Part 17 Mencari keberadaan Dewandaru.

Abyas dan Suro, sengaja tidak masuk bengkel hari ini, mereka berdua setelah sholat subuh menggunakan sepeda gunung untuk melakukan misinya. Beruntung Abyas memiliki hobi bersepeda pagi jika sedang longgar, jadi kepergian Abyas, tidak menimbulkan kecurigaan pada Swasti.

Abyas dan Suro mengatur sepeda dengan santai, karena jarak antara rumah mereka dan hutan tersebut lumayan jauh sehingga membutuhkan waktu kurang lebih satu jam perjalan untuk sampai di area hutan kucing.

Abyas dan Suro, terus mengikuti jalan setapak yang ada bekas ban sepeda motor. Hutan tersebut dalam keadaan sepi nan sunyi seperti jarang di jamah oleh manusia, dan hanya suara binatang yang menghuni hutan tersebut.

"Bos, kamu yakin Ndaru masuk hutan kucing ini?" tanya Suro, karena hutan benar-benar sepi yang ada hanya suara binatang saja.

"Aku, yakin!" Abyas menegaskan " Lihat ada bekas ban sepeda motor yang barusan lewat sini, kalau di lihat dari bekasnya hanya ada satu sepeda motor yang masuk dan dari ban sepeda motor yang sama, itu artinya Ndaru, masuk hutan sendirian." jelas Abyas setelah meneliti jalan setapak tersebut.

"Sepeda motor yang lewat cuma satu, tidak ada yang lain, tapi untuk apa Ndaru, masuk hutan sendirian?" tanya Suro.

"Itu yang membuat aku curiga, kemarin dia pulang dalam keadaan kacau, bajunya tidak ganti seperti sudah berhari-hari tidak mandi." jelas Abyas, bingung sambil terus mengamati jalan setapak tersebut.

"Sebaiknya kita tanya pada warga setempat tentang hutan kucing ini, siapa tahu dari mereka kita mendapatkan jawaban." usul Suro.

Abyas menerima usulan dari Suro, mereka berdua menuju sebuah warung nasi, yang letaknya agak jauh dari hutan tersebut, Abyas dan Suro memesan makanan dan minuman untuk mengisi perut mereka berdua. Sambil menikmati hidangan yang di warung, Abyas dan Suro berusaha mengorek informasi tentang hutan kucing yang ada di daerahnya. Penjual makanan tersebut menceritakan secara gamblang tentag hutan tersebut, dan menurut dari pendengaran Abyas dan Suro, semua nampak biasa saja.

Hutan kucing memang jarang di jamah oleh orang kampung di sekitarnya, semenjak pemerintah melarang warga sekitar untuk mengambil kayu bakar dan kalaupun ada yang masuk hutan biasanya hanya petugas dari instansi tertentu saja untuk mengecek kondisi hutan.

Selain penjual warung datang pengunjung warung yang notabennya juga orang desa tersebut yang ingin membeli makanan di warung tersebut.

"Kelihatannya mau ada tebang kayu." ucap warga berusia lima puluh tahun.

"Kok tahu kang?" tanya pemilik warung.

"Lawong, sudah tiga hari ini ada sinder(polisi hutan) yang masuk hutan kok, berartikan mau tebang kayu, pegawai sekarang itu muda sekali, motornya juga bagus, mungkin dia anak pejabat." tebak warga sambil menghisap rokok.

"Kok, tahu kalau anak pejabat to kang?" tanya pemilik warung.

"La Motore lo bagus sekali yang harganya di atas tiga puluh juta itu lo, sinder yang ini lain dari biasanya, kalau biasanya pakai motor tril, la ini pakai motor jian uapik e puol, motor yang biasnya di pakai bintang pilem itu lo." ucap warga tersebut sambil menyeruput kopinya.

Suro dan Abyas mendengarkan percakapan antara warga dan pemilik warung tersebut secara seksama, sambil menikmati sarapannya.

"Maaf, pak biasanya ada petugas masuk hutan itu berapa kali sekali?" tanya Abyas, ingin menggali lebih lanjut informasi dari warga tentang hutan kucing.

"Ya, gak mesti pak tergantung sindernya(polisi hutan) itu sregep atau tidak?" jawab warga apa adanya" Tapi sekarang peraturannya semakin ketat, kalau dulu banyak yang blandong(mencuri kayu), sekarang sudah tidak ada yang blandong(blandong) lagi." tambah warga.

"Oh, selain sinder siapa yang biasa masuk hutan?" tanya Abyas.

"Gak ada mas, sekarang gak ada yang berani masuk hutan, apalagi sampai blandong, soalnya sekarang sindernya tidak bisa di sogok(di suap)." jelas warga apa adanya.

"Oh, begitu ya pak." sahut Abyas.

"La mas e, ini dari mana dan mau kemana?" tanya warga.

"Cuma, olah raga saja kok pak, lapar terus mampir di sini, tadi kami nyasar sampai masuk jalan setapak yang di sana itu, eh ternyata masuk hutan yang lebat," jawab Abyas.

"Jalan di sana itu memang jalan menuju, hutan." jawab warga membenarkan.

Abyas dan Suryo semakin serius menggali informasi dari warga yang datang ke warung tersebut, mereka yang datang saling melengkapi cerita dan cerita mengalir begitu saja. Mereka ngobrol seolah mereka itu teman lama yang sudah lama tidak bertemu, demi untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas lagi, Abyas rela mentraktir warga yang ikut dalam obrolan mereka.

(Hai readerku semua jangan lupa baca novel di bawah ini ya RANJANG SANG MAFIA )

Terpopuler

Comments

Vita Zhao

Vita Zhao

nah ayo abyas segera temukan ndaru Dan violet.

kak author pliss crazy up dong, aku suka banget sama ceritanya loh, selalu setia menunggu update mu🥰

2022-05-16

1

lihat semua
Episodes
1 Swasti menemui Widuri.
2 Part 2 Swasti memaksa Abyas untuk menikah lagi.
3 Part 3 Merahasiakan Pernikahan
4 Part 4 Kecurigaan Dewandaru.
5 Part 5 Dewandaru menguntit Abyas dan Widuri.
6 Part 6 Pengakuan Abyas.
7 Part 7 Dewandaru menculik Violet.
8 Part 8 Pencarian Violet.
9 Part 9 Kumbang menghisap madu.
10 Part 10
11 Part 11 Mencari Violet
12 Part 12 Violet dan Dewandaru bertengkar.
13 Part 13 Perdebatan Dewandaru dan Violet
14 Part 14 Pencarian Violet
15 Part 15 Pencarian Violet.
16 Part 16 Menguntit Dewandaru.
17 Part 17 Mencari keberadaan Dewandaru.
18 Part 18 Pencarian Dewandaru
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21 Violet di temukan.
22 Part 22 kedua orang tua Dewandaru terkejut.
23 Part 23 Abyas murka
24 Par 24 Swasti pingsan
25 Part 25 Perut Widuri kram
26 Part 26 Pertemuan Swasti & Dewandaru.
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 PART 30
31 Part 31 Sidang pertama Dewandaru
32 Part 32
33 part 33
34 Part 34
35 part 35
36 Part 36
37 part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Episode 74
75 part 75
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Swasti menemui Widuri.
2
Part 2 Swasti memaksa Abyas untuk menikah lagi.
3
Part 3 Merahasiakan Pernikahan
4
Part 4 Kecurigaan Dewandaru.
5
Part 5 Dewandaru menguntit Abyas dan Widuri.
6
Part 6 Pengakuan Abyas.
7
Part 7 Dewandaru menculik Violet.
8
Part 8 Pencarian Violet.
9
Part 9 Kumbang menghisap madu.
10
Part 10
11
Part 11 Mencari Violet
12
Part 12 Violet dan Dewandaru bertengkar.
13
Part 13 Perdebatan Dewandaru dan Violet
14
Part 14 Pencarian Violet
15
Part 15 Pencarian Violet.
16
Part 16 Menguntit Dewandaru.
17
Part 17 Mencari keberadaan Dewandaru.
18
Part 18 Pencarian Dewandaru
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21 Violet di temukan.
22
Part 22 kedua orang tua Dewandaru terkejut.
23
Part 23 Abyas murka
24
Par 24 Swasti pingsan
25
Part 25 Perut Widuri kram
26
Part 26 Pertemuan Swasti & Dewandaru.
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
PART 30
31
Part 31 Sidang pertama Dewandaru
32
Part 32
33
part 33
34
Part 34
35
part 35
36
Part 36
37
part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Episode 74
75
part 75

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!