Bell istirahat sudah berbunyi dengan keras. Cessa melirik Revi yang masih sesekali menatap Cessa dengan tatapan mengerikan.
“Fa” Panggil lembut cessa saat Rafa, prince dan dafa baru tegak dari kursinya.
Rafa tidak menjawab dia hanya mendekat kearah cessa dan mengangkat kedua alisnya bingung.
“Minta tangan kamu” cessa tersenyum lebar sambil menyodorkan kedua tangannya pada Rafa.
“Untuk?” Rafa menunjukkan tangannya pada cessa. Dan saat itu dengan cepat cessa menggenggam tangan Rafa, gadis itu bergelayut manja di lengan Rafa.
“Mau bikin sakit mata orang” kekeh Cessa.
Prince hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah saudara kembarnya. Rafa sendiri tidak peduli Cessa mau bergelayut manja dengannya, dia malah semakin mengeratkan genggaman tangannya dengan cessa.
“July, devi, ayo cepat gue lapar” rengek Cessa pada kedua temannya yang masih duduk bengong melihat kelakuan Cessa.
“Gak takut di kerjain ya cess?” bisik Devi yang sudah berjalan disebelah cessa.
“Tenang, gue bawa banyak pelindung, ni sedang ngelindungi gue” kekeh cessa. Gadis itu menjulurkan lidahnya saat dia melewati Revi dan kawan-kawannya. Hal itu membuat Revi semakin geram dengan Cessa dia mengepalkan tangannya kuat-kuat berusaha menahan amarahnya. Revi tidak tau cara apa lagi yang bisa dia lakukan untuk membuat cessa menjauh dari Rafa.
Dia tidak bisa mengeluarkan cessa dari sekolah, karena memang benar yang cessa katakana, dia tidak bisa mengeluarkan seseorang hanya karena tidak mau menjauhi Rafa, dia juga tidak bisa memaksa ayahnya untuk mengeluarkan cessa, karena tidak mungkin ayahnya akan mengabulkan permintaan itu.
“Sialan tu cewek, semakin gue kerjai, semakin dia buat gue panas” geram Revi.
“Udah Revi tenang, gini aja rev, lu minta sama orang tua lu untuk di jodohkan dengan Rafa, dengan begitu, Cessa akan jauh dengan sendirinya” usul salah satu antek-antek Revi.
Revi menatap orang yang memberikan usul padanya, senyum dibibirnya semakin merekah, orang tuanya juga pasti setuju jika di ajak kerja sama dengan orang tua Rafa, secara orang tua rafa salah satu pengusaha yang cukup terkenal juga amanya di Indonesia.
“Bagus juga usul lu, Rafa mau tidak mau dia harus mengikuti permintaan orang tuanya dan mulai menjauhi cessa secara tidak langsung, tapi gue masih kesal sama tu cewek!” geram Revi, dia Kembali mengingat Cessa yang menjulurkan lidah pada nya saat Berjalan bersama Rafa.
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...
Begitu cessa, rafa dan semua teman-temannya sudah duduk dan makan, Andre tiba-tiba muncul dihadapan cessa, dia tidak bisa mengambil alih posisi duduk orang lagi, karena posisinya sulit untuk diambil alih.
“Cessa, makin hari makin tampah cantik aja” gida Andre secara terang-terangan didepan Rafa dan juga Prince.
“Makasih, tapi gue gak ada uang di tangan, jadi gak bisa kasih ke lu” Cessa membalas pernyataan Andre dengan gurauan.
“Gue gak minta uang, gue tulus muji bidadari seperti lu, kalau gak ada uang biar gue jajanin lu, mau apa?” tawar Andre, dia menganggap ucapan cessa sebagai jawaban positif.
“Gak butuh apa-apa, gue bisa minta sama su-suka suka gue minta sama siapa aja” Cessa hendak mengatakan suami, tapi dengan cepat dia meralat ucapannya.
Prince dan Rafa yang sadar denganucapan cessa sama-sama menahan tawa mereka.
“Kamu ngomong apa sih Cess, gak ngerti aku” ujar July ikutan nimbrung.
“Hehhe entah gak tau juga apa ya?” Cessa berpura-pura bodoh dengan yang barusan dia ucapkan.
“Kamu mau lemon tea gak cess? Biar gue belikan” tawar Andre lagi.
“Gak mau” cessa mengambil minuman yang baru saja di minum oleh Rafa. “Nah gue udah dapat minum” gadis itu menunjukkan minuman yang dia ambil dari Rafa.
Andre mengepalkan tangannya geram karena Cessa dengan terang-terangan menolaknya lagi. “Cess gue yakin lu bakal menyesal milih dia, pria gak punya hati yang membuat sahabatnya sendiri masuk rumah sakit” geram Andre.
“Emang itu salah Rafa ya?” tanya cessa balik.
“Ya jelas itu salah dia, jika saja dia menolak Dina maka Dina tidak akan masuk kedalam rumah sakit!” bentak Andre lagi.
“Rafa sudah menolak Dina berkali-kali kak Andre” kali ini Devi yang berbicara, dia lumayan dekat dengan Dina saat dina masih ada.
“Gak,Dina sendiri bilang ke gue kalau Rafa gak pernah nolak dia, malah rafa memberikan harapan padanya hingga sekarang” geram Andre, diam-diam pria itu masih sering menghubungi Dina yang menjalankan pengobatan.
“Kakak dibohongi Dina, jelas-jelas Rafa menolak Dina dengan tegas didepan kami” July juga ikutan bersuara.
“Gue Cuma mau peringatkan kamu cessa, dia pria yang gak punya hati, kamu akan menderita bersama Rafa, gue yakin lu tidak akan pernah dianggap olehnya” setelah berkata begitu, Andre pergi dari sana dengan cepat.
“Cess, jangan percaya, kami liat kok perubahan Rafa saat bersamamu” July dan Devi berusaha membela Rafa.
“kalian ngomong apaan sih, gue gak peduli juga dengan ucapan dia” ucap cuek cessa gadis itu Kembali melahap soto yang dia makan.
“Mau minum lagi?” tanya rafa saat melihat minumannya sudah dihabiskan cessa, dan minuman cessa juga sudah habis.
“Mau” jawab cepat cessa.
“Daf, tolong belikan orange jus sama lemon tea” Rafa menyodorkan lebaran uang serratus ribu pada Dafa, “kalian juga kalau mau pesan aja sama dafa” lanjut Rafa lagi.
Rafa memperhatikan cessa yang makan dengan tenang. Tangannya terulur mengelap kuah soto cessa yang belepotan di dagu dan bibirnya.
“Pelan-pelan makannya, gak ada yang minta” ujar Rafa. Kembali perhatian rafa itu membuat Devi dan July tersenyum, keduanya yakin Rafa dan Cessa benar-benar cocok dan serasi. “yakin gak berpengaruh dengan ucapan Andre tadi?” tanya rafa. Cessa mempercepat makannya dan ketika selesai dia langsung mengambil orange jus yang sudah di ambilkan dafa, meneguk minuman itu cepat hingga habis.
“Gue udah nikah, gak mau mempersulit pernikahan gue dengan pikiran aneh-aneh” bisik Cessa pada telinga Rafa.
Sebuah senyuman indah terukir dari bibir rafa. “makasih sudah percaya gue” balas rafa juga dengan berbisik.
“ADUUHHHH, yang lagi pacarana berasa dunia hanya milik berdua ya, kejam banget kit amah Cuma ngontrak” sindir Dafa dengan di sertai tawa teman-teman Rafa dan Cessa.
“Apaan sih, udah sana lu juga cari pacar sana, biar gak cemburuan, biarin lah si Rafa menikmati kedewasaannya yang datang terlambat, emang lu pernah liat ni anak senyum atau perhatian sama cewek?” ucap Prince.
“Gak pernah sih, emang benar juga, langka banget liat Rafa senyum dan perhatian sama cewek, tapi bikin gue iri” ringis Dafa.
“Kalau iri nih ada Devi yang siap menjadi pujaan hati babang Dafa_” ledek July.
‘PUk’ Devi langsung melayangkan pukulan pelan pada July.
“Ihh lu apaan sihh, Gak mau gue sama dafa” gerutu Devi.
“Ihh cocok tau vi, dafa dan devi kan kalau mau biat undangan pernikahan enak dafa dan devi, hehhehe” Cessa juga ikutan dalam mengerjai Dafa dan Devi untuk bersama.
“Nah lu ngejek-ngejek orang lu sendiri sama siapa?” balas Devi pada July.
“Tenang ada gue yang masih jomblo” kekeh Prince.
Muka Julu langsung berubah merah padam ketika Prince mengatakan hal itu.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 240 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
#Kode
2023-04-29
0
Qaisaa Nazarudin
Kide tuh Juli,Aku paling setujuuuu..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻😃
2023-04-29
0
Qaisaa Nazarudin
kalo gitu loe sama Gavin aja,hanya karena dia yg masih single,Rafa mah gak bakalan bisa loe ganggu gugat,Udah jadi hak paten Cessa 😂😂😜😜
2023-04-29
0