentikan omong kosong Mama itu! Kit akan menua bersama Ma" suara Abyas sedikit meninggi satu oktaf.
"Yah." Swasti menangis lirih.
"Ndaru sudah dewasa, biarlah Ndaru yang menikah dan kita tinggal menemani cucu-cucu kita." jawab Abyas lirih dan sangat pelan untuk menghibur Swasti.
"Mama rasa bibit Ayah, kwalitasnya masih bagus, dan jika menjadi anak laki-laki pasti ganteng seperti Ndaru dan kalau perempuan pasti cantik seperti Ndaru juga." ucap Swasti ngelantur dengan mata sedikit memerah.
"Jujur Ayah, tidak sanggup melihat airmata Mama, Ayah tidak sanggup untuk menduakan Mama, tolong jangan paksa Ayah, untuk menikah lagi." pinta Abyas memohon.
"Aku tidak akan memaksa Ayah, namun Mama akan selalu berdoa agar suatu saat Ayah mau manikah dengan Widuri, wanita pilihan Mama." ucap Swasti dengan tatapan iba.
Abyas diam, Abyas benar-benar tidak paham dengan jalan pikiran istrinya di saat banyak wanita yang tidak sanggup untuk diduakan, Swasti malah memaksanya untuk menduakannya.
"Apa wanita pilihan Mama, kurang cantik, atau kurang seksi?" tanya Swasti.
"Ayah yakin pilihan mama pasti yang terbaik, namun hati Ayah, tidak bisa berpaling pada wanita lain." kekeh Abyas.
"Dia perempuan yang membutuhkan sosok seperti Ayah," jelas Swasti.
"Dia masih sangat muda, panasnya dia menjadi anakku, apapun alasannya Ayah, tetap menolak permintaan Mama." tegas Abyas lagi.
"Ketika Ayah, menikahi Widuri itu artinya Ayah telah menyelematkan kehormatan Widuri, harta kita tidak akan habis kalau hanya bertambah dengan keluarga Widuri, Yah, hanya dengan menikahi Widuri, Ayah bisa mengeluarkan Widuri dari dunia malam." jelas Swasti, Swasti berusaha keras untukeyakinkan Abyas agar mau menikah dengan Widuri, wanita pilihan Swasti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Lady_MerMaD
aku mampir thor, suka ceritanya..
2022-07-06
0