KISAH ALAM GHAIB

Akhirnya setelah beberapa jam, mereka bisa bertemu dengan titik peserta camping lain. Sayangnya saat itu Ryan lelah, terlebih Hanna yang sudah ruwet akan segala hal kejadian ini membuatnya harus memanggil Hantu Anna yang membuat hal pahit kembali terulang. Ada Siska dan Sera yang masih bungkam, tak ingin banyak bertanya saat itu.

"Kita buat kemah disini aja ya? Hanna! gue udah siapin semuanya. Biar gue bakar kayu, kalian pasti capek. Gue masak air dulu, kali aja kalian haus."

"Udah pasti, tapi Hanna. Gue pengen pipis ini." ucap Siska.

"Kayaknya ada sungai di dekat tadi kita lewat, ayo gue anter. Ingat jangan bicara sembarangan! dan satu lagi gue ga mau kalian buat masalah lagi. Ryan punya senter cadangankan?" tanya Hanna.

"Ada kok Hanna! gue ikut deh, tenang aja gue ga akan liat. Gue juga mau pups ini." ucap Ryan yang melilit perut.

Hal itu membuat Hanna kembali memegang kalung pemberian sang nenek. Ia meminta kembali mbak Anna untuk menjaganya, karena jelas terlihat penunggu hutan mengawasi mereka, seolah tidak tenang karena mereka membuat kemah untuk berisitirahat.

"Pang numpang, numpang! sory maaf ya mbah, nenek atau eyang nenek moyang. Kami hanya niat mau numpang ke sungai, izin juga bekemah sampai esok pagi. Kami kehilangan jejak regu camping! kami ga macem macem kok. Cuma numpang istirahat." ujar Ryan.

Dan benar saja, semalamam mereka dari sungai aman. Terlihat Siska menatap Hanna yang jalan lebih dulu dan seolah mengobrol sendiri. Tapi Ryan tahu, jika Hanna sedang berbicara pada seorang wanita yang berkepala tanduk hewan, rambut gimbal sangat besar, ada bolong belatung di punggungnya mengikuti jejak Hanna dengan melayang dan sorot mata seram, membuat Ryan menoleh kesamping, tak berani melihat ke arah Hanna.

'Astaga! jadi sosok itu yang gue temuin di dapur Hanna! itu penunggu apa penjaga Hanna ya. Istighfar! kalau bisa milih, gue mending kaya Siska dan Sera enggak lihat deh.' batin Ryan berusaha tegar.

Setelah mereka menyalakan api unggun! Hanna meminta siapapun tidak bertanya hal lain, fokusnya hanya istirahat. Dan Hanna juga bertanya pada yang lain, sambil menceritakan satu kisah.

"Kalian tahu ga? percaya ga kalau hal mistis, sosok gaib itu nyata. Sama seperti batu besar yang kita lewati tadi di sungai?"

"Kalau gue bener percaya ghaib sih. Nabi sulaiman aja percaya bahwa di dunia ini ada hal ghaib. Contohnya raja jin dulu pernah jadi bawahan nabi sulaiman. Dan para jin ini bertempat tinggal di batu batu besar dan pohon pohon rimbun sama seperti hutan, serta di pinggiran sungai danau dan laut, gue yakin ada jin ghaibnya di sana. Nabi Muhammad saja percaya ada jin di dunia ini, dalam al qur'an pun diabadikan dengan adanya surah al jin." jelas Siska.

"Iya, sama seperti kisah batu yang kita lihat. Itu ga jauh beda sama namanya batu blenong, yang berarti diam, atau bahasa jawone nderok utowo nancep, batu peninggalan Para WALI, kurang lebih namnya ( Syeh KURO ). Batu itu nggak sembarang batu, sejak zaman leluhur. Dulunya ada mata air yang berkeluaran Lumpur panas. Lalu Para Wali, dengan izin Allah lalu menutup lumpur itu dengan batu. Mangkannya batu itu nggak bakal di izinin kalo di cabut atau di pindah. Karena dulunya para wali menyuruh raja jin bersemayamam. Berjanji menunggu batu itu sampai Akhir hayat. Tapi balik lagi kepercayaan masing masing. Intinya stop sembarangan dimanapun, numpang numpang! karena kita ga tahu, yang kita cabut, langkahi adalah sosok yang sedang tidur."

"Iy Hanna, kita minta maaf. Tapi kenapa batu air danau tadi kita lihat, ga bisa di singkirin gitu sama manusia?"

"Kalo batu itu sampai ada yang bisa mindah. Penduduk kota lainnya, akan ada dampak terhanyut lumpur panas. Disitulah di perbukitan batu blenong, ada makam Penunggu leluhur. Begitullah Asal usulle wong jowo konon." jelas Hanna, membuat semua manggut.

"Eh, kayaknya gue juga pernah denger deh. Batu bleneng itu sampe melegenda dan masuk tv. Hanna kok lo bisa tahu sejarah sih?" tanya Sera.

"Dulu gue tinggal dan kecil di sana, jadi banyak tetua cerita."

"Oh, pantesan." ucap Sera.

Pernah dulu tahun 90 an lebih saat pembangunan jalan diseputar danau lido, ada pohon kapuk besar yang tak bisa ditebang, dan ketika ditebang dari kulit pohon nya keluar banyak getah berwarna merah darah. Bahkan orang yang bawa buldoser untuk menebang pun meninggal. Memang mereka ada, kita harus percaya. Namun yang tidak dibolehkan itu menyekutukan sang pencipta dengan ciptaannya. Batu bleneng di daerah ciwaringin cirebon, itu nyata. Dan mungkin banyak di kota lain juga ada seperti batu tadi di sungai, ada penunggu yang kita lihat tadi kalau diperhatikan!! jelas Hanna, membuat Siska, Sera dan Ryan merinding.

Hal itu pun membuat mereka berempat santai, hangat dan bisa makan malam mie instan. Tak lupa Ryan merapihkan kembali, setelah itu mereka bersiap untuk tidur. Tapi pandangan Ryan ingin bertanya sosok di sampingnya Hanna yang seram itu. Tapi Ryan memilih diam, dan tidak membuat adegan ngompol karena adanya mbak kunti yang ia temui di dapur rumah Hanna.

"Ryan, lo kenapa? kok kaya yang sakit, pucet lagi?" tanya Siska.

Seketika Ryan memejamkan matanya, tak mau dipelototin oleh hantu di samping Hanna.

"Ga, gue kelilipan. Dah lah, gue tidur yoo." gelagap Ryan, membuat Siska dan Sera aneh.

Tbc.

Terpopuler

Comments

alisa mayo

alisa mayo

Siska pasti jeeper kalau tau temennya indigo

2022-06-27

0

goplek

goplek

ada apa dengan masa lalu anna dan hanna apakah kembar satunya mati

2022-06-27

0

Kaka Lalabiela

Kaka Lalabiela

kisah batu bleneng nyata tor

2022-06-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!