JADI HANNA SAMA

Setelah mereka kerja kelompok, dan membagi tugas untuk camping. Mereka pamit dan berpisah pulang. Sementara Ryan mengikuti Hanna yang pulang sendiri tanpa Siska, Tono dan Jamet tahu. Ryan sengaja diam diam hanya ingin mengetahui soal Hanna apakah sama sepertinya melihat Hantu, hanya saja ia ingin tahu kenapa Hanna tidak takut.

"Hanna, tunggu!"

"Ryan, lo mau kemana. Bukannya tadi pulang?"

"Sengaja, gue pengen tahu apa yang lo lihat tadi. Apa sama kaya gue lihat, gue pengen tahu kenapa lo ga takut?"

"Takut, gue bukan takut. Tapi menghindar membantu mereka. Konon kalau kita lihat, dan mereka caper minta sesuatu yang benar benar kita harus masuk ke dunianya. Dan gue ga sanggup, karena pasti akan ada orang yang kita sayang terbawa balanya ikut. Gue udah kehilangan kedua orangtua gue karena gue aneh dan berbeda. Dan gue cuma punya nenek Sari." ujar Hanna membuat Ryan terdiam.

Ryan tampak menyimak pembicaraan Hanna kala itu. Fokusnya terbagi, antara ucapan Hanna dan bibir Hanna yang begitu ayu untuk disaksikan dari dekat. Karena Hanna sadar dia sedang diperhatikan Ryan, dia pun sedikit canggung untuk bicara lagi. Sementara Ryan masih terpaku menatap Hanna.

"Woy!" Suara serak serak basah samar itu menegur Ryan. Hanna kembali ke topik ibunya dulu sebelum meninggal.

"Eh iya kenapa kenapa?" Ryan kaget. Hanna pun mengerutkan kening, sebab dia hanya diam saja setelah menjelaskan. Pikir Hanna dia tak ada gerakan yang membuat Ryan kaget.

'Fokus woy. Kamu gatal sangat, hihihi.' teriak mbak kunti dari samping Hanna, membuat tatapan Ryan terdiam bingung, pucat ingin mengompol.

"Kamu kenapa?" tanya Hanna bingung.

"Nggak apa, Hanna. Gimana gimana tadi?" tanya Ryan basa basi. Dia mengulur waktu agar bisa mengingat apa yang dituturkan oleh Hanna tadi. Dan melupakan teriakan tanpa wujud yang ia yakini itu adalah mbak kunti.

"Tuh kan. Kamu itu masih muda, Ryan. Jangan terlalu terbuai dengan duniamu." Hanna menasihati Ryan. Sudah sedari awal bertemu Hanna sadar bahwa Ryan menaruh tatapan yang lain padanya.

"Eh iya, Hanna. Maaf. Ow jadi gitu ye. Sekarang lo tahu dunia para makhluk halus. Mungkin ibu gue juga dulu dibawa ke sini. Hingga saat ini gue masih sering dengar hal aneh, tapi gitu gue masih ga sanggup ngontrol ketakutan gue. Dan ini gue yakin kalau lo bisa jaga rahasia. Kalau tampang cool gue di kampus, gue takut sama hantu. Pantas aja lo gue lihat dikampus cewe aneh, ternyata lo sama yang gue rasain."

Hanna pun kembali mengerutkan dahinya. Dia tambah bingung. Sebab, yang dia saksikan kala itu Ryan tengah menunjuk kehampaan. Tidak ada seorang pun di sampingnya.

"Siapa? Kamu bertemu siapa?" tanya Hanna, yang saat itu Ryan salah tanggap. Padahal Hanna sedang berbicara batin pada sosok Hantu di samping Ryan.

"Ini orang bego sangat yah." Ryan menatap, berucap dalam hati.

'Sudah saya bilang dia tak bisa melihat saya. Mengapa kamu itu tak paham juga Hanna. Hihiii?' kala hantu yang sering ia temui, hanya menampakan wujud pada Hanna saja.

"Ealah. Maaf, Hanna. Gue punya kemampuan melihat hantu. Di samping gue ada hantu mbak kunti," jelas Ryan.

"Oh ya?" Hanna terkejut, padahal ia sudah tahu.

"Jadi kalau lihat sesuatu, apa pantas lo umbar umbar ke anak kampus. Ga ada gunanya kan? karena mereka tidak sama kaya yang lo lihat. Baiknya kalau lo tau, cukup diam dan menghindar!" ujar Hanna.

"Hah? Wah keren bat dah lo Hanna. Eh gue juga keren berarti, awokwow bisa liat Hantu." angkuh Ryan.

"Iya. Kelebihan yang diberikan Tuhan jangan disia siakan dan jangan disalah gunakan. Kalau boleh tahu, lo tahu nggak cara keluar dari tempat ini?" tanya Hanna menunjuk sebuah hutan.

Ey! gue baru sadar, kita ditengah hutan. Kok ga nyampe nyampe sih. Masih aja di pohon asem kampus kita Hanna?! tanya Ryan sedikit pucat.

"Itu mbak kunti, setiap gue lewat sini. Gue pasti dibuat muter jalan ga sampe sampe pulang ke rumah. Sampe kadang gue bingung udah dibangunin kalian ada di ruang uks."

"Gimana gimana? jadi gue juga ga bisa pulang dong, sekarang?" panik Ryan dan jatuh pingsan.

Hihihiiii!! ganteng gaanteng ngompol, baru liat mbak kunti wujud asli aja udah pingsan. Hihiiii.

Hanna terdiam, ketika mbak kunti menakut nakuti Ryan dengan wajah seramnya.

'Hadeuh! alamat ga sampe rumah nih. Kamu sebenarnya mau apa sih mbak kunti?' teriak Hanna emosi pada sosok hantu yang masih menertawakannya.

Hihihiiii ...!!

Tbc.

Terpopuler

Comments

guntur

guntur

hanna indigo kalau ryan kudu fokus istilahnya peka

2022-07-11

0

Maya

Maya

ryan termohok kan

2022-06-27

0

Soima

Soima

jadi semua tau kalau hanna bisa lihat hantu

2022-06-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!