RYAN DI IKUTI HANTU

Pagi hari, Ryan sudah berada di kampus. Ia menunggu teman teman lain belum datang. Hingga ia memutuskan pergi ke toilet. Karena semalam Ryan tak bisa tidur, ia selalu saja banyak minum air lemon. Sehingga hingga pagi ini ia terus saja bulak balik kamar mandi.

Tanpa sadar kala Ryan sudah menaikan resleting, terlihat dari kaca mengejutkan bagi Ryan. Bagaimana bisa seorang wanita ada di toilet pria, berjalan tanpa dosa melewatinya begitu saja ke arah luar.

"Aaauhwh! ap-apaan tuh. Ko bisa tadi ada putih lewat ya?" lirih Ryan.

"Mak!" teriak Ryan. Kakinya bergetar, tetapi kali ini celananya tak basah.

"Buset dah. Mak, apa ini yang disebut anak indigo tidak jadi, kenapa Ryan susah buat ga liat model begituan ya." kembali teriak.

Sesaat Ryan mengucap kalimat tersebut, satu hantu dengan tangan buntung menghadap ke arah Ryan. Matanya merah melotot, bibirnya hitam. Dari balik pintu toilet dibelakang Ryan yang masih terbujur kaku berdiri menatap cermin dengan kumat kamit.

Saat itu suasana toilet berubah padam, lampunya kedap kedip, seperti malam tetapi siang. Sebab langit begitu tidak pasti. Itu yang membuat Ryan merasa asing dengan pemandangannya saat ini.

Ryan berlari keluar dengan teriak tanpa suara, lagi lagi ia duduk dan masih dalam posisi terpejam dan berbaring di rerumputan. Sontak dia merasa ada sesuatu yang masuk di dalam celananya. Berjalan perlahan menuju pahanya, lalu mentok di bagian paling sensitif.

"Emak, tolonglah anakmu ini, mak! Keluarkan benda licin ini dari dalam celana Ryan. Ryan nggak mau ternodai, mak." Ryan berucap dalam hati, sementara dia tak ingin bergerak atau bersuara sekalipun ketika ia sudah melihat mahluk aneh, hingga kini entah apa yang masuk kedalam celananya.

Hewan yang berjalan perlahan tadi seketika menggeliat di dalam celananya Ryan dan sesekali menyentuh bagian sensitifnya, hingga membuat bagian itu Ryan tera-ngsang.

"Astagfirullahaladzim. Mak, Ryan dinodai hewan apa nih? Ya Allah ampunilah hambamu ini yang penakut... ah!" teriak Ryan masih menutup mata.

Ryan pun tak tahan dan langsung memasukkan tangannya ke dalam celana. Tangannya meraih hewan yang masuk ada di dalam celananya itu. Tubuhnya agak licin dan kenyal kenyal.

Ryan menarik hewan itu, dengan posisinya masih menggeliat. Sontak saja, Ryan yang terbaring tadi terkejut, setelah melihat bentuk tubuh makhluk itu. Tubuhnya seperti cacing, memanjang sekitar tiga puluh sentimeter, mengeluarkan cairan yang agak lengket dan amis.

Ryan bangkit, lalu membuang hewan itu ke sembarang arah. Dia mengintip selangka-nya.

"Yah keburu tegang lagi. Emang makhluk nggak ada akhlak. Mentang mentang badan berminyak, nodai orang sembarangan!" cetus Ryan ia berdiri tegap.

Bersyukur kala itu kampus masih sepi, sehingga aura tampannya tidak terbuka kala ia sosok pria yang di kenal cool, yang aslinya, pastinya penakut dan akan menjadi bahan tawa orang lain.

"Argghh!" Teriakan itu terdengar dari arah atas.

Sontak saat Ryan mendongak, rasa ketakutannya timbul lagi. Kali ini ketakutannya dari kaki hingga ujung kepala. Kepalanya membesar, kakinya gemetar dahsyat. Bagaimana tidak, makhluk itu matanya melotot maksimal dan rona merah di mata mereka bertambah. Sayap seperti kelelawar seketika muncul dari punggung makhluk itu mengeluarkan suara bising aneh.

Mata Ryan tertuju pada makhluk yang kehilangan badan. Hanya kaki yang terlihat. Tawanya pecah, saat melihat sayap makhluk itu. Pasalnya, karena hanya kaki, sayap makhluk itu muncul tepat di mata kaki dalam bentuk mini. Oleh karena itu, Ryan tak bisa menahan tawanya.

"Eh buset. Jhahaha, ini yang disebut Peri Tingkerbel versi burik ya?" Ryan berujar, sejenak dia melupakan ketakutannya.

Ryan berlari sekencang mungkin, untuk menghilangkan rasa takut apa yang ia lihat barusan. Ia melihat sosok monster yang tiba saja badannya hilang perlahan, bagai mumi setengah buntung dengan kepala kelelawar.

Tak sadar Ryan, berpapasan dengan Hanna yang baru saja tiba. Dan melihat Ryan kucel maksimal.

"Ryan, lo kenapa? kok semuanya basah?" tanya Hanna.

"Gue, lupain aja deh. Gue ga mau lo di depan gue lagi! semenjak dari rumah lo Hanna. Hidup gue sial, banyak mahluk aneh yang ga gue pengen liat." teriak Ryan berlalu.

Hanna terdiam, ia mengelus hatinya akan sikap ketus Ryan. Hingga dimana Hanna kembali melihat sesosok itu terbang seolah mengejar arah Ryan.

"Ryan, dia dalam bahaya." ucap Hanna mulai mengikuti sosok yang mengejar Ryan.

Tbc.

Terpopuler

Comments

guntur

guntur

rasaim ryan sok tahu sih

2022-07-11

0

Maya

Maya

mencret si ryan rasain

2022-06-27

0

Soima

Soima

kocak liat hantu ngompol.

2022-06-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!